11 April 2026
Beranda blog Halaman 36049

Mantan Ketua YLKI: Pemerintah Harus Usut Tuntas Menteri dan Eks Menteri Penimbun Beras

Jakarta, Aktual.co — Indah Sukmaningsih mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengatakan pemerintah harus tanggap dengan kabar adanya penimbunan beras yang diduga dilakukan oleh oknum menteri dan mantan menteri ini. 
Indah juga menjelaskan, kalau pemerintah selama ini hanya pasif menangani mafia beras ini, seharusnya pemerintah yang mempunyai power kuat untuk mengamankan kebutuhan pokon masyarakat ini.
“Usut tuntas dong, ini khan menyangkut dengan kebutuhan mendasar dan pokok masyarakat, kalau terjadi pembiaran akan menjadi bom waktu masalah yang besar,” ucapnya, di Jakarta, Jum’at (22/5).
Isu ini harus segera diantisipasi karena ini tindakan yang berbahaya untuk kepentingan rakyat apalagi kalau soal pangan seperti ini. “Saya berharap Presiden Jokowi untuk secepatnya mengusut hal ini agar kedepan tetap konsisten tidak mengimpor beras, apabila ini tidak diatasi dengan baik makanya akan terciptanya kelangkaan sehingga memaksa pemerintah untuk membuka keran impor beras,” tutupnya.
Seperti diketahui,  Saat ini sedang beredar isu beras plastik yang dijual bebas dan konsumsi oleh para warga, kejadian ini memang ada tetapi terkesan sangat dibesar-besarkan. Karena ada hal yang lebih penting untuk dibongkar.
Direktur Gaspol Indonesia Virgandhi Prayudantoro, mengatakan bahwa yang paling penting harus dibongkar yakni indikasi penimbunan beras yang dilakukan perusahaan milik menteri kabinet kerja dan eks menteri pertanian. “Kita jangan terkecoh dengan berita beras plastik karena mungkin ini hanya pengalihan isu belaka,” tandasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Akan Minta Maaf Terhadap Enam kasus Pelanggaran HAM Berat Ini

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah berencana akan menyelesaikan sejumlah kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Namun, penyelesaian yang dipilih tim gabungan dengan cara non-yudisial atau rekonsiliasi.
Komisioner Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Nur Kholis mengatakan tim gabungan rekonsiliasi akan menangani enam kasus. Menurut dia, lembaganya saat ini telah menyelesaikan proses penyelidikan terhadap keenam kasus tersebut.
“Itu yang sudah selesai tahap penyeledikan oleh Komnas HAM,” kata Nur Kholis, di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (21/5) malam.
Sementara, Jaksa Agung HM Prasetyo mengungkapkan, dengan ditempuhnya cara rekonsiliasi sebagai penyelesaian, maka hasil temuan dilapangan akan diuraikan kebenarannya.
Selain itu, Prasetyo pun memaparkan hasil pertemuan dengan perwakilan sejumlah lembaga penegak hukum seperti Kapolri, Menkopolhukam, Komnas HAM, BIN serta perwakilan dari Kemenkum HAM dan TNI yang digelar di kantornya itu.
Pertama, sebut dia, nantinya akan ada semacam pernyataan bahwa betul ada pelanggaran HAM. “Kemudian kedua dengan adanya pelanggaran HAM itu kita berkomitmen ke depan untuk tidak akan terulang lagi. Ketiga baru Presiden atas nama negara menyatakan penyesalan dan minta maaf. Itu poin-poin dari rekonsiliasi.”
Mantan politisi partai Nasdem ini menyebut ada enam kasus yang akan ditangani, dan diselesaikan secara bersamaan. Hal itu dilakukan agar efektif dan praktis.
“Kita akan selesaikan secara bersamaan. Tidak satu per satu. Karena ada di era pemerintahan yang sama, rezim yang sama,”‎ ujar Prasetyo.
Sebenarnya, dalam pertemuan pertama, ada tujuh kasus pelanggaran HAM berat masa lalu akan diselesaikan. Namun, dalam pertemuan kedua hanya enam kasus yang ditangani oleh komite gabungan tersebut.
Adapun keenam kasus tersebut adalah‎ kasus peristiwa 1965-1966, penembakan misterius 1982-1985, Talang Sari di Lampung (1989), penghilangan orang secara paksa 1997-1998, kerusuhan Mei 1998, serta peristiwa Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II‎.
Sementara satu kasus lagi yaitu peristiwa Wasior dan Wamena 2003 lantaran terjadi setelah Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Nantinya kasus itu akan dituntaskan melalui pengadilan HAM permanen.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

“Outlook” Perekonomian RI Positif, IHSG Dibuka Naik 11 Poin

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan pagi ini bergerak di zona hijau. Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 6,757 poin (0,13%) ke level 5.319,965. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 1,717 poin (0,19%) ke level 929,110.
Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (22/5/2015), IHSG bertambah 11,660 poin (0,22%) ke level 5.324,868. Indeks LQ45 tumbuh 2,622 poin (0,28%) ke level 929,464. Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG maju 13,367 poin (0,25%) ke level 5.326,575. Sementara Indeks LQ45 naik 3,082 poin (0,33%) ke level 930,475.
“Munculnya berita positif berupa kenaikan peringkat outlook surat utang Pemerintah oleh Standard & Poor’s yang diikuti berita pembagian dividen dari beberapa emiten mampu membalikan animo pelaku pasar. Arah IHSG yang sebelumnya sempat ilang mood, secara perlahan mampu kembali dan membuat laju IHSG kembali berbalik ke zona hijau,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada perdagangan Jumat (22/5) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.270-5.288 dan resisten 5.325-5.350. Menurutnya, masih adanya utang gap 5.273-5.275 yang dapat memicu adanya aksi jual. 
“Meski masih terdapat peluang kenaikan dan harapan kami pun masih sama, dimana berharap kenaikan dapat berlanjut meski kemungkinan aksi-aksi profit taking masih akan terjadi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, IHSG kembali menorehkan kenaikan yang cukup signifikan, ditunjang oleh capital inflow yang mulai kembali mengalir ke pasar modal.
“Makin menunjukkan kepercayaan dan keyakinan investor masih cukup tinggi terhadap negara kita,” kata William dalam risetnya, Jumat (22/5).
Menurutnya, dalam jangka pendek, IHSG telah menkonfirmasi pola uptrend. Target resisten berada pada level 5.369, dengan support 5.214.
“Jikalau terjadi koreksi, sifatnya wajar di tengah kenaikan yang sedang berlangsung, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai momen untuk melakukan akumulasi beli. Hari ini IHSG masih berpotensi untu melakukan penguatan,” ungkap dia.
Pada perdagangan hari ini, Jumat (22/5), Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 5.214 – 5.369.
Dalam risetnya, William juga mengemukakan sejumlah saham yang dapat dipertimbangkan hari ini adalah TOTL, ERAA, BBNI, JSMR, BBTN, BBCA dan ISAT.

Artikel ini ditulis oleh:

The Fed Berencana Izinkan Bank Gunakan Obligasi Pemda Sebagai Penyangga Likuiditas

Jakarta, Aktual.co — Federal Reserve AS berencana mengizinkan bank-bank besar menggunakan instrumen utang negara (general obligation bonds) dan obligasi pemda (municipal bonds) tertentu sebagai aset likuid untuk memenuhi aturan regulasi yang bertujuan menjaga keamanan bank selama krisis.
Pengusulan revisi peraturan dirilis oleh The Fed pada Kamis (21/5) waktu setempat atau Jumat (22/5) pagi WIB, akan memperpanjang sampai batas tertentu pelonggaran persyaratan likuiditas pada bank-bank besar.
Pada September lalu, The Fed merilis usulan persyaratan aturan likuiditas, mengharuskan bank-bank besar menampung aset likuid berkualitas tinggi (HQLA) yang dapat dengan mudah dan cepat dikonversi menjadi uang tunai selama periode ketegangan keuangan. Pada saat itu, obligasi pemda tidak termasuk aset likuid berkualitas tinggi.
The Fed mengatakan pada Kamis bahwa beberapa obligasi negara dan pemda dapat dihitung sebagai HQLA jika memenuhi kriteria likuiditas yang sama yang saat ini berlaku untuk surat utang korporasi.
Peraturan yang diusulkan tidak akan berlaku untuk semua lembaga keuangan, namun hanya bank-bank besar dengan 250 miliar dolar AS atau lebih total aset konsolidasi atau anak-anak perusahaan bank ini dengan aset 10 miliar dolar atau lebih.
The Fed mengatakan aturan yang diusulkan akan mempertahankan standar likuiditas yang kuat sambil memberikan bank dengan fleksibilitas untuk mempertahankan kisaran HQLA lebih luas.
Namun media lokal melaporkan bahwa regulator perbankan lainnya di AS, seperti Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) dan Lembaga Penjamin Simpanan Federal (FDIC), belum sepakat untuk memperlonggar peraturan likuiditas dan mengatakan hanya The Fed telah mengusulkan perubahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapolri Belum Dapat Laporan Penetapan Tersangka Gubernur Bengkulu

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengaku belum dapat laporan soal penetapan tersangka Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah terkait korupsi honor tim pembina rumah sakit umum (RSU) M Yunus Bengkulu tahun 2011 sebesar Rp 5,4 miliar.
“Itulah, yang bilang (tersangka) siapa?” kata Badrodin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (21/5).
Jebolan Akpol 1982 itu mengaku sampai saat ini belum mendapat informasi terkait penetapan Junaidi sebagai tersangka. “Belum ada penetapan, belum ada laporan penetapan,” kata mantan Kabaharkam Polri dan Kapolda Jawa Timur tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso menyatakan, pihaknya secara administratif telah menetapkan Junaidi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kasus pada 2011 silam.
“Sudah jadi tersangka. Secepatnya akan kita periksa di Bareskrim. Kita sudah memeriksa semua saksi-saksi dalam kasus ini,” kata Budi di Mabes Polri Rabu (13/5).
Apalagi kasus ini telah dilimpahkan Polda Bengkulu ke Mabes Polri pada 24 April lalu. Pelimpahan tersebut dilakukan untuk menghindari konflik kepentingan mengingat yang bersangkutan seorang gubernur.
Pada 2011, Junaidi mengeluarkan Surat Keputusan nomor Z.17 XXXVIII tahun 2011 tentang pembinaan manajemen RSU M Yunus Bengkulu.  SK itu bertentangan dengan Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Dewan Pengawas.  Berdasarkan permendagri tersebut, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak mengenal tim pembina.
Kasus ini kemudian diusut Polda Bengkulu dan berhasil menetapkan beberapa tersangka, termasuk Direktur RSU M Yunus Bengkulu yang ketika itu dijabat Zulman Zuhri.
Bahkan, Zulman telah divonis majelis hakim PN Bengkulu selama 2,5 tahun penjara. Demikian pula beberapa pejabat RSU setempat sudah divonis beberapa tahun penjara oleh PN Bengkulu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Gas Arun ke KIM Dan KEK Sei Mangkei Beroperasi di Kuartal Empat 2015

Medan, Aktual.co — PT Pertagas menyebutkan bahwa gas Arun yang diperuntukkan bagi Kawasan Industri Medan (KIM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sudah bisa beroperasi di kuartal ke empat tahun ini.
Hal itu terungkap dalam pertemuan Direktur Energi Baru dan Terbarukan PT Pertamina (Persero), Yenni Andayani dengan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di rumah dinas Gubsu Jalan Sudirman 41, ditulis Jumat (21/5).
“Kami siap utk memasokkan gas ke wilayah Sumut, khususnya untuk KIM dan KEK Sei Mangkei,” ujar Andayani.
Menurut Andayani, gas yang akan masuk ke kawasan industri itu nantinya merupakan gas dari Arun yang pipanya ditarik dari Belawan.
“Jadi kita masih khusus untu KIM dan KEK Sei Mangkei dengan pipa antara 250 sampai 300 mm. Untuk pipa ke arah KIM kuartal ke-4 sudah bisa beroperasi,” sebut Andayani.
Untuk itu, Andayani berharap, kerjasama dengan pemerintah daerah seperti pembebasan lahan yang sudah rampung.
“Terimakasih soal pembebasan lahannya pak. Biasanya pembebasan lahan awalnya ada komplain seperti soal harga. Pada intinya kami akan mengembangkan wilayah KIM dan KEK Sei Mangkei itu sendiri,” imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho mengatakan krisis gas di industri Sumut sudah lama berlangsung. Untuk itu, realisasi gas untuk kebutuhan industri, baik untuk KIM dan KEK Sei Mangkei sangat ditunggu-tunggu. Pasalnya, lanjut Gubernur selama ini, pasokan gas Arun sudah masuk ke PLN. “Memang energi gas sudah lama krisis di Sumut. Itu kita prihatinlah. Kekurangan pasokan gas membuat pertumbuhan industri kita lamban. Padahal dari sisi potensi, kita memiliki banyak potensi industri,” katanya.
Dari laporan Pertamina, kebutuhan gas untuk KEK Sei Mangkei sebesar 75 MMSCFD. Dari jumlah itu, 40 MMSCFD untuk kebutuhan KEK Sei Mangkei dan selebihnya untuk keperluan listrik di kawasan itu juga. Disebutkan, pada walnya gas arun bisa teraliri pada Juni. Namun, dalam prosesnya, ada kendala yang dihadapi seperti pembebasan lahan. Yang menyebabkan, operasional gas arun teraliri pada Oktober nanti.
Disebutkan, untuk tahun 2016 mendatang, kebutuhan gas untuk industri di Sumut sebesar 200 MMSCFD. Sedangkan tahun ini sekitar 85 MMSCFD berasal dari PLT Gas dari Sicanang dan 25 MMSCFDPN Gas. Jadi ada sekitar 110 MMSCFD.
Dalam waktu dekat, Pemprov Sumut sebagai fasilitator juga akan membahas mensialisasikan soal harga gas yang sampai saat ini belum menemukan harga kesepakatan. PT Pertagas beranggapan bahwa harga yang ditawarkan sudah murah sedangkan bagi pelaku industri harga tersebut terlampau mahal.
“Pemprovsu berharap ada kepastian untuk berapa besarnya pasokan untuk Sumut. Kalau tahun ini ada 200 MMSCFD, tahun depan berapa untuk Sumut? Kalau dari Pemprovsu sih maunya secepatnya,” ujar Gubsu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain