3 April 2026
Beranda blog Halaman 36111

Ketum: Pelantikan Pengurus PSSI Jangan Dikaitkan dengan Kemenpora

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti mengatakan pelantikan susunan pengurus PSSI periode 2015-2019 yang diumumkan pada Senin (18/5), jangan dikaitkan dengan Kemenpora.

“Kami kan anggota KONI, ya nantinya mereka juga akan dilantik oleh KONI, jadi jangan selalu disangkut-pautkan lah dengan Kemenpora,” kata La Nyalla di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut La Nyalla, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Ketua KONI Pusat Tono Suratman terkait rencana pelantikan tersebut.

“Seharusnya 20 Mei mendatang pelantikannya, tetapi kami harus mengikuti Kongres FIFA 29 Mei di Swiss, setelah itu baru pelantikannya,” kata La Nyalla.

PSSI telah mengumumkan susunan pengurus periode 2015-2019 yang telah dipilih sesuai dengan standar FIFA dan statuta PSSI pada Senin (18/5).

Susunan pengurus tersebut merupakan bentukan Komite Eksekutif PSSI yang terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya (18/4) lalu.

Dalam susunan pengurus baru tersebut, Hinca menyatakan terdapat 17 Komite Tetap, Komite Ad-Hoc, dan tiga Badan Peradilan yang semuanya berjumlah 29 komite.

“Nama-nama pengurus tersebut telah kami hubungi satu per satu dan butuh waktu memang setelah KLB 18 April lalu, hari ini lengkap dan sekarang diumumkannya,” katanya.

Menurut Hinca, diharapkan pengurus baru tersebut dapat memajukan sepak bola nasional melalui berbagai program yang telah dicanangkan dalam KLB 2015 di Surabaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menghadapi Tantangan Bangsa, NU Membutuhkan Pimpinan yang Cakap

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf, dalam pertemuan Halaqoh Ulama bertema NU dan Indonesia: Tantangan ke Depan Perkembangan Umat dan Bangsa di Jakarta, Selasa (19/5/2015). Halaqoh ini menyimpulkan dibutuhkan pemimpin NU yang cakap di berbagai bidang untuk menghadapi tantangan bangsa ke depan yang semakin kompleks. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Psikolog: Anak Terlantar Bakal Menjadi Individu Yang Sulit Percaya Orang Tua

Jakarta, Aktual.co — Psikolog dari Klinik Terpadu Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Pela 9, Jane Cindy mengatakan anak yang mengalami penelantaran akan tumbuh menjadi individu yang sulit percaya kepada orang lain, terutama kepada figur yang lebih tua.

“Anak yang ditelantarkan orang tua akan diasuh oleh figur pengganti entah orang tua asuh, paman, bibi, kakek atau nenek. Anak-anak bisa saja tidak percaya kepada figur pengganti itu,” kata Jane Cindy dihubungi di Jakarta, Selasa (19/5).

Cindy mengatakan ketidakpercayaan anak kepada figur pengganti orang tua terjadi karena mereka takut akan kembali ditelantarkan oleh orang tua pengganti tersebut.

Karena itu, Cindy mengatakan penanganan psikologis terhadap anak yang mengalami penelantaran sebaiknya dilakukan sedini mungkin, baik berupa “cognitive behavior therapy”, “art therapy” maupun “play therapy”.

“Anak dapat mengalami trauma ketika ia ditelantarkan kedua orang tuanya. Anak akan tumbuh menjadi individu yang sulit percaya terhadap orang lain,” tuturnya.

Menurut Cindy, pada dasarnya anak dari berbagai tahapan usia dapat mengalami trauma meskipun tanggapan terhadap trauma akan berbeda-beda.

“Ketika anak berada pada usia di bawah tiga tahun atau lima tahun, mereka belum bisa mengungkapkan atau menjelaskan peristiwa traumatis mereka secara verbal. Setelah lebih dewasa, mereka lebih mampu mengungkapkan secara verbal,” katanya.

Sebelumnya, petugas gabungan Polda Metro Jaya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Sosial menggerebek sebuah rumah di kawasan Cibubur Jakarta Timur, Kamis (14/5).

Petugas mengamankan Utomo Permono dan Nurindria Sari terkait dugaan penelantaran terhadap lima anaknya. Dalam penggerebekan tersebut, petugas gabungan menyelamatkan kelima anak pasangan tersebut dan menemukan 0,85 gram sabu-sabu.

Polisi telah menetapkan pasangan tersebut sebagai tersangka atas dugaan kepemilikan sabu-sabu berdasarkan Pasal 112 dan 114 Subsider Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

7.610 Personel Diterjunkan Amankan Demo Harkitnas

Jakarta, Aktual.co — Sekitar 7.610 personel yang tergabung dari TNI, Polri dan Satpol PP diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa dalam memperingati Hari Kebangkitan nasional yang jatuh pada hari Rabu (20/5).
Demikian disampaikan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/5).

“Rinciannya dari TNI 300 personil, Pemda DKI 230 personel, serta sisanya gabungan pasukan Polda Metro Jaya dengan Mabes Polri,” katanya.

Dikatakan Unggung bahwa aksi unjuk rasa yang memperingati Harkitnas diikuti oleh ribuan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

“Titik kumpul di Bunderan Hotel Indonesia (HI). Lalu berjalan menuju Istana Negara,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

PBSI Targetkan Dua Gelar Juara di Kejuaraan Dunia 2015

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), menargetkan untuk meraih dua gelar juara dalam kejuaraan dunia di Jakarta pada Agustus mendatang.

Kepala bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rexy Mainaky mengungkapkan, dua target juara itu adalah dinomor ganda putra dan ganda campuran.

“Target kami dua gelar dari nomor ganda putra dan ganda campuran. Di ganda putri, sebetulnya ada peluang dari Greysia (Polii)/Nitya (Krishinda Maheswari), jika mereka mampu mengulang momentum di Asian Games 2014,” kata Rexy Mainaky, seperti dikutip dari laman resmi PBSI, Selasa (19/5).

Menuju kejuaraan akbar ini, mantan pebulutangkis yang berpasangan dengan Ricky Soebagdja itu memaparkan, tim Indonesia akan melakukan persiapan khusus.

Dijelaskan Rexy, sebelum kejuaraan tersebut, akan ada dua kejuaraan besar yang bisa menjadi ajang pemanasan bagi para pemain yaitu Australia Open Super Series 2015 dan Indonesia Open Super Series Premier 2015.

“Latihan dan program ke Kejuaraan Dunia itu pasti ada. Setelah Piala Sudirman akan kami diskusikan kembali,” imbuh Rexy.

Kejuaraan Dunia 2015, akan diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta 10-16 Agustus mendatang.

Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia menurunkan 22 pemain andalan di kejuaraan ini. Di tunggal putra, Tommy Sugiarto yang meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2014, juga akan beraksi di stadion Istora Senayan. Slot di nomor tunggal putri akan diisi oleh Linda Wenifanetri dan pemain klub Djarum, Maria Febe Kusumastuti.

Artikel ini ditulis oleh:

Aktivis: Belum Melihat Akar Permasalahan, Rezim Jokowi Sama Dengan Sebelumnya

Jakarta, Aktual.co — Aktivis Petisi 28, Haris Rusly mengatakan bahwa tujuh bulan pemerintahan Presiden Jokowi berjalan, tak menunjukan adanya perbedaan signifikan dengan masa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sewaktu menjabat sebagai presiden.
Terutama, dalam cara melihat permasalahan bangsa berdasarkan akar permasalahaannya.
“Kami menilai presiden masih menjadi lanjutan Presiden SBY dalam memahami kesalahan pertama adalah presiden tidak berkehendak menyelesaikan akar permasalahannya,” ucap Haris dalam acara diskusi bertajuk ‘Berlanjutnya Kekacauan Sistem Negara, Krisis Kepemimpinan Nasional dan Ketidakpastian Kebijakan di Era Presiden Joko Widodo’, di Warung Komando, Jakarta, Selasa (19/5).
Menurut Haris, selama 17 tahun reformasi, permasalahan bangsa yang tidak terselesaikan hingga saat ini lantaran tidak adanya penanganan di akar permasalahan, yakni berawal dari perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Terkait dengan amademen ’45 dan itu sama saja dengan SBY dimana 17 tahun reformasi tidak diselesaikannya amademen ’45 yang menjadi akar masalah. Sehingga, belum ada yang membedakan antara Jokowi dan SBY dalam melihat akar masalah.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain