Jakarta, Aktual.co — Para pakar kesehatan mengatakan, bahwa lansia yang kurang gizi dan berat badan kurang dianggap lumrah, karena faktor usia. Sementara itu, gejala depresi pada orang tua juga kurang banyak diperhatikan. Padahal, menurut survei prevalensinya terbilang tinggi.
Keluhan lemas dan selalu ingin tidur juga jarang dieksplorasi lebih lanjut penyebabnya. Sehingga, usia lanjut yang sehat itu harus aktif serta sehat mental.
Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM Ketua PERGEMI mengatakan, PERGEMI sangat mendukung Gerakan Vaksinasi Lansia karena saat ini jumlah lanjut usia di atas (≥60 tahun) yang benar-benar sehat sangat sedikit. Dan, menjadi tua merupakan kesempatan emas ( golden opportunity) yang tidak dimiliki oleh semua orang.
“Para usia lanjut harus bersyukur dan memperhatikan kesehatannya, tetap aktif, hidup dalam kegiatan sosial, serta sehat secara rohani, ” ungkapnya, ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.
“Penting bagi orang tua untuk melakukan vaksinasi, dikarenakan pencegahan terhadap penyakit infeksi merupakan hal yang amat penting bagi orang tua, karena ketika seseorang yang berusia lanjut jatuh sakit terkena infeksi, maka penyakitnya akan lebih berat, fase penyembuhan lambat dan sulit pulih, bisa memperberat penyakit penyerta lain (misalnya diabetes dan lain-lain), dan bisa tiba-tiba cepat memburuk,” sambungnya.
Menurut Prof Siti, tentu saja vaksinasi serta pencegahan penyakit tidak dapat dilakukan sendiri oleh kaum lansia. Mereka perlu dukungan keluarga, kerabat terdekat, serta memerlukan sistem dan tatanan yang ramah bagi lansia.
Indonesia sedikit beruntung karena masih kental terhadap pengaruh budaya “Three Generation in One Roof ”.
“Dalam satu rumah bisa ada nenek, anak, dan cucu. Model demikian diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap masalah-masalah kesehatan orang berusia lanjut, terutama dalam hal pencegahan, misalnya melakukan vaksinasi pada lansia, ” imbuhnya.
“Kalau dari sisi medis, tata laksana pasien tua tidak boleh disamakan dengan dewasa muda. Para dokter dan perawat harus peka dan proaktif terhadap permasalahan-permasalahan pasien. Keterampilan berempati dan berkomunikasi, serta kesabaran dan kehati-hatian juga diperlukan dalam menangani pasien usia lanjut,” katanya lagi.
Artikel ini ditulis oleh: