18 April 2026
Beranda blog Halaman 36021

Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,3 Miliar untuk Penanganan Pengungsi Rohingya

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp 2,3 miliar untuk penanganan pengungsi Rohingya, yang saat ini ditampung di empat titik di Provinsi Aceh.

“Bantuan tersebut kita saluran dalam bentuk barang,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Margowiyono di Kota Langsa, Minggu (24/5).

Margowiyono menjelaskan, bantuan untuk Kabupaten Aceh Timur sebanyak Rp 611 juta berupa tenda gulung, matras, family kit, kids ware, makanan dan selimut. Bantuan tersebut dikirim dari gudang regional Palembang, gudang pusat Bekasi, dan gudang Sumatera Utara.

Untuk Kabupaten Aceh Tamiang bantuan disalurkan sebanyak Rp 171 juta dengan komponen, yang  diberangkatkan dari gudang regional Palembang, dan gudang pusat Bekasi.

Sedangkan, bantuan untuk Kota Langsa senilai Rp 609 juta dari gudang regional Palembang, gudang pusat Bekasi. Untuk Aceh Utara senilai Rp931 juta dari gudang regional Palembang dan gudang pusat Bekasi.

Berdasarkan data jumlah pengungsi Rohingya dan Bangladesh berjumlah 1.759 jiwa di empat titik tersebut dengan rincian sebanyak 564 jiwa di Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Sebanyak 672 jiwa ditampung di Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, 476 jiwa di Bireun Bayeun, Kecamatan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur, dan sebanyak 47 jiwa di gedung milik pemda Kabupaten Aceh Tamiang.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja untuk melihat langsung kondisi pengungsi Rohingya di Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Timur dan akan menyerahkan bantuan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polisi Sita Puluhan Senjata Airsoft Gun Beserta Pemiliknya

Jakarta, Aktual.co — Polres Tabanan, Bali menyita puluhan pucuk senjata jenis  airsoft gun lengkap dengan pelurunya, sekaligus meringkus dua pelakunya yakni I Putu Trijana alias Rundu dan Dewa Lontong.

Kapolres Tabanan AKBP Komang Suartana mengatakan, penyitaan senjata itu bukan berkaitan dengan razia yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat, sebenarnya melakukan kegiatan razia narkoba, selain menyita senjata juga menyita benda haram seberat 0,68 gram.

Dia mengatakan, rencananya senjata beserta peluru tersebut akan diperjualbelikan di Bali. Terhadap siapa pemasok senjata masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa kedua pelaku.

Terhadap benda haram itu juga diamankan tiga pelaku, berawal dari I Ketut Putrayasa yang ditangkap di Banjar Panti Desa Pandak Gede, Kediri, Tabanan dengan barang bukti, narkoba jenis sabu seberat, 0,1 gram.

Dia menjelaskan, senjata lengkap dengan pelurunya ditemukan di dua tempat kost berbeda, masing-masing di Banjar Jumpayah, Mengwitani, Badung dan Banjar Braban, Kediri, Tabanan. Di tempat kost I Putu Trijana alias Rundu, yang berlokasi Banjar Jumpayah, Mengwitani, Badung , polisi berhasil mengamankan puluhan senjata.

Kemudian setelah menangkap Rundu tim bergerak ke Banjar Braban, Kediri, Tabanan menuju kost tempat Dewa Lontong, mengamankan puluhan peluru. Suartana menambahkan, selain mengamankan barang bukti ini, polisi juga mengamankan sebuah paket narkoba jenis sabu dengan berat 0,68 gram bruto.

Dari tertangkapnya Putrayasa, kemudian polisi meringkus Lilik Budianto dan Eko Nur. “Kami menangkap Lilik, setelah melakukan pemeriksaan terhadap, Putrayasa. Dari Lilik mengamankan sabu seberat 7,7 gram bruto yang didapat di tempat kostnya di Jalan Teuku Umar, Denpasar,” ujar Suartana.

Suartana menambahkan, dari hasil penggeledahan pelaku bernama Eko di kamar kostnya kawasan Dalung Permai, Denpasar, polisi mengamankan narkoba jenis sabu seberat satu gram bruto.

“Para pelaku ini selain berperan sebagai pengedar, mereka juga kerap memakai sabu itu untuk konsumsi pribadi. Untuk barang narkoba ini didapat darisiapa, kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap, tiga pelaku,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Harga Beras di Pasar Tradisional Bengkulu Terus Alami Penurunan

Jakarta, Aktual.co — Perkembangan harga jual beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Rejanglebong Provinsi Bengkulu, dalam beberapa pekan belakangan mengalami penurunan Rp 1.000-2.000 per-kilogram.

Menurut keterangan Ratna 50 tahun, agen beras di kawasan Pasar Atas Curup, harga jual beras berbagai jenis di daerah itu turun antara Rp 1.000-2.000 per-kg atau 10 persen dari harga sebulan lalu.

“Untuk beras lokal jenis IR kualitas asalan kami jual antara Rp7.800 sampai Rp7.900 per kg, harga ini turun jika dibandingkan sebulan lewat yang dijual pedagang Rp9.000 sampai Rp9.500 per kg. Penurunan harga ini karena sekarang sedang musim panen padi sehingga stok beras melimpah,” kata dia, Minggu (24/5).

Selain terjadi penurunan harga jual beras eceran, juga dialami beras kualitas bagus eceran dan beras kemasan ukuran 10 kg dan 20 kg. Untuk beras lokal asal sejumlah kecamatan di Kabupaten Rejanglebong tambah dia, diantaranya beras IR-64 dari Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup per kalengnya dijual Rp150.000 atau Rp9.375 kg.

Kemudian beras asal Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Rp140.000 per kaleng atau Rp8.750 per kg, dan beras IR-64 asal Kabupaten Lebong di jual Rp8.125 per kg atau Rp130.000 per kaleng.

Sementara itu Kepala Disperindagkop UKM Rejanglebong, Suhandak menyebutkan, stok beras yang ada di daerah itu memasuki bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri nanti diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan tiga bulan kedepan.

“Dari pantauan di lapangan stok beras untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Rejanglebong saat ini diperkirakan mencukupi untuk tiga bulan ke depan, apalagi sekarang sedang musim panen sehingga stok di pasaran cukup banyak,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan kesediaan stok beras dan harga jual di tingkatan pedagang pengecer, pihaknya kata dia, juga melakukan pemantauan penjualan beras guna memastikan tidak adanya beras sintetis yang beredar di daerah itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ratusan Orang Meninggal Dunia di India Selatan Akibat Cuaca Panas Ekstrim

Jakarta, Aktual.co — Lebih dari 150 orang dinyatakan telah meninggal dunia kaibat gelombang panas, yang menerpa Negara Bagian Andhra Pradesh dan Telenggana di India Selatan dalam tiga hari belakangan.

“Sementara 90 orang telah meninggal akibat sengatan udara panas di Andhra Pradesh, 70 orang lagi telah meninggal di Negara Bagian Telenggana, yang bertetangga, sejak Kamis (21/5),” kata pejabat kesehatan seperti dikutip Xinhua, Minggu (24/5).

Kebanyakan dari mereka yang meninggal terhadap gelombang panas adalah tunawisma. Sementara itu, pemerintah kedua negara bagian tersebut, telah menyarankan warga agar tidak keluar rumah selama puncak musim panas.

Departemen cuaca telah meramalkan gelombang panas akan berlanjut selama dua hari lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tim Sar Masih Cari Korban yang Terseret Arus Sungai Cicatih

Jakarta, Aktual.co — Dua tim yang berjumlah 10 personel dari Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dikerahkan untuk mencari jasad seorang pemuda yang terseret arus Sungai Cicatih.

“Dua tim dibagi tugasnya, lima orang melakukan pencarian di darat dengan menyusuri aliran sungai dan lima anggota lainnya mencari jasad korban dengan menggunakan perahu karet. Kami pun sudah menyiapkan anggota penyelam jika jasad korban ditemukan di dalam sungai,” kata Ketua FKSD Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiqie di Sukabumi, Minggu (24/5).

Menurut dia, korban yang diketahui bernama Sopian Muhamad Jahid 17 tahun, warga Kampung Lembursawah, RT 01/06, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi ini terseret arus sungai saat sedang menyebrang. Tiba-tiba datang air bah atau banjir bandang sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri pada Sabtu sore, (23/5).

Saat adanya laporan tersebut, pihaknya dibantu warga dan petugas dari TNI serta Polri sudah melakukan pencarian di areal hilangnya korban, namun belum berhasil. Diharapkan di hari kedua pencarian ini jasad korban bisa ditemukan, diduga jasad korban terseret arus sungai belum terlalu jauh.

“Arus sungai pagi ini tidak begitu deras dan relatif tenang sehingga bisa membantu kami dalam melakukan pencarian, namun kami berharap cuaca juga mendukung untuk mempermudah operasi SAR ini.”

Okih menduga jasad korban terselip di bebatuan sungai, karena daerah ini banyak batu sungai yang memiliki diameter cukup besar. Tapi, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah korban sudah meninggal atau belum, karena jasadnya belum ditemukan. Tetapi, jika melihat rentang waktu hilang tenggelamnya, kemungkinan korban bisa selamat sangat kecil.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ini Kata Jusuf Kalla Pertemuan dengan Ical

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih enggan menjelaskan terkait pertemuan dengan Ketua DPP Partai Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical). Pertemuan tersebut, diduga untuk mengambil jalan tengah terhadap konflik partai beringin yang menyebabkan adanya dua kepengurusan partai Ical dan Agung Laksono.

“Iya, tunggu-tunggu saja (harinya). Ini baru tahap kedua, liat saja nanti,” kata JK kepada wartawan di Kediaman Dinasnya, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Ketika ditanyakan lebih lanjut, maksud dari tahap dua tersebut. Politikus Golkar itu menjelaskan, hanya pada persoalan teknis untuk mencapai islah. Namun, ketika ditanya kembali, ikhwal pertemuannya dengan Ical akan berlangsung hari ini. JK pun tetap enggan menjelaskannya.

“Ya Nanti lah, yang pasti saya malam ini akan tetap di rumah saja (tidak kemana-mana),” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Wisnu

Berita Lain