11 April 2026
Beranda blog Halaman 36050

Harga Minyak Melonjak Dipicu Berkurangnya Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak global melonjak pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena penurunan persediaan dan produksi minyak mentah AS menimbulkan harapan pengurangan dalam kelebihan pasokan global.
Melansir laman AFP, Jumat (22/5), patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 1,74 dolar AS menjadi berakhir pada 60,72 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menguat sekitar satu dolar pada Rabu. Sementara itu, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juli, patokan global, ditutup pada 66,54 dolar AS per barel di perdagangan London, melompat 1,51 dolar AS dari penyelesaian Rabu.
Reli minyak bumi “didukung oleh keyakinan kuat bahwa kenaikan permintaan dan penurunan produksi minyak serpih akan diterjemahkan ke dalam harga yang lebih tinggi,” kata Tim Evans dari Citi Futures.
Pasar minyak menguat untuk hari kedua karena laporan mingguan persediaan minyak Departemen Energi AS pada Rabu menunjukkan persediaan minyak mentah AS jatuh untuk ketiga minggu berturut-turut, sebesar 2,7 juta barel, lebih besar dari perkiraan para analis, dan produksi minyak mentah AS turun 112.000 barel per hari.
“Saya hanya belum melihat apa pun untuk membenarkan kenaikan ini. Laporan kemarin sedikit ‘bullish’ tetapi tidak banyak,” kata James Williams dari WTRG Economics.
“Orang-orang bisa melihat itu sebagai sebuah tanda bahwa produksi akan turun sedikit, tetapi ada tanda-tanda bahwa beberapa perusahaan akan mulai melakukan pengeboran lagi. Jadi tidak akan ada penurunan besar dalam produksi AS yang akan membenarkan pergerakan kenaikan harga lebih besar.” Kenaikan harga minyak terjadi meski data manufaktur buruk di Tiongkok, zona euro dan Amerika Serikat.
“Pelemahan sekarang diharapkan akan dikelola oleh kebijakan-kebijakan uang longgar gubernur bank-bank sentral, dengan pertumbuhan melonjak kemudian,” kata Evans.
“Ini adalah ‘berita buruk adalah berita baik’ klasik yang logis, tetapi dalam pandangan kami kurangnya percepatan ekonomi saat ini berarti bahwa pertumbuhan permintaan minyak cenderung menjadi rendah.” Risalah Federal Reserve dari pertemuan kebijakan moneter April yang dirilis pada Rabu menyatakan The Fed akan menunda kenaikan suku bunga yang telah diperkirakan pada Juni, karena data ekonomi AS lesu.
Dolar jatuh karena prospek kenaikan suku bunga ditangguhkan, membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih menarik bagi para pembeli yang menggunakan mata uang lemah.
Para analis mengatakan bahwa harga minyak juga didukung oleh kekhawatiran geopolitik, termasuk kerusuhan di Yaman dan kemajuan kelompok pemberontah Negara Islam (IS) di Suriah dan Irak.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapolri Berharap Ada Jebolan Polri jadi Pimpinan KPK

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jenderal Badrodin Haiti berharap ada mantan anggota Polri, yang bisa menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mendatang.
“Kita harapkan seperti itu, termasuk kejaksaan juga (berharap) seperti itu,” kata Badrodin di Kejaksaan Agung, Kamis (21/5) malam.
Menurut dia, jika ada mantan anggota Polri di KPK, tentu penyidik Polri di sana ada yang mengkoordinir. Selain itu, kalau ada aspirasi yang tidak bisa disampaikan ke Mabes Polri bisa disampaikan ke perwakilan yang ada di KPK. “Kan itu lebih baik.”
Saat ditanya siapa mantan anggota Polri yang layak jadi pimpinan KPK, alumnus akademi Kepolisian 1982 itu tak mau menjawab tegas. “Ya, kita kan tentu pasti lihat rekam jejaklah, itu pasti ada catatan masing-masing,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Aktifis: Usut Dugaan Penimbunan Beras Perusahaan Menteri dan Eks Menteri

Jakarta, Aktual.co — Saat ini sedang beredar isu beras plastik yang dijual bebas dan konsumsi oleh para warga, kejadian ini memang ada tetapi terkesan sangat dibesar-besarkan. Karena ada hal yang lebih penting untuk dibongkar.
Direktur Gaspol Indonesia Virgandhi Prayudantoro, mengatakan bahwa yang paling penting harus dibongkar yakni indikasi penimbunan beras yang dilakukan perusahaan milik menteri kabinet kerja dan eks menteri pertanian. “Kita jangan terkecoh dengan berita beras plastik karena mungkin ini hanya pengalihan isu belaka,” tandasnya
Gandhi, panggilan akrabnya, dengan adanya berita beras plastik ini nantinya akan terjadi kelangkaan beras, dan kenapa beras menjadi langka karena sudah terjadi penimbunan yang dilakukan oleh oknum-oknum mafia beras ini.
“Bila terjadi kelangkaan beras maka harganya akan naik dan rakyat menjadi korbannya lagi, Hal ini harus diperhatikan oleh Presiden Jokowi untuk segera melakukan penyelidikan untuk menyelesaikan masalah ini. Karena hal ini sudah melanggar UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan,” ungkap Gandhi.
Isu ini harus segera diantisipasi karena ini tindakan yang berbahaya untuk kepentingan rakyat apalagi kalau soal pangan seperti ini. “Saya berharap Presiden Jokowi untuk secepatnya mengusut hal ini agar kedepan tetap konsisten tidak mengimpor beras, apabila ini tidak diatasi dengan baik makanya akan terciptanya kelangkaan sehingga memaksi pemerintah untuk membuka keran impor beras,” tutupnya.
Seperti diketahui, dua perusahaan milik seorang menteri di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla dan mantan menteri diduga melakukan praktik mafia dengan memborong dan menimbun beras. Perusahaan ini membeli beras di atas harga pembelian pemerintah (HPP) sehingga ”mematikan” peran Bulog.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Batal Diperiksa Kasus TVRI, Mastur Beralasan Shuting Film

Jakarta, Aktual.co — Komisaris PT Viandra Production Mastur Irawan batal diperiksa penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung). Adik komedian Mandra Naih itu beralasan sedang syuting film di Semarang.
“Saksi Mastur Irawan tidak hadir dengan alasan pembuatan film di Semarang,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Tony T Spontana di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (21/5) malam.
Sedianya, Mastur dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi bersama dengan Aliah yang merupakan istri dari tersangka Iwan Chermawan. Namun, Aliah juga tidak hadir dengan alasan sakit.
Sementara itu, satu saksi lainnya yaitu Komisaris PT Media Arts Image, Intan Putri Hartyas hadir memenuhi panggilan jaksa penyidik.‎ Intan diperiksa mengenai kegiatan bisnis yang dilakukan perusahaannya terkait proyek yang diindikasi korupsi tersebut.
“Saksi Intan diperiksa khususnya dalam melaksanakan tiga paker pekerjaan‎ yang dimenangkan dalam lelang pengadaan acara siap siar.”
Diketahui, jaksa penyidik telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Terakhir, jaksa menetapkan ‎mantan Direktur Program dan Bidang Lembaga Siap Siar (LPP) TVRI Irwan Hendarmin menjadi tersangka menyusul tiga tersangka lain yang telah mendekam di rumah tahanan.
‎Dalam kasus dengan nilai proyek Rp 47,8 miliar tersebut jaksa penyidik telah menetapkan komedian Mandra Naih alias Mandra sebagai tersangka serta 2 orang lainnya yaitu Iwan Chermawan selaku Direktur PT Media Art Image dan Yulkasmir selaku pejabat pembuat komitmen yang juga adalah pejabat teras di TVRI.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Laju IHSG Diprediksi Bertahan di Zona Hijau

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mampu bertahan di zona hijau. Meski sepanjang intraday perdagangan cenderung variatif dan pembalikan arah melemah.
“Munculnya berita positif berupa kenaikan peringkat outlook surat utang Pemerintah oleh Standard & Poor’s yang diikuti berita pembagian deviden dari beberapa emiten mampu membalikan animo pelaku pasar. Arah IHSG yang sebelumnya sempat ilang mood, secara perlahan mampu kembali dan membuat laju IHSG kembali berbalik ke zona hijau,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada perdagangan Jumat (22/5) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.270-5.288 dan resisten 5.325-5.350. Menurutnya, masih adanya utang gap 5.273-5.275 yang dapat memicu adanya aksi jual. 
“Meski masih terdapat peluang kenaikan dan harapan kami pun masih sama, dimana berharap kenaikan dapat berlanjut meski kemungkinan aksi-aksi profit taking masih akan terjadi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Imbas Pelemahan Dolar AS, Rupiah Diprediksi Menguat

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah kemarin mampu melanjutkan kenaikannya. Seiring respon positif pelaku pasar terhadap hasil FOMC minutes yang mengindikasikan Fed Rate masih di level rendah. 
“Para pemangku kebijakan The Fed merasa prematur untuk menaikan Fed rate di bulan Juni sehingga mengindikasikan masih melambatnya ekonomi AS,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Lebih lanjut dikatakan dia, kondisi tersebut membawa laju dolar AS melemah dan berimbas pada menguatnya laju Rupiah. 
Pada Jumat (22/5) Rupiah diperkirakan Reza berada di bawah target level resisten 13.165, yakni Rp13.165-13.145 (kurs tengah BI). Menurutnya, dengan adanya sentimen melemahnya laju dolar AS, diharapkan berimbas positif pada laju Rupiah. 
“Kami harapkan imbas positif pada laju Rupiah dapat berlanjut,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain