4 April 2026
Beranda blog Halaman 36125

Jelang BI Rate, IHSG Dibuka Melemah 0,90 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah tipis sebesar 0,90 poin seiring dengan sebagian pelaku pasar yang khawatir terhadap pelemahan ekonomi domestik. Indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI dibuka turun 0,90 poin atau 0,02 persen menjadi 5.236,90, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,23 poin (0,03 persen) ke level 908,89.

Analis mengatakan bahwa masih adanya kekhawatiran atas pelemahan aktivitas ekonomi di dalam negeri yang dapat berujung pada penundaan ekspansi dan tidak tercapainya target penjualan emiten menjadi salah satu sentimen nagatif utama bagi pasar saham di dalam negeri.

“Kepercayaan akan ‘sell on May’ juga kami lihat masih terus membayangi pergerakan indeks BEI. Hari ini (19/5), pasar juga menanti keputusan Bank Indonesia seputar suku bunga acuan,” ujar analis Samuel Sekuritas Akhmad Nurcahyadi di Jakarta, Selasa (19/5).

Fenomena “Sell on May” merupakan istilah di pasar saham yang memperingatkan investor untuk menjual guna menghindari penurunan musiman di pasar modal. Apalagi, data laporan keuangan perusahaan terbuka (emiten) pada Kuartal I rata-rata menurun.

Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa IHSG masih berada dalam fase konsolidasi, arus dana asing keluar (capital outflow) juga masih terjadi, situasi itu menjadi salah satu penahan laju bursa saham di dalam negeri.

“Namun, kondisi perekonomian kita masih cukup stabil dan kepercayaan investor juga masih cukup tinggi. Bagi investor jangka panjang saat ini merupakan peluang untuk melakukan akumulasi pembelian karena dalam jangka panjang IHSG masih berada di jalur ‘uptrend’,” katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 29,21 poin (0,11 persen) ke level 27.562,04, indeks Nikkei naik 135,29 poin (0,68 persen) ke level 20.025,56, dan Straits Times melemah 3,72 poin (0,11 persen) ke posisi 3.455,79.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Victor: Penyidik Anggap Kasus Dugaan Korupsi BG Tak Laik

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menyebut, kasus dugaan korupsi yang disematkan kepada Komjen Pol Budi Gunawan tak laik ditingkatkan ke penyidikan.
“Hasilnya, perkara itu tidak layak ditingkatkan ke penyidikan,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Victor Edison Simanjuntak di Mabes Polri, Selasa (19/5).
Galar perkara itu, sambung Victor sudah dilakukan sejak bulan April, dan sejumlah pakar hukum, yakni Chairul Huda, Teuku Nasrullah dan Yenti Garnasih hadir. (Baca juga: Bareskrim Jadwal Ulang Gelar Perkara Kasus Komjen BG)
Budi Gunawan ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan transaksi mencurigakan. Dia dijerat Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 atau 12 B Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. 
Pihak Budi lalu mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap penetapan tersangka itu. Sidang praperadilan yang dipimpin hakim Sarpin Rizaldi memutus bahwa penetapan tersangka Budi oleh KPK tak sah. Status tersangka Budi dinyatakan batal. 
Pasca putusan praperadilan, KPK melimpahkan berkas perkara Budi ke Kejaksaan Agung. Selanjutnya, Kejaksaan justru melimpahkan kasus itu ke kepolisian dengan alasan polisi pernah mengusut kasus tersebut. (Baca juga: Ahli dan KPK Tak Hadir, Alasan Polri Tunda Gelar Perkara Kasus Komjen BG)

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.236,90

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa pagi, dibuka melemah tipis sebesar 0,90 poin seiring dengan sebagian pelaku pasar yang khawatir terhadap pelemahan ekonomi domestik.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI dibuka turun 0,90 poin atau 0,02 persen menjadi 5.236,90, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,23 poin (0,03 persen) ke level 908,89.
Analis Samuel Sekuritas Akhmad Nurcahyadi di Jakarta, Selasa (19/5), mengatakan bahwa masih adanya kekhawatiran atas pelemahan aktivitas ekonomi di dalam negeri yang dapat berujung pada penundaan ekspansi dan tidak tercapainya target penjualan emiten menjadi salah satu sentimen nagatif utama bagi pasar saham di dalam negeri.
“Kepercayaan akan ‘sell on May’ juga kami lihat masih terus membayangi pergerakan indeks BEI. Hari ini (19/5), pasar juga menanti keputusan Bank Indonesia seputar suku bunga acuan,” katanya.
Fenomena “Sell on May” merupakan istilah di pasar saham yang memperingatkan investor untuk menjual guna menghindari penurunan musiman di pasar modal. Apalagi, data laporan keuangan perusahaan terbuka (emiten) pada Kuartal I rata-rata menurun.
Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa IHSG masih berada dalam fase konsolidasi, arus dana asing keluar (capital outflow) juga masih terjadi, situasi itu menjadi salah satu penahan laju bursa saham di dalam negeri.
“Namun, kondisi perekonomian kita masih cukup stabil dan kepercayaan investor juga masih cukup tinggi. Bagi investor jangka panjang saat ini merupakan peluang untuk melakukan akumulasi pembelian karena dalam jangka panjang IHSG masih berada di jalur ‘uptrend’,” katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 29,21 poin (0,11 persen) ke level 27.562,04, indeks Nikkei naik 135,29 poin (0,68 persen) ke level 20.025,56, dan Straits Times melemah 3,72 poin (0,11 persen) ke posisi 3.455,79.

Artikel ini ditulis oleh:

Polri Akui Sudah Gelar Perkara Dugaan Korupsi Komjen BG

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri sudah melakukan gelar perkara dugaan korupsi yang telah disangkakan kepada Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Victor Edison Simanjuntak mengatakan, galar perkara dugaan korupsi itu dilakukan pada bulan April lalu. 
“Gelar juga dihadiri penyidik dari direktorat lain di Bareskrim. Hasilnya, perkara itu tidak layak ditingkatkan ke penyidikan,” kata Victor di Mabes Polri, Selasa (19/5).
Apalagi, sambung dia, sejumlah pakar hukum diundang untuk menalaah dugaan kasus korupsi yang disangkakan kepada wakil kepala Polri itu. Pakar yang diundang yakni, Chairul Huda, Teuku Nasrullah dan Yenti Garnasih.
Namun demikian, sambung dia, penyidik Bareskrim Polri tak dapat disebut menghentikan perkara tersebut. Penyidik menganggap bahwa perkara itu tidak layak untuk diusut. (Baca juga: Gelar Perkara Kasus BG, Polri Akan Libatkan KPK, Kejagung dan PPATK)
“Mau dihentikan? Orang gelar itu saja sudah menunjukan bahwa penyidikannya tidak memenuhi syarat. Jadi ya sudah, Polisi anggap perkara itu tidak pernah ada.”
Budi Gunawan ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan transaksi mencurigakan. Dia dijerat Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 atau 12 B Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. (Baca juga: Victor: Penyidik Anggap Kasus Dugaan Korupsi BG Tak Laik)
Pihak Budi lalu mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap penetapan tersangka itu. Sidang praperadilan yang dipimpin hakim Sarpin Rizaldi memutus bahwa penetapan tersangka Budi oleh KPK tak sah. Status tersangka Budi dinyatakan batal. 
Pasca putusan praperadilan, KPK melimpahkan berkas perkara Budi ke Kejaksaan Agung. Selanjutnya, Kejaksaan justru melimpahkan kasus itu ke kepolisian dengan alasan polisi pernah mengusut kasus tersebut. (Baca juga: Ahli dan KPK Tak Hadir, Alasan Polri Tunda Gelar Perkara Kasus Komjen BG)

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

AP I: Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Telan Dana Rp2,3 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengatakan, pengembangan Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menelan dana sebesar Rp2,3 triliun.
“Investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan sebesar Rp2,3 triliun,” ujarnya pada peletakan batu pertama (groundbreaking) Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, ditulis Selasa (19/5).
Ia mengatakan, dana triliunan itu digunakan untuk membangun gedung terminal dan non terminal dilengkapi peralatan mutakhir yang berstandar internasional.
Disebutkan, peralatan mutakhir yang dibangun seperti 5 aviobridge, 40 counter check-in, empat baggage conveyor dan area parkir yang mampu menampung 1.164 unit kendaraan. “Sesuai rencana induk, seluruh pekerjaan gedung terminal maupun pekerjaan non terminal diperkirakan selesai selama dua tahun atau awal tahun 2017,” ungkapnya.
Menurut dia, jika pengembangan bandara yang terletak di Banjarbaru terealisasi maka kapasitas terminal mampu menampung sebanyak 10 juta penumpang per tahun.
Dijelaskan, Bandara Syamsudin Noor selama 2014 melayani sebanyak 3,7 juta penumpang padahal kapasitas terminal hanya untuk melayani 1,3 juta penumpang. “Melalui pengembangan bandara, luas terminal yang sebelumnya 6.600 meter persegi menjadi 125.000 meter persegi sehingga bisa melayani 10 juta penumpang,” ucapnya.
Menurut dia, masalah kelebihan kapasitas teratasi jika pengembangan bandara rampung disamping memacu perekonomian, aktivitas bisnis dan pariwisata di Kalsel. Selain itu, selama musim haji, Bandara Syamsudin Noor melayani jamaah calon haji dari Kalsel maupun Kalteng melalui penerbangan langsung ke Jeddah, Arab Saudi.
“Terminal baru juga sekaligus mengakomodasi peningkatan jamaah haji yang hendak ke tanah suci dari embarkasi haji tersibuk di Indonesia pada 2010,” ujarnya.
Dikatakan, terminal baru bandara memadukan kearifan lokal dan unsur modernitas mengangkat keunikan Pasar Terapung dan bentuk perahu jukung sebagai atap utama terminal. Ditambahkan, pengembangan Bandara Syamsudin Noor merupakan kelanjutan pengembangan bandara yang dilakukan Angkasa Pura I setelah 2014 membangun bandara lain. Bandara lain yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Sultan Aji M Sulaiman Balikpapan dan peletakan batu pertama Bandara Ahmad Yani Semarang.

Artikel ini ditulis oleh:

PT KAI: Penjualan Tiket KA Arus Balik Lebaran Sudah Capai 80 Persen

Jakarta, Aktual.co — Tiket kereta api lintas selatan untuk arus balik tujuan Jakarta keberangkatan pada 19-26 Juli 2015 masih tersisa sekitar 2.600 lembar, kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Surono.
“Penjualan tiket KA tambahan lebaran lintas selatan untuk keberangkatan pascalebaran atau arus balik ke Jakarta telah mencapai 80 persen,” kata Surono di Purwokerto, Jawa Tengah, ditulis Selasa (19/5).
Menurut dia, penjualan tiket KA tambahan lebaran tahap kedua yang mulai dibuka pada Senin (18/5), pukul 00.01 WIB, telah mencapai kisaran 21.400 tiket dari 24.000 tiket tujuan Jakarta yang disediakan.
“Jumlah penjualan tiket tersebut berdasarkan pantauan pada “Rail Ticket System (RTS)’ pukul 13.00 WIB. Dengan demikian, tiket arus balik lebaran tujuan Jakarta untuk keberangkatan 19-26 Juli 2015 masih tersedia sekitar 2.600 lembar,” jelasnya.
Akan tetapi, kata dia, tiket arus balik tujuan Jakarta untuk keberangkatan 21 Juli 2015 telah habis terjual.
Sementara tiket arus balik ke tujuan Bandung, lanjut dia, telah terjual sebanyak 8.200 lembar dari 17.300 lembar yang disediakan untuk keberangkatan H+1 Lebaran sampai dengan H+8 Lebaran.
Dengan penambahan penjualan KA tambahan lebaran tahap II, lanjut dia, ketersediaan tiket untuk arus balik lebaran yang semula sudah habis kembali tersedia.
Ia mengatakan bahwa tiket KA tambahan lebaran tujuan Jakarta lintas selatan untuk arus balik H+1 Lebaran hingga H+8 Lebaran tersedia sebanyak 24.000 lembar, sedangkan untuk tujuan Bandung disediakan 13.300 lembar.
“Sebelumnya tiket arus balik KA reguler tujuan Jakarta telah habis terjual untuk keberangkatan tanggal 20-27 Juli,” katanya.
Surono mengatakan bahwa semua tiket arus balik tujuan Jakarta dan mudik dari Jakarta yang masih tersedia hanya untuk kereta api komersial, baik eksekutif, bisnis, maupun ekonomi komersial.
Menurut dia, tiket mudik KA ekonomi bersubsidi untuk mudik dari Jakarta sudah habis terjual, sedangkan tiket KA ekonomi bersubsidi untuk arus balik tujuan Jakarta yang masih tersedia hanya keberangkatan tanggal 29 Juli 2015.
“Tiket mudik lebaran keberangkatan dari Jakarta ke Purwokerto, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya yang telah habis terjual adalah tiket untuk keberangkatan 13-16 Juli atau H-4 Lebaran hingga H-1 lebaran. Sementara tiket mudik dari arah Bandung ke timur yang telah terjual habis adalah untuk keberangkatan 14-16 Juli atau H-3 Lebaran hingga H- 1 Lebaran sedangkan untuk keberangkatan tanggal yang lain masih tersedia,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain