11 April 2026
Beranda blog Halaman 36051

Penenggelaman Kapal Asing Sudah Sesuai Prosedur

Jakarta, Aktual.co — Asisten III Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara, Malton Andalangi mengatakan, eksekusi penenggelaman kapal ikan berbendera asing sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Eksekusi penenggelaman kapal-kapal ikan asing itu adalah bagian dari proses hukum di Indonesia, khususnya penegakan hukum di laut, prosedur dan mekanismenya sudah tepat,” kata Andalangi, di Bitung, Kamis (21/5).
Penenggelaman kapal-kapal ikan asing itu dilakukan karena dinilai telah melakukan suatu kejahatan, mengambil kekayaan laut di perairan Indonesia secara ilegal.
“Mereka melakukan ilegal fishing, menangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia secara ilegal serta tidak memiliki kelengkapan berupa dokumen yang syah.”
Sebanyak 14 buah kapal ikan asing yang ditenggelamkan Rabu (20/5) oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, dipimpin Direktur Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Asep Burhanudin, bekerjasama TNI-AL, dipimpin Mayjen TNI AL Darwanto, Rabu (20/5) di Bitung.
Kapal-kapal asing tersebut menggunakan dinamit dengan daya ledak rendah sehingga kondisi kapal tetap terjaga dan dapat dijadikan rumpon bagi para nelayan diperairan tersebut.
Penegakkan hukum tersebut berjalan sukses, disaksikan Kapolda Sulut, Brigjen Polisi Wilmar Marpaung, parapejabat Dinas Perikanan dan Kelautan Sulut serta turut mengundang warga sekitarnya menyaksikan peristiwa tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengamat: Kita Tunggu Tata Ruang Zonasi Teluk Jakarta Seperti Apa

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna menyebut bahwa reklamasi Teluk Jakarta masih ditunggu seperti apa tata ruang zonasinya.
“Ini sudah ada di tata ruang. Nah, bagaimana dengan tata ruang zonasinya? Ini kita tunggu aja dari DPRD, keputusan undang-undangnya seperti  apa,” kata Yayat, Rabu (21/5).
Dirinya menilai persoalan reklamasi Teluk Jakarta mekenismenya dikeluarkan tanpa mengikuti aturan yang detail (Baca: Pakar: Tak Bisa Ahok Paksakan Teluk Jakarta Jadi Kewenangan Daerah). 
.Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kemungkinan merasa sudah melalui mekanisme, padahal persoalan sosialnya belum tuntas.
“Yang jadi pertanyaan apakah ijin itu dilakukan secara mkanisme yang benar atau tidak, sudah mengacu tata ruang atau tidak. Kadang mekanisme dikeluarkan tanpa mengikuti aturan atau ketentuan yang sudah ditetapkan. Mungkin disitu masih ada masalah kebijakan dan undang-undang mengenai kawasan pesisir yang menjadi kewenangan kementerian. Amdalnya sendiri juga perlu,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Phapros Bukukan Laba Rp45 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Perseroan Terbatas Phapros Tbk, perusahaan farmasi nasional, membukukan laba bersih selama 2014 sebesar Rp45 miliar, atau naik sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2014 merupakan tahun yang krusial. Bukan hanya bagi kami, melainkan juga bagi kalangan industri farmasi di Indonesia,” kata Direktur Utama PT Phapros Iswanto di Semarang, Kamis (21/5).

Hal tersebut diungkapkan Iswanto usai memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Phapros Tbk. Tahun Buku 2014 yang berlangsung di Ballroom Hotel Gumaya Tower Semarang.

Menurut dia, berbagai dinamika dihadapi kalangan industri farmasi di Indonesia pada tahun 2014, seperti diberlakukannya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Belum lagi, kata dia, industri farmasi nasional pada tahun 2014 dihadapkan pada pertumbuhan farma nasional yang relatif kecil, yakni 8,3 persen dan inflasi yang mencapai 8,4 persen.

“Di tengah berbagai kendala yang dihadapi industri farmasi, Phapros berhasil meningkatkan penjualan hingga Rp578 miliar atau naik sebesar 10,8 persen dengan laba bersih mencapai Rp45 miliar,” katanya.

Ia mengakui pemberlakuan BPJS memang membuat penjualan produk “branded ethical” (obat dengan resep) mengalami penurunan pada tahun 2014 sebesar 18 persen dari sebelumnya Rp191,7 miliar.

Pemberlakuan BPJS, kata Iswanto, memang memberikan dampak luar biasa bagi kalangan industri farmasi, terutama pada produk “branded ethical”. Namun, produk generik mengalami kenaikan signifikan.

“Dari laba bersih Rp45 miliar yang diperoleh pada tahun 2014, diputuskan pembagian dibiden sebesar Rp50 persen atau senilai Rp22,6 miliar,” kata Direktur Keuangan Phapros Budi Suseno.

Untuk meningkatkan profit pada tahun-tahun berikutnya, Phapros memiliki beberapa rencana jangka panjang, seperti menjadikan perseroan sebagai “contract manufacturing organization” (CMO).

Khususnya, kata Budi, untuk produk parenteral (injeksi) dan memperluas pasar ekspor dengan memprioritaskan produk tersebut yang sudah diakui sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

Selain itu, pada RUPS PT Phapros Tbk. Tahun Buku 2014 itu juga menetapkan susunan komisaris baru, yakni Dandossy Matram, S.E., Prof. Dr. Fasli Jalal, dan Drs. Masrizal A. Syarief.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Lestarikan Budaya Leluhur, Komunitas Wayang UI Gelar Gebyar Wayang 2015

Jakarta, Aktual.co — Komunitas Wayang Universitas Indonesia menggelar Gebyar Wayang UI (GWUI) 2015 di Balairung UI kampus Depok, 21-23 Mei 2015 melestarikan seni budaya leluhur.

“Jaga tradisi karya leluhur walau kita hidup pad zaman modern,” kata Ketua Komunitas Wayang UI Dwi Woro Retno Masturti di Rektorat UI Depok, Kamis (21/5).

Ia mengatakan jika Wayang tak dikenal kalangan generasi muda, maka sulit untuk melestarikan budaya tersebut.

“Dengan mendekatkan wayang ke lingkungan kampus, dapat mengingatkan kita akan pentingnya pembinaan budi pekerti bagi generasi bangsa,” katanya.

Menurut dia membangun budi pekerti tidak akan lepas dari proses meningkatkan kecerdasan, baik kecerdasan intuisi, perasaan, emosi, nalar maupun naluri.

Dikatakannya nilai-nilai yang diajarkan dalam wayang sejalan dengan nilai-nilai untuk membentuk Indonesia menjadi negara yang mengagungkan nilai moral dan agama, yang mampu membedakan baik dan buruk, menghargai hak asasi manusia serta kecintaan terhadap negara.

“Seni wayang merupakan salah satu media komunikasi, pembelajaran dan pembentukan karakter,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan nilai-nilai seni wayang yang sejalan dengan nilai kepribadian bangsa perlu didukung oleh kegiatan pendidikan yang berfokus pada seni wayang.

Pada ‘GWUI 2015’ akan dilaksanakan Lomba Karawitan Jawa UI 2015 (Kamis, 21 Mei 2015), pertunjukan wayang kulit Tionghoaa Jawa, wayang Betawi dan pada malam puncak acara yaitu pada Jumat (22/5), akan diselenggarakan Pergelaran Wayang Kulit Purwa oleh Ki Manteb Soedharsono. Selain itu GWUI 2015 juga akan diisi bazaar dan pameran wayang, batik, keris, batu akik, buku, barang antik, benda pusaka, makanan, dan lain-lain.

Komunitas Wayang UI (KWUI) adalah komunitas yang terdiri atas dosen, karyawan, dan mahasiswa yang memiliki kepedulian dan perhatian pada pelestarian wayang. Salah satu acara tahunan KWUI adalah menyelenggarakan pertunjukan wayang di kampus UI yang dikenal dengan sebutan Wayang goes to Campus (WGTC).

Pada tahun 2015, KWUI mengubah sebutan WGTC menjadi Gebyar Wayang UI (GWUI), sebagai wujud rasa nasionalisme terhadap slogan satu bahasa, bahasa Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawazir Grup Buka Kebun Jamur 7,5 Hektare di Serbia

Jakarta, Aktual.co —   Kelompok usaha Bawazir Group, melalui perusahaan Delta Danube, membuka kebun jamur seluas 7,5 hektare di Kota Kovin yang berjarak sekitar 80 kilometer sebelah timur Beograd, ibu kota Serbia.

Siaran pers KBRI Beograd yang diterima di Jakarta, Kamis (21/5) menyebutkan kepastian bisnis perusahaan Indonesia di Serbia itu dilakukan dalam penandatanganan kontrak sewa lahan seluas 7,5 hektare antara Wali Kota Kovin Sanja Petrovic dan pimpinan Delta Danube Nebojsa Panic pada Selasa (19/5) lalu.

Penandatangan bisnis itu disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Republik Serbia merangkap Montenegro Harry RJ Kandou, Sunil Mamgaim selaku Direktur Eksekutif PT Eka Timur Raya, anak usaha Bawazir Group yang mengelola perkebunan jamur di Indonesia, Ketua Parlemen Kovin Tihomir Vukosavljevic, Darko Bakovic (Deputi Wali Kota Kovin), Nada Rovcanin (Penasihat Wali Kota), Dragan Dragic (Asisten Wali Kota), Jelena Colakovic (Sekretaris Daerah Kovin), Sava Krstic (anggota DPRD Kovin), dan Zeljko Susec (anggota Parlemen Serbia).

Kesepakatan sewa lahan tersebut memfasilitasi tahap-tahap berikutnya dari realisasi investasi Delta Danube yang meliputi konstruksi bangunan, pelaksanaan produksi, dan pengiriman produk akhir untuk konsumen yang berada di Serbia maupun pasar ekspor.

Delta Danube meyakini prospek perkembangan bisnis jamur yang baik di Kota Kovin mengingat kondisi iklim dan lahan yang mendukung di samping ketersediaan tenaga terampil yang cukup memadai.

Dubes berharap perusahaan itu tidak saja berkembang menjadi salah satu elemen penguat kerja sama ekonomi dan persahabatan bilateral, namun juga dapat membantu mendorong pengembangan ekonomi lokal.

“Sukses Delta Danube ditentukan pula oleh keberlanjutan dukungan dari pihak terkait di Kota Kovin. Karenanya, kami minta perhatian masyarakat dan Pemerintah Kota Kovin agar senantiasa mengupayakan kondisi terbaik bagi perkembangan bisnis Delta Danube,” kata Dubes.

Dubes RI menekankan pentingnya dukungan semua pihak untuk mengawal koneksi yang telah terbentuk agar lebih berkembang lebih dalam dan menjadi kekuatan yang turut menggerakkan transformasi bidang-bidang potensial lainnya menjadi kerjasama nyata.

Sementara itu Sunil Mamgaim menyebutkan perusahaannya mampu memproduksi hingga 26 ton jamur per hari di Indonesia.

“Dengan pengalaman ini, kami berharap bisnis jamur yang dimulai di Kota Kovin ini akan terus berkembang dan tumbuh menjadi yang terbesar di wilayah Balkan di masa depan,” katanya.

Ia berharap lebih banyak lagi investor dari Indonesia ke Serbia.

Sedangkan Sanja Petrovic mengatakan Kota Kovin membuka pintu untuk kerja sama yang lebih luas dengan Indonesia, tidak saja dalam bidang ekonomi namun juga dalam pariwisata, kebudayaan dan pendidikan.

Kota Kovin berpenduduk sekitar 37 ribu jiwa dan wilayahnya terhampar pada areal seluas 730 kilometer persegi dengan aktivitas utama pendudk di bidang berupa pertanian, industri garmen dan alas kaki.

Posisi Kota Kovin yang berdekatan dengan lokasi pabrik baja terbesar di Serbia, Zelezara, mendorong pula perkembangan aneka kegiatan pendukung industri.

Bawazir Group memiliki sejumlah anak usaha yang bergerak di berbagai bidang termasuk perbankan, property, pertanian, pemrosesan makanan, perikanan, pertambangan, dan perdagangan umum.

Proyek Delta Danube menambah daftar investasi Indonesia di Serbia, yang meskipun jumlah masih terbatas namun terus berkembang positif.

Kedutaan Besar RI di Beograd mengundang pelaku bisnis di tanah air agar segera menggarap peluang-peluang yang terbuka di wilayah Serbia dan Montenegro baik melalui skema kerja sama perdagangan maupun investasi.

Pasar kedua negara tersebut relatif terbuka untuk ragam produk Indonesia dan lokasinya cocok untuk dijadikan pusat (hub) untuk memasuki pasar Eropa, khususnya Uni Eropa.

Terbuka pula peluang investasi di mana saat ini Pemerintah Serbia menawarkan sekitar 350 BUMN kepada investor yang berminat melalui proses privatisasi. Terdapat pula sejumlah BUMN yang akan dipailitkan dan dijual aset-asetnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK Segera Laporkan Hakim Upiek ke MA dan KY

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melaporkan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Yuningtyas Upiek Kartikawati ke Mahkamah Agung (MA). Hal itu lantaran, KPK menilai Hakim Upiek telah melanggar kode etik.
Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP mengatakan, salah satu alasan pelaporan itu, karena Hakim Upiek melarang Biro Hukum KPK untuk menghadirkan saksi dalam sidang praperadilan mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.
“Kami menganggap pada proses praperadilan IAS yang menurut kami tidak fair (adil) dalam konteks persidangannya. Misalnya ada yang kami ajukan saksi tapi ditolak. Kira-kira itu seperti pelanggaran kode etik,” papar Johan, ketika jumpa pers di gedung KPK, Kamis (21/5).
Diketahui, Hakim Upiek merupakan pimpinan tunggal saat sidang praperadilan tersangka kasus dugaan korupsi kerjasama kelola, dan transfer untuk instalasi PDAM Kota Makassar.
Tidak hanya melaporkan ke MA, Johan pun menyebut  juga akan melaporkan Hakim Upiek ke Komisi Yudisial (KY). Dia menegaskan, pelaporan itu paling lambat akan dilaksanakan pada Jumat (22/5).
“Mungkin besok atau hari ini,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain