20 April 2026
Beranda blog Halaman 36041

Soal Reshyuffle, Menteri Yuddy: Seluruh Menteri Harus ‘Legowo’

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menuturkan seluruh menteri harus menerima keputusan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak (reshuffle) komposisi Kabinet Kerja.

“Karena itu hak prerogatif Presiden sehingga semua menteri harus mematuhi bila dicopot atau dipindahtugaskan,” kata Yuddy di Jakarta, Sabtu (23/5).

Yuddy menuturkan Presiden Jokowi telah memiliki catatan untuk mengevaluasi kinerja para menteri karena setiap hari berkomunikasi dengan pembantunya itu.

Yuddy tidak dapat memastikan kapan pengumuman perombakan susunan kabinet karena hal itu merupakan murni hak presiden.

“Reshuffle adalah ranah presiden dan hanya dibicarakan dengan wakil presiden. Jadi, tidak ada yang mengetahui,” ungkap Yuddy.

Yuddy berjanji akan menerima secara “lapang dada” jika terkena reshuffle untuk dicopot dari jabatannya atau dipindahtugaskan.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu menyatakan presiden tentunya memerlukan sosok pembantu yang berkinerja lebih baik untuk duduk sebagai seorang menteri.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Reuni Akbar Universitas Nasional Dihadiri Tokoh dan Artis

Jakarta, Aktual.co — Universitas Nasional (Unas) merupakan Universitas swasta pertama di Jakarta  yang terletak di Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini, dahulunya adalah alternatif  bagi mahasiswa yang tak ingin berkuliah di Universiteit van Indonesie (nama UI  pada zaman tersebut). 
Hari ini tepatnya Sabtu, 23 mei 2015, pertama kalinya Unas mengadakan Reuni akbar di era 2015 di Jakarta, yang dihadiri oleh alumni mulai angkatan 1949 s/d 2015. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua pelaksana reuni akbar Unas 2015, Ian Zulfikar. 
“Reuni ini pertama kalinya kita adakan di era 2015 di Jakarta,  biasanya kita mengadakan reuni skala kecil di beberapa daerah. Dan ini dihadiri oleh alumni Unas dari angkatan 1949 sejak Unas didirikan hingga alumni tahun 2013,” ujarnya saat ditemui di sela acara reuni akbar Unas 2015 di Gedung  Sucofindo Jakarta selatan, Sabtu (23/5).
Demi kelancaran acara dan silahtuhrahmi yang menjadi inti pokok pertemuan reuni akbar ini, seorang dikenakan tarif Rp100 ribu. “Tujuan acara ini kan pastinya menjalin tali silatuhrahmi, dan diharapkan teman-teman yang sudah sukses seperti di legislative, eksekutif atau bahkan BUMN, mereka dapat membangun jaringan kerja yang kuat, sehingga Unas dapat kembali cemerlang seperti sebelum-sebelumnya yaitu era unas sebagai kampus perjuangan. Dan untuk acara ini seorang hanya dipungut biaya 100ribu rupiah, dan hasilnya sangat positif diterima,” jelas Ian panjang.
Reuni akbar ini dikonsep semeriah mungkin dengan menampilkan tarian traditional dan juga modern dance, serta beberapa doorprize menarik yang pastinya akan mebuat heboh suasana reuni. “acaranya ada banyak hiburan tarian, dooprize, stand up comedy dan juga musyawarah kelanjutan reuni yang  akan datang,” ucap Ian yang juga alumni Unas tahun 1986. 
Ian juga sangat mengapresiasi acara tersebut karena para alumni yang datang melebihi target yang diperkirakan. “saya senang, diluar dugaan bahwa acara ini diperkirakan dihadiri oleh 350 orang namun, hingga saat ini, suda mencapai 500 orang alumni yang turut hadir, itu luar biasa sekali,” uangkapnya senang.
Acara reuni akbar Unas 2015 ini dihadiri oleh beberapa artis dan politisi hingga pemuka agama. Diantaranya adalah, pelawak Ginanjar, Taty Cuek, Arzetti Bilbina dan Ustadz Arifin Ilham yang merupakan Alumni Unas.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polres Sidoarjo Bekuk Kawanan Perampok Spesialis Swalayan

Sidoarjo Aktual.co — Petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil membekuk kawanan pencurian dengan kerasan (curas) di sejumlah toko swalayan di kabupaten setempat.

Kepala Kesatuan Reserse Kriminal Polres Sidoarjo, Ajun Komisaris Polisi Ayub Diponegoro  mengatakan, para pelaku yang berhasil ditangkap ini berinisial DR, P, J dan R yang sudah menjadi daftar pencarian orang selama beberapa bulan.

“Para pelaku ini berhasil dibekuk oleh anggota setelah beberapa bulan terakhir ini sempat menjadi DPO petugas kepolisian kabupaten Sidoarjo,” katanya, Sabtu (23/5).

Ia mengemukakan, dalam melakukan aksinya ini pelaku tidak hanya beroperasi di Kabupaten Sidoarjo saja melainkan di kabupaten lain seperti di Kabupaten Mojokerto.

“Pelaku juga tidak segan-segan untuk melukai korbannya setiap kali melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan dengan menggunakan senjata tajam,” katanya.

Ia mengatakan, pelaku melakukan aksinya di sekitar sembilan tempat kejadian perkara (TKP) masing-masing tiga TKP di Kabupaten Mojokerto dan sisanya berada di wilayah hukum Kabupaten Sidoarjo.

“Modus pelaku yakni dengan memakai senjata tajam (pisau) masing-masing berukuran 40 dan 30 centimeter untuk menakut-nakuti korban. Kemudian memaksa karyawan untuk menunjukkan brankas dan mengeluarkan uang untuk dimasukkan kedalam tas yang dibawa oleh pelaku,” katanya.

Ia mengatakan, penangkapan para pelaku ini dilakukan saat tim buser Reskrim Polres Sidoarjo yang sudah mengantongi identitas pelaku melakukan pengintaian di tempat kos d iantaranya dikawasan Bungurasih, Kecamatan Taman dan dikawasan Margorejo Surabaya.

“Dari penangkapan para pelaku ini kami berasil mengamankan sejumlaj barang bukti di antaranya uang tunai, lima unit sepeda motor milik pelaku, dua senjata tajam, dan juga beberapa helm,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka DR, P, J, R dijerat dengan Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun penjara.

“Kami meminta kepada warga masyarakat yang ada di Kabupaten Sidoarjo kalau mengetahui ada tindakan mencurigakan di wilayahnya masing-masing untuk segera melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Relawan: Ada Peran Mafia Dibalik Reshuffle Menteri Pertanian

Jakarta, Aktual.co — Relawan Jokowi-JK di Makassar, Sulawesi Selatan, menduga ada peran mafia yang sengaja menjatuhkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyusul rencana perubahan susunan kabinet (reshuffle) Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Kami menilai selama ini Pak Amran menjabat dikenal getol menolak masuknya impor beras bahkan fokus pada swasembada pangan yang diprogramkan presiden,” ujar Koordinator Jokowi Force Sulsel Abdul Waris di Makassar, Sabtu (23/5).

Menurutnya berbagai isu kemunculan beras sintetis atau beras plastik yang sengaja dicampurkan ke beras normal adalah dugaan sebagai uapaya menekan pemerintahan Presien Jokowi dan Wakill Presiden Jusuf Kalla bersama kementerian terkait.

Ia menyebutkan para mafia tersebut paham betul Harga Pembelian Petani atau HPP di Bulog sekitar Rp7.300 per kilogram, sementara angka itu telah naik 10 persen setelah diperjuangkan oleh Amran.

Para mafia itu, lanjut dia, sadar betul serapan Bulog tidak akan efektif pada angka HPP mengingat harga di pasaran berada di angka Rp12.500/kilogram.

“Saat ini harga pasaran melonjak sedangkan Bulog dinilai tidak mampu mendinamisasi harga pasaran. Bahkan Bulog akan melakukan Operasi Pasar. Nah di sinilah permainan oplosan dimainkan hingga penimbunan beras dilakukan orang tertentu,” sebut pemerhati pangan Sulsel itu.

Langkah Bulog menggelar operasi pasar, kata dia, tidak akan berefek banyak terkait lonjakan harga. Bisa saja kelangkaan terjadi dan para mafia itu melalui corong politisi akan meminta impor beras.

Tetapi gerakan itu diantisipasi oleh Mentan Amran, kata dia, yakni sejak jauh hari menambah stok nasional beras guna persiapan Ramadhan agar masih mencukupi. Hal inilah yang diduga akan mematikan langkah para mafia pemain impor beras.

“Kami menilai isu reshuffle niatannya bukan beralaskan pada kinerja dan nawacita swasembada pangan. Tapi pada dasarnya dugaan pada muatan politik dan pesanan mafia penguasa ‘black market’ yang tidak senang dengan gebrakan Amran bersikukuh menolak impor beras,” ungkapnya.

Sementara Direktur Adhyaksa Research and Consulting (ARC) pada kesempatan itu menuturkan, menyusul isu beras sintetik di pasaran tidak bisa dimaknai secara tunggal. Hal itu diduga upaya pihak tertentu yang dilakukan secara sistemastis untuk penolakan impor beras.

“Kami tidak menolak reshuffle jika memang itu berbasis kinerja. Isu reshuffle ini berbahaya bagi masa depan swasembada pangan. Ancaman bagi petani yang tengah bersemangat menanam padi di sawah demi kedaulatan pangan,” tuturnya.

Di sisi lain, Koordinator Relawan Jokowi-JK Wilayah Papua Rusmin Nuryadin mengemukakan, selama ini Amran banyak melakukan terobosan melalui program prorakyat.

Khusus di wilayah timur, Amran pun membentuk 1.000 desa mandiri benih, kemudian membuka lahan baru seluas 250 ribu hektare dari 1,2 juta hektare yang terdapat di Merauke-Papua, termasuk membuka 1 juta hektare lahan jagung di Pulau Buru Maluku.

Selain di papua, lanjutnya, Mentan juga membagun 500 ribu hektare food estate atau kawasan pangan di Pulau Kalimantan guna meningkatkan stok pangan Indonesia.

“Kami di wilayah Timur khususunya di Papua mengapresiasi kinerja pak Arman yang selama ini komitmen mengurusi pangan bertujuan untuk program swasembada. Kami menilai langgkah yang dilakukan Mentan adalah bentuk perimbangan pembangunan di wilayah timur Indonesia,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Keuangan Pemkot Ternate Bakal Diaudit BPK

Jakarta, Aktual.co — Badan Pemeriksaan Keuangan Perwakilan (BPK-RI) Provinsi Maluku Utara (Malut), berencana mengekspos hasil pemeriksaan keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate tahun 2014 pada 26 Mei mendatang.

“Hal ini menyusul proses pemeriksaan lapangan yang dilakukan telah selesai dilaksanakan,” kata Ketua Tim pemeriksaan BPK Perwakilan Malut, Indri di Ternate, Sabtu (23/5).

Dia menjelaskan, konsultasi tersebut meliputi sejumlah anggota tim pemeriksaan, kemudian bertemu dengan pihak Pemkot, yang diterima Sekretaris Daerah (Sekda) M. Tauhid Soleman, Kepala Inspektorat Taufik Djauhar, dan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Djadid Radjim di ruang Sekda.

Selain itu, untuk hasil pemeriksaan sendiri masih harus diposes, karena masih harus proses, jadi kalau sudah diserahkan ke Pemkot Ternate baru bisa dilounching ke masyarakat.

Menurut dia, jadwal lounching sendiri direncanakan dalam waktu dekat ini tepatnya di bulan Mei ini dan sekitar tanggal 26 Mei, tetapi nanti untuk penyerahan pastinya, masih menunggu dari kantor.

Dia mengungkapkan, untuk pemeriksaan sendiri sudah selesai dilakukan, sedangkan untuk pemeriksaan lapangan sudah selesai, sekarang BPK-RI sudah masuk pada pembahasan. Jadi setelah pembahasan, akan dilanjutkan dengan launching.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah, M. Tauhid Soleman ketika dikonfirmasi mengatakan, laporan hasil pemeriksaan tersebut belum diserahkan, itu belum diserahkan, itu masih konsep, setelah disampaikan barulah diketahui hasilnya.

Bahkan, pihaknya sementara baru melakukan rapat konsultasi dan terkait laporan yang disampaikan pemkot sendiri dan temuan-temuannya sudah ditanggapi, karena laporan itu, ada yang sudah menanggapi, yang lain itu kurang-kurang kwitansi dan sebagainya.

Sementara, untuk temuan-temuan tahun sebelumnya, menurut dia, sebagian besar sudah diselesaikan, apalagi soal temuan sebelumnya, sudah hampir sebagian besar diselesaikan, mudah-mudahan ada perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun untuk hasil pemeriksaan sendiri baru dapat diketahui pada tanggal 26 Mei mendatang, sekitar tanggal 26 baru disampaikan itu, jadi hasilnya nanti itu sekitar tanggal 26 Mei 2015 baru diketahui.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menteri Susi Apresiasi Pangkep Dalam Pelestarian Penyu

Jakarta, Aktual.co — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi keberhasilan Kapolres Kabupaten Pankajene dan Kepulauan (Pangkep) AKBP Moh Hidayat atas upayanya dalam pelestarian penyu dan biota laut lainnya.

“Alhamdulillah, ada apresiasi yang disampaikan langsung Ibu Menteri Susi melalui twitternya dengan hastag akun pribadiku dan hastag kampung penyu,” ujarnya melalui telepon genggamnya di Pangkep, Sabtu (23/5).

Moh Hidayat mengatakan, penyampaian pesan melalui akun jejaring sosial dari Menteri Susi menjadi penyemangat bagi semua anggotanya serta orang-orang yang aktif dalam kampanye perlindungan penyu dan biota laut lainnya.

Dalam pesannya melalui jejaring sosialnya itu, Susi bersyukur karena kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh, karena laut adalah masa depan bangsa. Itu semua telah dimulai di Pangkep.

“Ini pesan Ibu Menteri, Alhamdulillah, kesadaran laut masa depan bangsa telah dimulai di Pangkep. Selamat!!!,” katanya sambil mengirimkan pesan twitternya itu,” katanya.

Hidayat mengaku, apresiasi yang dilontarkan Menteri KP itu tidak lain setelah mengetahui adanya kegiatan yang pelepasan tukik dan sosialisasi akan kesadaran masyarakat di Kabupaten Pangkep.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain