12 April 2026
Beranda blog Halaman 35989

Bio Farma Tak Mampu Kerjakan Proyek Vaksin, Kerugian Negara Membengkak

Jakarta, Aktual.co — PT Bio Farma tidak memiliki keahlian dalam proses perancangan dan perencanaan fasilitas produksi vakasin flu burung. Bio Farma juga tidak mampu menyusun dan melakukan verifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan produksi vaksin.
Demikian dikutip dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang didapat Aktual.co.
Ketidakmampuan Bio Farma membuat pengerjaan proyek pengadaan fasilitas, riset terpadu dan alih teknologi produksi vaksin flu burung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun anggaran 2008-2010 menjadi gagal.
Hal itu pun diakui oleh ahli BPK yang dihadirkan dalam sidang untuk terdakwa Rahmat Basuki di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Selatan, Senin (18/5).
“Peralatan yang berada di Bio Farma, Bandung dan Cisarua (tempat produksi vaksin) tidak bisa digunakan,” ujar ahli BPK, Aditya Pradana Nuranda, di depan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor.
Dalam kesempatan terpisah, Aditya yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Audit Kerugian Negara dalam korupsi vaksin flu burung juga mengatakan, bahwa tidak berfungsi-nya peralatan tersebut membuat kerugian negara yang timbul lebih dari Rp 300 miliar.
“Iya tentu, peralatan yang terbengkalai berpengaruh terhadap kerugian negara,” jelas Aditya.
Dalam audit BPK, Bio Farma tercatat sebagai pihak yang melaporkan spesifikasi peralatan produksi vaksin flu burung dari perencanaan sampai produksi, dengan besaran anggaran senilai Rp720.037.270.42.
Untuk itu, Majelis Hakim Tipikor yang memimpin sidang tersebut meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) untuk menghadirkan ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dalam sidang yang digelar Senin (25/5).

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan Warga Hadiri Festival Kuliner Tunjungan Surabaya

Surabaya, Aktual.co — Ribuan warga berdesakan menghadiri festival Kuliner Tunjungan, yang digelar di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (24/5), dari pukul 10.00-22.00 wib.
Praktis, jalan Tunjungan sepanjang 1Km tersebut ditutup total dan digelar lapak-lapak jajanan kas Surabaya, mulai dari semanggi, lontong, rujak uleg dan beraneka ragam menu kuliner lainnya.
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang hadir dalam acara tersebut pun jadi ajang poto bersama oleh warga, termasuk saat makan bersama.
“Yang hadir di sini tidak hanya warga Surabaya saja, tetapi juga banyak yang dari luar Surabaya. Bahkan, tadi saya juga sempat ketemu rombongan dari Jakarta yang hadir di sini,” kata Risma.
Risma mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan konsep baru. Pengunjung dapat membeli dan menikmati bersama di tempat-tempat yang disediakan sampai pukul 22.00 malam.
Dipilihnya jalan Tunjungan, lanjut Risma, juga untuk  menguatkan Jalan Tunjungan sebagai ikon kota Surabaya yang dulu dikenal sebagai pusat keramaian dan tempat kuliner paling lengkap.
“Makanya saking lengkapnya, dulu kan terkenal sampai ada lagu ‘Rek Ayo Rek mlaku-mlaku nang Tunjungan.” Lanjut Risma.
Festival kuliner Tunjungan merupakan salah satu dari  rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Kota Surabaya ke-722. 

Artikel ini ditulis oleh:

Bayi Ini Ikut Terapung Selama Tiga Bulan dengan Pengungsi Rohingya

Jakarta, Aktual.co — Rukiyah (20) pengungsi Rohingya, bersama dengan bayinya yang berusia empat bulan terdampar di perairan Aceh Timur setelah sekitar dua bulan terombang-ambing di laut.
“Selama dua, tiga bulan di kapal karena di Myanmar susah,” kata Rukiyah dengan Bahasa Melayu terbata-bata saat ditemui di penampungan sementara pengungsi Rohingya di Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, Minggu (24/5).
Rukiyah menceritakan, setelah melahirkan bayinya Muhammad Mahin di Myanmar, sekitar usia kurang dari dua bulan dibawa dengan kapal keluar negara tersebut.
Ia terpaksa berlayar bersama seorang adik dan kakaknya dengan kapal nelayan , sedangkan suaminya sendiri sudah lebih setahun bekerja di Malaysia.
“Ada kapal kami ikut saja, tidak tahu dibawa kemana karena hidup di Myanmar susah,” katanya.
Rukiyah juga mengaku tidak tahu akan kemana, ia hanya ingin berkumpul dengan keluarganya. Hampir setiap hari suaminya yang berada di Malaysia menelepon menanyakan kabar mereka.
“Kalau telpon sering nangis,” katanya sambil memperagakan tangan orang menangis dengan mengusap-usap mata.
Rukiyah adalah salah satu dari 672 pengungsi yang ditampung di Pelabuhan Kuala Langsa. Di lokasi tersebut terdiri dari 118 laki-laki, 76 perempuan dan 63 anak warga Rohingya dan 425 warga Bangladesh.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat Aceh terus mengulurkan tangan membantu mereka yang berada di empat titik pengungsi di Aceh.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Miris..Puluhan Siswa Harus Belajar di Kandang Ayam

Jakarta, Aktual.co — Puluhan siswa Diniyah dan PAUD di Kampung Angsa, Desa Ciantaasih, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Jabar, terpaksa belajar di bekas kandang ayam karena sejak berdiri hingga saat ini, belum pernah mendapat bantuan pemerintah.
Bahkan ketika musim penghujan tiba, tidak jarang puluhan siswa tersebut, terpaksa dipulangkan karena pihak sekolah tidak berani mengambil risiko jika siswa yang tengah menjalani proses belajar mengajar tertimpa atap bangunan yang sudah tua.
“Kami mendirikan sekolah ini karena terdorong dari tingginya minat anak usia sekolah di wilayah ini, untuk dapat terus mengenyam pendidikan dan tidak putus sekolah karena faktor ekonomi orang tua yang sulit,” kata Dadan Sasmita pendiri DTA Alimanihtada dan PAUD Tunas Asih 1, di Cianjur, Minggu (24/5).
Sebelumnya sejak 2005 puluhan anak putus sekolah kerap belajar di rumah miliknya, namun atas keinginan untuk mendirikan sekolah, pada 2011 seorang pengusaha di wilayah tersebut, menghibahkan tanah miliknya yang sudah ada kandang ayam di atasnya.
“Meskipun berbentuk kandang ayam awalnya, kami menyulap bangunan tersebut menjadi tempat kegiatan belajar mengajat untuk siswa Diniyah dan PAUD. Keterbatasan dana membuat kami terpaksa hanya merehab sebisanya, dimana ruang kelas masih berlantai tanah merah berdinding bilik anyam,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Politisi PDIP Minta Pemerintah Tak Deportasi Pengungsi Rohingya

Jakarta, Aktual.co — Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Husaini Setiawan meminta Pemerintah untuk tidak mendeportasi para pengungsi Rohingya.
“Apabila mereka di deportasi maka tidak ada jaminan keselamatan, karena saat ini sedang terjadi pembantaian terhadap umat Islam di Negara Myanmar,” ujar Husaini Setiawan di Lhokwemawe, Minggu (24/5).
Husaini menambahkan, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat harus memberikan solusi-solusi yang terbaik bagi para pengungsi Rohingya yang terdampar ke wilayah Aceh beberapa waktu lalu.
Mereka semua adalah orang Islam, maka kita harus berpangku tangan untuk saling menolong. Setiap manusia memiliki hak untuk hidup, maka nyawa-nyawa para pengungsi Rohingya harus diselamatkan.
“Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah selamatkan nyawa mereka, kemudian berikan penampungan yang layak bagi para pengungsi Rohingya. Dan diperkirakan 3.000 etnis Rohingya masih terapung dilaut,” ujarnya.
Menurut Husaini, pembantaian terhadap etnis Rohingya ini merupakan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, karena pembantaian itu dilakukan secara semena-mena tanpa ada rasa kemanusiaan.
“Kalau pembantaian itu masih saja terus terjadi, maka cabut saja nobel perdamaian yang diberikan kepada tokoh oposisi Myanmar, Aung San Suu kyi karena tidak ada kedamaian disana,” tutur Husaini.
Politisi PDIP itu juga meminta kepada Pemerintah Aceh untuk memperlakukan para pengungsi Rohingya dengan baik, cukup banyak dana-dana sosial yang bisa gunakan untuk membantu para manusia perahu itu.
Tambahnya lagi, saat tsunami Aceh banyak negara-negara sahabat yang membantu Aceh. Maka kini Aceh juga harus menunjukkan kepada dunia, karena telah melakukan langkah-langkah kemanusiaan.
“Saya sangat bangga kepada masyarakat Aceh karena rasa kemanusiaannya yang cukup tinggi, saat membantu para pengungsi Rohingya yang sudah berbulan-bulan berada dilaut,” kata Husaini.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Timnas Disarankan Tunda Keberangkatan ke SEA Games

Jakarta, Aktual.co — Timnas Indonesia U-23 disarankan menunda keberangkatannya ke SEA Games 2015 di Singapura, karena Indonesia masih dihadapkan dengan ancaman sanksi dari federasi sepak bola dunia atau FIFA.
“Saya telah menghubungi President South East Asian Games Federation dari Thailand dan disarankan untuk tidak berangkat. Jika berangkat panitia pelaksana juga akan mendapatkan sanksi,” kata Ketua KOI Rita Subowo di sela konferensi pers PWI, di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta, Minggu (24/5).
Menurut dia, tidak hanya panitia pelaksana yang telah menerima Indonesia. Calon lawan Indonesia juga terancam mendapatkan sanksi jika tetap menjalankan pertandingan yang sebelumnya sudah dijadwalkan. Makanya, calon lawan juga enggan bertanding dengan negara yang terkena sanksi.
Persepakbolaan Indonesia saat ini masih dalam polemik. Pihak PSSI dan Kemenpora hingga saat ini masih bersitegang sehingga permasalahan ini masuk ke agenda resmi yang akan dibahas pada Kongres FIFA di Swiss, 29 Mei.
Jika kondisi persepakbolaan nasional tidak ada titik terang sebelum kongres berlangsung maka sanksi untuk Indonesia dipastikan akan turun. Dan jika terjadi maka Timnas Indonesia tidak bisa turun dikejuaraan internasional termasuk SEA Games 2015.
“Kami juga meminta keberangkatan timnas ke Singapura diundur satu atau dua hari. Minimal kita sudah tahu keputusan dari Kongres FIFA. Jika di suspend kita tidak perlu berangkat,” katanya menambahkan.
Sesuai dengan rencana, Timnas Garuda Muda akan berangkat ke Singapura, Jumat (29/5). Dan pertandingan perdana Evan Dimas dan kawan-kawan yang akan dijalani melawan Myamnar, Selasa (2/6).
Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia Aji Santoso tidak mempermasalahkan jika keberangkatan Evan Dimas dan kawan-kawan ditunda. Hanya saja dengan adanya penundaan persiapan menjelang pertandingan dinilai kurang ideal.
“Idealnya memang tanggal 28 atau 29. Kalau berangkat tanggal 31 saya kira terlalu mepet karena pemain juga butuh persiapan,” katanya saat dikonfirmasi.
Pelatih asal Malang itu berharap sanksi untuk Indonesia tidak turun sehingga persiapan Timnas Garuda Muda untuk menghadapi SEA Games 2015 yang cukup panjang tidak sia-sia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain