20 April 2026
Beranda blog Halaman 36040

Pemerintah Terbitkan Obligasi Syariah Berdenominasi Dolar Amerika

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah menerbitkan obligasi syariah berdenominasi dolar Amerika Serikat atau Sukuk Global senilai dua miliar dolar AS, dengan tenor 10 tahun dan jatuh tempo pada 2025.

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (23/5), Sukuk Global ini diterbitkan melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk pemerintah khusus untuk melakukan penerbitan SBSN.

Penerbitan Sukuk Global ini dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing). Setelmen dilaksanakan pada 28 Mei 2015. Sukuk tersebut diterbitkan pada harga par dengan imbalan 4,325 persen dan memperoleh peringkat Baa3 dari Moodys, BB+ dari S&P dan BBB- dari Fitch.

Penerbitan ini merupakan penerbitan keenam Sukuk berdenominasi dolar AS oleh pemerintah dan keempat kalinya diterbitkan dalam Islamic Global Medium Term Notes (Islamic GMTN) atau program yang telah ditingkatkan menjadi senilai 10 miliar dolar AS.

Transaksi tersebut dilaksanakan sejalan dengan rencana pembiayaan pemerintah tahun 2015, sekaligus untuk memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global dan mendukung pengembangan keuangan syariah di pasar global.

Sukuk Global ini diterbitkan berdasarkan prinsip syariah dengan menggunakan struktur Wakalah dengan underlying berupa Barang Milik Negara berupa tanah dan bangunan sebesar 51 persen dan proyek-proyek Pemerintah 49 persen.

Setelah roadshow ke beberapa kota pusat keuangan syariah di kawasan Asia, Timur Tengah dan Eropa, transaksi ini mendapat respon yang sangat baik dari para investor global dan menghasilkan jumlah penawaran lebih dari 6,8 miliar dolar AS dari 240 investor dan kelebihan permintaan (oversubscribed) 3,4 kali.

Sementara, distribusi investor berdasarkan wilayah adalah sebesar 41 persen investor Syariah dan Timur Tengah, 21 persen investor Amerika, 16 persen investor Eropa, 12 persen investor wilayah Asia selain Indonesia, dan 10 persen investor Indonesia.

Berdasarkan jenis investor, pengalokasian penawaran Sukuk Global yang diterima kepada bank adalah sebesar 42 persen, untuk fund manager 39 persen, bank sentral 15 persen, asuransi 2 persen, dan private bank 2 persen.

Penerbitan Sukuk Global sebesar dua miliar dolar AS ini merupakan penerbitan obligasi syariah berdenominasi dolar AS terbesar oleh Indonesia sejak tahun 2009, bahkan juga merupakan penerbitan Sukuk Global dalam satu tranche (single-tranche) terbesar di dunia.

Joint Lead Managers dan Bookrunners yang ditunjuk pemerintah untuk transaksi ini adalah CIMB Investment Bank Berhad, Dubai Islamic Bank, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd dan JP Morgan. Sedangkan Co-managers untuk transaksi ini adalah National Bank of Abu Dhabi, Arab Banking Corporation, PT. Mandiri Sekuritas dan PT. Danareksa Sekuritas.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Datang Reuni UNAS, Ustadz Arifin Ilham Terkenang Masa Remaja

Jakarta, Aktual.co — Universitas Nasional (UNAS) mengadakan acara reuni akbar yang diadakan siang ini Sabtu 23/5. Salah satu diantara yang hadir merupakan tokoh pemuka agama ustadz Arifin Ilham, beliau hadir mengenakan baju atasan dan bawahan putih dengan peci khas nya yang bewarna putih, hadir dan disambut antusias oleh para alumni yang ingin foto bersama Ustadz Arifin.

Ia mengakui bahwa dirinya sangat senang datang kedalam acara reuni akbar ini, bersyukur masih dapat bertemu dengan tean-teman di kampusnya terdahulu.

“Aduh subhanallah walfamdulillah mestinya seharusnya selalu diberi kesempatan terutama jika diundang harus hadir. Saya bahagia bisa bertemu kawan-kawan lama, dan saya juga mendoakan teman-teman yang sudah wafat,” papar ustadz Arifin yang merupakan alumni angkatan 1989 jurusan politik dan hubungan international.

Ustadz mengambil satu pelajaran penting dalam acara ini, bahwa silatuhrahmi itu sangat mahal nilainya,

“Menurut saya silatuhrahim itu yang mahal, karena dapat memanjangkan umur, membuat kita sehat, ceria, maaf memaafkan, dan menemukan harapan baru, dan ternyata kita berbahagia teman-teman jalan pada fitrah yang sukses,” terang ustadz tersenyum usai berfoto bersama para sahabat.

Diakhir pembicaraan ia mengenang bahwa acara ini mengingatkan dirinya saat masih menjadi mahasiswa dulu, yang sangat aktif menjadi aktifis kampus. “Jika ada acara seperti ini rasanya ada suatu kebahagiaan pernah menjadi mahasiswa, jika datang dalam acara seperti ini,” kenang ustadz.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Sudin Kebakaran Jakpus: Satu Petugas Alami Patah Tulang

Jakarta, Aktual.co — Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat menyatakan salah satu dari dua orang petugas pemadam yang cedera saat berusaha memadamkan kebakaran di daerah Senen, Jakarta, Sabtu, mengalami patah tulang.

“Dari dua orang yang cedera satu mengalami patah tulang dan seorang lagi hanya memar,” kata petugas Sudin Jakpus Giyanto ketika dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu (23/5).

Adapun petugas yang menderita memar bernama Budi Winarto, sementara yang mengalami patah tulang adalah Totok Sutarno dan sedang dalam perawatan.

“Pak Totok minta dirawat oleh dukun patah. Beliau tidak mau dirawat di rumah sakit,” tutur Giyanto.

Sementara untuk penyebab kebakaran yang mulai terjadi pada Sabtu (23/5) sore tersebut, Giyanto menyatakan masih dalam penyelidikan.

“Sampai saat ini belum diketahui penyebabnya,” ujar dia.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di hunian padat di kawasan Jalan Pasar Senen Dalam 6, Kelurahan Senen, Jakarta Pusat. Api mulai melalap bangunan di sekitar pukul 16.40 WIB.

Menurut Wali Kota Jakpus Mangara Pardede, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Namun ada dua petugas pemadam kebakaran yang terluka.

“Tidak ada korban jiwa. Namun ada dua orang petugas pemadam kebakaran yang terluka,” ujar Mangara.

Pihak kelurahan menyebutkan akibat kebakaran yang menghanguskan 58 rumah ini, ada 336 orang dari 125 KK yang kehilangan tempat tinggal.

Adapun warga yang menjadi korban adalah yang tinggal di RT 8, RT 9, RT 12 dan RT 14.

Sudin Pemadam Kebakaran Jakpus mengerahkan 32 unit mobil pemadam ke pemukiman tersebut dan berhasil menjinakkan api sekitar pukul 20.00 WIB.

Sementara pantauan terakhir Antara hingga pukul 22.35 WIB, puluhan warga, yang didominasi oleh perempuan dan anak-anak, sudah menempati tenda di posko pengungsian yang disediakan oleh Pemkot Jakpus melalui Sudin Sosial.

Pihak pemkot juga sedang mendirikan satu tenda tambahan, yang membuat ada total tiga tenda berukuran 5 m x 10 m di tempat yang berlokasi di halaman Kantor Kelurahan Senen ini.

Adapun selain tenda, posko ini juga dilengkapi dengan layanan kesehatan, air bersih, makanan serta minuman.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal Rohingya, Yusril: Indonesia Dapat Sponsori Konferensi Internasional

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan Indonesia dapat mensponsori konferensi internasional masalah rohingya untuk mencari solusi atasi masalah eksistensi suku Rohingya di Myanmar.

“Tragedi kemanusiaan terhadap entis Rohingya seharusnya tidak hanya fokus pada penanganan pengungsi, juga langkah politis dan diplomatis bersama untuk memberikan tekanan kepada Myanmar agar menyelesaikan problem domestik mereka,” kata Yusril Ihza Mahendra melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (23/5).

Menurut Yusril, masyarakat maupun Pemerintah Myanmar memang cenderung diskriminatif terhadap etnis minoritas baik Rohingya yang beragama Islam maupun Karen yang beragama Katholik.

Sikap diskriminatif tersebut, kata dia, tidak sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan pengakuan keragaman di dunia modern.

“Namun, sejak tiga dekade terakhir, Pemerintah militer Myanmar melakukan pembiaran terhadap tindak kekerasan etnik di negara itu,” katanya.

Ia menegaskan, langkah diplomatik, politis, dan ekonomis perlu segera diambil baik oleh ASEAN maupun dunia internasional untuk menekan Myanmar.

Indonesia sebagai negara besar di ASEAN, menurut dia, dapat mensponsori konferensi internasional masalah Rohingya untuk mencari solusi mengatasi masalah ini.

“Konferensi tersebut juga bisa menjadi tekanan politis yang kuat terhadap Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah domestik etnik Rohingya,” katanya.

Pakar Hukum Tata Negara ini menjelaskan, Indonesia paling tidak dalam waktu dekat dapat mengambil inisiatif mengundang pertemuan khusus negara-negara anggota ASEAN untuk membahas masalah pengungsi Rohingya.

Pada pertemuan tersebut, menurut dia, dapat dibahas langkah-langkah untuk memperluas peserta pembahasan sehingga menjadi konferensi internasional yang membahas masalah Rohingya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Etnik Rohingya, GP Ansor: Pemerintah Harus Putuskan Diplomasi Dengan Myanmar

Jakarta, Aktual.co —  Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur mendesak pemerintah untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar, karena tragedi kemanusiaan yang menimpa etnik Rohingya.

“Tragedi kemanusiaan yang menimpa etnik Rohingya sungguh nyata di depan mata. Sudah ribuan jiwa melayang, ribuan jiwa lainnya merana, lari atau meninggal karena kelaparan dan kesakitan di tengah laut,” kata Ketua PW GP Ansor Jatim H Rudi Tri Wachid di Surabaya, Sabtu (23/5).

Dalam pernyataan bersama Gerakan Pemuda Ansor dengan Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Lesbumi NU, dan PMII Jatim, ia menegaskan bahwa hak kemanusiaan Rohingya harus dipulihkan dan mereka wajib dibela demi hak kemanusiaan.

“Tragedi Rohingya jangan dipandang lagi sebagai isu keagamaan tapi isu kemanusiaan. Para pengungsi Rohingya sebenarnya bukan mengalami diskriminasi agama, namun lebih kepada pembersihan etnis. Hal ini terutama terjadi sejak adanya kudeta militer di Myanmar,” katanya.

Didampingi Sekretaris PW GP Ansor Jatim H Ahmad Tamim, ia mengatakan perbedaan etnis minoritas baru terjadi pada tahun 1960-an ketika kudeta militer. Tahun 1980-an dikeluarkan dekrit tentang etnis dan ada 10 etnis besar yang diakui dan lainnya tidak diakui termasuk Rohingya.

“Krisis kemanusiaan dan pengabaian atas jiwa manusia di kawasan ASEAN terlalu menyolok sampai-sampai sejumlah negara bersitegang ‘adu melepas’ mandat kemanusiaannya. Urusan hidup terganjal batas teritorial dan diplomatik. Itu tidak benar,” katanya.

Menurut dia, prinsip kemanusiaan wajib dijunjung tinggi, melebihi alasan diplomasi dan teritorial negara, seperti sikap Gubernur Aceh dan rakyatnya. Kini, nasib Rohingya menjadi tanggung jawab semua umat manusia lintas agama, etnik, dan negara.

“Dalam urusan nyawa manusia, rakyat dan pemerintah Indonesia harus satu kata: Selamatkan Rohingya! Bukan keselamatan sesaat, tapi bentuk keselamatan selayaknya sebagai manusia merdeka,” katanya.

Oleh karena itu, Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Lesbumi NU, dan PMII Jatim mendesak pemerintah memberikan bantuan pada pengungsi Rohingya dan memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar yang tidak manusiawi.

“Indonesia harus menarik Dubes RI di Myanmar dan mendesak PBB untuk memberikan sanksi pada Myanmar serta mengajak pada semua umat beragama di Indonesia, termasuk umat Buddha untuk Solidaritas Tragedi Rohingya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal Reshyuffle, Menteri Yuddy: Seluruh Menteri Harus ‘Legowo’

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menuturkan seluruh menteri harus menerima keputusan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak (reshuffle) komposisi Kabinet Kerja.

“Karena itu hak prerogatif Presiden sehingga semua menteri harus mematuhi bila dicopot atau dipindahtugaskan,” kata Yuddy di Jakarta, Sabtu (23/5).

Yuddy menuturkan Presiden Jokowi telah memiliki catatan untuk mengevaluasi kinerja para menteri karena setiap hari berkomunikasi dengan pembantunya itu.

Yuddy tidak dapat memastikan kapan pengumuman perombakan susunan kabinet karena hal itu merupakan murni hak presiden.

“Reshuffle adalah ranah presiden dan hanya dibicarakan dengan wakil presiden. Jadi, tidak ada yang mengetahui,” ungkap Yuddy.

Yuddy berjanji akan menerima secara “lapang dada” jika terkena reshuffle untuk dicopot dari jabatannya atau dipindahtugaskan.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu menyatakan presiden tentunya memerlukan sosok pembantu yang berkinerja lebih baik untuk duduk sebagai seorang menteri.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain