13 April 2026
Beranda blog Halaman 36025

PEKAT IB: Reshuffle Tak Berarti, Jika Presidennya Tetap Bobrok

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Bob Hasan mengatakan tidak ada artinya merubah komposisi kabinet pemerintahan Jokowi-JK, jika sistem manajemen kerjanya tidak ikut diperbaiki. Presiden Jokowi paling bertanggung jawab untuk memperbaiki manajemen sebagai kepala pemerintah dan selaku kepala negara Indonesia.

“Sifat dan konsep manajemen itu warnanya dari pemimpin, karena menteri juga dapat melakukan kegiatan dari perundang-undangan atau PerPu yang stimulannya dikuasai oleh Presiden,” kata Bob kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (23/5).

Menurut dia, situasi kabinet pemerintahan Jokowi saat ini akhirnya tidak begitu menjadi perhatian penting publik, lantaran belakang lebih sering  terdengar saran agar presiden memperbaiki kabinet dalam kemampuan manajemen pemerintahannya.

Oleh karena itu, sambung dia, tidak ada pengaruh signifikan terkait adanya reshuffle yang akan dilakukan baik sebelum lebaran ataupun sesudah lebaran nanti.

“Bilamana ada perubahan komposisi kabinet baik sebelum atau sehabis lebaran tidak terlihat efek yang besar, sehingga dapat diprediksi tidak akan ada hal apapun termasuk keributan,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Presiden Jokowi akan merombak komposisi kabinetnya yang telah berjalan selama tujuh bulan tersebut. Setidaknya, ada tiga menteri yang diwacanakan akan dilakukan pertukaran tersebut, ketiganya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri di Bidang Ekonomi. Namun, hal itu terlepas kembali kepada kewenangan presiden sebagi pemilik hak preogratifnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Tolak Kedatangan Jokowi, Demo Dibubarkan Paksa Anggota TNI

Makasar, Aktual.co — Sejumlah elemen gerakan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan presiden Jokowi ke kota Makassar, Jumat (22/5) berakhir dengan pembubaran paksa dari aparat kepolisian dan anggota TNI.

Massa aksi yang bergabung dalam kelompok cipayung plus kota Makassar (HMI, PMII Makassar, PMKRI, IMM dan GMKI) saat melakukan aksi di Jalan Bawakaraeng Makassar dibubarkan paksa oleh aparat TNI.

Aktifi IMM Sulselbar, Rizal Pauzi mengungkapkan  aksi yang digelarnya merupakan aksi penolakan kedatangan Jokowi sekaligus launching dan blusukan bagi – bagi kartu Indonesia Sakit (KIS).

“Ini sebagai bukti kekecewaan kami terhadap Jokowi. Apa yang dilakukan di kota Makassar hanya merupakan pencitraan untuk menutupi kebobrokan atas kepemimpinannya,” ungkapnya ke Aktual.co. Jumat (22/5).

Sementara itu, di jalan Pettarani Makassar, massa aksi yang mengatasnamakan kelompok Gerakan Aktifis Makassar (GAM) yang melakukan aksi menolak kedatangan Jokowi saat melakukan konvoi ke Flyover, Jl Urip Sumohardjo juga dibubarkan paksa oleh aparat TNI yang berada di sekitar lokasi.

Panglima GAM, Adhi Puto Palaza mengungkapkan, aksi yang dilakukannya dalam rangka menolak kedatangan Jokowi membuat 2 rekannya ditahan oleh pihak keamanan.

“Rekan kami ditahan 2 orang, sekarang diamankan di Polsek Panakkukang Makassar,” ungkapnya.

Aksi penolakan kedatangan Jokowi juga terlihat di Jl Sultan Alauddin Makassar. Massa yang tergabung dalam kelompok AMPERA (Aliansi Mahasiswa Perjuangan Rayat) berorasi sambil meneriakkan turunkan Jokowi.

Irfan Safari, yang juga aktifis HMI MPO Cabang Makassar dalam orasinya menyebutkan sudah saatnya rezim Jokowi dievaluasi yang selama ini hanya menciptakan banyak masalah baru di bangsa ini. Selain kisruh KPK-Polri yang belum berakhir, persoalan politik yang tidak jelas, semakin meningkatnya pengangguran menjadi cerminan kepemimpinan Jokowi tidak mampu lagi mengurus bangsa ini.

“Kebijakan yang tidak pro rakyat, seperti penyerahan harga BBM ke Mekanisme pasar,” teriaknya.

Selain itu, pelemahan rupiah terhadap mata uang Dollar yang menembus angka Rp13.000 lebih sebagai indikator Jokowi tidak mampu menstabilkan kondisi ekonomi.

“Jokowi adalah antek asing, neoliberalisme. Ini dilihat dari sikapnya yang membuka ruang kepada investor asing untuk menguasai segala sektor di republik ini,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Aksi Ambil Untung, Minyak Dunia Turun

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak global turun pada Sabtu (23/5) karena dolar menguat didorong pengencangan data inflasi AS dan aksi ambil untung berat setelah harga minyak mentah naik selama dua hari berturut-turut.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, turun satu dolar AS menjadi berakhir di 59,72 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk Juli, acuan kontrak berjangka global, ditutup pada 65,37 dolar AS per barel di London, turun 1,17 dolar AS dari penyelesaian Kamis.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan harga konsumen AS naik untuk ketiga bulan berturut-turut pada April. Minus pangan dan energi, indeks harga konsumen (IHK) “inti” naik 0,3 persen, kenaikan terbesar sejak Januari 2013.

Euro jatuh menjadi 1,104 dolar dalam perdagangan sore, dari 1,1112 dolar pada Kamis sore. Sebuah greenback yang kuat meningkatkan biaya minyak yang dihargakan dalam dolar.

“Dolar naik … didukung angka IHK yang agak kuat, menekan harga minyak,” kata Bob Yawger dari Mizuho Securities.

Juga mendukung dolar, Ketua Federal Reserve Janet Yellen menegaskan kembali bahwa rencana The Fed untuk menaikkan suku pada tahun ini tetap di jalurnya, mengatakan ia memperkirakan ekonomi membaik setelah melambat di kuartal pertama.

Yellen memperkirakan The Fed menaikkan suku bunganya tahun ini jika ekonomi tetap di jalur untuk perkiraannya.

“Jika ekonomi terus membaik seperti yang saya harapkan, saya pikir itu akan sesuai di beberapa titik tahun ini untuk mengambil langkah awal menaikkan target suku bunga federal fund” dan mulai untuk menormalkan kebijakan moneter secara bertahap, katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pencurian Ikan Masih Marak, KKP Perpanjang Moratorium

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) memperpanjang moratorium perizinan usaha perikanan tangkap sampai akhir Oktober 2015 karena masih banyak pencurian ikan atau kasus illegal fishing yang marak terjadi.

“Perpanjangan moratorium tersebut karena saat diberlakukan beberapa bulan terakhir ternyata illegal fishing masih marak terjadi di perairan Indonesia,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Ronald Sorongan, di Manado, Jumat (22/5).

Ronald mengatakan selain pencurian ikan, pendataan kapal seluruh Indonesia belum rampung dikerjakan oleh tim verifikasi. Sehingga, Menteri Kelautan dan Perikanan Sulut, masih memperpanjang kebijakan tersebut. Tapi, jika tim verifikasi telah selesai mendata maka kemungkinan ada kebijakan dari moratorium tersebut.

Ia menjelaskan memang Sulut telah menyurat langsung ke Ibu Menteri, namun bukan hanya Sulut hampir semua provinsi di Indonesia terkena dampak ini.

Secara nasional pemberlakuan moratorium tersebut menguntungkan banyak pihak, selain adanya pemeliharaan biota laut juga akan mengurangi dan menghentikan kegiatan illegal fishing.

Illegal fishing, banyak terjadi juga di Sulut, tanpa disadari merugikan daerah kita sendiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Belanda Setujui Proposal Pelaranagn Penggunaan Cadar di Tempat Umum

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Belanda menyetujui proposal pelarangan penggunaan cadar di wajah, termasuk burqa di tempat umum, Jumat (22/5).

Diberitakan Reuters, pelarangan itu sebenarnya tidak berhubungan dengan agama tertentu. Peraturan akan diterapkan bukan hanya bagi umat muslim yang sering kali mengenakan burqa, tetapi juga seluruh cadar yang menutup wajah.

Dalam proposal yang diajukan, pelarangan juga berlaku bagi pemakaian busana apa pun, termasuk masker ski dan helm apabila berada di alat transportasi publik, sekolah, rumah sakit, maupun kantor pemerintahan.

“Di negara bebas seperti Belanda, semua orang punya hak berbusana seperti yang mereka inginkan, tak peduli apa kata orang lain. Kebebasan itu hanya terbatas dengan situasi jika itu sangat penting bagi orang untuk saling melihat satu sama lain,” kata Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte.

Meski ada tambahan kata-kata bahwa aturan itu tidak memandang agama tertentu, tetap saja cadar identik dengan pakaian muslim. Perempuan muslim yang mengenakan hijab dan cadar atau burqa di Belanda sendiri jumlahnya tak banyak.

Meski hanya ada beberapa ratus perempuan muslim yang mengenakan hijab, Rutte menegaskan aturan itu diperlukan untuk menegakkan nilai-nilai kemasyarakat di Belanda.

Politisi oposisi yang anti-Islam, Geert Wilders memenangkan dukungan publik Belanda secara luas. Menurutnya, telah lama Belanda membutuhkan larangan mengenakan cadar.

Sebelumnya, pelarangan serupa juga pernah terjadi di Perancis. Negara Menara Eiffel itu melarang penggunaan cadar penuh pada wajah sejak 2010, dan ditegaskan kembali tahun lalu melalui Pengadilan Hak Asasi Manusia di Eropa.

Artikel ini ditulis oleh:

Imigran Gelap Masuk Sumut Capai 1.918 Orang

Jakarta, Aktual.co — Jumlah imigran gelap di Sumatera Utara terus bertambah atau sudah mencapai 1.918 orang dengan sebagian besar merupakan warga suku Rohingya, Myanmar dan asal Bangladesh.

“Jumlah imigran itu terungkap dalam Rakor kominda (Komite Intelijen Daerah) Sumut bersama pihak Divisi Imigrasi Sumut, lembaga internasional urusan pengungsi IOM dan Kesbangpol kabupaten/kota yang memiliki perairan laut dan pantai di Sekretariat Kominda Badan Kesbangpol Sumut, Kamis (21/5),” kata Kepala Badan Kesbangpol Sumut Eddy Syofian di Medan, Jumat (23/5).

Rapat yang dipimpin Ketua Kominda Brigjen TNI Tumino Hadi dan terkait lainnya menyepakati perlunya keputusan yang jelas dari Pemerintah Pusat dalam hal penanganan daerah terhadap keberadaan imigran gelap.

“Harus segera ada keputusan yang jelas dari Pemerintah Pusat kapan batas waktu imigran itu ada di Indonesia. Hingga saat ini belum ada keputusan Pemerintah,” katanya.

Padahal keberadaan imigran yang banyak itu bisa menimbulkan dampak sosial keamanan ekonomi dan sosial budaya.

Eddy menjelaskan, dari penjelasan pihak imigrasi maupun IOM ada dua bentuk permasalahan imigran gelap.

Pertama imigran gelap dari suku Rohingya/Myanmar itu yang terusir dari negaranya dan tidak diterima lagi dikategorikan sebagai suaka. Sedangkan warga Bangladesh dan warga lainnya mereka disinyalir mencari pekerjaan bahkan menjadi korban perdagangan manusia.

Sembari menunggu keputusan Pusat, Rakor menyimpulkan Tim Terpadu Penanganan Imigran Gelap itu sebaiknya mendayagunakan Tim Terpadu Gangguan Keamanan Dalam Negeri yang sudah terbentuk.

Pemkab/pemkot juga diminta untuk siap membantu bila ada imigran gelap masuk dan segera berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Imigrasi, aparat keamanan dan IOM Perwakilan Sumut.

“Rakor juga mendorong Pemerintah Pusat untuk segera memberi arahan kepada pemerintah daerah dalam penananganan imigran gelap,” katanya.

Kominda sendiri menilia perlu terus menelusuri masuknya imigran itu melalui wawancara yang didukung Tim Psikologi.

Pihak IOM sendiri sudah menyatakan bersedia melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat lokal tentang imigran gelap tersebut.

Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho dalam pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga meminta arahan panglima soal penanganan imigran gelap di Sumut.

“Pemprov Sumut perlu tahu keputusan Pusat soal imigran gelap sehingga bisa melakukan secara benar juga penanganan di daerah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain