12 April 2026
Beranda blog Halaman 35990

Timnas Disarankan Tunda Keberangkatan ke SEA Games

Jakarta, Aktual.co — Timnas Indonesia U-23 disarankan menunda keberangkatannya ke SEA Games 2015 di Singapura, karena Indonesia masih dihadapkan dengan ancaman sanksi dari federasi sepak bola dunia atau FIFA.
“Saya telah menghubungi President South East Asian Games Federation dari Thailand dan disarankan untuk tidak berangkat. Jika berangkat panitia pelaksana juga akan mendapatkan sanksi,” kata Ketua KOI Rita Subowo di sela konferensi pers PWI, di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta, Minggu (24/5).
Menurut dia, tidak hanya panitia pelaksana yang telah menerima Indonesia. Calon lawan Indonesia juga terancam mendapatkan sanksi jika tetap menjalankan pertandingan yang sebelumnya sudah dijadwalkan. Makanya, calon lawan juga enggan bertanding dengan negara yang terkena sanksi.
Persepakbolaan Indonesia saat ini masih dalam polemik. Pihak PSSI dan Kemenpora hingga saat ini masih bersitegang sehingga permasalahan ini masuk ke agenda resmi yang akan dibahas pada Kongres FIFA di Swiss, 29 Mei.
Jika kondisi persepakbolaan nasional tidak ada titik terang sebelum kongres berlangsung maka sanksi untuk Indonesia dipastikan akan turun. Dan jika terjadi maka Timnas Indonesia tidak bisa turun dikejuaraan internasional termasuk SEA Games 2015.
“Kami juga meminta keberangkatan timnas ke Singapura diundur satu atau dua hari. Minimal kita sudah tahu keputusan dari Kongres FIFA. Jika di suspend kita tidak perlu berangkat,” katanya menambahkan.
Sesuai dengan rencana, Timnas Garuda Muda akan berangkat ke Singapura, Jumat (29/5). Dan pertandingan perdana Evan Dimas dan kawan-kawan yang akan dijalani melawan Myamnar, Selasa (2/6).
Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia Aji Santoso tidak mempermasalahkan jika keberangkatan Evan Dimas dan kawan-kawan ditunda. Hanya saja dengan adanya penundaan persiapan menjelang pertandingan dinilai kurang ideal.
“Idealnya memang tanggal 28 atau 29. Kalau berangkat tanggal 31 saya kira terlalu mepet karena pemain juga butuh persiapan,” katanya saat dikonfirmasi.
Pelatih asal Malang itu berharap sanksi untuk Indonesia tidak turun sehingga persiapan Timnas Garuda Muda untuk menghadapi SEA Games 2015 yang cukup panjang tidak sia-sia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PKB: Sangat Mungkin Beras Plastik Beraroma Politis

Jakarta, Aktual.co — Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Daniel Johan menilai kasus beras sintetis sangat mungkin bermuatan politis seperti yang diduga Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
“Apakah bermuatan politis atau kepentingan bisnis, itu sangat mungkin. Ini sabotase,” kata Daniel usai jumpa pers tentang beras sintetis di Kantor DPP PKB, Jakarta, Minggu (24/5).
Yang jelas, kata Daniel, pencampuran beras sintetis dengan beras asli yang kemudian diedarkan di pasaran tidak untuk mencari keuntungan materi secara langsung.
“Berdasarkan perbincangan dengan orang yang ahli plastik, biaya memproduksi beras sintetis jauh lebih mahal dibanding dengan harga beras. Jadi, tidak mungkin itu bermotif mencari keuntungan materi,” kata dia.
Dengan demikian, kata dia, pihak yang melakukan pengoplosan beras sintetis dengan beras asli memiliki tujuan yang lebih luas dan strategis.
“Tidak mungkin ini sekadar perbuatan iseng,” kata anggota Fraksi PKB DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat itu.
Satu hal yang pasti, kata dia, penemuan kasus pencampuran beras sintetis dengan beras asli telah menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.
“Ini harus diperhatikan oleh pihak berwenang, harus diusut dan tidak boleh didiamkan,” kata dia.
Oleh karena itu, DPP PKB mendorong DPR RI untuk membentuk panitia khusus guna mengungkap motif di balik kasus beras sintetis tersebut.
“Perlu ada Pansus agar penanganan kasus ini bisa komprehensif, karena kasus ini menyangkut banyak aspek, politik, ekonomi, kesehatan, keamanan,” kata dia.
Sebelumnya Mendagri menyebut ada agenda terselubung di balik pengoplosan beras sintetis dengan beras asli. Ia meminta penegak hukum, intelijen, mengusut kasus itu yang dinilainya juga sebagai bentuk perbuatan makar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Hingga Pertengahan 2015, Sebanyak 215 Anak di Surabaya Putus Sekolah

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 215 anak putus sekolah di Kota Surabaya selama 2015 akan menjadi sasaran program tanggung jawab sosial kampus atau “Campus Social Responsibility” 2015.
“Jumlah 215 anak putus sekolah itu masih cukup banyak. Karena itu, saya terus menginstruksikan ke dinas-dinas untuk terus mencari anak yang putus sekolah di kelurahan dan kecamatan,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Surabaya, Minggu (24/5).
Menurut dia, Pemkot Surabaya terus berupaya untuk mewujudkan harapan tidak ada lagi anak yang putus sekolah di Kota Pahlawan. Upaya tersebut, ditunjukkan dengan Pemkot Surabaya menggandeng kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menangani anak putus sekolah atau “Campus Social Responsibility”.
Rismaharini mengatakan program “Campus Social Resposibility” 2014 masuk nominasi pelayanan publik terbaik di Kementrian Pendayagunaan Apartur Negara (KemenPAN).
“Program ini sangat bagus dan bisa dicontoh daerah lain sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah,” katanya.
Ia mengapresiasi kepedulian para mahasiswa yang tergerak untuk ikut mencerdaskan anak bangsa melalui program “campus social responsibility” ini. Disampaikan wali kota, di zaman serba digital seperti sekarang, tidak mudah menemukan anak-anak muda seusia mahasiswa yang memiliki kepedulian pada orang lain.
“Karena itu saya berterima kasih. Saya tahu ini tidak mudah, tetapi siapa lagi yang menyelamatkan anak-anak ini kalau bukan kita. Terima kasih karena sudah mau dan tulus mendampingi anak-anak ini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berikut 20 Pemain Timnas Yang Bakal Diberangkatkan ke SEA Games

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Timnas Aji Santoso merampingkan personel Timnas Indonesia U-23 yang akan diberangkatkan ke SEA Games 2015 di Singapura sehingga jumlah pemain tinggal 20 orang.
“Tadi malam kami telah mengumumkan beberapa pemain yang tidak berangkat ke Singapura. Ada empat pemain yang tidak dibawa,” kata Aji Santoso, ketika konferensi pers bersama PWI Pusat, di Jakarta, Minggu (24/5).
Menurut dia, empat pemain yang tidak dibawa ke SEA Games 2015 adalah penjaga gawang Ravi Murdianto, dua gelandang yaitu Hendra Adi Bayauw dan Safri Al Irfandy serta satu orang pemain belakang, Zaenuri.
Pelatih asal Malang itu menjelaskan, dicoretnya empat pemain tersebut karena beberapa hal di antaranya adalah karena kualitas pemain serta terkait dengan kuota yang diberikan oleh panitia pelaksana yang hanya 20 orang.
“Selain itu kebutuhan tim. Khusus untuk Hendra Adi Bayauw kami terpaksa mencoret karena mengalami cedera,” kata mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.
Ke-20 pemain yang dibawa oleh Aji Santoso ke Singapura itu terdiri dari dua penjaga gawang Teguh Amirudin dan M. Natsir Fadhil. Delapan orang gelandang yaitu Hargianto, Paulo Sitanggang, Evan Dimas, Wawan Febrianto, Adam Alis, Ahmad Nufiandani, Zulfiandi dan Ilham Udin Armaiyn.
Berikutnya tujuh pemain belakang yaitu Vava Mario Zagalo, Syaiful Indra Cahya, Zalnando, Abdul Lestaluhu, Manahati Lestusen, Hansama Yama dan Agung Prasetyo. Sedangkan pemain depannya adalah Yohanes Pahabol, Yandi Sofyan dan Muchis Hadi Ning Syaifulloh.
Meski persiapan timnas telah sesuai dengan jadwal, Timnas Garuda Muda ini masih dihadapkan ancaman sanksi dari FIFA akibat dampak dari perseteruan antara PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Jika tidak ada penyelesaian, Indonesia dipastikan tidak bisa turun pada kejuaraan internasional termasuk SEA Games 2015. Sesuai dengan rencana, FIFA akan menjalani sidang pada 29 Mei 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tak Punya Surat Izin, Puluhan Kapal Nelayan Terancam Tak Melaut

Jakarta, Aktual.co — Puluhan kapal nelayan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terancam tidak bisa untuk melaut karena nelayan kesulitan memperpanjang surat izin penangkapan ikan.
Ketua Asosiasi Purse Saine Indonesia (API) Kota Pekalongan, Mofid di Pekalongan, Minggu (24/5), mengatakan bahwa sekitar 30 persen dari 200 kapal purse saine kini terancam tidak bisa berlayar karena masalah kesulitan memperpanjang surat izin penangkapan ikan.
“Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti mengakibatkan sejumlah nelayan menganggur karena mereka tidak bisa memperpanjang surat izin penangkapan ikan,” katanya.
Ia mengatakan, pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 57/2014 disebutkan bahwa untuk memperpanjang surat izin penangkapan ikan pada kapal di atas 200 gross ton, harus dibuat perseroan terbatas (PT) dan harus dilengkapi unit pengelolaan ikan.
Padahal, kata dia, persyaratan tersebut sulit dipenuhi nelayan. Persyaratan itu akan menyulitkan pemilik kapal mengurus surat izin penangkapan ikan di laut.
“Dampak dari kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan itu sekitar 30 persen dari 200 kapal, surat izin penangkapan ikan tidak bisa diperpanjang lagi,” katanya.
Menurut dia, selama ini nelayan yang membongkar muatan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pekalongan paling patuh mengurus semua persayaran perizinan dibanding daerah lain di Jawa Tengah.
“Peraturan ini justru membuat nelayan semakin terjepit dan tidak bisa melaut,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ribuan Warga Terancam Tak Dapat Pasokan Air Bersih

Jakarta, Aktual.co —  Ribuan warga Perumahan Taman Bukit Sari VIP II, Kota Balikpapan, terancam tidak mendapat pasokan air bersih setelah kolam penampung air milik pengembang PT Villa Intra Persada (VIP) mengering pada pekan ini.
“Sekarang tinggi permukaan air sudah sampai mulut selang penyedot. Bila tidak hujan, paling ini cukup untuk beberapa hari ke depan,” kata teknisi fasilitas pengolah air PT VIP, Muhammad Yusuf, di Balikpapan, Minggu (24/5).
Sejak perumahan itu dihuni pada 2003, warga VIP II memang belum mendapatkan fasilitas air bersih dari PDAM Kota Balikpapan. Selama ini, mereka mengandalkan pasokan air dari kolam dan sumur bor yang dialirkan oleh pengembang tersebut.
Namun, seiring dengan bertambahnya penghuni Perumahan VIP II, debit air dari fasilitas pengolahan sendiri tidak lagi mencukupi.
Warga, terutama yang rumahnya di bukit, kerap kali tidak kebagian air hingga berhari-hari. Pembagian air secara bergilir juga tidak menyelesaikan masalah.
Apalagi, pengembang juga terlihat tidak memelihara fasiltas pengolahan yang ada. Kolam penampungan air hujan dibiarkan bertambah dangkal dan dari tiga sumur bor, termasuk pompanya, juga dibiarkan rusak.
“Giliran kami minta pengembang untuk rapat bersama membahas masalah ini, tidak ada yang datang dari pihak PT VIP,” kata Ketua RT 24 Perumahan VIP II, M Yahya.
Ia juga menambahkan, selama ini warga juga sudah berusaha mendapatkan layanan PDAM, namun karena keterbatasan jaringan, warga VIP II yang terdiri dari 225 kepala keluarga dan dua RT belum bisa terlayani.
“Ironis juga, lha wong reservoir PDAM untuk sekitar sini ada di atas bukit yang ada di kawasan VIP II,” kata Mestiko, tokoh masyarakat setempat.
Keresahan warga tentang pasokan air bersih ini bertambah dengan semakin dekatnya bulan Ramadhan.
Karena masalah ini, warga sempat mendemo pengembang dan meminta Direktur PT VIP Chandra bertemu langsung dengan mereka, namun hingga warga akhirnya bubar, Chandra yang saat ditelepon mengaku sedang dalam perjalanan ke VIP II, tidak pernah sampai.
“Kalau pengembang tidak perhatikan masalah ini, kami akan hentikan pembangunan rumah-rumah baru di sini,” ancam seorang warga.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain