9 April 2026
Beranda blog Halaman 35969

APEC Dukung Proposal Produk Pembangunan Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Hasil kajian yang dikeluarkan Unit Pendukung Kebijakan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (PSU APEC) mendukung proposal Indonesia untuk mendorong perdagangan “produk-produk pembangunan” di kawasan Asia Pasifik guna menyeimbangkan perekonomian antara negara maju dengan negara berkembang.
“Hasil kajian yang dilakukan PSU (Policy Support Unit) APEC memberikan sinyal positif yang mendukung proposal yang diajukan Indonesia setahun silam untuk mendorong perdagangan produk-produk pembangunan di APEC guna menyeimbangkan kemajuan ekonomi negara maju dan berkembang,” kata Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel di Boracay, Filipina pada Minggu (25/5).
Pernyataan tersebut dia sampaikan dalam pertemuan Komisi Perdagangan dan Investasi (CTI) di sela-sela Pertemuan Menteri Perdagangan (Ministers responsible for Trade Meeting) APEC 2015, yang diselenggarakan di Pulau Boracay, Filipina pada 23-24 Mei.
Menurut Mendag, Indonesia mengusulkan proposal tersebut dalam rangka mengidentifikasi gambaran korelasi perdagangan produk-produk yang dikaji dengan pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan.
Produk-produk pembangunan yang berasal dari Indonesia, yaitu karet, kelapa sawit, CPO, rotan, dan produk perikanan.
“Hal (pengajuan proposal produk pembangunan) itu dilakukan guna menjaga keseimbangan liberalisasi antara negara maju dan negara berkembang yang digagas dalam kerangka pencapaian ‘Bogor Goals’ di APEC,” ujar Rachmat.
Terkait proposal yang mempromosikan produk-produk pembangunan itu, menurut Mendag, PSU APEC menyimpulkan bahwa ada relevansi untuk mendorong ekspansi perdagangan dari produk-produk yang dikaji melalui penurunan tarif.
Selain itu, PSU APEC menilai bahwa ada banyak produk pembangunan yang berpotensi meningkat dalam perdagangan dunia dan memiliki keunggulan komparatif.
“Secara umum perdagangan produk pertanian memiliki korelasi yang lebih positif terhadap pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan dibanding produk industri,” ungkap Rachmat.
Selanjutnya, PSU APEC juga menyimpulkan bahwa dukungan beberapa faktor di luar perdagangan akan diperlukan untuk menunjang keberhasilan pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan.
Faktor yang dibutuhkan itu, antara lain infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, pendidikan, pelatihan dan jasa keuangan, jaminan kesejahteraan, kondisi ketenagakerjaan, pengembangan rantai nilai global.
Mendag menyambut baik hasil kajian PSU APEC tersebut dan secara khusus menyampaikan rasa terimakasih kepada ekonomi (negara) yang menjadi “co-sponsor”, yaitu Brunei Darussalam, Peru, Tiongkok, dan Vietnam.
Kampanye proposal Produk Pembangunan itu menjadi salah satu fokus Menteri Perdagangan RI dalam Pertemuan Menteri Perdagangan APEC 2015. Sebagai tindak lanjut dari hasil kajian PSU itu, menurut Mendag Rachmat, Indonesia akan melaksanakan Dialog Kebijakan Perdagangan tentang Produk-Produk Pembangunan pada Agustus mendatang di Cebu, Filipina.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiongkok Berjanji Bantu Usut Kasus Beras Plastik

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen, di mana pihak Tiongkok berjanji untuk membantu Indonesia dalam menangani kasus beras plastik, yang diduga berasal dari Tiongkok.
Hal itu disampaikan dalam keterangan pers dari Kementerian Perdagangan RI yang diterima di Pulau Boracay, Aklan, Filipina pada Minggu (24/5).
Pertemuan antara kedua menteri perdagangan tersebut dilakukan di sela-sela Pertemuan Menteri Perdagangan (Ministers Responsible for Trade Meeting) APEC 2015.
Mendag Rachmat Gobel menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Indonesia tengah menghadapi permasalahan yang cukup menyita perhatian dengan beredarnya beras yang mengandung plastik di pasar Indonesia, yang diduga berasal dari Tiongkok.
Menanggapi masalah beras plastik yang beredar di Indonesia, Wamendag Tiongkok menyatakan turut prihatin dan menyadari peliknya masalah yang dihadapi Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, Wang mengatakan Pemerintah Tiongkok berjanji untuk membantu Indonesia mengatasi masalah beras plastik.
Menurut Wang, Pemerintah Tiongkok saat ini hanya memberikan izin kepada satu pengusaha BUMN Tiongkok untuk melakukan ekspor beras, sehingga akan lebih mudah untuk melakukan penelusuran terkait peredaran beras plastik.
Pihak Tiongkok berjanji akan menyampaikan hasil penelusuran mereka kepada Pemerintah Indonesia secepatnya.
Pada kesempatan itu, Wamendag Wang juga menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra strategis bagi perdagangan Tiongkok.
Selain itu, Tiongkok berharap Indonesia dapat lebih memainkan peran aktif dalam menjembatani kepentingan negara-negara yang tergabung dalam Kemitraan Ekonomi Regional Komprehensif (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).
RCEP adalah usulan perjanjian perdagangan bebas (FTA) antara sepuluh negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan enam negara lainnya, yaitu Australia, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Imbas Aksi Ambil Untung, IHSG Terkoreksi Lima Poin

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Bursa Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan pagi ini dibuka di zona negatif. Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 5,319 poin (0,10%) ke level 5.309,834. Sedangkan Indeks LQ45 berkurang 1,351 poin (0,15%) ke level 925,252.
Mengawali perdagangan awal pekan, Senin (25/5/2015), IHSG dibuka turun tipis 5,088 poin (0,10%) ke level 5.310,065. Indeks LQ45 dibuka melemah tipis 1,385 poin (0,17%) ke level 925,050. Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG mundur 7,876 poin (0,15%) ke level 5.307,277. Sementara Indeks LQ45 menipis 2,297 poin (0,25%) ke level 923,904.
Pelemahan Indeks pagi ini merupakan imbas adanya aksi ambil untung dimana investor asing kembali melepas saham mereka. NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengemukakan IHSG berpeluang melemah jika tidak adanya daya tahan dari aksi pembelian.
“IHSG pun berpeluang melemah jika tidak adanya daya tahan dari aksi pembelian. Dengan kemungkinan melemah, maka utang gap 5.273-5.278 berpeluang untuk diuji,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, Senin (25/5).

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Saling Lempar Tempat Kejadian Perkara Kecelakaan Istri Yudi Latif

Jakarta, Aktual.co — Kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia Istri Yudi Latif, bernama Linda Rahma Natalia, pihak kepolisian seakan saling lempar dalam memproses penyelidikan kasus kecelakaan menonjol tersebut.
Kasatlantas Polres Jakarta Selatan, AKBP Sutimin, saat dikonfirmasi Aktual.co, menyebutkan bahwa tempat kejadian perkara kecelakaan yang menyebabkan meninggalnya istri Cendekiawan Muslim, Yudi Latif itu terjadi di KM 35 wilayah Bambu Apus, Jakarta Timur.
“Tadi operator 530 melaporkan ada laka lantas di KM 35 Bambu Apus, selebihnya kroscek ke Satlantas Polres Jakarta Timur,” ucap Sutimin kepada Aktual.co, Senin (25/5).
Sementara informasi yang digali dari pihak kepolisian, kuat dugaan kecelakaan yang menyebabkan Linda meninggal dunia bukan kecelakaan tunggal. Diduga ada sebuah mini bus juga terlibat dalam kecelakaan ini, kendati demikian polisi masih melakukan penyelidikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Sempat Dibuka Menguat, Rupiah Berbalik Melemah 31 Poin ke Level Rp13.181

Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan pagi ini sempat dibuka menguat, namun sesaat setelah perdagangan BEI dibuka, gerak Rupiah berbalik arah melemah.
Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index pada pagi ini,Senin (25/5), Rupiah dibuka menguat 0,06% ke Rp13.150 per dolar AS dibanding pada penutupan perdagangan Jumat (22/5), yakni di posisi Rp13.158. Namun, pada pukul 08.55 pada pembukaan perdagangan BEI, gerak Rupiah berbalik arah melemah 0,17% ke Rp13.181 per dolar AS.
Rupiah berpotensi kembali tertekan, menyusul masih kuatnya potensi kenaikan indeks dolar AS.
“Perkiraan inflasi oleh BI yang masih tinggi di bulan ini, menambah alasan untuk rupiah tetap lemah hari ini,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (25/5).
Dikemukakan indeks dolar AS yang mulai berbalik menguat, akibat pernyataan Yellen, dipastikan mempertahankan tekanan pelemahan terhadap rupiah.
Indeks dolar AS menguat tajam merespons pernyatan Gibernur Federal Reserve Yellen yang masih yakin jika suku bunga the Fed akan naik di tahun ini. Walaupun ada syarat berlanjutnya perbaikan ekonomi AS.
“Bahkan rilis angka inflasi April yang makin negatif, tidak berhasil mengurangi tekanan penguatan dollar index hingga Sabtu dini hari,” kata Rangga.

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Beras Plastik, Mendag Gobel: Pedagang Harus Bertanggungjawab Atas Produk yang Dijual

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menilai kasus beredarnya beras plastik sangat terkait dengan kegiatan pengawasan produk yang tersedia di pasar, terutama oleh para penjual.
“Kita harus mengontrol produk dan barang di pasar. Dalam hal ini para pedagang harus bertanggung jawab terhadap barang-barang yang dijualnya. Jadi, dia (penjual) harus tahu dari mana asal produk yang dia jual,” kata Mendag Rachmat Gobel di Boracay, Aklan, Filipina, Minggu (25/5).
Rachmat Gobel menegaskan, “Pedagang dan pengelola pasar bertanggung jawab atas produk yang dijual di pasar itu kepada pelanggan.” Pernyataan tersebut dia sampaikan usai melakukan pertemuan bilateral dan pertemuan hari kedua Menteri Perdagangan (Ministers Responsible for Trade Meeting) APEC 2015.
Indonesia tengah menghadapi permasalahan yang cukup menyita perhatian dengan beredarnya beras yang mengandung plastik di pasar Indonesia, yang diduga berasal dari Tiongkok. Menurut Rachmat, terkait dengan masalah beras palsu itu, pemerintah akan berupaya mengatur kembali semua merek dagang produk-produk impor yang masuk ke pasar Indonesia.
“Jadi, kita harus menyikapi masalah ini dengan bijak. Manajemen pasar tradisional harus diatur kembali agar bila terjadi suatu masalah, kita bisa cari siapa produsen barang tersebut,” ujar dia.
Ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen, Mendag RI juga menyampaikan permasalahan beras plastik yang diduga berasal dari Tiongkok itu.
Menanggapi hal tersebut, Wamendag Tiongkok berjanji pihaknya akan membantu Indonesia dalam menangani kasus beras plastik. Menurut Wang, pemerintah Tiongkok saat ini hanya memberikan izin kepada satu pengusaha BUMN Tiongkok untuk melakukan ekspor beras sehingga akan lebih mudah untuk melakukan penelusuran terkait dengan peredaran beras plastik.Pihak Tiongkok berjanji akan menyampaikan hasil penelusuran mereka kepada pemerintah Indonesia secepatnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain