3 April 2026
Beranda blog Halaman 36109

Dapatkan ASI Berkualitas dengan Konsumsi Makanan Berprotein dan Bernutrisi

Jakarta, Aktual.co — Makanan sangat menentukan pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi. Bayi tumbuh lebih cepat dari orang dewasa, dan dalam setiap pertumbuhan memerlukan nutrisi yang cukup. Pertumbuhan yang cepat memerlukan asupan nutrisi yang ekstra dan makanan yang baik.

Menyambut kelahiran datangnya buah hati Anda, biasanya Anda telah mempersiapkan berbagai kebutuhan akan sang bayi. Namun, yang terpenting adalah lingkungan sehat dan higienis, serta nutrisi tambahan yang dapat memberikan bayi tumbuh optimal.

Apa yang baik untuk orang dewasa tidaklah selalu baik untuk bayi. Meskipun tubuh bayi serupa dengan tubuh orang dewasa, tetapi sistem jasmani mereka belum terbentuk secara sempurna, sehingga mereka memerlukan nutrisi ekstra untuk memenuhi pertumbuhan bagi kebutuhan sel-sel dan sistem kekebalan tubuh bayi.

Di tahun-tahun pertama, sistim pencernaan tubuh bayi belum kuat sehingga perutnya belum bisa mencerna  makanan yang kita berikan, sehingga sangat tergantung pada susu ibu.

Susu ibu yaitu, makanan bayi yang penuh nutrisi dan kaya akan zat pembangun kekebalan tubuh bayi. Jadi penting sekali ibu menjaga asupan makanan agar dapat memperoleh asi yang baik.

Sebaiknya , minum air putih lebih banyak, karena Ibu menyusui akan merasa lebih cepat haus karena sebagian cairan tersebut digunakan untuk memproduksi ASI.  Ibu Menyusui sedikitnya minum dua liter air putih setiap harinya. Hal tersebut juga disertai konsumsi susu dan buah, sehingga cairan dalam tubuh cukup. Air seni ibu hamil yang cukup minum akan berwarna kuning muda.

Selain itu, Perbanyak konsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan kalsium, seperti daging, ikan rendah merkuri, susu murni serta buah-buahan dan sayur yang mengandung vitamin c, zinc zat besi (sayur bayam, kangkung, katuk) dan kalsium.

Di tahun ke dua, umumnya bayi memerlukan susu fullcream dan keju untuk dapat menyerap vitamin dan mineral. Pada beberapa bayi, susu sapi dapat menimbulkan alergi, kita dapat menggantinya dengan susu kambing.

Makanan lain yang dapat menimbulkan alergi pada bayi adalah putih telur, kacang tanah, kacang kedelai, ikan, buah pir, makanan ini bisa menimbulkan alergi pada tubuh bayi.

Tubuh bayi mulai menyerap kalsium yang dapat menunjang pertumbuhan tulang dan gigi, sehingga pemberian supplemen kalsium tidak boleh dilupakan, pemberian vitamin C dan B compleks sangat membantu pembentukan sistim kekebalan tubuh bayi.

Bayi pada awal pertumbuhannya memerlukan kalori exstra, sehingga makanan yang kaya kalori dan karbohidrat sangat di perlukan. Jangan biarkan bayi anda memakan makanan junk food dan air berkarbon dan minuman dingin lainnya. Makanan dan minuman tersebut bisa merusak sistem pencernaan bayi dan tidak memberikan gizi apapun untuk bayi.

Perbanyak makanan yang direbus dari pada digoreng. Kentang, kubis, tomat, dan bayam sangat di perlukan oleh bayi, kita dapat merebusnya dan menghancurkannya terlebih dahulu sebelum kita memberikan pada bayi kita.

Ketika bayi mempunyai cukup gigi, Anda bisa memberikan nasi, gandum dan sereal. Kacang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi.

Artikel ini ditulis oleh:

Stadion Mandala Kemungkinan Gelar Kualifikasi Piala Dunia

Jakarta, Aktual.co — Plt Sekjen PSSI, Azwan Karim mengatakan timnas senior sepak bola Indonesia, kemungkinan akan menggelar laga kandang kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 di Stadion Mandala Jayapura, Papua.

“Itu merupakan permintaan dari pelatih sementara timnas Pieter Huistra. Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak Asian Football Confederation (AFC) kemarin (Senin, 18/5) dan intinya mereka juga tidak keberatan dengan permintaan tersebut,” kata Azwan di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut Azwan, Stadion Mandala sebelumnya sudah pernah diverifikasi oleh pihak AFC untuk menjadi kandang bagi Persipura dalam melakoni pertandingan Piala AFC.

“Selain Mandala, Stadion Si Jalak Harupat Bandung juga sudah diverifikasi untuk Piala AFC, tetapi pihak AFC lebih condong ke Stadion Mandala, jadi sudah “klop” antara permintaan pelatih dengan pihak AFC,” katanya.

Ia menyatakan, permintaan dari pelatih untuk bermain di Jayapura karena masalah teknis saja, misalnya banyak pemain timnas yang bermain di Persipura Jayapura.

“Selain itu, mereka kan juga sampai sekarang masih aktif berlatih karena masih mengikuti ajang Piala AFC,” tuturnya.

Terkait dengan pihak AFC yang sudah melakukan verifikasi terhadap Stadion Manahan Solo dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 12 Mei lalu, Azwan menyatakan pihak AFC merasa bahwa dua stadion tersebut belum pernah dipakai untuk pertandingan internasional.

“Tetapi sebenarnya, PSSI memang sudah beberapa kali menyelenggarakan pertandingan internasional di dua stadion tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, perwakilan AFC menyatakan dua dari tiga stadion yang direkomendasikan PSSI, yaitu Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Stadion Manahan Solo layak digunakan untuk ajang kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 mendatang.

“Dua stadion tersebut layak digunakan karena sudah memiliki “single seat” sedangkan Stadion Maguwoharjo Sleman belum bisa digunakan. Selanjutnya, pihak AFC meminta kami untuk mengirimkan surat ke FIFA perihal hasil penilaian AFC ini,” kata Azwan seperti dilansir tim media PSSI di Jakarta, Sabtu (16/5).

Artikel ini ditulis oleh:

LKPP: Sejak Awal Proyek Pabrik Vaksin Bermasalah

Jakarta, Aktual.co — Setiap program Kementerian dan Lembaga (KL) yang masuk dan disepakati dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-Perubahan) diindikasikan bermasalah. Termasuk proyek pengadaan fasilitas, riset terpadu dan alih teknologi produksi vaksin flu burung untuk manusia, yang menimbulkan kerugian negara hingga Rp770 miliar.
Pegawai Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Setia Budi Arijanta mengatakan, seharusnya anggaran kegiatan proyek vaksin flu burung sudah masuk ke dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Berkali-kali sayang bilang kepada Kemenkes (proyek pabrik vaksin) harus sesuai kebutuhan. Kalau perlu pakai analisa kebutuhan. Karena kalau nggak ada di Renstra pasti bermasalah,” papar Budi ketika berbincang dengan Aktual.co, Selasa (19/5).
Lebih jauh disampaikan Budi, seharusnya dari awal baik DPR maupun Kemenkes tidak meyetujui proyek tersebut. Selain metode tahun jamak yang dinilai tidak efektif, juga tingkat kesulitan dalam perencanaan dan pengerjaan proyek tersebut yang sangat tinggi.
Menurut Budi, di dunia yang menguasai perencanaan dan pelaksaan pendirian pabrik hingga produksi vaksin flu burung hanya tiga negara, salah satunya adalah Jepang.
“Sudah tahu APBN-Perubahan turunnya Oktober, kenapa harus proyek fisik. Kalau ‘multi-years’ harusnya jangan ajukan. Kan nggak mungkin bangun pabrik dengan waktu sependek itu, tiga tahun,”
Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional, maka pimpinan Kementerian/Lembaga (KL) perlu menyiapkan Rancangan Rencana Strategis (Renstra) KL masing-masing sesuai dengan tugas pokok dan fungsi-nya (Tupoksi).
Rancangan Renstra itu dibuat dengan berpedoman kepada rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN), dan menetapkan Renstra-KL setelah disesuaikan dengan RPJMN.
Sesuai dengan peraturan peraturan perundang-undangan tersebut, Rancangan Renstra KL digunakan sebagai bahan penyusunan rancangan RPJMN yang dalam prosesnya didahului dengan penelaahan oleh Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.
Dalam proyek produksi vaksin flu burung untuk manusia ini, memang tidak masuk ke dalam Renstra Kemenkes periode 2004-2009. Hal itu dibuktikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melakukan audit terhadap proyek tersebut.
BPK dalam auditnya menyebutkan, bahwa proyek pengadaan vaksin ini baru diajukan dalam rapat APBN-Perubahan milik Kemenkes tahun anggaran 2008. BPK juga mengungkapkan, jika proyek tersebut bukan inisiatif dari pihak Kemenkes yang saat itu dipimpin Siti Fadillah Supari.
Adapun yang mencetuskan proyek tersebut ialah PT Bio Farma. Perusahaan penghasil vaksin milik negara itu sebelumnya telah mengajukan proyek tersebut ke Bappenas, namun ditolak. (Baca Juga: HPS Pabrik Vaksin Diduga ‘Kongkalikong’ Biofarma dan PT AN)
Alasannya, karena Bappenas tidak pernah mendengar dan melihat jika proyek tersebut masuk ke dalam Renstra Kemenkes, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2006.
Tapi nampaknya, penolakan Bappenas tidak digubris oleh Bio Farma. Hal itu juga terkuak dalam audit BPK. Meskipun ditolak, jajaran petinggi Bio Farma masih berupaya dengan melakukan pendekatan ke DPR dan Menkes. Tujuannya, agar proyek vaksin itu bisa direalisasikan.
Alhasil, proyek tersebut pun masuk ke dalam APBN-Perubahan Kemenkes tahun anggaran 2008 senilai Rp200 miliar, yang digarap dengan metode tahun jamak (multi years) pada 2008-2010.
Kendati demikian, dalam perkembangannya BPK mencatat ada peningkatan dalam jumlah anggaran, dari Rp200 miliar, ke Rp600 miliar dan akhirnya disetujui dalam Daftar Isian Perencanann Anggaran (DIPA) Kemenkes 2008-2010, yakni sekitar Rp1,4 triliun.
Bukan hanya itu, dalam auditnya BPK mengungkapkan, jika pendekatan yang dilakukan Bio Farma juga dinilai melanggar hukum. Pasalnya, ketika melakakukan pendekatan, Bio Farma menggandeng Nazaruddin, dan beberapa anak buahnya seperti Muhammad Nasir dan Minarsih.
Menariknya, Nazaruddin dan kawan-kawan diketahui berhasil memenangkan tender proyek pengadaan vaksin flu burung itu. Hal itu diduga kuat, karena dari awal Bio Farma dan Nazaruddin sudah menjalin kesepakatan terkait proyek tersebut.(Baca: Tunggul: Proyek Pabrik Vaksin Permainan PT Bio Farma dan Nazaruddin)
Tidak sampai disitu, dalam sidang terdakwa Rahmat Basuki, Senin (18/5), selaku tersangka kasus korupsi proyek produksi vaksin flu burung itu, diketahui bahwa proyek tersebut tidak mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan. Dalam audit BPK menyebutkan, bahwa proyek tersebut hanya disetujui oleh Dirjen Keuangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Cegah Prostitusi di Apartemen, Djarot Ajak Pengelola Bikin RT/RW

Jakarta, Aktual.co — Dalam rangka mengantisipasi maraknya prostitusi online dan penyalahgunaan apartemen serta rumah susun di Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengumpulkan seluruh pengelola dan penghuni apartemen di Jakarta siang ini di Balai Agung, Selasa (19/5).

Dalam paparannya, Djarot mendesak dibentuknya RT/RW di tiap apartemen guna antisipasi penyalahgunaan apartemen.

Menanggapi hal tersebut, salah satu perhimpunan/paguyuban pemilik apartemen Belleza Permata Hijau menyambut baik pertemuan ini. Selain mencegah, acara yang digagas Wagub ini juga guna merubah pandangan masyarakat yang terlanjur ‘miring’ terhadap apartemen sebagai tempat prostitusi.

“Tentunya prihatin ya, tidak semua hal negatif itu terjadi. Ada oknum yang tentunya hanya mempergunakan areal itu,” kata Arif Arianto selaku Sekretaris Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun Belleza Permata Hijau saat ditemui disela-sela acara tersebut.

Arif menegaskan, tidak bisa sebuah apartemen dicap ‘sarang’ prostitusi hanya karena satu dua oknum yang tertangkap.”Kan belum tentu memiliki, bisa saja sewa tapi tidak memiliki unit disitu, sehingga stigmanya melekat ke rusun tersebut. Nah kita mencoba membatasi hal itu,” ungkapnya.

Dengan bangga, Arif menjadikan proteksi keamanan di apartemennya sebagai salah satu contoh pencegahan atas penyalahgunaan unit apartemen.

“Kamikan mempunyai accsess card (kartu akses), pendataan, update yang kita lakukan setiap tahunnya. Basisnya kita dari data hunian. Kemudian kita kalo acsess card itu dipinjamkan ke orang lain nomor unit itu sudah terdata di kami,” bebernya.

“Acsess card itu sendiri ada nomor serinya. Jadi bisa ketauan di komputer kita. Kita juga punya cctv. Jadi semua gerak-gerik yang masuk di apartemen itu ketauan,” sambung Arif mantap.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pakar: Penetapan Tersangka BG Akal-akalan Oknum Pimpinan KPK

Jakarta, Aktual.co — Penetapan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi, dinilai sebagai akal-akalan oknum pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid III.
“Bukan lalai tapi sengaja digunakan oknum pimpinan KPK untuk menjegal BG sebagai Kapolri,” ujar pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadyah Jakarta (UMJ) Chairul Huda saat berbincang dengan wartawan, Selasa (19/5).
Namun demikian, ketika disinggung siapa oknum pimpinan yang tega mengorbankan harga diri terhadap KPK itu, Chairul pun enggan menyebutkannya. “Saya tidak tahu siapa saja di antara pimpinan KPK yang ambil keputusan soal itu, bisa AS dan BW atau semuanya.” (Baca juga: Pakar Sebut Kasus Korupsi Komjen BG Memang Tak Bisa Dibuka Kembali)
Lebih jauh disampaikan Chairul, jika pria yang tengah menjabat Wakapolri itu masih tidak terima dengan keputusan KPK, masih terbukan langkah hukum yang bisa dilakukan. Menurut dia, BG bisa saja melaporkan oknum pimpinan KPK itu ke pihak berwajib. Entah dari aspek perdata, ataupun pidanan. (Baca juga: Polri Akui Sudah Gelar Perkara Dugaan Korupsi Komjen BG)
“Bukan diminta konfirmasi tapi diminta pertanggungjawaban soal ini karena telah menyalahgunakan kewenangannya. Bisa perdata atau pidana.” (Baca juga: Kabareskrim: Gelar Perkara Kasus BG Secara Terbuka Memang Belum)

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Takut Kalah, Tiga Kotak Kontainer Dibawa KPK Lawan Hadi Poernomo

Jakarta, Aktual.co — Dalam sidang lanjutan gugatan praperadilan mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa tiga kotak kontainer dan dua koper berisi dokumen penyidikan kasus dugaan korupsi permohonan keberatan wajib pajak Bank Central Asia (BCA) tahun 1999.
Dokumen itu dibawa KPK untuk diserahkan kepada majelis hakim tunggal, Haswandi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam sidang hari ini, beragendakan pengajuan barang bukti. (Baca juga: Tak Didampingi Pengacara, Hadi Poernomo Bacakan Sendiri Permohonan Praperadilan)
“Ini semua dokumen dari penyelidikan sampai penyidikan. Tiga kontainer, dua koper dan masih ada satu lagi kontainer yang masih on the way ke sini,” ujar kuasa hukum KPK Yudi Kristiana di PN Jaksel, Selasa (19/5). (Baca juga: Takut Kalah Lagi, KPK Buat Strategi Hadapi Hadi Poernomo)
Menurut Yudi, seluruh barang bukti yang dibawa sebanyak ini, karena memang kerugian negara dalam kasus tersebut juga banyak. “Kerugian negara itu sampai Rp 375 miliar. (Barang bukti) banyak, karena memang uang (kerugian negara) banyak,” ujar Yudi.
Yudi menjelaskan, KPK sengaja membawa dokumen penyidikan ini karena tidak mau terulang lagi kejadian dinyatakan tidak bisa membuktikan keabsahan penetapan tersangka. (Baca juga: Hadi Peornomo Jalani Sidang Lanjutan Gugatan Praperadilan)
Sebab, PN Jaksel sudah dua kali menerima gugatan praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan dan eks Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. PN Jaksel menyatakan penetapan tersangka keduanya oleh KPK tidak sah. “Kita sengaja bawa banyak, karena nanti dibilangnya Termohon (KPK) tidak bisa membuktikan (penetapan tersangka),” kata Yudi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain