14 April 2026
Beranda blog Halaman 36012

Enam Pasangan Suami Istri Jadi TKI Ilegal di Tiongkok

Beijing, Aktual.co — Enam pasangan suami istri menjadi TKI ilegal di Tiongkok dan kini tengah di tampung ke Kedutaan Besar RI di Beijing untuk menunggu proses pemulangan.

Selain enam pasutri tersebut ada juga TKI ilegal lain yang telah lebih dulu ditampung di KBRI. “Kami ditawari sebuah agen untuk bekerja di Tiongkok daratan, karena kebutuhan ekonomi maka kami berangkat,” kata MS (30), yang datang bersama istrinya ES (30).

Mereka ditawari sebuah agen tenaga kerja Jenny yang memiliki nama lain Tria dan Lia. MS dan istrinya ES, dan pasutri lainnya, sesampainya di Beijing ditampung oleh agen lokal, bernama Sam.

Sebagian besar dibawa Sam ke seorang majikan di Hebei Langfang. “Kami mengerjakan semua jenis pekerjaan, mulai dari menjadi ‘office boy’, tukang kebun, memasak juga dan lainnya, dengan gaji 3.000 Yuan. Kalau tidak ketahuan agen, maka kita bisa terima gaji utuh. atau mungkin sebelum diberikan kepada kami, sudah dipotong dulu oleh majikan untuk agen,” ungkap MS.

“Kami diperlakukan baik, namun ketika ada razia oleh aparat, kami disembunyikan oleh majikan dan kemudian dibawa ke sebuah taman, dan kami ditelantarkan begitu saja, tanpa dijemput kembali, sampai sebagian dari kami tidur di taman,” ungkap SWL (38), yang datang bersama suaminya SWO (38).

Setelah tiga hari “menyerahkan” pekerjanya asal Indonesia, sang mandor pun mendatangi KBRI Beijing untuk menyerahkan pakaian serta barang-barang milik TKI yang dipekerjakan secara ilegal.

Selain mengembalikan barang-barang milik TKI ilegal, sang majikan memberikan bonus sebesar 600 Yuan per orang. Setelah memenuhi kewajibannya, sang majikan ditangkap kepolisian untuk dimintai keterangan karena mempekerjakan tenaga kerja asing secara ilegal.

Keenam pasutri itu berasal dari Blitar, Kediri dan Banyuwangi, sebelum berangkat ke Tiongkok, sebagian besar adalah petani di desanya masing-masing, bahkan sebagian lagi tidak memiliki pekerjaan tetap.

Pemerintah Tiongkok tidak pernah mempekerjakan buruh migran, kecuali di Hong Kong, Makau dan Taiwan.

Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo menyatakan sangat prihatin dengan makin banyaknya TKI ilegal yang berada di Tiongkok daratan.

Ia mengungkapkan pihaknya telah memulangkan 48 WNI yang menjadi korban perdagangan manusia, sejak Januari hingga April 2015.

“Mereka berdatangan, satu, dua hingga lima orang sekaligus. Dan mengungkapkan jika masih ada sekitar sepuluh hingga 20 orang rekannya yang belum bisa meloloskan diri. Jadi, ini mungkin jumlahnya akan terus bertambah,” tuturnya.

Dubes Soegeng mengungkapkan para WNI itu ada yang meloloskan diri dan langsung ke KBRI, ada juga yang diserahkan agen secara diam-diam ke KBRI jika mereka sudah tidak dibutuhkan lagi.

“KBRI senantiasa menyampaikan nota diplomatik kepada Pemerintah Tiongkok untuk mengatasi masalah ini, karena kasus ini sudah menjadi kerja sindikat yang melibatkan agen di Indonesia dan Tiongkok. Mereka bekerja sama. Beberapa agen Tiongkok sudah ada yang ditangkap aparat, namun masih banyak yang belum,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DPR Dewie Yasin Limpo: Faisal Basri Harus Beberkan Keterlibatan Mafia Migas

Jakarta, Aktual.co — Komisi VII DPR RI membidangi masalah energi sumber daya mineral riset dan teknologi dan lingkungan hidup meminta mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri membeberkan seluruh keterlibatan mafia migas dalam kasus Petral.

Anggota Komisi VII DPR RI, Dewie Yasin Limpo berharap agar Faisal Basri bisa membeberkan secara terang menderang dan lebih mendetail terkait adanya dugaan keterlibatan sejumlah mafia migas di hadapan seluruh anggota DPR RI.

“Tak hanya itu kita juga meminta kesediaan menteri ESDM beserta mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bisa duduk bersama membahas hal urgen tersebut di hadapan para anggota komisi VII DPR RI sehingga tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat,” katanya, Sabtu (23/5).

Dewie Yasin Limpo yang juga legislator Partai Hanura itu menyebutkan jika berdasarkan data yang dibeberkan Faisal Basri di hadapan para anggota Komisi VII pada Kamis malam lalu menguak beberapa fakta.

Data itu juga membenarkan jika sejumlah data-data terkait daftar kejanggalan yang dilakukan Pertamina Energy Service (PES) atau anak usaha Petral pada era pemerintahan sebelumnya memang dilakukan oleh para mafia migas.

“Dalam pertemuan sebelumnya, Faisal menyebutkan beberapa kejanggalan yang dilakukan PES atau anak usaha Petral pada era pemerintahan sebelumnya diantaranya keterlibatan mafia migas, sehingga kita minta Faisal blak-blakan saja ungkap semuanya,” harapnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengaku pihaknya telah mengantongi data-data terkait dengan Petral. Di mana pihaknya masih melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan untuk mengungkap kasus ini.

“Tentu tidak langsung kita lakukan penyelidikan. Kita pelajari dulu datanya terkait apa. Apakah nanti ada dugaan tindak pidana disitu ya tentu akan dilakukan penyelidikan,” katanya.

Sementara Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Victor E. Simanjuntak mengatakan, pembicaraannya dengan Faisal memperjelas duduk permasalahan kasus Petral.

Ia mengatakan, hasil pertemuan tersebut akan dijadikan dasar bagi Polri untuk melakukan penyelidikan. “Pasti akan kami tindak lanjuti,” kata Victor.

Pada Rabu (13/5), PT Pertamina secara resmi menghentikan operasional Petral dan selanjutnya akan dilakukan upaya likuidasi terhadap perusahaan-perusahaan di dalamnya.

Kegiatan bisnis Petral, terutama yang menyangkut ekspor dan impor minyak mentah dan produk kilang, akan sepenuhnya dijalankan oleh Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina.

Dengan keputusan penghentian tersebut, segala hak dan kewajiban Petral yang masih ada, akan dibereskan atau diambil alih oleh Pertamina, termasuk segala betuk aset juga akan dimasukan sebagai bagian dari BUMN tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Terlantarkan Jamaah Haji, Menteri Lukman: Sanksi Pidana Bagi Travel

Jakarta, Aktual.co — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan akan menjatuhkan sanksi pidana bagi biro perjalanan atau travel umroh yang melantarkan jemaah haji di Arab Saudi termasuk travel yang melakukan penipuan.

“Belajar dari pengalaman, tentu kita akan memberikan sanksi kalau kemudian biro perjalanan itu terbukti melanggar hukum, tentu kita akan berikan sanksi yang serius,” katanya di di Pondok Pesantren An-Nahdlah, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/5).

Menurut dia, sanksi yang dijatuhkan kepada biro perjalanan umroh yang marak di indonesia saat ini tentunya melanggar izin dan terindikasi menipu jemaahnya akan di cabut izinnya.

“Kalau sanksi tentu beragam, dari paling lunak, teguran sampai paling keras adalah dicabut izin resminya. Kalau kemudian terindikasi kuat pelanggaran pidana tentu akan diproses hukum oleh kepolisian,” tegasnya.

Tokoh Nahdlatul Ulama ini menyarankan agar tidak terulang setiap tahunnya, maka masyarakat diimbau memperhatikan biro-biro perjalanan yang resmi maupun yang tidak resmi.

Lukman memberikan lima hal untuk memastikan jemaah umroh agar tidak tertipu travel umroh yang menawarkan kemudahan dan kemurahan seperti, pertama pastikan nama biro perjalanan tersebut apa benar dan resmi mempunyai jaringan di tanah suci.

Kedua, memastikan betul kapan tanggal keberangkatan dan menggunakan maskapai penerbangan yang jelas termasuk nomor penerbangan yang harus diketahui jemaah umroh.

Ketiga, memastikan hotel atau tempat menginap di tanah suci dimana lokasi dan alamat selama di Mekkah dan Madinah, keempat memastikan berapa harga umroh yang sesuai harga masuk akal serta paket pelayanan yang diberikan harus persis.

“Paling penting adalah bentuk visa-nya itu hal kelima yang perlu di perhatikan. Jadi setiap jemaah harus tahu persis apakah visanya sudah terdaftar atau belum. Dengan cara seperti itu maka biro perjalanan tidak lagi menjadikan jemaah kelinci percobaan atau melakukan penipuan,” jelasnya.

Mengenai dengan 49 anggota jemaah umroh yang sebelumnya diberangkatkan Travel Jaya Mandiri Indonesia, Tangerang, tertahan di Hotel At-Tahliah, Jeddah Arab Saudi, kata Lukman, sudah diselesaikan dan sudah tiba di tanah air.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel Abdul Wahid saat ditanya mengenai travel perjalanan umroh yang bermasalah, kata dia menyebutkan ada beberapa yang tercacat bermasalah, selain soal administrasi juga menelantarkan jemaahnya.

“Sudah ada yang tercacat beberapa travel tidak memenuhi kriteria termasuk izin. Saat ini datanya kita sudah pegang untuk segera di koordinasikan ke polisi untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan penertiban,” sebutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Kafe Venue Jaksel

Jakarta, Aktual.co — Petugas gabungan antara Polda Metro Jaya dengan Polres Metro Jakarta Selatan memburu pelaku penusukan yang menewaskan Jopi Peranginangin di Kafe Venue, Sabtu dinihari sekitar pukul 03.30 WIB.

“Polisi telah olah tempat kejadian dan tersangka masih dalam pengejaran,” kata Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Polisi Aswin di Jakarta, Sabtu (23/5).

Aswin menjelaskan kronologis kejadian berawal saat pengelola kafe menutup operasional sekitar pukul 03.30 WIB.

Tanpa diketahui penyebabnya, korban bersama delapan orang temannya terlibat “adu mulut” dengan kelompok pelaku.

Saat terjadi pertengkaran itu, salah satu pelaku menusuk korban pada bagian punggung.

Aswin menyebutkan korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina namun Jopi dinyatakan telah meninggal dunia.

Selain telah olah tempat kejadian, polisi telah memeriksa beberapa saksi antara lain petugas keamanan Venue D dan LK, karyawan swasta MK dan seorang mahasiswa A.

“Kita belum mengetahui motif pertengkaran korban dengan pelaku,” ujar Aswin.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menteri Nasir Bakal Disomasi STIE Adhy Niaga

Jakarta, Aktual.co — Pengelola Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Adhy Niaga tengah mempersiapkan materi somasi kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir.

“Somasi ini segera kita sampaikan kepada Menristek Dikti karena kami merasa sangat dirugikan atas kegiatan inspeksi mendadak ke kampus kami pada Kamis (21/5),” kata Kepala Biro Kerja Sama Antarlembaga STIE Adhy Niaga, Fadil Hasan di Bekasi, Sabtu (23/5).

Menurut dia, kedatangan Nasir bersama rombongan wartawan ke Kampus Utama STIE Adhy Niaga di Bekasi Barat terkait dengan tuduhan praktik jual-beli ijazah kepada mahasiswa.

“Mereka datang tiba-tiba bawa sekelompok orang (wartawan), seakan-akan kampus ini sarang narkoba yang digerebek,” katanya.

Menurut Fadil, Nasir juga sempat membubarkan perkuliahan yang sedang berlangsung di kampus tersebut. Bahkan menuduh dosen sebagai pengelola praktik jual-beli ijazah di hadapan mahasiswa dan rombongan wartawan.

“Kita punya etika yang harus dikedepankan selaku pendidik. Kalau benar kita ada kesalahan, kita siap dipanggil untuk klarifikasi,” katanya.

Menurut dia, STIE Adhy Niaga merupakan perguruan tinggi yang terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Pemilik STIE Adhy Niaga, Adi Firdaus mengatakan, dampak dari pernyataan Nasir kepada media massa terkait tuduhan jual-beli ijazah telah merugikan pihaknya secara materi dan moril.

“Jelas kami sangat dirugikan. Banyak mahasiswa kami yang patah semangat untuk kuliah. Sikap Pak Menteri mengacaukan dunia pendidikan. Situasi ini membuat geram para alumni kami,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Arzetti Kenang masa Kuliah di UNAS Yakni Cari Makanan Murah

Jakarta, Aktual.co — Arzetti Bilbina Huzaimi Setiawan yang akrab disapa Arzetti, merupakan seorang model, bintang film, sinetron, presenter, dan juga politisi Indonesia. Ia menjadi anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa untuk periode 2014-2019.

Wanita cantik yang juga ibu dari tiga orang ini ternyata meyempatkan hadir dalam acara reuni akbar Universitas nasional yang diadakan Sabtu (23/5). Ia mengaku bahwa datang dalam acara ini adalah moment yang ditunggu karena dapat bernostalgia bersaa kawan-kawan.

“Alhamdulillah ya , kalau tidak ada reuni seperti ini, tidak ada silaturahmi yang bisa berjalan dengan baik, karena bagaimanapun kehidupan kita saat ini dimulai dari kebersamaan kita muda. Jadi pada saat dulu mungkin kita tidak mempunyai cita-cita dalam arti masih mengambang, itulah makhluk hidup. Kalau sekarang sudah berkarir, memiliki pernikahan dan juga anak, tidak akan sempat berkomunikasi kalau tidak melalui acara ini,” ujar Presenter horror Mistis.

Arzetti pun sedikit menceritakan kejenakaannya dulu saat kuliah, “Saya angkatan 92 jurusan ekonomi, dulu di fakultas itu belum ada beban, waktu itu kuliah yang dipikiran itu hanya lulus saja, terus ketemu temen-temen yang bisa bikin enjoy, terus ngbrol di kantin, cari makan semurah mungkin kalau bisa gratis,” kenang Arzetti tertawa.

Arzetti yang saat hadir menjadi pusat perhatian para peserta Alumni Reuni Akbar UNAS 2015 itu menjanjikan akan selalu hadir dala setiap acara reuni jika tidak ada halangan. “kalau tidak ada halangan, pasti saya akan datang, harus disempetin moment kayak gini,” ujarnya sambil pergi berfoto bersama teman seangkatannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain