11 April 2026
Beranda blog Halaman 36052

Terjerat Korupsi, Staf Ahli Gubernur Batal Diperiksa Kejati Jateng

Jakarta, Aktual.co — Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Joko Mardiyanto, tersangka korupsi dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2011, tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi.
“Tidak bisa datang, ada surat izinnya,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Hartadi di Semarang, Kamis (21/5).
Menurut dia, sesuai dengan keterangan dalam surat izin yang disampaikan, Joko masih melaksanakan tugas di Bandung. Atas ketidakhadiran tersebut, kejaksaan akan memanggil kembali mantan Kepala Biro Bina Sosial Provinsi Jawa Tengah tersebut pada pekan depan.
Sementara tersangka lain dalam perkara tersebut, atas nama Joko Suryanto, ditahan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi. Hartadi menjelaskan Joko Suryanto merupakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Bencana Alam Biro Bina Sosial Provinsi Jawa Tengah.
Dalam perkara ini, lanjut dia, Joko Suryanto pada tahun 2011 lalu menjabat sebagai Ketua Tim Verifikator Proposal Dana Bantuan Sosial.
Hasil audit Badan Pengawas Pembangunan dan Keuangan Jawa Tengah, kata dia, didapati penyaluran bantuan sosial bagi penerima fiktif. Dari 164 penerima bantuan yang dijadikan sampel oleh BPKP, menurut dia, seluruh diduga bermalasah.
“164 bantuan sosial yang nilainya sekitar Rp1 miliar tersebut ternyata hanya dimiliki oleh 21 orang,” ujar dia.
Kerugian negara dalam dugaan korupsi ini, kata dia, mencapai Rp654 juta. “Ini hasil audit sementara, masih mungkin bertambah.”
Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menahan lima tersangka penerima fiktif bantuan sosial yang dikucurkan Pemerintah Provinsi setempat pada tahun anggaran 2011.
Kelima tersangka yang ditahan tersebut masing-masing Aji Hendra Gautama, Azka Najib, Agus Khanif, Musyafak, serta Farid Ihsanudin.
Kelimanya tersangka menggunakan nama berbagai organisasi serta lembaga swadaya masyarakat untuk mengajukan bantuan pendanaan dalam kegiatan yang diduga fiktif.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

12 Parpol Hadiri Sosialisasi Pilkada Surabaya 2015

Jakarta, Aktual.co — Sekitar 12 perwakilan Partai Politik (Parpol) menghadiri sosialisasi pelaksanaan Pilkada Surabaya 2015 yang digelar di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Kamis (21/5).
Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin mengatakan selain partai politik, KPU juga mengundang Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya, Dispendukcapil Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, serta Polres Tanjung Perak.
“Untuk partai politik yang hadir, masing-masing parpol diwakili dua orang,” katanya.
Robi menjelaskan pula bahwa dalam sosialisasi kali ini, KPU Kota Surabaya akan menjelaskan jadwal tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya tahun 2015 seperti yang tertuang dalam Peraturan KPU atau PKPU nomor 2 tahun 2015 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Selain itu, lanjutnya, yang juga akan disosialisasikan KPU adalah tentang pemutakhiran data dan daftar pemilih seperti diatur dalam PKPU Nomor 4 tahun 2015 tentang Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
“Yang juga tidak kalah penting adalah sosialisasi PKPU Nomor 9 tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” katanya.
Tujuan digelarnya sosialisasi ini, lanjut Robi, adalah untuk menyampaikan kepada partai-partai politik mengenai jadwal tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, serta syarat-syarat pencalonan kepala daerah.

Artikel ini ditulis oleh:

Target Ekspor Barecore RI ke Tiongkok-Taiwan Senilai USD500 Juta

Jakarta, Aktual.co — Indonesia menargetkan ekspor barecore (kayu olahan dari potongan kayu berbentuk papan sebagai bahan untuk pembuatan furniture maupun dinding) senilai 500 juta dolar Amerika Serikat selama 2015 dengan negara tujuan utama Tiongkok dan Taiwan.
Ketua Umum Indonesia Barecore Association (IBcA) Hari Mulyono didampingi Wakil Ketua Umumnya Soemardji Sardono dan Sekjen IBcA Setyo Wisnu Broto, di sela rapat koordinasi di Solo, Kamis (21/5) mengatakan nilai ekspor tersebut meningkat dibanding 2014.
Barecore merupakan kayu olahan yang dibuat dari kumpulan potongan kayu melalui proses pengeleman dan pengepresan.
Hari Mulyono mengatakan ekspor komoditas yang dibuat dari potongan kayu sengon itu pada 2014 mencapai 450 juta dolar AS. “Tahun ini ditargetkan bisa naik menjadi 500 juta dolar AS dengan tujuan utama Tiongkok dan Taiwan,” katanya.
Ia menyebutkan pasar produk tersebut masih terbuka lebar dan Indonesia menguasai pasar di negara tujuan ekspor tersebut sebesar 90 persen dari kebutuhan antara 4.000-5.000 kontainer per bulan. “Kami juga akan mengembangkan terus penanaman pohon sengon di luar Jawa,” katanya.
Wakil Ketua Umum IBcA Soemardji Sardono mengatakan pengembangan tanaman sengon di luar Jawa selain dimaksudkan untuk memenuhi bahan baku pembuatan barecore juga sekaligus dalam penggalakkan hutan rakyat dan juga menjaga lingkungan agar lebih baik dan tidak mudah longsor.
Ia mengatakan sementara ini perusahaan pembuatan barecore hanya terpusat di Pulau Jawa yang jumlahnya mencapai 150 perusahaan. Perusahaan sebanyak itu menyerap tenaga kerja secara langsung sebanyak 30.000 orang.
“Ya kalau kami hitung secara keseluruhan baik yang menyediakan bahan baku, pekerja langsung, petani bisa mencapai 100.000 orang, ” katanya.
Sekjen IBcA Setyo Wisnu Broto mengatakan organisasi itu memang masih baru dan dibentuk 5 Mei 2015, tetapi usaha bidang tersebut mempunyai prospek cerah untuk mendulang devisa.
Ia mengatakan anggota IBcA dalam menggalakkan ekspor akan tetap melestarikan hutan dan tidak menebang pohon seenaknya. “Untuk memenuhi bahan baku, kami juga mengembangkan hutan rakyat dengan tanaman utama pohon sengon,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Hipperpala Desak Ahok cabut Izin Reklamasi Pulau G

Jakarta, Aktual.co —Mencuatnya ijin reklamasi pulau G kepada salah satu pengembang melalui oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melalui Surat Keputusan Gubernur nomor 2238 Tahun 2104, terus mendapat sorotan publik.
Salah satunya dari Presidium Nasional Himpunan Persaudaraan Pemuda Pelajar Pecinta Alam Indonesia (Hipperpala) Ahmad Ferly Syahadat. Dia menilai proyek reklamasi Teluk Jakarta hanya akan menimbulkan kerusakan alam dan membawa bencana bagi masyarakat lokal serta kearifan lokal.
“Ahok diam-diam mengeluarkan surat Keputusan Gubernur dengan nomor surat 2238 tahun 2104 tentang Pemberian Ijin Pelaksanaan Reklamasi,” kata Ferly, Kamis (21/5)
SK Gubernur itu diyakininya bakal menjadi awal bencana bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Sedari itu, aktifis pencinta alam ini mendesak pihak pengembang harus segera menghentikan reklamasi Pulau G dan jangan merusak alam. Sebab Kepulauan Seribu sudah rusak akibat tangan-tangan jahat.
Selaku Gubernur DKI, ujar dia, Ahok juga jangan tutup mata akan permasalahan ini kalau ingin menyelamatkan Jakarta dari banjir. Untuk itu, dia mendesak Ahok agar segera mencabut SK Gubernur 2238 Tahun 2014 dan jangan mengeluarkan lagi ijin reklamasi di Teluk Jakarta kepada pihak manapun.
Dia pun berjanji, bila Ahok tak juga mencabut izin reklamasi, Hipperpala bakal menggelar aksi menolak reklamasi di teluk Jakarta. “Banyak aksi akan kita buat, mulai dari agitasi, posko pengaduan dan unjukrasa,” ucap dia. (Baca: Ahok Persilahkan Swasta Reklamasi Pulau di Kepulauan Seribu)

Artikel ini ditulis oleh:

S&P Beri Peringkat Outlook Rating Indonesia di BB+

Jakarta, Aktual.co —   Revisi outlook rating Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s dari Stable menjadi Positive Outlook dan sekaligus mengafirmasi rating pada BB+ dinilai sebagai bentuk pengakuan atas ekonomi Indonesia.

“Outlook rating dari S&P tersebut merupakan pengakuan atas ketahanan perekonomian Indonesia sebagai hasil koordinasi kebijakan yang telah ditempuh oleh otoritas perekonomian, meskipun terdapat tekanan baik domestik maupun global,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo di Jakarta, Kamis (21/5).

Agus menuturkan, rating action S&P itu juga memperlihatkan peningkatan optimisme dunia internasional atas prospek kinerja ekonomi Indonesia.

“Perbaikan outlook S&P tersebut sesuai dengan prediksi, namun target berikutnya adalah peningkatan rating hingga memperoleh predikat investment grade dari S&P,” kata Agus.

Saat ini, S&P adalah satu-satunya lembaga pemeringkat yang belum menempatkan Indonesia pada posisi investment grade.

Namun, perbaikan outlook tersebut juga mencerminkan kemungkinan Indonesia akan memperoleh peningkatan rating lagi dalam 12 bulan ke depan.

Sebelumnya, dalam siaran pers-nya, sovereign analyst utama S&P untuk Indonesia, Kyran A. Curry, mengatakan bahwa faktor utama yang mendukung perubahan outlook adalah perbaikan kerangka (framework) kebijakan yang telah berhasil meningkatkan kredibilitas kebijakan moneter dan sistem keuangan.

Kebijakan yang lebih efektif dan terarah telah memperkuat sektor fiskal dan cadangan devisa, serta memperbaiki ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Secara lebih rinci, S&P menyatakan bahwa terdapat kemungkinan peningkatan rating Indonesia dalam 12 bulan ke depan, apabila target peningkatan kualitas pengeluaran pemerintah dapat dicapai, termasuk konsistensi penerapan kebijakan harga BBM sesuai harga pasar dan pengalokasian anggaran investasi pemerintah secara efisien.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polda Jabar Ungkap Peredaran Pupuk Palsu

Jakarta, Aktual.co — Polda Jawa Barat mengungkap peredaran pupuk palsu, yang menggunakan kemasan merek ternama kepada para petani di Kabupaten Cianjur.
“Pelaku menjual dengan menggunakan nama Ponska,” kata Kepala Polda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan kepada wartawan di Bandung, Kamis (21/5).
Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar mengerebek pabrik yang memproduksi pupuk ilegal di Jalan Tungturunan, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Rabu (13/5) berikut mengamankan pemiliknya inisial AS.
“AS alias YA diduga keras mengedarkan pupuk yang tidak sesuai label dan menjualnya kepada para petani di wilayah Kabupaten Cianjur,” katanya.
Kapolda mengatakan, AS diduga dengan sengaja mengedarkan pupuk berkualitas isi tidak sesuai label. Hasil pemeriksaan sementara, kata Kapolda, AS diketahui mendapat barang dari seseorang inisial JE atau pemilik pabrik di Jalan Raya Gunung Masigit, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
“Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku dengan memproduksi dan mengedarkan pupuk palsu yang kemasannya menyerupai kemasan pupuk yang diproduksi resmi produsen pupuk legal,” kata Kapolda.
Dia menjelaskan, pupuk palsu itu diperoleh dari JE dengan harga Rp750/kg, kemudian dijual AS seharga Rp800/kg kepada para petani. Sedangkan, pupuk jenis Ziophoska dijual Rp1.050/kg dengan harga beli Rp1.000/kg, padahal harga eceran tertinggi pupuk di Cianjur untuk Poskalmic Si-P 36 seharga Rp2.000/kg, sementara Ponska Rp2.300/kg.
“Mereka dapat menjual murah, karena bahan bakunya berasal dari batu zeolite,” kata Kapolda.
Dia menegaskan, pupuk palsu yang diedarkan itu telah menimbulkan kerugian bagi petani dan dapat merusak tanaman. Menurut dia, pupuk tersebut bukan menyuburkan tanah, tetapi akan menambah hara pada tanaman yang membuat kering daun serta menurunkan produktivitas.
“Fungsi pupuk adalah menambah nutrisi atau hara yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman,” katanya.
Dalam kasus itu polisi menyita barang bukti 23 ton pupuk ilegal dengan perincian 200 karung Poskalmic Si-P 36 dengan berat masing-masing 50 kg, 200 karung Ziophoska, 40 karung Phonska, 500 kg tepung zeolite dan 250 kg batuan zeolite.
Orang yang terlibat dalam kasus pupuk palsu itu dijerat Pasal 60 huruf j jo. Pasal 37 ayat (1) UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara dan UU No 3/2014 tentang Perindustrian.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain