14 April 2026
Beranda blog Halaman 36022

Beras Sintetis dari China, Ini Kata Kementan

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan ijin impor beras.

Hal ini menyusul adanya informasi bahwa beras sintetis yang ditemukan masyarakat berasal dari Cina yang diduga masuk bersama dengan masuknya impor beras khusus.

“Saya ingin menyampaikan bahwa kita tidak ada mengeluarkan rekomendasi impor beras baik khusus, maupun medium yang dikonsumsi. Karena apa? Pasokan dari dalam negeri produksi kita sendiri sangat mencukupi,” kata  Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan, Yusni Emilia Harahap, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Kendati demikian, seakan tak ingin berspekulasi, Yusni lebih menyerahkan senuhnya kepada aparat kepolisian untuk dapat mengetahui asal muasal beras yang diduga sintetis tersebut.

“Itu saya tidak bisa merespon (lebih jauh), karena sekarang masih diselidiki apakah ilegal atau dari mana asalnya,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Kementan Minta OKKPD Tingkatkan Pengawasan Beras

Jakarta, Aktual.co — Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan, Yusni Emilia Harahap mengimbau agar Kepala Daerah di setiap provinsi untuk lebih memperkuat lagi Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) di daerahnya, dalam melakukan pengawasan. Hal itu menyusul munculnya kasus beredarnya beras sintetis di masyarakat, beberapa waktu ini.

“Saya menghimbau kepada seluruh Pemda para gubernur untuk memperkuat OKKPD-nya, karena Otoritas Kompeten Kemanan Pangan daerah yang sudah kita bina dalam hal ini kementerian pertanian, menginginkan keberadaan dari OKKPD masing-masing bisa lebih kuat dan sarana prasananya juga dilengkapi termasuk uji laboratoriumnya, dan SDM-nya,” ucap Yusni usai menghadiri acara diskusi, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Tentunya, sambung dia, dengan adanya kasus ini termasuk bagi Kementerian Pertanian akan meningkatkan sistem pengawasan tata niasa beras Indonesia.

“Mudah-mudahan kita bsa lebih awal dalam melakukan antisipasi, karena kedepan tantangan kita lebih berat, ada seperti akan menghadapi masyarakat ekonomi asean (MEA),” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

APPSI: Butuh Waktu Lama Agar Konsumen Kembali ke Pasar Tradisional

Jakarta, Aktual.co — Temuan beras plastik di Bekasi, menggemparkan masyarakat Indonesia yang umumnya mengkonsumsi nasi. Berbagai dugaan pun muncul mengenai modus dan tujuan digulirkan polemik tersebut.

Sekjen APPSI Ngadiran, mengaku risih dengan kasus ini. Dimana pedagang dikambinghitamkan dalam peredaran beras berbahaya tersebut.  

“Pertama ya Inalillahi, tanda tanda zaman tergerusnya pasar tradisional,” ucapnya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5)

Selain itu, dia mengaku sedikit curiga dengan adanya oknum tertentu yang sengaja melempar kasus ini. Gunanya, agar terjadi penurunan citra pasar tradisional oleh masyarakat. Sehingga warga lebih memilih belanja di pasar modern. Terlebih lagi dengan seringnya pemeriksaan maupun sidak di pasar tradisional, namun hal itu tak pernah dilakukan di pasar modern.

“Setiap ada masalah seperti itu, tahu boraks, formalin, pengawet berbahaya lain, yang menjadi sasaran tembak pasar tradisional, apakah pasar modern pernah disidak dan di ekspos,” cetusnya.

Dirinya tidak menampik terkait upaya yang banyak dilakukan seperti halal atau tidak halal.

“Ini ada hikmah bagi kita semua, mencerdaskan bangsa, dengan seperti ini lebih hati,” tambahnya.

Untuk itu, Ngadiram menghimbau masyarakat lebih selektif dalam berbelanja. Dan tidak termakan isu yang memojokkan pasar tradisonal.
“Saudara-saudara yang konsumen beras agar lebih hati-hati,” katanya.

Sedangkan untuk pedagang sendiri diingatkan untuk tetap semangat. Meskipun pamor pasar tradisional sedang turun. Sehingga konsumen tetap memilih pasar tradisional menjadi tempat belanja.

“Fakta kawan-kawan yang menjual eceran di pasar tradisional, mereka membutuh kejelasan dan keyakinan konsumen agar kembali ke pasar tradisional. Belinya tidak seperti yang lalu. Pakai liter-literan aja, Akhirnya lari ke pasar modern,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Celakalah, Bagi yang Suka Menjelek-Jelekan Orang Lain

Jakarta, Aktual.co —  Seringkali, dalam kehidupan bermasyarakat, manusia memang suka kelewat batas karena melakukan sesuatu hal yang buruk namun terkadang tidak disadari. Mulut yang berfungsi sebagai alat berbicara juga makan dan minum ini sering disalah gunakan untuk menghina bahkan menjelek-jelekan orang lain. Ternyata sesuatu yang kita anggap biasa-biasa saja bisa berujung petaka kepada kita dan juga orang lain yang ikut-ikutan dengan apa yang kita lakukan.

Pada surat Al-Humazah Ayat 1 mengatakan :
“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,”

Ayat ini bisa juga diterjemahkan lain sebagai berikut ini :
“Neraka Wail buat manusia yang suka mencela dan mengejek”

Intinya kedua terjemahan tersebut sangat mengutuk orang yang melalukan perbuatan mencela, mengejek, mengumpat, menjelek-jelekkan, Mengatai-ngatai, dan lain sebagainya.

Menurut penuturan seorang da’i pengertian humazah adalah orang yang suka mencela (menjelek-jelekkan sesuatu atau seseorang) sedangkan lumazah adalah orang yang suka mengejek (misalnya berakting seperti temannya yang pincang untuk ditertawakan).

Pada dasarnya, ada pepatah yang mengatakan bahwa, diam itu emas. Bicaralah yang berguna dan seperlunya. Jangan berbicara yang akan dicatat sebagai perbuatan dosa.

Jika ada orang lain yang mengajak kita mencela atau mengejek orang lain sebaiknya kita tidak ikut-ikutan dan segera menghindar atau mengalihkan pembicaraan dengan yang lain. Jika mampu, kita pun juga bisa mengingatkan mereka untuk menghentikan apa yang mereka lakukan agar terhindar dari dosa. Di layar televisi, radio dan di media cetak pun tidak jarang melakukan ejekan dan celaan, sehingga kita harus selalu waspada atas apa-apa yang kita dengar.

Oleh karena itu mari kita jaga lisan kita jangan kita kotori dengan perkataan-perkataan yang tidak perlu apalagi yang menambah perbendaharaan dosa kita selama hidup di dunia. Jangan sampai nanti di akhirat nanti kita berharap dulu ketika hidup di dunia kita ingin menjadi orang bisu agar terbebas dari dosa atas lisan kita yang tajam seperti pedang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jakarta 10 K Bakal Diikuti 10 Peserta Internasional

Jakarta, Aktual.co —Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) memaksa adanya perubahan rute dari lomba lari Jakarta International 10 K yang bakal digelar 31 Mei nanti.

Rute tahun ini bakal dimulai dari silang barat daya Monas, lalu menuju Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis, Jalan Gajah Mada, berputar di Glodok, menyusuri Jalan Hayam Wuruk, Jalan Medan Merdeka Barat lewat kantor RRI dan kembali ke Monas.

“Perubahan rute karena ada pembangunan MRT di rute yang dilalui sebelumnya. Alasannya adalah keselamatan dari pelari. Rute yang baru sudah mendapatkan sertifikasi dari PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), jadi sudah bisa digunakan saat pelaksanaan mendatang,” kata Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Zainal Soelaiman, di Balai Kota DKI, Jumat (22/5).

Lomba tahunan untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-488 Kota Jakarta ini diperkirakan bakal diikuti 35 ribu peserta. Dengan total hadiah Rp 911 juta, lomba juga bakal diikuti 10 pelari internasional dari putera maupun puteri.
Untuk pelari elit nasional, sudah mendaftar 10 putera dan 10 puteri.

Untuk pengamanan saat acara, disiapkan 1.000 petugas gabungan. “Dari Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Transportasi, kepolisian, serta organisasi masyarakat,” kata Zainal.

Artikel ini ditulis oleh:

Pekanbaru Serahkan Pengelolaan Terminal ke Kemenhub

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menyatakan siap menyerahkan pengelolaan Terminal Bandaraya Payung Sekaki (BRPS) kepada Kementerian Perhubungan, sesuai undang-undang otonomi daerah yang baru.

“UU no 23 tahun 2014 tentang otonomi daerah yang baru, ada perubahan pengalihan kewenangan pemerintah daerah ke Pemerintah Pusat,” kata Wali Kota Pekanbaru H. Firdaus di Pekanbaru, Sabtu (23/5).

Ia menyebutkan akibat UU otonomi baru tersebut pengelolaan Terminal BRPS yang bertipe A, yang dibangun pada tahun 2008 oleh Pemerintah Kota dengan bantuan pusat akan diambil alih pengelolaanya oleh Kementerian Perhubungan.

Untuk penyerahan pengelolaan ini, katanya, pemko sudah membahas teknisnya dengan Kementerian baru-baru ini, karena akan ada masa transisi maksimal selama dua tahun. Dalam rapat tersebut kedua belah pihak sudah membahas pembagian tugas dan kewenangan, apa yang boleh dilakukan dan apa yang sudah tidak boleh lagi dilakukan pemerintah daerah terhadap BRPS.

“Pengalihan admistrasi akan berlangsung prosesnya dalam dua tahun,” ungkap Wako.

Ia mengalisa pengalihan sebuah kewenangan dari daerah ke pusat butuh proses panjang dan cukup rumit. Karena bukan hanya admistrasinya tetapi juga menyangkut pengalihan aset, tenaga kerja dan lain sebagainya. Sehingga hal tersebut sudah dibahas dan disepakati oleh kedua belah pihak.

“Ini menghindari agar pengelolaan terminal tidak terlantar di masa transisi,” ungkap Wako lagi.

Kementerian sebenarnya mengaku kalau selama ini, terminal sudah dikelola daerah dengan baik, sehingga tidak harus diambil alih, akan tetapi karena uu mengamanatkan maka harus patuhi.

Meski demikian, Pemerintah Kota pada prinsipnya siap merealisasikan amanat UU tersebut. “Toh selama ini pendapatan asli daerah yang didapat Pemkot selama ini dari terminal tersebut tidak seberapa,” ujarnya.

“Masalah rugi, ia kami tidak terlalu merugi, akan tetapi ini sudah UU yang mengatur kami tunduk saja,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain