12 April 2026
Beranda blog Halaman 35994

29 Warga Tiongkok Ditangkap, Terkait Kasus Penipuan

Petugas Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengidentifikasi warga negara Tiongkok yang digerebek di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Minggu (24/5/2015). Sebanyak 29 WNA asal Tiongkok ditangkap terkait kasus narkoba dan penipuan menggunakan telepon dan internet yang kebanyakan korbannya merupakan pejabat di Tiongkok. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Pemerintah Targetkan 2,5 Juta Wisatawan Mancanegara Kunjungi Kepri

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah pusat menargetkan 2,5 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun ini.
“Target itu tidak main-main. Jika sebelumnya, jumlah wisatawan yang mengunjungi Kepri hanya sekitar 2 juta wisman saja, kini pemerintah pusat menargetkan setidaknya 2,5 juta wisatawan masuk ke wilayah ini,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Tanjungpinang, Minggu (24/5).
Menurut dia, target kunjungan wisman ke Kepri itu realistis, karena Kepri memiliki potensi wisata yang besar. Pemerintah pusat meyakini target tersebut bisa tercapai.
“Dengan potensi alam yang indah, ditambah lagi dengan promosi yang gencar dilakukan baik dari kementeriaan dan Kepri, hal tersebut dapat tercapai,” ujarnya.
Beberapa terobosan juga dikembangkan dan dilaksanakan pemerintah pusat untuk membangun berbagai sektor di Kepri, termasuk pariwisata. Salah satunya, memberikan kemudahan bebas visa bagi 30 negara baru masuk ke pelabuhan-pelabuhan di Kepri.
“Ada 30 negara baru yang akan kita bebaskan visanya. Negara itu meliputi hampir seluruh Eropa dan Amerika,” kata Arief.
Dengan kemudahan bebas visa sendiri, Arief optimistis wisatawan akan lebih senang berkunjung ke Indonesia dan Kepri pada khususnya karena tidak perlu mengeluarkan biaya lain. Untuk Kepri, beberapa pelabuhan sudah disiapkan untuk menyongsong kebijakan ini.
“Ada enam pelabuhan yang kami siapkan di Kepri ini. Untuk tempatnya, kami sebar di seluruh Kepri, jelas Arief.
Sabtu 23 Mei 2015, Menteri Arief Yahya membuka dua kegiatan kepariwisataan di Tanjungpinang dan Bintan. Di Tanjungpinang, Arief membuka Festival Reog 2015, sedangkan di Bintan dia bersama Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo dan Bupati Bintan membuka Triathlon di kawasan wisata Lagoi.
“Triathlon tujuannya jelas, meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata di Bintan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Perusahaan Migas Asing Kerap Sepelekan Pemda

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Soerya Respationo merasa perusahaan minyak dan gas bumi asing kerap menyepelekan pemerintah daerah tempat perusahaan itu beroperasi, sehingga tidak tercipta hubungan harmonis antara perusahaan, pemda hingga masyarakat sekitar.
“Perusahaan Migas asing masih menganggap sebelah mata dengan pemerintah daerah, karena merasa mendapatkan izin dari pusat,” kata Wakil Gubernur di Batam, Minggu (24/5).
Perusahaan asing merasa, pemda tidak memiliki peran atas operasional karena seluruh persetujuan usaha diperoleh dari pemerintah pusat.
Padahal, menurut Wagub, harus ada komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan perusahaan Migas yang beroperasi di wilayah itu, mengingat operasional dilakukan di wilayah kerja Pemda.
“Bagamanapun juga, daerah yang ditempati. Jika hubungan antara perusahaan asing dan pemda tidak harmonis, berpotensi mengganggu usaha itu sendiri,” kata Wagub menambahkan.
Ia percaya, dengan hubungan yang baik, maka sengketa antara Perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas dengan warga setempat seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri bisa dihindari.
Wagub meminta pemerintah pusat, menyiapkan wadah atau sistem agar perusahaan Migas asing memiliki hubungan baik yang lebih dari sekedar itikad baik.
Di Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyampaikan pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan baik untuk upaya eksplorasi migas.
“Saya mendapat laporan bahwa pendekatan kita dengan pemerintah daerah sangat lemah. Ini adalah salah satu kelemahan kita, jangan malu juga untuk mengakuinya,” kata Sudirman.
Ketika ditemui dalam acara “Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition” (IPA Convex), ia meminta kepada para pihak yang berkepentingan agar tetap menjaga kedekatan dan komunikasi dengan pemerintah daerah sehingga memudahkan langkah eksplorasi migas.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Habibie: Indonesia Kurang Sosok Pemimpin

Jakarta, Aktual.co — Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharudin Jusuf Habibie mengatakan optimistis terhadap kemampuan daya saing bangsa khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Tidak ada alasan untuk pesimis, karena sumber daya manusia (SDM) Indonesia mempunyai bibit yang bagus,” kata Habibie usai menggelar pertemuan dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di kediamannya, Jakarta, Minggu (24/5).
Usai diskusi tersebut, Habibie menjelaskan bahwa Indonesia masih dalam tahap berkembang ke arah yang lebih baik, sehingga masa-masa susah harus dilewati.
“Bangsa ini memiliki orang-orang terbaik, dulu saya saja dengan segala kemampuan bisa membuat pesawat, sekarang dengan generasi penerus yang cukup gizi pasti bisa melampaui,” tuturnya.
Habibie berpendapat bahwa SDM Indonesia sudah baik, namun terkendala dalam masalah kepemimpinan. Ia menganggap Indonesia kurang sosok pemimpin.
“Kreatif dan produktif akan lebih baik jika didukung lapangan pekerjaan, agar bisa maksimal menyalurkan kemampuannya,” katanya.
Untuk mengeluarkan kemampuan terbaik seorang individu dibutuhkan visi misi pemimpin yang tepercaya.
Ia berharap, agar generasi muda bisa mendedikasikan ilmu dan kemampuannya untuk kemajuan bangsa Indonesia, sehingga dapat menularkan ilmunya kepada seluruh masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Habibie juga berharap melalui AIPI bisa melahirkan 1.000 akademisi yang bisa mendukung proses kemajuan bangsa.
Saat ini AIPI hanya memiliki sekitar 80 anggota dari akademisi, dan memiliki target selalu bertambah anggota setiap bulannya.
“Saya berharap hingga bulan Oktober mendatang bisa mencapai 1.000 anggota yang kompeten dari Sabang hingga Merauke untuk menularkan ilmunya kepada nusa dan bangsa,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

LPKM Minta Pemerintah Pastikan Beras Sintetis Tak Beredar di Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Muslim (LPKM) Aceh, Syahrial mendesak Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota di Aceh memastikan beras sintetis tidak beredar di provinsi itu. Dia mendesak pemerintah segera melakukan sidak pasar, dan sejumlah gudang beras di seluruh kabupaten/kota sehingga bisa dipastikan tidak ada beras sintetis di temukan di Aceh.
“Pemerintah itu jangan lamban merespon. Harus cepat. Segera sidak pasar, agar jangan sampai konsumen dirugikan,” ujar Syahrial, Minggu (24/5).
 Disebutkan, meski sejauhini belum ditemukan beras sintetis di Aceh, namun diharapkan pemerintah memastikan bahwa beras itu tidak beredar di pasar Aceh. 
Dia menilai, respon pemerintah terbilang lamban. Pasalnya, beberapa hari terakhir isu beras sintetis telah beredar, namun belum terlihat aksi nyata di sejumlah kabupaten/kota.
 “Kita juga terus pantau pasar. Semoga tidak ada beras sintetis itu di Aceh,” terang Syahrial.
Seperti diberitakan sebelumnya, sepekan terakhir beras sintetis ditemukan di sejumlah pasar di Indonesia. Kabar itu mengejutkan masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengkonsumsi beras. Diharapkan pemerintah segera memastikan bahwa beras itu tidak beredar di pasar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Menagih Janji Kesejahteraan Daerah

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kedua kiri), Wakil Ketua Komite IV DPD Ghazali Abbas Adan (kiri), Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton J Supit (kedua kanan) dan Pengamat Politik Hendri Satrio menjadi pembicara dalam diskusi ekonomi politik di Jakarta, Minggu (24/5). Diskusi tersebut mengangkat tema Menagih Janji Kesejahteraan Daerah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Berita Lain