12 April 2026
Beranda blog Halaman 35992

Alat Berat Diterjunkan Guna Evakuasi KA Bangunkarta

Jakarta, Aktual.co — Evakuasi kereta api yang terlibat kecelakaan di Stasiun Warudhuwur Kabupaten Cirebon memasuki tahap akhir untuk mengangkat lokomotif KA Bangunkarta ke lintasan.
“Evakuasi dilakukan menggunakan alat berat crane, dua kereta KA Bangunkarta dan dua gerbong KA barang sudah diangkat ke lintasan rel dan ditarik ke Stasiun Cirebon,” kata Kepala Humas PT KAI Daop III Cirebon Supriyanto, Minggu (24/5).
Hingga pukul 15.40 WIB, tim masih melakukan evakuasi lokomotif yang merupakan bagian paling berat dalam proses evakuasi.
Bobot lokomotif yang berat serta jalur rel yang rusak, menjadi salah satu kendala dalam evakuasi. Namun ia berharap proses evakuasi bisa segera tuntas.
“Selain evakuasi lokomotif, perbaikan jalur rel masih dilakukan di jalur 2 dan 3, sedangkan jalur 1 sudah bisa dilintasi sejak pagi tadi,” katanya.
Sementara itu kereta yang rusak selanjutnya akan ditarik ke Balai Yasa PTKA untuk selanjutnya diperbaiki dan memastikan kembali laik dioperasikan lagi.
Kecelakaan KA Bangunkarta tujuan Surabaya yang menyenggol KA barang yang tengah berhenti di Stasiun Warudhuwur Cirebon terjadi pada Sabtu (23/5) pukul 18.30 WIB dan sempat memutuskan lalu lintas KA utara yang melintas di jalur itu hingga Minggu pagi.
Namun karena ada dua jalur alternatif di kawasan itu yakni Stasiun Cirebon-Prupuk-Tegal, perjalanan KA di jalur Pantura masih bisa dialihkan menggunakan jalur itu tanpa melintasi jalur Stasiun Warudhuwur.
“Jalur itu dibuat memang untuk alternatif, sehingga jalur ini tidak terputus karena dialihkan ke jalur itu mesti ada keterlambatan perjalanan KA,” kata Supriyanto.
Dengan demikian, tidak satupun perjalanan KA jalur utara yang dialihkan menggunakan jalur selatan. Hal itu juga diungkapkan oleh kepala Humas PTKA Daop II Zunerfin yang menyebutkan tidak ada pengalihan KA jalur utara ke jalur selatan.
“Tidak ada KA jalur utara dialihkan ke selatan, hanya pengaruhnya ada keterlambatan perjalanan KA saja, termasuk KA Harina yang berangkat dari Bandung,” kata Zunerfin menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

11 Pengunjung Siola Terjebak Lift

Surabaya, Aktual.co — Pengunjung gedung Siola, Jalan Tunjungan Surabaya,  terjebak lift hingga 30 menit. Dua diantaranya adalah balita. Beruntung, sebelas korban tersebut berhasil dievakuasi satu persatu. Namun, korban terakhir yang mendapat evakuasi, mengalami sesak nafas hingga akhirnya terpaksa diberi alat bantu pernafasan.
“Ada 11 orang tadi berada dalam lift. Kami semua panik, makanya teriak teriak minta tolong. Karena pas macet, kondisi lift juga tiba-tiba gelap.” terang salah satu korban, Buyung, di Surabaya, Minggu (24/5).
Buyung menjelaskan, bermula dari rombongan pengunjung yang hendak melihat Museum Surabaya, dan sebagian ingin menghadiri acara festifal kuliner Tunjungan, di Jalan Tunjungan Surabaya.
Karena tidak ada lokasi parkir di luar, akhirnya seluruh pengunjung diarahkan parkir di lantai 3 gedung Siola.
Tepat pukul 15.30, dari lantai 3, rombongan korban masuk dan ingin turun di lantai 1. Namun, karena tombol  lift terpencet angka 5, lift pun berjalan naik menuju lantai 5.
“Pas sampai lantai 4 menuju ke lantai 5, mendadak lift macet. Semua langsung panik. Apalagi ibu-ibu yang bawa anak kecil, mereka menangis terus.” lanjut Buyung.
Beruntung, pintu lift masih bisa dibuka sedikit, dan dimanfaatkan para korban untuk berulang kali berteriak minta tolong, sekaligus membuka celah untuk keluar masuk udara.
Teriakan para korban pun akhirnya didengar petugas, hingga kemudian anggota Dinas Kebakaran Kota Surabaya pun datang melakukan evakuasi.
Setelah petugas berhasil menjebol atap, para korban dievakuasi dengan cara ditarik ke atas satu persatu, dari usia balita terlebih dulu, dan disusul korban berusia dewasa.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Mendag Yakin Kerjasama APEC Bakal Tingkatkan Ekspor 300 Persen

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel meyakini partisipasi Indonesia pada Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia pacific Economic Cooperation/APEC) akan dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia sebesar 300 persen.
“Kepentingan kita adalah bagaimana memanfaatkan forum multilateral, seperti APEC, untuk meningkatkan ekspor Indonesia,” Mendag Rachmat Gobel usai mengikuti Pertemuan Menteri Perdagangan APEC 2015 hari kedua, di Pulau Boracay, Aklan, Filipina pada Minggu (24/5).
Menurut dia, bila dilihat dari data perdagangan, sebagian besar negara-negara yang melakukan hubungan dagang ekspor dan impor dengan Indonesia dengan nilai yang besar adalah anggota ekonomi APEC.
Data perdagangan menunjukkan bahwa ekspor Indonesia ke negara-negara anggota APEC mencapai 133 miliar dolar AS, atau sebesar 73 persen dari total nilai ekspor Indonesia ke negara-negara di seluruh dunia, yang mencapai 190 miliar dolar AS.
Dalam perdagangan dengan anggota ekonomi APEC, nilai ekspor Indonesia yang terbesar adalah ke Jepang yang mencapai 27 miliar dolar AS, sedangkan nilai ekspor terendah adalah ke Brunei Darussalam yang hanya mencapai 123 juta dolar AS.
Selanjutnya, masih terkait upaya peningkatan nilai ekspor, Mendag mengatakan Indonesia melalui APEC akan ikut mendorong partisipasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pasar global dan regional.
“Kita punya kepentingan terkait UMKM, justru itu pertemuan dan diskusi tentang UMKM yang diangkat Filipina sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia,” ujar Rachmat.
“Kita akan mendorong peran UMKM dalam memanfaatkan pasar global dan regional,” lanjut dia.
Dalam pernyataan bersama, para Menteri Perdagangan APEC mengakui bahwa UMKM adalah kekuatan penting dalam kegiatan ekonomi, pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, ketahanan masyarakat dan inovasi.
Untuk itu, anggota-anggota ekonomi APEC sepakat melengkapi inisiatif APEC untuk mempromosikan partisipasi UMKM dalam rantai nilai global (global value chains), dengan agenda yang akan mendukung UMKM sebagai eksportir langsung.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Mobil Pembawa Lembar Jawaban UN di Sandera

Jakarta, Aktual.co — Satu unit mobil travel berplat hitam membawa Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) tingkat SD bersama sejumlah dokumen penting negara disandera puluhan sopir minibus L-300, di Kabupaten Aceh Barat, Minggu (24/5).
Lusi (37) salah seorang penumpang di Meulaboh, Minggu mengatakan LJUN tingkat SD dan sederajat dari Kabupaten Simeulue tersebut akan diantarkan langsung ke Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh untuk pemeriksaan.
“Kami dari Dinas Pendidikan Simeulue dan mobil yang kami carter ini bukan mobil rental biasa tapi khusus mengantarkan dokumen negara ke Banda Aceh. Tidak tahu kenapa rombongan kami dihadang oleh sopir mobil L-300 dan mobil kami diambil,” katanya saat ditemui di terminal Bus Meulaboh.
Selain membawa dokumen penting, rombongan Dinas Pendidikan Simeulue itu juga ditugaskan membawa 13 orang siswa/i mengikuti perlombaan festival lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bersama dengan tiga orang pendamping di Banda Aceh.
Rombongan tersebut mendarat Minggu pagi di Dermaga Taluk Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, setelah menempuh 10 jam perjalanan laut mengunakan kapal ferry kemudian rombongan dijemput dua unit mobil membawa rombongan tersebut.
Sesampainya di wilayah Meulaboh, kedua unit mobil tersebut sempat dikejar dengan mobil L-300 yang menduga bahwa travel berplat hitam tersebut membawa penumpang umum, akhirnya dihentikan di kawasan Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan.
“Setelah dikejar mobil diambil dan dibawa ke terminal Bus Meulaboh, semua ban mobil dikempeskan sehingga kami terlantar. Padahal sore ini kami harus sudah sampai ke Banda Aceh untuk mengikuti perlombaan anak-anak,” katanya.
Tidak lama berselang aparat kepolisian berseregam lengkap dipersenjatai langsung turun ke lokasi terminal Bus Meulaboh dan kemudian membawa mobil yang disandra para sopir untuk diproses di Mapolres Aceh Barat bersama dengan sejumlah sopir yang menangkap.
Sekitar 1,5 jam di Mapolres mobil tersebut akhirnya dilepas dan semua penumpang dari Kabupaten Simeulue dibawa kembali dengan dua unit mobil tersebut menuju Banda Aceh.
“Kami sudah berangkat dengan mobil ini tadi, semoga saja anak-anak tidak terlambat sampai ke Banda Aceh untuk mengikuti perlombaan,” katanya menambahkan.
Sementara itu sopir L-300 tetap akan melakukan penangkapan setiap mobil travel berplat hitam membawa penumpang umum karena itu merupakan pelanggaran dan sudah ada nota kesepakatan pemerintah yang turut direstui Kapolda Aceh.
“Kami tetap menahan mobil travel illegal karena sudah ada kesepakatan bersama, kalau kedepan kami temukan lagi mobil-mobil yang sama dengan sopir yang sama maka tidak segan-segan kami akan membakar,” kata Amri salah seorang sopir menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Malaysia Temukan Kuburan Masal di Perbatasan Thailand

Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri Malaysia Zahid Hamidi mengumumkan bahwa kuburan-kuburan massal telah ditemukan di bagaian utara negeri itu dekat dengan kamp-kamp penahanan yang dikelola para pedagang manusia, demikian satu laporan surat kabar Ahad.
Menteri Zahid yang dikutip the Star dan pernyataannya dimuat di laman surat kabar itu mengatakan, kuburan-kuburan tersebut ditemukan di sepanjang perbatasan dengan Thailand.
“Tetapi kami belum tahu ada berapa banyak. Kami kemungkinan besar akan menemukan jasad-jasad lagi,” kata Zahid.
Harian itu sebelumnya dalam laporan-laporannya menyebutkan makam-makam mungkin berisi jasad ratusan migran asal Bangladesh dan Myanmar.
Operasi penyelamatan Dari Desa Alaethakaw, Myanmar, sedikitnya delapan Muslim Rohingya dari Myanmar dilaporkan termasuk di antara 200 migran yang diselamatkan dari satu kapal oleh Angkatan laut Myanmar pada Kamis, menurut wawancara yang dilakukan kantor berita Reuters, berbeda dari laporan-laporan resmi yang menyebutkan semua migran di atas kapal itu berasal dari Bangladesh.
Myanmar ingin menunjukkan, bahwa operasi penyelamatan itu sebagai bukti bahwa ribuan “orang perahu” bukan orang-orang Rohingya yang dianiaya asal Myanmar, membantah pihaknya melakukan aksi diskriminasi terhadap kelompok minoritas itu dan menolak tekanan supaya memebantu menyelesaikan masalah tersebut.
Asia Tenggara menghadapi krisis kemanusiaan yang melibatkan ribuan orang yang diperdagangkan dari Myanmar, dan Bangladesh ke Malaysia dan Indonesia. Setelah operasi penumpasan mengganggu rute-rute penyelundupan, banyak orang sekarang terperangkap di laut yang PBB melukiskannya sebagai ‘keranda terapung’.
“Ini jelas memperlihatkan bahwa ‘orang-orang perahu bukan dari Myanmar’, bukti kuat,” kata Zaw Htay, seorang pejabat senior dari kantor presiden dalam pernyataannya di Facebook yang mengumumkan penyelamatan kapal itu pada Jumat.
Tetapi dalam satu kunjungan ke sebuah desa terpencil di bagian baratlaut Myanmar, tempat lebih 200 orang pria yang diselematkan sedang diberi makan dan dirawat di satu sekolah Islam, wartawan Reuters mewawancarai sekelompok Muslim Rohingya dari desa Kyak Taw di negara bagian Rakhine.
“Kami tak punya pekerjaan dan nekad menumpang kapal itu,” kata Marmot Rarbi, 23 tahun. Dia mengatakan para pedagang manusia membiarkan delapan pria Rohingya naik kapal tanpa bayar, tetapi kemudian menuntut 6.500 ringgit Malaysia untuk menyelundupkan mereka ke Malaysia.
Rarbi mengatakan dia di atas kapal itu selama lebih tiga bulan.
Ribuan orang Rohingya telah naik ke kapal-kapal yang memperdagangkan mereka.
Sebagian besar orang Rohingya yang berjumlah 1,1 juta dan tinggal di bagian barat Myanmar tak memiliki negara dan hidup dalam kondisi seperti apartheid. Rohingya merupakan kelompok minoritas. Hampir 140.000 orang terdampar dalam bentrokan-bentrokan mematikan dengan penganut Buddha di negara bagian Rakhine pada 2012.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Cerita Mualaf Afsel Usai Mendengar Lantunan Ayat Quran

Jakarta, Aktual.co — Pada tahun 1991,menginjakan kaki, ke Cape Town. Perempuan pemilik nama lengkap Nozibele Phylis Mali merubah nasibnya, untuk mencari pekerjaan. Hingga akhirnya, sebuah rumah yang dihuni Mehrunisa Dawood seorang keluarga muslim pun menampung dirinya.
Saat dirinya menetap dirumah salah satu keluarga muslim yang ditempatinya itu. Secara tak sengaja Mali mendengar lantunan ayat Alquran yang dibaca lantang dan merdu oleh Safeeq, putera Mehrunisa. Spontan Mali tertarik untuk  mendengarnya. Walaupun, dirinya sama sekali tidak pernah memahami arti bacaan al-qur’an yang dibacaka Safeeg. Akan tepai, Mali mengakuinya kalau lantunan bacaan al-quran itu justru terdengan sungguh indah. 
Mirisnya, selama lima tahun menetap bersama keluarga muslim, dia (Mali) tidak tahu apa itu Islam, apalagi Alquran. Namun yang pasti, setiap melihat Safeeq duduk dan membaca Alquran, hati Mali tergetar. Merasakan sesuatu kekuatan di hatinya yang meyakinkannya tentang kebenaran.
“Sesuatu itu datang dan menghampiri hati saya,” kenangnya seperti dikutip laman Onislam, Sabtu, 23 Mei 2015.
Seringkali mendengar lantunan Al-qur’an, perlahan hati Mali pun tersentuh. Sikap Mehrunisa yang lembut dan selalu tersenyum kepadanya membuat Mali mengagumi keluarga Muslim tersebut.
“Perempuan itu, setiap pagi waktu saya datang, wajahnya selalu dihiasi dengan senyuman,” katanya.
Bahkan ketika dia membuat kesalahan saat bekerja, majikan perempuannya itu tetap sabar dan bersikap baik kepadanya. Mali merasa ada persaudaraan yang melampaui batas ras, kelas sosial dan majikan-pembantu. Mali merasakan hubungan yang lebih hangat dan ini membuatnya bahagia bahkan sampai terharu.
Belum lagi, kekaguman Mali dengan Mehrunisa adalah ketaatannya menjalankan ibadah salat. Mali sering memperhatikan Mehrunisa mengambil air wudlu dan salat mengenakan baju panjang dan hijab. Sehingga hal ini membuat penasaran Mali makin memuncak. Ingin rasanya menyelami segala sesuatu yang terjadi di rumah itu. Dia tidak tahu tentang wudlu, salat, Alquran. Hatinya mendesaknya untuk bertanya, namun yang dirasakan hatinya adalah takut pada awalnya.
Spontan, gelagat Mali akhirnya ditangkap Mehrunisa. Sang majikan rupanya tahu tentang kegelisahan Mali. Dia tahu pegawainya ini sedang membutuhkan bimbingan spiritual.
Mehrunisa kemudian mengajak Mali berdiskusi soal agama selepas makan siang. Namun pembicaraan itu tak membuat Mali puas. Mehrunisa menasihati Mali untuk berdoa.
“Ketika kamu keluar dari pintu, berdoalah dengan membaca ‘O Tuhan, tolong saya. Tunjukkan saya kebenaran’. Bacalah itu sampai kamu tiba di rumah. Tuhan pasti menunjukkan jalan bagimu,” kata Mehrunisa kepada Mali.
Beberapa bulan kemudian, Mehrunisa mengajak Mali ke kantor Gerakan Dakwah Islam (IDM) di Cape Town. Di sana, seorang imam berbicara dengan Mali mengenai agama Islam dalam bahasa Xhosa, bahasa asli orang Afrika Selatan.
Begitu mendapat penjelasan agama Islam dalam bahasa yang dia mengerti dengan baik, tanpa menunda-nunda waktu lagi, Mali memutuskan untuk memeluk Islam dengan mengucapkan kalimat dua syahadat.
Malahan sejak tahun 2005,  Mali memilih nama Fatima sebagai nama Muslimnya. Setelah masuk Islam, Fatima Mali merasakan perubahan dalam kehidupannya. Dia yang biasanya egois, kini menjadi lebih peka pada orang lain yang memerlukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain