4 April 2026
Beranda blog Halaman 36126

Dituding Tak Berantas Mafia Migas, SBY Minta Sudirman Said Klarifikasi

Jakarta, Aktual.co — Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali berkicau dalam akun sosial media Twitter-nya. Kicauan tersebut menanggapi penyataan pedas salah satu Menteri dalam kabinet kerja Presiden Joko Widodo yakni Menteri ESDM Sudirman Said.

“Saya amat terkejut dengan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyerang dan mendiskreditkan saya ketika menjadi presiden dulu. Sudirman Said melalui Berita Republika Online mengatakan bahwa pemberantasan Mafia Migas selalu berhenti di Meja SBY,” kata SBY seperti dikutip dari akun twitter @SBYudhoyono, Jakarta, Selasa (19/5).

Selain itu, SBY juga berharap agar Sudirman Said segera melakukan klarifikasi terkait pernyataannya itu.

“Saya harap Pak Menteri ESDM melakukan klarifikasi apa yang dimaksud, karena justru saya ingin penyimpangan apa pun diberantas,” sebutnya.

Seperti diketahui, sebelumnya dalam satu diskusi terbuka di kawasan Cikini, Jakarta, pada akhir pekan lalu, Sudirman Said mengakui adanya upaya kuat dari lingkungan di luar Pertamina yang berupaya menggagalkan upaya pembubaran Petral sejak lama.

Dikatakannya, di masa pemerintahan Presiden SBY, kerap kali upaya pembenahan mafia migas ini hanya berhenti di meja kerja presiden.

“Itulah sebabnya ketika saya diundang oleh Presiden sehari sebelum ditunjuk sebagai Menteri. Beliau bertanya banyak hal termasuk soal mafia. Saya jawab, pak sebetulnya dahulu banyak kegiatan inisiatif baik dari Pertamina namun selesai di sini. Di mana? Di kantor Presiden, karena Presiden tidak mendukung,” ungkapnya.

Berikut isi kicauan akun @SBYudhoyono menanggapi pernyataan pedas Sudirman Said;

Saya bahkan membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, yg hakikatnya memberantas kejahatan & penyimpangan apa pun *SBY*

Tidak ada yg mengusulkan ke saya agar Petral dibubarkan. Saya ulangi, tidak ada. Kalau ada pasti sudah saya tanggapi dengan serius *SBY*

Saya tertib dlm manajemen pemerintahan. Isu serius seperti mafia migas, pasti saya respons. Tidak mungkin berhenti di meja saya. *SBY*

Hari ini saya berbicara dgn mantan Wapres Boediono & 5 mantan menteri terkait apakah memang pernah ada usulan pembubaran Petral. *SBY*

Semua menjawab tidak pernah ada. Termasuk tidak pernah ada 3 surat yg katanya dilayangkan oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan waktu itu. *SBY*

Berita ini saya pandang sudah tmsk fitnah & pencemaran nama baik. Saya menunggu klarifikasi dari pihak-pihak yg menyebarkan. *SBY*

Mungkin tidak mudah menghadapi yg tengah berkuasa sekarang ini. Tetapi, kebenaran adalah “power” yg masih saya miliki. *SBY*

Selama jadi presiden, saya tidak pernah mengintervensi BUMN mana pun. Termasuk urusan tender & bisnisnya. Yg penting jangan korupsi. *SBY*

Saya juga berpesan agar semua BUMN berkembang baik, bayar pajak, & deviden, tidak ada korupsi & jangan pula jadi sapi perah. *SBY*

Sebenarnya saya mendukung upaya pemerintahan Presiden Jokowi utk lakukan penertiban, krn setiap Presiden hakikatnya juga begitu. *SBY*

Tetapi kenapa harus terus menyalahkan pemimpin & pemerintahan sebelumnya. Popularitas bisa dibangun tanpa menjelekkan pihak lain. *SBY*

Tuduhan & fitnah yg disampaikan Menteri ESDM & pihak-pihak tertentu sulit saya terima. Rakyat Indonesia, doakan saya kuat menghadapi. *SBY*

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Laju Rupiah Terus Melemah, Kembali Menuju Kisaran Level Rp13.200

Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini masih berada di tren pelemahan. Setelah melemah 0,42% ke level Rp13.139 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (18/5) kemarin, Rupiah pagi ini, Selasa (19/5) kembali dibuka melemah 0,24% ke posisi Rp13.170 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, mata uang Garuda bahkan terus bergerak negatif ke level Rp13.175.
Laju Rupiah berbalik melemah diawal pekan setelah bergerak variatif diakhir pekan. Harapan akan berkanjutnya kenaikan pun menjadi sirna dengan adanya pembalikan arah tersebut.
“Padahal laju dolar AS sempat melemah seiring kembali melonjaknya harga minyak mentah dunia, namun berbalik naik setelah sejumlah Kepala The Fed di berbagai negara mengatakan kemungkinan kenaikan Fed rate pada Juni 2015,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada Selasa (19/5) laju Rupiah diprediksi Reza berada di bawah target level support 13.100, yaitu Rp13.125-13.110 (kurs tengah BI). Menurutnya, adanya sentimen dari The Fed membuat Rupiah terimbas melemah dan dikhawatirkan akan terjadi penurunan lanjutan. 
“Tetap mewaspadai potensi penurunan lanjutan dan tetap cermati sentimen-sentimen yang ada,” pungkasnya. 
Sementara itu, Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya mengemukakan nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini akan dipengaruhi sentimen penyelesaian masalah utang Yunani dan rilis BI Rate. “Kembalinya masalah di Yunani berpeluang kembali menekan rupiah pada hari ini,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Selasa (19/5).
Dikemukakan indeks dolar naik tajam, walaupun belum ada data ekonomi AS yang baik diumumkan. Kembalinya kekhawatiran atas nasib Yunani yang bisa berujung pada ke luarnya Yunani dari Zona Euro, ujarnya, mendorong Yield obligasi Yunani tenor 10 tahun naik hingga 26 Bps malam tadi. Bersamaan dengan euro yang jatuh 1,1%.
Rangga mengatakan rupiah kembali tertekan hingga kemarin sore, bersamaan dengan mata uang lain di Asia. Lebih lanjut dikatakan dia, kembalinya penguatan indeks dolar telah menekan mata uang di dunia serta berbagai aset keuangan lainnya.
Rupiah, ujar dia, juga akan merespon pengumuman BI Rate hari ini yang diperkirakan tetap di 7,5%. “Pemangkasan BI Rate yang bukan tidak mungkin dilakukan oleh BI, dapat menambah tekanan terhadap rupiah, di tengah penguatan dolar di pasar global,” kata Rangga.

Artikel ini ditulis oleh:

Bangun Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo I Raih Fasilitas Kredit Tiga Bank BUMN

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Pelindo I (Persero) Bambang Eka Cahyana  mengungkapkan bahwa pihaknya akan menandatangani perjanjian sindikasi kredit dari tiga bank BUMN sebesar Rp3,2 triliun. 
“Rencana teken pinjamannya Rabu (20 Mei 2015),” ungkap Bambang saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, ditulis Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, fasilitas kredit akan digunakan dalam membiayai pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, tahap awal yang mencapai Rp4,9 triliun. Artinya, porsi pendanaan internal sekitar 30% atau Rp1,7 triliun. 
Selain itu, Bambang membeberkan alasannya mengapa memilih bank BUMN dalam mencari fasilitas kredit ini. Ia menilai Bank plat merah masih kuat untuk menopang industri pelabuhan di Indonesia. Adapun tiga bank tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
“Kita pilih bank dalam negeri saja karena kuat dan terpercaya. Kalau bisa dalam negeri, kenapa mesti bank asing,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pelindo I Akan Tingkatkan Nilai Emisi Obligasi Menjadi Rp1,5 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Pelindo I (Persero) Bambang Eka Cahyana mengungkapkan bahwa pihaknya berencana akan meningkatkan nilai emisi obligasi dari Rp1 triliun menjadi Rp1,5 triliun.
“Iya obligasi kita Rp1 triliun, namun sepertinya bisa menjadi Rp1,5 triliun,” kata Bambang saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, ditulis Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, dana obligasi itu akan ditujukan untuk proyek pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Dimana pada tahap awal saja, proyek tersebut membutuhkan dana sekitar Rp4,9 triliun yang dananya berasal dari sindikasi perbankan BUMN Rp3,2 triliun dan kas internal Rp1,7 triliun.
“Namun, berapa kupon bunga dan realisasinya tanyakan ke Mandiri Sekuritas,” tutur dia. 
Sebelumnya diberitakan, surat utang yang ditawarkan akan memiliki tenor 3 tahun, 4 tahun, dan 7 tahun. Obligasi ini telah memiliki peringkat AA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada level idAA. 
Untuk pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung, perseroan bekerja sama dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT PP (Persero) Tbk.

Artikel ini ditulis oleh:

Tingkatkan Peran Desa Hutan, Perhutani Gandeng Kementerian DPDT

Jakarta, Aktual.co — Perum Perhutani resmi menjalin kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDT) guna meningkatkan peran desa hutan dalam pengelolaan hutan. Peresmian kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Direktur Utama Perhutani Mustoha Iskandar dengan Menteri DPDT Marwan Jafar.
Mustoha mengatakan, kerjasama ini merupakan kegiatan untuk mempercepat proses tercapainya kemandirian dan meningkatkan peran masyarakat desa hutan terhadap keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya dengan model kemitraan. Ruang lingkup kerjasama ini meliputi inventarisasi jumlah dan tipologi desa hutan di wilayah Perum Perhutani, pemetaan potensi kerjasama desa hutan, penyusunan pedoman pengelolaan hutan Perum Perhutani bersama desa.
“Lalu, penguatan kelembagaan desa dari Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) menjadi Pengelolaan Hutan bersama Desa (PHBD) serta Pembentukan Desa Model Pengelolaan Hutan Bersama Desa (PHBD) pada Desa Hutan,” ujar Mustoha di Jakarta, Senin (18/5).
Dengan adanya dukungan dari Kementerian Desa, Pengembangan daerah Tertinggal dan Transmigrasi tersebut diharapkan keberhasilan pemberdayaan masyarakat desa hutan melalui kelembagaan LMDH dapat lebih ditingkatkan lebih luas ke tingkat Desa. 
“Sebagaimana agenda prioritas pemerintah NAWACITA, kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Minyak Dunia Turun Dipicu Tingginya Produksi Teluk

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia turun pada Senin (Selasa pagi WIB), di tengah tanda-tanda bahwa produsen-produsen di Teluk terus berjuang untuk mempertahankan pangsa pasar mereka dengan produksi yang tinggi.
Meskipun gelisah atas dampak potensial regional dari jatuhnya Ramadi, Irak, kepada kelompok pemberontak Negara Islam (IS) dan berlanjutnya pertempuran di Yaman, harga minyak mengakhiri hari ini di bawah penutupan Jumat.
Melansir laman AFP, Selasa (19/5), patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun 26 sen menjadi ditutup pada 59,43 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli, patokan Eropa, turun 54 sen menjadi menetap di 66,27 dolar AS per barel di perdagangan London.
“Ada laporan tentang ekspor Arab Saudi berada di tingkat tertinggi mereka sejak tahun 2005. Ini berfungsi sebagai pengingat bahwa pasar sedang dipasok lebih banyak oleh Arab Saudi dan tampaknya telah menekan harga kembali turun,” kata Phil Flynn dari Price Futures Group.
Sementara itu, Kuwait mengatakan pihaknya sedang bekerja untuk meningkatkan produksi dari ladang-ladang minyak alternatif untuk mengkompensasi hilangnya 250.000 barel per hari sejalan dengan Arab Saudi atas ladang-ladang bersama kedua negara.
“Kami memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan produksi pada akhir tahun ke tingkat sebelum kemacetan,” Jamal al-Loughani, kepala pemasaran di Kuwait Petroleum Corp, mengatakan kepada wartawan.
Kuwait telah memproduksi sekitar 2,9 juta barel per hari selama beberapa bulan terakhir.
Kartel pengekspor minyak OPEC “tidak menunjukkan tanda-tanda menghentikan perjuangannya untuk mempertahankan pangsa pasar mereka,” kata Jasper Lawler, analis pedagang CMC Markets UK.
Sebuah studi tentang pasar yang dirilis oleh Goldman Sachs memangkas target harganya untuk lima tahun ke depan, mengatakan tekanan akan berlanjut baik dari produksi OPEC maupun dari ladang-ladang serpih AS yang akan tetap aktif karena efisiensi keuntungan.
Goldman memprediksi WTI akan diperdagangkan di sekitar 52 dolar AS per barel tahun ini, di atas perkiraan sebelumnya 48 dolar AS, tetapi naik hanya ke sekitar 60 dolar AS dalam tiga tahun, dibandingkan dengan 65 dolar AS yang diperkirakan sebelumnya. Setelah itu harga minyak mentah akan merosot kembali ke 50 dolar AS barel pada akhir dekade ini, katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain