14 April 2026
Beranda blog Halaman 36024

Beras Sintetis Upaya Penggiringan Konsumen ke Pasar Modern

Jakarta, Aktual.co — Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Nellys Soekidi mengungkapkan bahwa dengan ditemukannya beras sintetis di Bekasi, Jawa Barat merupakan penggiringan agar masyarakat beralih ke pasar modern. Pasalnya, mencuatnya kasus beras sintetis telah menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada pasar tradisional yang tentunya akan menurunkan omset.

Lebih lanjut dikatakan, orientasi pedagang dalam menjual mencampur beras adalah untuk meningkatkan kualitas rasa. Selain rasa, para pedagang juga bertujuan meningkatkan keuntungan.

“Kalau orang mau menipu, pasti ada target keuntungan, misalnya kalau berjualan solar dicampur minyak tanah,” kata Nellys di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5)

Adanya beras sintetis, tidak mungkin dilakukan oleh kalangan pedagang beras. Sebab ujar Nellys, harga biji plastik lebih mahal dari harga beras.

“Kalau biji plastik lebih tinggi dibandingkan beras, rugi dong. Ini menyangkut hajat orang banyak. Saya bukan memberikan pembelaan,” ungkapnya

Dia menduga ada unsur pihak lain yang sengaja membuat masyarakat meninggalkan pasar tradisional.

“Ada unsur pihak lain, bukan tendensius, akhirnya nanti lari ke pasar modern, seperti yang diceritakan ibu Dewi (penemu beras sintetis),” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Warga Roma Tuding GBU Langgar UU Minerba

Jakarta, Aktual.co — Warga Pulau Roma, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Maluku yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat MBD menuding pihak PT. Gemala Borneo Utama (GBU) melanggar Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

“Mereka juga telah melanggar PP nomor 23 tahun 2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha minerba terkait pemberian IUP yang diterbitkan dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan kepada PT. GBU tidak melalui proses pelelangan,” kata Ketua FPM-MBD, Fredy Ulemlem di Ambon, Sabtu (23/5).

Menurut dia, tudingan tersebut dipertegas dengan siaran pers Kementerian ESDM nomor 01/HUMAS DESDM/2010 tertanggal 8 Januari 2010 lalu.

Isi siaran pers ESDM itu menyangkut IUP untuk mineral logam dan batubara yang terbit tanpa melalui proses lelang wilayah dan penerbitan Kuasa Pertambangan (KP) sehingga telah melanggar UU minerba.

Dugaan pengabaian pemerintah sebelum mengeluarkan izin pertambangan tanpa prinsip kehati-hatian sesuai peraturan yang berlaku, yakni tidak melakukan kajian terhadap daya dukung pulau, melakukan mitigasi bencana, kajian lingkungan hidup strategis, serta kajian tata ruang wilayah.

“Sesuai amanat pasal 35 huruf (K) UU nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang semestinya dilarang melakukan kegiatan pertambangan di Pulau Roma,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya, pulau ini mutlak dikategorikan sebagai pulau kecil dengan struktur kerak bumi yang tidak layak dijadikan wilayah pertambangan.

Perusahaan pertambangan emas ini juga diduga melakukan tindak pidana melawan hukum terkait UU nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

“Sebab PT. GBU sebelum mengantongi IPPKH dari Kemenhut telah melakukan kegiatan pengeboran dan pengangkutan sampel dari tahun 2006-2011, yang berakibat terjadi penebangan anakan pala hutan dan mengeringnya tanaman cengkeh milik warga di areal pertambangan,” kata Fredy.

Sehubungan dengan itu, FPM-MBD mendesak Kapolda Maluku menahan serta memeriksa Direktur PT. GBU atas berbagai dugaan pelanggaran yang terjadi.

Apalagi masa kontrak perusahaan tersebut dengan masyarakat adat Desa Hila di Pulau Roma telah berakhir tanggal 15 Maret 2015, namun aktivitas PT. GBU masih terus berlangsung.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kementan Desak Penegak Hukum Ungkap Kasus Beras Sintetis

Jakarta, Aktual.co — Dirjen Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan, Yusni Emilia Harahap mengatakan meski ada hikmah dalam penemuan kasus beras sistetis di masyarakat harus segera diungkap secara detail aparat penegak hukum.

Lantaran, kasus ini membuat kekhawatiran masyarakat dalam mengkonsumsi beras sebagai panganan olahan utama.

“Tadi pak Ngadiran (Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) berulang kali menyampaikan untuk mengabil hikmahnya, itu iya. Tetapi kasus ini perlu dituntaskan (oleh aparat berwenang),” kata Yusni dalam acara diskusi bertajuk ‘Kejahatan Beras Sintetis’, di Hotel Double Tree by Hilton,  Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Ia pun mengakui dengan ada kasus ini membuktikan masih adanya perbaikan dalam pemberian pengamanan pangan di Indonesia. Salah satunya, dengan membangun sistem tata niaga beras.

“Saya rasa itu mendesak untuk diperbaiki jadi tata niaga beras ini memang harus diperbaiki, karena seperti ini agar dapat mempermudah melakukan penelusuran, dan perbaikan pendaftaran beras, pengemasannya harus teregister. Karena beras merupakan pangan utama kita, sehingga betul-betul tata niaga beras ini dapat dilakukan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dir of Plannning and Business Development Badan Urusan Logistik (Bulog), Fadzri Santosa meminta agar aparat hukum segera menuntaskan kasus terkait temuan beras sintetis tersebut.

“Kita serahkan kepada aparat untuk menyelidiki untuk mengungkap kasus ini, kita tunggu saja hasilnya,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Sonangol-Media Grup Bangun Gedung Kembar Pencakar Langit

Jakarta, Aktual.co — Hari ini Presiden RI, Joko Widodo bersama sejumlah menteri direncanakan melakukan peletakan batu pertama atau Groundbreaking gedung kembar pencakar langit bernama ‘Indonesia 1’ di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Pembangunan gedung tersebut dilakukan Perusahaan dari China yaitu PT China Sonangol Media Investment bekerjasama dengan Media Grup.

Dalam siaran pers, Gedung ini akan menjadi landmark baru Jakarta dengan menggunakan konsep ‘green’ dengan kaca double glass untuk meminimalkan pencahayaan lampu, emisi rendah, serta sistem daur ulang limbah.

“Gedung ini memiliki fasilitas perkantoran nomor satu meliputi layanan restoran, ritel, dan apartemen mewah. Ini menjadikan ‘Indonesia 1’ sebagai tempat yang paling dicari,” kata Direktur China Sonangol Media Investment, Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Sabtu (23/5).

Menurutnya, Gedung kembar ini direncanakan terhubung langsung dengan stasiun mass rapid transit (MRT). Sedangkan secara konstruksi, gedung ini memiliki 59 dan 55 lantai yang dibangun di atas lahan seluas 306.000 m2.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Bulog: Stock Beras Aman dari Beras Sintetis

Jakarta, Aktual.co — Kasus temuan adanya beras sintetis yang beredar di masyarakat menjadi kekhawatiran tersendiri bagi publik tersendiri di wilayah Indonesia.

Direktur of Plannning and Business Development Badan Urusan Logistik (Bulog), Fadzri Santosa menegaskan bahwa sejauh ini stock beras yang ada di gudang-gudang Bulog di Indonesia dalam kondisi aman atau tidak tercampur dengan beras sintetis atau plastik.

“Saya perlu sampaikan, ketika kasus ini keluar, sebagai penyanggah beras Indonesia, kami memerintahkan seluruh tim seluruh Indonesia untuk mengecek stok yang ada di gudang-gudang kami, dan syukur tidak ditemukan,” kata Fadzri dalam diskusi polemik bertajuk ‘Kejahatan Beras Sintetis’, di Hotel Double Tree by Hilton, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Selain melakukan pengecekan gudang stock beras, sambung dia, pihaknya juga melakukan pengetatan dalam setiap kali melakukan pembelian beras.

“Kami meminta kepada tim untuk melakukan pengecekan setiap pembelian, karena itu kami membelinya langsung dari petani yang tentunya lebih fresh,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Harga Gula dan Telur Ayam Merangkak Naik di Ambon

Jakarta, Aktual.co — Harga gula pasir dan telur ayam ras yang ditawarkan pedagang di Kota Ambon, Provinsi Maluku, mulai bergerak naik dan bervariasi.

Pantauan di Pasar Nusaniwe dan Pasar Mardika Ambon, para pedagang menjual gula pasir mulai dari Rp13.000 hingga Rp14.000/kg atau naik dari sebelumnya Rp12.000/kg, begitu juga telur ayam ras naik dari Rp1.400 menjadi Rp1.500/butir.

Umar, pedagang di lokasi pasar Mardika yang selama ini berjualan bermacam kebutuhan pokok, mengatakan harga gula pasir sudah naik di tingkat distributor yakni dari Rp580.000 menjadi Rp610.000/sak (50 kg).

“Jadi kami tidak bisa memperhantankan harga Rp13.000/kg, rugi,” ujarnya di Ambon, Sabtu (23/5).

Dia menjelaskan, selama ini gula pasir dalam negeri yang dijual kepada para masyarakat dibeli dari agen, dan jika ada perubahan harga akan diberitahu kepada para pedagang.

Bahkan informasi akan terjadi kenaikan lagi minggu depan, lanjutnya, dengan alasan sudah habis masa panen, alasan lain kami tidak mengetahui.

“Kalau telur juga naik sejak dua hari yang lalu ditingkat pedagang eceran yakni Rp1.500/butir dari sebelumnya Rp1.400/butir,” ujarnya.

Saya dengar dari para distributor bahwa pekan depan harga telur juga akan naik sebab sudah naik ditingkat setra produksi, hanya tidak tahu berapa besar harga jual nanti.

Inang, agen pemasok gula KBA dari Surabaya, mengatakan, harga gula KBA memang sudah naik, dari Rp580.000 menjadi Rp610.000/sak, dengan demikian pedagang eceran di pasar akan menjual dengan harga Rp14.000/kg.

“Kalau telur ayam ras jelas akan bergerak naik, dan diperkirakan mencapai Rp1.600/butir,” katanya.

Hari kemarin saya beli dari Surabaya dengan harga Rp260.000/ikat (180 butir), lanjutnya, dan saat ini dalam perjalanan menuju Kota Ambon, walaupun hari ini di Kota Ambon harganya Rp240.000/ikat yang merupakan stok lama.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain