8 April 2026
Beranda blog Halaman 36069

Pengamat: Pertalite Bisa Diterima Jika Kualitasnya Baik dan Ada Penerapan Subsidi

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara Agus Tony Poputra mengatakan peluncuran bahan bakar minyak pertalite bisa diterima sepanjang kualitasnya lebih baik.
“Masyarakat akan menerima, jika kualitas pertalite lebih baik dibandingkan dengan premium,” kata Agus, di Manado, Kamis (21/5).
Dia mengatakan selain kualitas, yang penting juga diperhatikan adalah penerapan subsidinya.
“Saya rasa BBM jenis pertalite harus ada penerapan subsidi karena harga yang akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan premium,” jelas Agus.
Memang premium atau RON 88 sudah tidak lagi diproduksi di negara pengekspor, yang ada tinggal RON 90. Jadi pertamina harus keluar biaya ekstra untuk mengubah RON 90 menjadi premium, memang diakui RON 90 lebih baik dari premium.
PT Pertamina (Persero) akan meluncurkan produk bahan bakar minyak (BBM) baru, Pertalite, di beberapa kota besar Indonesia. BBM baru ini memiliki kadar oktan lebih tinggi dari RON 88 (premium).
Hingga kini, PT Pertamina (Persero) masih dalam proses persiapan peluncuran Pertalite. Awalnya Pertalite akan muncul di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Korupsi UPS, Polri Periksa Bekas Ketua DPRD DKI dan Anggota Komisi E

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah memeriksa empat orang saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS), di sejumlah sekolah di Jakarta.
“Empat orang yang diperiksa ada yang mantan Ketua DPRD DKI hingga bekas anggota DPRD DKI,” kata Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Ahmad Wiyagus, Rabu (20/5) malam.
Wiyagus menuturkan, pemeriksaan terhadap keempat orang itu, untuk melihat secara jelas bagaimana proses pembahasan rancangan APBD Perubahan DKI Jakarta tahun 2014. Dalam RAPBD tahun 2014, pengadaan UPS diketahui turut dibahas di dalamnya.
Selain itu, lanjut Wiyagus, pemeriksaan keempatnya disandingkan dengan proses pemeriksaan terhadap satu tersangka atas perkara tersebut, yakni Alex Usman.  “Tapi antara AU dengan keempatnya tak kami konfrontir ya. Pemeriksaan mereka terpisah. Jadi pemeriksaan saksi dan tersangka,” ujar Wiyagus.
Dalam kasus ini, Bareskrim telah menetapkan dua tersangka, yakni Alex Usman dan Zaenal Soleman. Alex diduga melakukan korupsi saat menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat. 
Sedangkan Zaenal Soleman saat jadi PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat. Mereka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP. 
Berikut keempat orang yang diperiksa oleh penyidik :
1. Ferrial Sofyan dari fraksi Partai Demokrat,- Periode tahun 2009-2014 menjabat sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta dan Ketua Badan Anggaran,- Periode tahun 2014-2019 menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.
2. Syahrial dari fraksi PDI Perjuangan,- Periode tahun 2009-2014 menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Anggota Komisi E,- Periode tahun 2014-2019 menjabat sebagai Anggota Komisi D.
3. Fahmi Zulfikar dari fraksi Partai Hanura,- Periode tahun 2009-2014 menjabat sebagai Anggota komisi E,- Periode tahun 2014-2019 menjabat sebagai Sekretaris komisi E.
4. Firmansyah dari fraksi Partai Demokrat-Periode tahun 2009-2014 menjabat sebagai Ketua Komisi E,- Periode tahun 2014-2019 Firmansyah tidak mencalonkan diri kembali menjadi DPRD DKI Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dalang Korupsi Kondensat, Raden Prijono Tuding Kemenkeu dan ESDM

Jakarta, Aktual.co — Bekas Kepala BP Migas Raden Priono telah merampungkan pemeriksaan, kasus dugaan pencucian uang dengan pokok pidana korupsi penjualan kondensat dari SKK Migas ke PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Rabu (20/5) malam.
Kuasa hukum Raden Priyono Supriyadi menyebut, dalam kasus yang ditangani Polri itu kliennya hanya mengikuti kebijakan pemerintah, termasuk penunjukan langsung penjualan kondesat ke PT TPPI.
“Ada kebijakan yang harus dilaksanakan. Tugas wewenang BP Migas adalah melaksanakan kebijakan,” kata Supriyadi di Bareskrim Mabes Polri. (Baca juga: Ini Dosa SKK Migas di Penjualan Kondensat Lewat TPPI Versi BPK
Namun, saat konfirmasi apakah kebijakan tersebut dari Kementrian ESDM dan Kementrian Keuangan, Supriyadi meminta untuk tanyakan ke penyidik. Dia mengaku sudah membeberkan semua keterangan kliennya soal kebijakan pimpinan kliennya semasa menjabat sebagai BP Migas. (Baca juga: TPPI Pintu Masuk, Tender Migas Era Raden Priyono Paling Brutal)
“Itu kebijakan di atas. yang jelas di sini ada kebijakan negara. Pak (Raden Priyono-red) hanya menjalankan kebijakan. Ada TPPI yang mayoritas sahamnya milik negara.” (Baca juga: Ini ‘Dosa’ Sri Mulyani di Kasus Penjualan Kondensat TPPI)
Dengan adanya kebijakan pemerintah pada saat itu, sambung Supriyadi, lantas kliennya tak bisa mengelak. Termasuk soal penunjukan langsung penjualan kondensat kepada PT TPPI. “Intinya yang katanya ada penunjukkan langsung ya itu tadi. kebijakan negara pak Raden Priyono tidak bisa mengelak.”
Tak puas dengan jawaban Raden Priyono dan pengacaranya, awak media kembali menanyakan apakah perintah untuk penjualan kondensat milik negara atas instruksi dari kementrian terkait, lagi-lagi Supriyadi enggan menyebutnya.
“Soal itu tanya penyidik. sudah dituangkan dalam pemeriksaan. cek di sana.” (Baca juga: Pengamat UGM: Kasus Yang Diduga Libatkan Raden Priyono Tidak Hanya TPPI)

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ini Pansel Komisioner KPK yang Dipilih Presiden

Jakarta, Aktual.co — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah mengumumkan nama-nama anggota panitia seleksi komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (21/5) di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Presiden berharap melalui Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPK ini akan terpilih calon komisioner KPK yang kredibel dan memiliki kemampuan mumpuni. “Saya berharap komisioner yang terpilih memiliki kemampuan yang lengkap,” kata Presiden Jokowi.
Nama-nama Pansel tersebut antara lain Destri Damayanti ahli ekonomi, Enny Urbaningsih pakar hukum tata negara ketua badan pembinaan hukum nasional, Herkristuti Herkrisnowo pakar hukum, Betty Alisjahbana ahli IT dan manajemen, Yenti Garnasih pakar hukum pidana ekonomi, Sumpra Windarti ahli psikologi sdm dan pendidikan, Natalia Subagyo ahli tata kelola pemerintah, Diani Sadyawati ahli hukum dan Meutia Gani sosiolog.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BKPM – KemenESDM Berkoordinasi Bahas “Business Process” PTSP

Jakarta, Aktual.co — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siap menerima pendelegasian perizinan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan eselon I BKPM dan Kementerian ESDM sedang berkoordinasi untuk membahas business process dan standar operating procedure terkait izin yang akan didelegasikan.
“Kedua hal tersebut cukup penting untuk memastikan terciptanya pelayanan perizinan investasi yang cepat, mudah, transparan dan terintegrasi di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di BKPM. Concern BKPM adalah adanya kepastian persyaratan dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengurusan izin,” ujar Franky dalam keterangan resminya, Kamis (21/5).
Sementara itu, Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Farah Ratnadewi Indriyani menyatakan BKPM sedang mempersiapkan infrastruktur bagi perwakilan kementerian yaitu sumber daya manusia yang bertugas sebagai liason officer (LO). Selain itu, BKPM dan Ditjen Migas Kementerian ESDM akan menggelar rapat bilateral untuk teknis persyaratan dan waktu yang dibutuhkan untuk pengurusan izin migas. Sehingga nantinya dapat menjadi panduan bagi investor maupun petugas di front office PTSP Pusat ketika melayani perizinan.
“Salah satu kemudahan bagi investor di PTSP Pusat adalah dapat memonitor secara online progress aplikasi perizinan yang dilakukan. Oleh karena itu, kami harus memastikan syarat dan waktu yang dibutuhkan agar menciptakan kepastian bagi investor,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Imbas Pembatalan Fed Rate, Rupiah dan Mata Uang Asia Bersinar

Jakarta, Aktual.co — Imbas dari pembatalan kenaikan suku bunga The Fed, laju Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini dibuka menghijau.
Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index pada pagi ini, Kamis (21/5), Rupiah dibuka menguat 0,3% ke Rp13.135 per dolar AS, dibandingkan pada posisi penutupan perdagangan Rabu (20/5), rupiah melemah 0,59% ke Rp13.175 per dolar AS.
Sementara itu, pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia pagi ini, Rupiah diperdagangkan naik 0,25% ke Rp13.142 per dolar AS.
Tak hanya Rupiah, sejumlah mata uang ASEAN juga mengalami penguatan. Mata uang Asia Tenggara kompak menguat. Baht Thailand menguat 0,21%, dolar Singapura (+0,1%), peso Filipina (+0,11%), ringgit Malaysia (+0,33%).
Seperti diketahui, kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena risalah Federal Reserve yang baru dirilis menunjukkan tidak mungkin bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunganya pada Juni.
Menurut risalah dari pertemuan kebijakan The Fed pada April, sebagian besar peserta menyatakan kekhawatiran tentang data ekonomi AS suram pada kuartal pertama. Sementara itu, mereka menunjukkan bahwa “pertumbuhan ekonomi akan kembali ke kecepatan sedang selama sisa tahun ini” dan kondisi pasar tenaga kerja akan meningkat.
“Namun demikian, banyak peserta berpikir tidak mungkin bahwa data yang tersedia pada Juni akan memberikan konfirmasi cukup bahwa kondisi-kondisi untuk menaikkan (suku bunga) telah memadai,” kata risalah.
Ellen Zentner, kepala ekonom dari Morgan Stanley, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa “Risalah, ditambah dengan retorika The Fed baru-baru ini, menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan pada umumnya belum menghindar dari maksud untuk menaikkan suku bunga tahun ini, meskipun mereka telah menjadi kurang yakin tentang di pertemuan mana itu (menaikkan suku bunga) akan terjadi.” Investor sedang menunggu pidato Ketua Fed Janet Yellen tentang prospek ekonomi AS pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang apakah dia yakin ekonomi akan berbalik setelah berkinerja lemah di kuartal pertama.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1118 dolar dari 1,1153 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5548 dolar dari 1,5497 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun ke 0,7900 dolar dari 0,7916 dolar.
Dolar AS dibeli 121,16 yen Jepang, lebih tinggi dari 120,71 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9353 franc Swiss dari 0,9370 franc Swiss, dan menurun menjadi 1,2188 dolar Kanada dari 1,2221 dolar Kanada. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain