3 April 2026
Beranda blog Halaman 36108

Bulog Sumut Sudah Beli 170 Ton Beras Petani

Jakarta, Aktual.co — Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Utara sudah membeli sebanyak 170 ton beras petani sehingga semakin memperkuat stok bahan pangan utama untuk daerah itu.

“Pembelian beras petani dilakukan Bulog sub divre Medan dengan harga pembelian sesuai HPP (harga pembelian pemerintah) sebesar Rp7.300 per kilogram,” kata Humas Bulog Sumut Rudi Adlyn di Medan, Selasa (19/5).

Keberhasilan membeli beras dari petani itu dilakukan Bulog dengan cara “jemput bola” dan termasuk ke perusahaan penggilingan, jelasnya.

Menurut dia, Bulog memang terus melakukan “jemput bola” pembelian beras petani mengingat selalunya harga bahan pangan utama di Sumut itu berada di atas HPP akibat masa panen tidak serentak.

Apalagi dewasa ini, sejumlah daerah penghasil padi seperti Deliserdang dan Serdang Bedagai sudah mulai habis panen dan memasuki masa tanam baru.

Dia mengakui harga pembelian baru sesuai Instruksi Presiden 17 Maret 2015, tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah yang mengalami kenaikan membuat Bulog lebih yakin bisa membeli beras petani sesuai proyeksi.

Sesuai Inpres harga Gabah Kering Panen (GKP) di petani dengan kadar air maksimal 25 persen menjadi Rp3.700 per kg dari sebelumnya yang sebesar Rp3.300 per kg.

Sementara harga Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan dengan kotoran/butir hampa maksimal 10 persen menjadi Rp3.750 per kg dari Rp3.350 per kg.

Sementara harga beras di gudang Bulog, antara lain dengan butir patah maksimal 20 persen menjadi Rp7.300 per kg dari Rp6.600 per kg sebelumnya.

“Mudah-mudahan target pembelian beras 1.000 ton tahun ini bisa dicapai sehingga stok beras Sumut semakin aman,” katanya.

Dewasa ini stok beras Bulog ada sebanyak 38 ribuan ton atau bisa memenuhi kebutuhan beras rutin Sumut hampir empat bulan ke depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sumut, M. Roem menyebutkan hingga memasuki bulan Mei, belum ada gangguan serius pada hasil tanam dan panen padi di Sumut walaupun ada curah hujan tinggi dan diikuti pula musim panas .

“Ada kerusakan panen tetapi belum mengganggu. Dewasa ini beberapa daerah seperti Serdang Bedagai dan Deliserdang mulai memasuki masa tanam,” katanya..

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Diisukan Hilang, Citilink: Pesawat Surabaya-Kupang Mendarat Dengan Aman

Jakarta, Aktual.co — Manajemen Citilink Indonesia menyayangkan dan membantah isu di media masa, terutama di media sosial yang menyatakan penerbangan Citilink Surabaya-Kupang mengalami hilang kontak.

Vice Presiden Corporate Communication Citilink Benny S Butarbutar mengatakan, tidak benar ada pesawat citlink yang hilang kontak.

“Semua penerbangan Citilink berjalan normal dan aman,” kata Benny kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/5).

Benny membantah keras bahwa salah satu pesawat milik anak usaha Garuda Indonesia itu hilang kontak bahkan jatuh. Dikatakannya, pesawat saat ini sudah mendarat di Kupang pada pukul 14.30 WIB.

“Penerbangan dengan nomor QG 9701 Surabaya-Kupang terbang hari ini Selasa (19/5) terbang pukul 06.30 dan mendarat di kupang pukul 09.20 waktu setempat dengan selamat dan aman,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

SBY ‘Diserang’ Menteri, Kader Demokrat Minta Jokowi Bersikap

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menuding pemberantasan mafia migas berhenti di Meja SBY sewaktu menjadi presiden, membuat geram politisi Partai Demokrat.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron menyayangkan pernyataan Menteri ESDM tersebut. Menurutnya, pernyataan itu lebih pada bentuk serangan, mendiskreditkan dan memfitnah SBY.
“Dalam pandangan saya selama Pak SBY menjadi presiden justru beliau konsisten dan sangat keras dalam pemberantasan mafia dan penyimpangan di sektor Migas,” ucap Herman, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (19/5).
Oleh karena itu, Menteri ESDM harus melakukan klarifikasi terhadap apa yang dimaksud dengan pernyataanya tersebut. Sebab, ketika pemerintahan presiden SBY, juga dibentuk Satgas Pemberantasan mafia hukum yang hakikatnya memberantas apapun kejahatan dan penyimpangan.
“Pak SBY tertib dalam manajemen pemerintahan dan serius dalam merespon segala bentuk mafia migas, serta tidak mungkin berhenti di meja beliau. Berita ini sudah termasuk fitnah dan pencemaran nama baik, untuk itu Presiden Jokowi harus tanggap dan mengevaluasi menteri ESDM karena sudah melakukan tindakan diluar kepatutan sebagai pejabat negara,” seru dia.
“Seyogyanya pemerintahan saat ini tidak harus terus menyalahkan pemimpin dan pemerintahan sebelumnya. Popularitas dan kepuasan rakyat bisa dibangun dengan prestasi dan kerja nyata tanpa harus menjelekan pihak lain,” tandas politikus Partai Demokrat itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Digempur Radikal IS, Ribuan Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal di Irak

Jakarta, Aktual.co — Lebih dari 6.500 keluarga telah kehilangan tempat tinggal saat kelompok radikal Negara Islam (IS) mencapai Kota Ramadi, Irak.

Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq di Markas Besar PBB, New York, Senin (18/5) kemarin, mengatakan, di antara ke-6.500 keluarga yang telah meninggalkan Ramadi, Ibu Kota Provinsi terbesar Irak, Anbar, lebih dari 3.300 keluarga telah pindah ke arah Daerah Fallujah, dan lebih dari 2.300 keluarga pergi menuju wilayah Khalidiyah.

Rumah Sakit Khalidiyah melaporkan, telah menerima banyak korban jiwa, dan pemerintah lokal telah meminta bantuan dari lembaga bantuan internasional.

Lembaga PBB dan mitra kemanusiaan telah menanggapi dengan mengirim jatah makanan, paket makanan keluarga, tenda, alat kebersihan dan air, serta melaksanakan misi gabungan pengiriman dan menilai kebutuhan semua keluarga yang telah menyelamatkan diri.

Dua unit medis bergerak telah ditempatkan kembali dan tambahan pasokan oksigen akan dikirim untuk Rumah Sakit Khalidiyah.

Sekedar informasi, kota Ramadi telah ‘dirongrong’ pertempuran sengit baru-baru ini, Kelompok fanatik Negara Islam pada Minggu (14/5) menguasai kota tersebut.

Pada Senin, pasukan keamanan Irak dan milisi Sunni serta Syiah yang bersekutu meningkatkan kehadiran di satu pangkalan militer yang berdekatan di Anbar, untuk mempersiapkan serangan balasan besar guna merebut kembali Ramadi. (Laporan: Wisnu Yusep)

Artikel ini ditulis oleh:

Pendapatan Pajak Negara Anjlok Selama Tujuh Bulan Pemerintahan Jokowi-JK

Jakarta, Aktual.co — Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng mengatakan bahwa selama tujuh bulan berjalannya pemerintahan Jokowi-JK, hampir seluruh indikator ekonomi Indonesia merosot drastis.
Dalam hal ini termasuk cadangan devisa. nilai tukar masyarakat yang anjlok hingga pendapatan pajak kepada pemerintah pun ikut terkena dampak.
“Kita harus melihat aspek dasar perkonomian kita, kalau dilihat terakhir pemerintah sendiri sudah melalui badan pusat statistik sudah mengeluarkan laporan tentang perkembangan ekonomi kita dalam kuartal pertama 2015. Hampir seluruh indikator penting dalam ekonomi semuanya jatuh,” kata Salamuddin, dalam acara diskusi yang bekerjasama dengan aktual.co, di Warung Komando, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).
Menurut dia, salah satu faktor anjloknya aspek dasar perekonomian Indonesia, lantaran ketidakstabilan kondisi politik di Indonesia maupun adanya ketidakpastian dalam penegakan hukum di dalam negeri akhir-akhir ini.
“Jadi ini situasi secara objektif yang terjadi sekarang. Keadaan yang kita hadapi ini, kalau kita analisis variablenya, saya tidak melihat adanya jalan keluar. Setidaknya akibat kekacauan politik dan hukum di dalam negeri,” ungkap dia.
“Hampir seluruh media internasional itu membahas soal kekacauan politik dan hukum, mereka mengatakan bahwa seluruh project Jokowi itu semua mengecewakan karena faktor politiknya tidak mendukung. Jadi keadaalan di dalam politik hukum yang kacau balau, ketidakpastian, konsistensi didalam kebijakan yang tidak ada, itu salah satu faktor kenapa ekonomi kita tidak bergerak,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ini Jawaban Sudirman Said Merespon Pernyataan SBY

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meminta berbagai pihak tidak lagi memperpanjang permasalahan yang terkait dengan Petral.

“Berkaitan dengan Petral dan sebagainya, saya kira tidak ada keputusan besar dan penting yang tidak melibatkan pimpinan tertinggi negara,” kata Sudirman Said di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/5).

Pernyataan itu disampaikan untuk merespons setelah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku merasa difitnah oleh keterangan Sudirman Said yang mengatakan bahwa pembenahan mafia migas kerap berhenti di meja Presiden ketika itu.

“Pelibatan para pimpinan petinggi negara juga terjadi ketika waktu itu ia memutuskan atau mendorong keputusan pembubaran Petral. Jadi kira-kira itu tanggapan saya. Mohon tidak diperpanjang. Karena sebetulnya, yang kita lakukan semata-mata untuk menata hal yang waktunya harusnya sudah lama ditata,” katanya.

Penataan itu menurut dia bukan hanya semata untuk Petral melainkan juga untuk soal eksplorasi, soal SKK Migas, soal bagaimana lokasi, yang kesemua itu saat ini sedang ditata.

Ia menegaskan hal-hal itu seharusnya sudah lama ditata.

Sudirman menyatakan sudah menjadi kewajiban dirinya untuk berkomunikasi dengan pihak manapun dalam setiap langkah penataan.

“Mengenai situasi, pengelolaan migas di masa lalu, saya yakin para pengelola, pemerintah dan berbagai stakeholders tahu persis situasinya. Saya senang karena diskusi saya dengan Pak Faisal kemarin di Cikini mendapat sambutan dari banyak pihak dan membuat banyak pihak melek,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain