13 April 2026
Beranda blog Halaman 36195

Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah Tipis 4,66 Poin

Jakarta, Aktual.co — Berbeda dengan bursa saham Asia yang cenderung positif, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan pagi ini dibuka di teritori negatif. Mengawali perdagangan IHSG dibuka melemah tipis 4,66 poin (0,09 persen) ke level 5.222,43. Indeks saham LQ45 turun tipis 0,13 persen ke level 905,54. Sebagian besar indeks saham acuan juga melemah kecuali indeks saham DBX naik 0,08 persen ke level 701,54.
Pelemahan IHSG masih berlanjut pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB. IHSG melemah tipis 2,91 poin (0,06 persen) ke level 5.224,18. Sebanyak 64 saham menguat, 41 saham melemah dan 68 saham lainnya stagnan.
NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengemukakan bahwa pelemahan IHSG tersebut hanya sesaat. Pada perdagangan Senin (18/5) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.200-5.216 dan resisten 5.248-5.273. “Kami harapkan juga tren kenaikan IHSG masih dapat berlanjut, meski kemungkinan juga diiringi aksi-aksi profit taking yang dapat membuat kenaikan sedikit tertahan,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Rea Priyambada.
Laju Indeks Harga Saham Gaungan (IHSG) pekan lalu cenderung berakhir di zona merah. Pelaku pasar yang masih melakukan transaksi lebih memilih untuk profit taking setelah sepanjang dua hari sebelumnya terus bergerak naik.
“Lebih tingginya animo pelaku pasar untuk profit taking membuat sentimen kenaikan laju Rupiah pasca rilis surplusnya neraca perdagangan menjadi tidak diperhatikan,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Rea Priyambada.
Lebih lanjut dikatakan Reza, meski neraca perdagangan mengalami surplus, namun nilai import dan ekspor justru tercatat turun secara YoY sehingga memberikan gambaran masih melambatnya perekonomian Indonesia. Belum lagi, kata dia, asing yang masih melanjutkan aksi jualnya sehingga menambah sentimen negative. Bahkan menghijaunya laju bursa saham Asia juga tidak membuat IHSG bergeming.

Artikel ini ditulis oleh:

Berusaha Kabur, Anggota Spesialis Curanmor Terpaksa ‘Didor’

Jakarta, Aktual.co — Polres Mataram, Nusa Tenggara Barat terpaksa menghadiahi kaki MH 30 tahun, dengan timah panas ketika berusaha kabur ketika akan ditangkap. HM yang berprofesi sebagai juru parkir itu diduga sebagai komplotan pencurian sepeda motor.
“Dia tidak mau mengaku dan berbelit-belit saat diinterogasi anggota, makanya di tembak. MH ditangkap pada Sabtu (16/5), sekitar pukul 16.00 Wita di indekosnya di Lingkungan Moncok Karya, Kecamatan Ampenan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polres Mataram AKP I Wayan Suteja di Mataram, Senin (18/5).
MH yang diduga sebagai anggota komplotan spesialis pencuri sepeda motor itu, ditangkap setelah anggota mendapat laporan dari korban yang kehilangan kendaraannya pada pekan lalu di wilayah Gomong, Kecamatan Mataram. 
“Pekan lalu kami menerima laporan sebuah sepeda motor merek Yamaha Mio Soul GT dengan nomor polisi DR 5656 AZ hilang di sebuah kos-kosan yang terletak di wilayah Gomong,” ujarnya.
Dari laporan tersebut, anggota kepolisian kemudian menindaklanjuti di lapangan dan mendapat keterangan tambahan dari seorang makelar kendaraan bernama Selamet yang menerima sepeda motor dari tangan MH.
“Dari keterangan Selamet, anggota menemukan sepeda motor yang dilaporkan telah hilang sepekan lalu, darinya anggota menemukan nama MH.”
Suteja mengatakan, Selamet mendapat sepeda motor tersebut dari MH yang menjualnya tanpa surat kelengkapan. Berdasarkan keterangan itu, anggota kemudian berusaha mendeteksi keberadaan MH. Dari keterangan MH, polisi memperoleh identitas seseorang yang disebut sebagai penyalur sepeda motor hasil curian berinisial JO, asal Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah.
“Dia mengaku tidak mengetahui kalau sepeda motor yang diberikan JO adalah hasil curian, dan diperintahkan untuk menjualnya.”
Namun, kepolisian tidak langsung mempercayai pengakuan MH. Pihaknya akan terus mendalami keterangan dari pelaku maupun hasil identifikasi di lapangan.
“Modusnya kami dalami dahulu, yang jelas MH beserta barang buktinya sudah kami amankan di Mapolres Mataram, dan JO yang disebut sebagai penyalur barang curian itu masih diselidiki keberadaannya di lapangan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Try Soetrisno: Kita Bukan Presidensil dan Parlementer, Tapi Sistem Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden RI era 1993-1998, Tri Sutrisno mengganggap Indonesia tidak pernah menerapkan sistem pemerintahan secara presidensil maupun parlementer. Meski dalam perjalanannya Indonesia dikatakan menganut kedua sistem tersebut.
“Di Indonesia tak ada sistem presidensil, tidak ada parlementer. Tidak ada,” kata Tri dalam acara ‘Empat Pemimpin Bangsa Berbagi Cerita mengenai Ilmu Kepemimpinan, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Prinsip Hidup’ di XXI Ballroom, Gedung Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Minggu (17/5) malam.
Hal tersebut diutarakan bekas orang nomor dua di era Presiden Soeharto itu bukan tanpa alasan. Tri mengatakan, kedua sistem tersebut keliru jika diterapkan di Indonesia.
Pasalnya, dia berberlandaskan pada Presiden RI pertama Soekarno saat membentuk sistem pemerintahan dan negara. Kata Tri, Soekarno menyatakan tidak mengambil sistem yang berasal dari luar Indonesia.
Sebab, lanjut mantan Jenderal (Purn) TNI itu, bahwa sistem presidensial merupakan sistem di Amerika Serikat, sedangkan parlementer dari negara-negara Eropa, terutama Inggris.
Akhirnya, dipilihlah sistem pemerintahan sendiri. Yaitu sistem Indonesia. “Waktu pendiri negara bentuk sistem pemerintahan negara, Bung Karno bilang jangan sampai kita ambil yang ada di luar. Nyeletuk Pak Kasman dan Pak Hatta, kita sistem Indonesia,” ucap Tri.

Artikel ini ditulis oleh:

Sempat Dibuka Menguat, Rupiah Berbalik Arah Melemah ke Level Rp 13.125

Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan pagi ini dibuka menguat. Sayangnya, penguatan tersebut tak berlangsung lama, Rupiah bergerak berbalik arah ke zona negatif.
Berdasarkan data  Bloomberg Dollar Index pada pagi ini, Senin (18/5), Rupiah dibuka menguat 0,06% ke Rp13.076 per dolar AS, dan makin menguat ke Rp13.070 (+0,11%), dibanding pada penutupan perdagangan Jumat (15/5), Rupiah melemah 0,22% ke Rp13.084/per dolar AS. Namun saat perdagangan BEI dibuka pukul 08.55 WIB, Rupiah berbalik arah melemah 0,31% ke Rp13.125 per dolar AS.
NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengemukakan, laju Rupiah di akhir pekan mampu melanjutkan penguatannya seiring dengan harapan kami agar Rupiah dapat bergerak positif. Rilis surplus neraca perdagangan senilai USD450 juta cukup memberikan sentimen positif bagi Rupiah.
“Bahkan berbalik naiknya laju dolar AS pasca merespon penurunan klaim pengangguran tidak menjadi penghalang bagi penguatan Rupiah.” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada Senin (18/5) Reza memprediksikan laju Rupiah di atas target level resisten 13.177, yaitu Rp13.075-13.100 (kurs tengah BI). Menurutnya, perlu mewaspadai pembalikan arah seperti biasanya ketika Rupiah bergerak naik signifikan.
“Namun demikian, tetap cermati sentimen-sentimen yang ada,” pungkasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

SBY: Jadi Pemimpin Harus Siap Dihujat dan Dikritik

Jakarta, Aktual.co — Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kerap menjadi sasaran kritikan saat dirinya memimpin Indonesia selama dua periode atau satu dekade terakhir.
Sebab, menurut Ketum Partai Demokrat itu, hujatan yang datang dari berbagai pihak bahkan masyarakat sekalipun sudah menjadi kodrat bagi seorang pemimpin.‎‎‎”Pemimpin juga harus siap diapakan saja, dicemooh, dihujat, dikritik, harus siap. harus menanggung segalanya. Begitu kodratnya,” kata SBY  ‎dalam acara ‘Empat Pemimpin Bangsa Berbagi Cerita mengenai Ilmu Kepemimpinan, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Prinsip Hidup’ di XXI Ballroom, Gedung Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Minggu (17/5).‎
Pemimpin, tak terkecuali presiden memang harus siap berkorban demi rakyatnya. Di pundak seorang presiden beban masa depan bangsanya dipikul.
Selain itu, kata SBY, seorang pemimpin harus berani bertanggung jawab atas segala tindakan dalam mengambil keputusan atau suatu kebijakan untuk negaranya.‎
‎”Pemimpin harus siap berkorban, diapakan saja, dan menanggung beban.‎ Begitu jadi pemimpin, semua harus jadi tugas dan tanggung jawabnya,” kata pria yang lahir di Pacitan Jawa Timur itu.
Menurut Jenderal (Purn) TNI ini, kekuasaan dapat dimaknai beragam. Bicara tentang presiden atau pemimpin berarti bicara pula tentang kekuasaan.
Tapi yang terpenting adalah, lanjut SBY, bagaimana mengontrol kekuasaan itu juga sudah berada dalam genggaman pemimpin itu sendiri. Sehingga agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power.
“A‎da yang bilang knowlegde is power, money is power, politic position is power, ada yang bintang (jenderal) is power. Dari mana kuasaan itu berasal? Kemudian jika sudah dimiliki, untuk apa? Jika sudah memiliki bagaimana kontrolnya? Yang paling penting bagaimana mengontrolnya,” ujar SBY.
Kekuasaan presiden, lanjut SBY, tak semena-mena di tangannya. Tetapi ada di bawah kontrol konstitusi dan undang-undang.‎
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan era Presiden Megawati Soekarnoputri ini menambahkan, bahwa seorang presiden juga dikontrol dan diawasi oleh pers dan masyarakatnya. Termasuk juga NGO dan LSM-LSM.
“Ada yang namanya check and balances. Jangan lupa presiden dikontrol pers, NGO, dan rakyatnya. Yang penting, yang pegang kekuasaa itu harus bisa kontrol dirinya sendiri,” demikian SBY.

Artikel ini ditulis oleh:

BJ Habibie: Pentingnya Pemberdayaan SDM dalam Sebuah Negara

Jakarta, Aktual.co — Mantan Presiden RI ke 3 Bacharuddin Jusuf Habibie menekankan bahwa pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam membangun sebuah negara. Menurutnya, Indonesia yang memiliki SDM melimpah yang harus  dioptimalkan sehingga dapat menjadi sebuah bangsa yang besar.
“Masa depan bangsa harus mengandalkan sumber daya manusia terbarukan. Ini termasuk Indonesia. SDM yang dimilikinya seberapa banyak pun, harus pandai dimanfaatkan,” kata Habibie dalam acara ‘Empat Pemimpin Bangsa Berbagi Cerita mengenai Ilmu Kepemimpinan, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Prinsip Hidup’ di XXI Ballroom, Gedung Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Minggu (17/5).
Pria 78 tahun itu menyebut sumber daya manusia merupakan kunci masa depan negara. Sebab, hal tersebut tersirat dalam konstitusi. “Harus meningkatkan kualitas hidup dari SDM, itu tersirat dalam UUD 1945,” sambungnya.
Dia menjelaskan, kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan menjadikan status negeri maritim harus jadi perhatian. Kondisi ini yang perlu diperhatikan untuk menjawab persoalan luasnya dari Sabang sampai Merauke.
“Di sini beraneka ragam, bagaimana SDM itu? satu yang jelas, Anda harus dapat memiliki suatu sistem, suatu jaringan, bahasa yang menghubungkan setiap manusia untuk dihubungkan setiap manusia itu,” kata mantan Menteri Riset dan Teknologi Indonesia itu.
Kemudian, Habibie juga mengingatkan solusi untuk luasnya wilayah teritorial Indonesia. Misalnya, dia mengatakan, perlunya industri pesawat terbang yang bisa diciptakan SDM Indonesia untuk mendukung luasnya wilayah Indonesia.
“Bangsa ini ada di benua maritim, hidup yang ada untuk memanfaatkan pesawat terbang. Apakah bisa? Kita bisa. Saya pernah buktikan mampu kok,” sebutnya yang disambut riuhnya tepuk tangan.
Lebih jauh dia menuturkan, ada beberapa elemen yang tak bisa dipisahkan untuk mendukung kualitas SDM yaitu pengetahuan serta teknologi. Karakter budaya dalam bersikap juga menentukan cikal kemajuan bangsa.
“Elemen budaya yang menentukan perilaku, kehidupan di dunia ini, itu berpengaruh untuk mendukung,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain