14 April 2026
Beranda blog Halaman 36023

KPK ber-Pansel Ibu Pertiwi

Direktur Eksekutif Populi Center Nico Harjanto, Anggota Komisi I DPR F-Golkar Meutya Hafid dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie saat menjadi pembicara pada acara diskusi Perspektif Indonesia di Jakarta, Sabtu (23/5/2015). Diskusi membahas terkait keputusan Presiden Joko Widodo memilih perempuan sebagai Tim Pansel KPK, dengan mengangkat tema “Plong, KPK ber-Pansel Ibu Pertiwi”. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Bawaslu: Pencairan Dana Pilkada Terhambat di KPP

Jakarta, Aktual.co — Proses pencairan dana hibah Pilkada 2015 terhambat di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), padahal tahapan pesta demokrasi sudah dilaksanakan, kata Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kepulauan Riau (Bawaslu Kepri) Razaki Persada.

“Ini terjadi secara nasional, bukan hanya di Kepri,” kata Razaki Persada di Tanjungpinang, Sabtu (23/5).

Razaki menjelaskan tahap awal Pemerintah Kepri menetapkan anggaran Rp10 miliar untuk dikelola Bawaslu Kepri dalam menyelenggarakan pilkada. Tahap selanjutnya akan dicairkan sekitar Rp20 miliar.

“Namun, proses pencairan tidak mudah,” katanya.

Dirinya menambahkan bahwa KPP menolak membuka nomor rekening baru khusus dana hibah Pilkada Kepri, karena mereka tidak memiliki payung hukum. Sementara itu, KPP menunggu surat dari Kementerian Keuangan terkait permasalahan itu.

“Kalau KPU sudah memiliki nomor rekening baru dana hibah pilkada sehingga dapat mencairkannya. Uniknya, Bawaslu belum mendapatkan nomor rekening baru tersebut, padahal sudah lebih dari satu bulan diajukan,” katanya.

Dia mengatakan Menteri Keuangan seharusnya memperhatikan permasalahan ini secara serius. Tanpa dana pilkada, kinerja Bawaslu dan Panwaslu terhambat.

Sejumlah kegiatan, seperti penyeleksian pembentukan Panwas Kecamatan terpaksa menggunakan uang pribadi anggota Panwaslu atau meminjam dari pihak lain. Kalau tidak dilaksanakan, lanjutnya pelaksanaan tahapan pilkada terhambat.

“Mau kunjungan kerja atau bimbingan teknis juga ditalangi sendiri. Nanti setelah dana hibah pilkada cair baru dikembalikan,” ujarnya.

Razaki mengemukakan persoalan lain juga muncul terkait penetapan kuasa pengguna anggaran. Ada wacana Sekretaris Panwaslu ditetapkan sebagai kuasa pengguna anggaran, karena anggota Panwaslu bersifat sementara.

“Ini belum diputuskan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

TED 2, Kembali Juni Mendatang

Jakarta, Aktual.co —  Ted 2 adalah sebuah film komedi Amerika yang hadir kembali menghibur  pecinta film Juni 2015 mendatang oleh Universal Pictures. Film yang disutradarai oleh Seth MacFarlane dan ditulis oleh MacFarlane, Alec Sulkin dan Wellesley Wild tersebut adalah sekuel dari film 2012 karya MacFarlane yang berjudul Ted. Film tersebut dibintangi oleh MacFarlane sebagai karakter utama, bersama dengan Mark Wahlberg dan Amanda Seyfried.

Film ini bercerita kembali tentang boneka beruang yang bernama Ted. Ted akan menikah dengan kekasihnya Tami Lynn (Jessica Barth ) dan mereka pun berencana untuk punya anak. Mereka memutuskan untuk ke tempat donor sperma sebagai cara untuk mendapatkan anak. Namun untuk bisa memiliki hak asuh Ted harus membuktikan bahwa dia adalah manusia. Ted bersama teman semasa kecil hingga dewasa John Bennett ( Mark Wahlberg ) yang selalu mendukungnya mencoba berbagai cara untuk membuktikan segalanya di pengadilan.

Director: Seth MacFarlane
Writers: Seth MacFarlane, Alec Sulkin
Stars: Liam Neeson, Mark Wahlberg, Amanda Seyfried, Jessica Barth, Morgan Freeman, Patrick Warburton

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kejahatan Beras Sintetis

Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran, Pengungkap Beras Sintetis Dewi Septiana, Ketua Perpadi Nellys Soekidi, Dirjen P2HP Yesni Emilia Harahap dan Director of Planing and Business Development Fadzri Santosa menjadi narasumber dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (23/5/2015). Diskusi tersebut membahas isu beras yang terbuat dari plastik yang kini beredar di masyarakat dengan mengangkat tema “Kejahatan Beras Sintetis”. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Perpadi: Pelaku Beras Sintetis Mudah Ditelusuri

Jakarta, Aktual.co — Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Nellys Soekidi, menjelaskan untuk menemukan mafia beras sintetis sebenarnya hal mudah.

Menurutnya, melacak asal muasal beras sintetis bisa dilakukan melalui penyalur maupun distributor karena pedagang pasti sudah berlangganan. Terlebih beras yang dipasarkan mempunyai jenis nama dan merk masing-masing.

“Saya saja punya langganan yang sudah 25 tahun, mereka masih setia,” kata Nellys di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5)

Kejanggalan dari kasus beras sintetis adalah kondisi beras saat ini yang tidak dalam kelangkaan pasokan dari petani. Pasalnya, tidak ada gunanya melakukan pengoplosan beras demi mencari keuntungan.

“Untuk peredaran sekarang, beras medium tidak ada impor. Dari petani jual gabah, jadi beras. Cenderung karena alat modern, membuat beras semakin bagus,” ungkapnya

Selain itu diungkapkan Nellys, pengusaha beras kawakan ini, pedagang beras sebenarnya enggan melakukan pengoplosan atau membedakan harga. Karena setiap pedagang beras memiliki ikatan emosional.

Pernyataan ini dilontarkannya bukan untuk membela pemilik toko tempat ditemukannya beras sintetis karena dia berkeyakinan pemilik toko sendiri tidak mengatahui adanya beras sintetetis.

“Dia beli dari Kerawang, saya bukan bela pak Sembiring (pemilik toko tempat ditemukannya beras sintetis), saya yakin pak Sembiring juga tidak tahu. Kalau ditelusuri mudah itu,” tegasnya.

Kendati demikian dia belum mau menyimpulkan motif beredarnya beras sintetis karena saat kasus tersebut masih dalam penyelidikan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Latvala Pimpin Hari Pertama Reli Portugal

Jakarta, Aktual.co —   Pebalap Finlandia Jari-Matti Latvala mengungguli Kris Meeke dari Inggris Raya pada Reli Portugal setelah balapan kemarin terganggu kebakaran hutan.

Pebalap Volkswagen Polo Latvala membuka keunggulan 11,1 detik atas pebalap Citroen Meeke, pemenang balapan sebelumnya di Argentina. Andreas Mikkelsen yang juga memacu Volkswagen Polo tertinggal 4,9 detik lebih jauh lagi.

“Setelah start yang stabil kami meningkatkan kecepatan tahapan demi tahapan dan lebih menyerang,” kata Latvala, dikutip Sabtu (23/5).

“Saya baru saja mengalami saat-saat yang berat, jadi akan bagus memiliki lomba yang hebat, tapi besok akan berat,” katanya.

Dengan api berkobar di kawasan itu, tahapan kedua harus ditinggalkan dan tahapan ketiga dibatalkan sama sekali. Ott Tanak menikmati debut bagusnya di kendaraan baru Ford Fiesta RS untuk menempati posisi keempat, 1,8 detik di belakang Mikkelsen.

Pebalap Hyundai Dani Sordo di posisi kelima dan juara dunia Sebastien Ogier melengkapi posisi enam teratas di atas mobil VW Polo R dia. Balapan hari kedua pada Sabtu berlanjut dengan tahapan khusus di kawasan itu menuju wilayah timur Porto.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain