12 April 2026
Beranda blog Halaman 35991

Berikut 20 Pemain Timnas Yang Bakal Diberangkatkan ke SEA Games

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Timnas Aji Santoso merampingkan personel Timnas Indonesia U-23 yang akan diberangkatkan ke SEA Games 2015 di Singapura sehingga jumlah pemain tinggal 20 orang.
“Tadi malam kami telah mengumumkan beberapa pemain yang tidak berangkat ke Singapura. Ada empat pemain yang tidak dibawa,” kata Aji Santoso, ketika konferensi pers bersama PWI Pusat, di Jakarta, Minggu (24/5).
Menurut dia, empat pemain yang tidak dibawa ke SEA Games 2015 adalah penjaga gawang Ravi Murdianto, dua gelandang yaitu Hendra Adi Bayauw dan Safri Al Irfandy serta satu orang pemain belakang, Zaenuri.
Pelatih asal Malang itu menjelaskan, dicoretnya empat pemain tersebut karena beberapa hal di antaranya adalah karena kualitas pemain serta terkait dengan kuota yang diberikan oleh panitia pelaksana yang hanya 20 orang.
“Selain itu kebutuhan tim. Khusus untuk Hendra Adi Bayauw kami terpaksa mencoret karena mengalami cedera,” kata mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.
Ke-20 pemain yang dibawa oleh Aji Santoso ke Singapura itu terdiri dari dua penjaga gawang Teguh Amirudin dan M. Natsir Fadhil. Delapan orang gelandang yaitu Hargianto, Paulo Sitanggang, Evan Dimas, Wawan Febrianto, Adam Alis, Ahmad Nufiandani, Zulfiandi dan Ilham Udin Armaiyn.
Berikutnya tujuh pemain belakang yaitu Vava Mario Zagalo, Syaiful Indra Cahya, Zalnando, Abdul Lestaluhu, Manahati Lestusen, Hansama Yama dan Agung Prasetyo. Sedangkan pemain depannya adalah Yohanes Pahabol, Yandi Sofyan dan Muchis Hadi Ning Syaifulloh.
Meski persiapan timnas telah sesuai dengan jadwal, Timnas Garuda Muda ini masih dihadapkan ancaman sanksi dari FIFA akibat dampak dari perseteruan antara PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Jika tidak ada penyelesaian, Indonesia dipastikan tidak bisa turun pada kejuaraan internasional termasuk SEA Games 2015. Sesuai dengan rencana, FIFA akan menjalani sidang pada 29 Mei 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tak Punya Surat Izin, Puluhan Kapal Nelayan Terancam Tak Melaut

Jakarta, Aktual.co — Puluhan kapal nelayan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terancam tidak bisa untuk melaut karena nelayan kesulitan memperpanjang surat izin penangkapan ikan.
Ketua Asosiasi Purse Saine Indonesia (API) Kota Pekalongan, Mofid di Pekalongan, Minggu (24/5), mengatakan bahwa sekitar 30 persen dari 200 kapal purse saine kini terancam tidak bisa berlayar karena masalah kesulitan memperpanjang surat izin penangkapan ikan.
“Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti mengakibatkan sejumlah nelayan menganggur karena mereka tidak bisa memperpanjang surat izin penangkapan ikan,” katanya.
Ia mengatakan, pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 57/2014 disebutkan bahwa untuk memperpanjang surat izin penangkapan ikan pada kapal di atas 200 gross ton, harus dibuat perseroan terbatas (PT) dan harus dilengkapi unit pengelolaan ikan.
Padahal, kata dia, persyaratan tersebut sulit dipenuhi nelayan. Persyaratan itu akan menyulitkan pemilik kapal mengurus surat izin penangkapan ikan di laut.
“Dampak dari kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan itu sekitar 30 persen dari 200 kapal, surat izin penangkapan ikan tidak bisa diperpanjang lagi,” katanya.
Menurut dia, selama ini nelayan yang membongkar muatan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pekalongan paling patuh mengurus semua persayaran perizinan dibanding daerah lain di Jawa Tengah.
“Peraturan ini justru membuat nelayan semakin terjepit dan tidak bisa melaut,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ribuan Warga Terancam Tak Dapat Pasokan Air Bersih

Jakarta, Aktual.co —  Ribuan warga Perumahan Taman Bukit Sari VIP II, Kota Balikpapan, terancam tidak mendapat pasokan air bersih setelah kolam penampung air milik pengembang PT Villa Intra Persada (VIP) mengering pada pekan ini.
“Sekarang tinggi permukaan air sudah sampai mulut selang penyedot. Bila tidak hujan, paling ini cukup untuk beberapa hari ke depan,” kata teknisi fasilitas pengolah air PT VIP, Muhammad Yusuf, di Balikpapan, Minggu (24/5).
Sejak perumahan itu dihuni pada 2003, warga VIP II memang belum mendapatkan fasilitas air bersih dari PDAM Kota Balikpapan. Selama ini, mereka mengandalkan pasokan air dari kolam dan sumur bor yang dialirkan oleh pengembang tersebut.
Namun, seiring dengan bertambahnya penghuni Perumahan VIP II, debit air dari fasilitas pengolahan sendiri tidak lagi mencukupi.
Warga, terutama yang rumahnya di bukit, kerap kali tidak kebagian air hingga berhari-hari. Pembagian air secara bergilir juga tidak menyelesaikan masalah.
Apalagi, pengembang juga terlihat tidak memelihara fasiltas pengolahan yang ada. Kolam penampungan air hujan dibiarkan bertambah dangkal dan dari tiga sumur bor, termasuk pompanya, juga dibiarkan rusak.
“Giliran kami minta pengembang untuk rapat bersama membahas masalah ini, tidak ada yang datang dari pihak PT VIP,” kata Ketua RT 24 Perumahan VIP II, M Yahya.
Ia juga menambahkan, selama ini warga juga sudah berusaha mendapatkan layanan PDAM, namun karena keterbatasan jaringan, warga VIP II yang terdiri dari 225 kepala keluarga dan dua RT belum bisa terlayani.
“Ironis juga, lha wong reservoir PDAM untuk sekitar sini ada di atas bukit yang ada di kawasan VIP II,” kata Mestiko, tokoh masyarakat setempat.
Keresahan warga tentang pasokan air bersih ini bertambah dengan semakin dekatnya bulan Ramadhan.
Karena masalah ini, warga sempat mendemo pengembang dan meminta Direktur PT VIP Chandra bertemu langsung dengan mereka, namun hingga warga akhirnya bubar, Chandra yang saat ditelepon mengaku sedang dalam perjalanan ke VIP II, tidak pernah sampai.
“Kalau pengembang tidak perhatikan masalah ini, kami akan hentikan pembangunan rumah-rumah baru di sini,” ancam seorang warga.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Terhalang Imigrasi, Pertandingan Pahang FA Vs Persipura Gagal Terlaksana

Jakarta, Aktual.co — Klub asal Malaysia Pahang FA batal menjalani pertandingan melawan Persipura Jayapura lantaran sejumlah pemainnya terkendala dalam proses imigrasi dan memilih untuk kembali ke Malaysia.
“Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) gagal membantu dalam penyediaan visa bagi pemain-pemain Pahang. Tim akan pulang pagi ini,” tulis Pucuk Pimpinan Manajemen Pahang FA Fahrizal Hasan seperti dikutip dari akun Twitternya, Minggu (24/5) pagi.
Fahrizal menjelaskan, alasan tim memilih untuk kembali ke negara asal karena tertahan lama di bandara lantaran tiga pemain bermasalah pada proses keimigrasian.
Tiga pemain Pahang FA yang tertahan merupakan warga negara Jamaika, yakni Damion Stewart, Argentina yaitu Matias Conti, dan Nigeria yaitu Nwakaeme.
“Tiga pemain ditahan imigrasi dan diarahkan pulang dan yang lain terpaksa bermalam di bandara malam tadi. Kami kecewa dengan layanan PSSI,” tulis Fahrizal.
Tim Pahang FA telah meninggalkan Tanah Air pada pagi hari dan telah sampai di Malaysia siang hari.
“Alhamdulillah pasukan selamat sampai di KLIA dan kini dalam perjalanan pulang ke Kuantan,” cuit Fahrizal.
Lebih lanjut Fahrizal mengatakan akan melaporkan hal tersebut ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk mengambil tindakan selanjutnya. Sedianya Pahang FA akan melawan Persipura Jayapura pada pertandingan babak 16 besar piala AFC pada Selasa (26/5).
Namun belum diketahui nasib kelanjutan pertandingan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Alat Berat Diterjunkan Guna Evakuasi KA Bangunkarta

Jakarta, Aktual.co — Evakuasi kereta api yang terlibat kecelakaan di Stasiun Warudhuwur Kabupaten Cirebon memasuki tahap akhir untuk mengangkat lokomotif KA Bangunkarta ke lintasan.
“Evakuasi dilakukan menggunakan alat berat crane, dua kereta KA Bangunkarta dan dua gerbong KA barang sudah diangkat ke lintasan rel dan ditarik ke Stasiun Cirebon,” kata Kepala Humas PT KAI Daop III Cirebon Supriyanto, Minggu (24/5).
Hingga pukul 15.40 WIB, tim masih melakukan evakuasi lokomotif yang merupakan bagian paling berat dalam proses evakuasi.
Bobot lokomotif yang berat serta jalur rel yang rusak, menjadi salah satu kendala dalam evakuasi. Namun ia berharap proses evakuasi bisa segera tuntas.
“Selain evakuasi lokomotif, perbaikan jalur rel masih dilakukan di jalur 2 dan 3, sedangkan jalur 1 sudah bisa dilintasi sejak pagi tadi,” katanya.
Sementara itu kereta yang rusak selanjutnya akan ditarik ke Balai Yasa PTKA untuk selanjutnya diperbaiki dan memastikan kembali laik dioperasikan lagi.
Kecelakaan KA Bangunkarta tujuan Surabaya yang menyenggol KA barang yang tengah berhenti di Stasiun Warudhuwur Cirebon terjadi pada Sabtu (23/5) pukul 18.30 WIB dan sempat memutuskan lalu lintas KA utara yang melintas di jalur itu hingga Minggu pagi.
Namun karena ada dua jalur alternatif di kawasan itu yakni Stasiun Cirebon-Prupuk-Tegal, perjalanan KA di jalur Pantura masih bisa dialihkan menggunakan jalur itu tanpa melintasi jalur Stasiun Warudhuwur.
“Jalur itu dibuat memang untuk alternatif, sehingga jalur ini tidak terputus karena dialihkan ke jalur itu mesti ada keterlambatan perjalanan KA,” kata Supriyanto.
Dengan demikian, tidak satupun perjalanan KA jalur utara yang dialihkan menggunakan jalur selatan. Hal itu juga diungkapkan oleh kepala Humas PTKA Daop II Zunerfin yang menyebutkan tidak ada pengalihan KA jalur utara ke jalur selatan.
“Tidak ada KA jalur utara dialihkan ke selatan, hanya pengaruhnya ada keterlambatan perjalanan KA saja, termasuk KA Harina yang berangkat dari Bandung,” kata Zunerfin menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

11 Pengunjung Siola Terjebak Lift

Surabaya, Aktual.co — Pengunjung gedung Siola, Jalan Tunjungan Surabaya,  terjebak lift hingga 30 menit. Dua diantaranya adalah balita. Beruntung, sebelas korban tersebut berhasil dievakuasi satu persatu. Namun, korban terakhir yang mendapat evakuasi, mengalami sesak nafas hingga akhirnya terpaksa diberi alat bantu pernafasan.
“Ada 11 orang tadi berada dalam lift. Kami semua panik, makanya teriak teriak minta tolong. Karena pas macet, kondisi lift juga tiba-tiba gelap.” terang salah satu korban, Buyung, di Surabaya, Minggu (24/5).
Buyung menjelaskan, bermula dari rombongan pengunjung yang hendak melihat Museum Surabaya, dan sebagian ingin menghadiri acara festifal kuliner Tunjungan, di Jalan Tunjungan Surabaya.
Karena tidak ada lokasi parkir di luar, akhirnya seluruh pengunjung diarahkan parkir di lantai 3 gedung Siola.
Tepat pukul 15.30, dari lantai 3, rombongan korban masuk dan ingin turun di lantai 1. Namun, karena tombol  lift terpencet angka 5, lift pun berjalan naik menuju lantai 5.
“Pas sampai lantai 4 menuju ke lantai 5, mendadak lift macet. Semua langsung panik. Apalagi ibu-ibu yang bawa anak kecil, mereka menangis terus.” lanjut Buyung.
Beruntung, pintu lift masih bisa dibuka sedikit, dan dimanfaatkan para korban untuk berulang kali berteriak minta tolong, sekaligus membuka celah untuk keluar masuk udara.
Teriakan para korban pun akhirnya didengar petugas, hingga kemudian anggota Dinas Kebakaran Kota Surabaya pun datang melakukan evakuasi.
Setelah petugas berhasil menjebol atap, para korban dievakuasi dengan cara ditarik ke atas satu persatu, dari usia balita terlebih dulu, dan disusul korban berusia dewasa.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain