13 April 2026
Beranda blog Halaman 36202

Gubernur Sulteng Himbau Suasana Kekerabatan Saat Pilkada

Jakarta, Aktual.co —Jelang digelar Pemilihan Kepala Daerah secara serentak pada 9 Desember nanti, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengimbau lapisan masyarakat di daerahnya bisa bersikap demokrasi dengan kekerabatan.
Pelaksanaan Pilkada di delapan kabupaten/kota dan gubernur di Sulawesi Tengah, ujar dia, harus berjalan damai. “Siapa pun dia yang jadi harus diterima lapang dada. Saya minta jangan terpancing dengan segala cara untuk memenangkan pertandingan,” kata dia, Minggu (17/5).
Sehari sebelumnya di Kabupaten Tojo Unauna, dia juga mengajak masyarakat untuk menyolidkan hubungan kemanusiaan internal umat beragama maupun antarumat beragama. Yakni dengan memperbanyak silaturahim menghadapi pesta demokrasi itu.
“Jaga keutuhan silaturahim, jangan karena kita beda kandidat atau menjadi kandidat kepala daerah lalu menghalalkan segala cara dengan cara memfitnah,” kata dia. 
Pada kesempatan itu Longki mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dengan memperkuat silaturahim khususnya di daerah kabupaten.
Dia berharap dengan menjaga kebersamaan di tengah masyarakat maka pesta demokrasi pemilihan kepala daerah serentak di delapan kabupaten/kota dan gubernur dapat berjalan sukses dan berlangsung dengan jujur. “Sehingga kita menghasilkan pemimpin yang betul-betul bertakwa,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Alasan Prijanto ‘Getol’ Gulirkan Kasus Taman BMW

Jakarta, Aktual.co —Sejak tahun 2013 lalu hingga kini, mantan Wakil Gubernur DKI Prijanto tetap ‘getol’ gulirkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi di lahan Taman BMW yang diserahkan pengembang PT Agung Podomoro ke Pemprov DKI di zaman Gubernur Sutiyoso.
Berbagai upaya sudah dilakukannya. Melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat buku yang membawa-bawa keterlibatan nama mantan Gubernur Sutiyoso dan Fauzi Bowo, melapor ke Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hingga berbicara di berbagai acara diskusi mengenai Taman BMW.
Aktual.co pun mencoba ‘mengorek’ apa yang melatarbelakangi dirinya seperti tak kenal lelah gulirkan kasus itu. Ini jawaban dia.
Lewat pesak pendek dia mengatakan, “Saya dulu Wagub dan sekarang mantan Wagub. Saya dulu wakil rakyat  dan sekarang saya rakyat. Mengetahui dari dokumen yang saya miliki, bahwa ada perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian negara. Saya patut menduga adanya tipikor yang bisa hancurkan negara jika tidak ditindaklanjuti secara hukum,” ujar mantan Aster KASAD dengan pangkat Mayor Jenderal itu.
Lebih lanjut dia mengatakan, sesungguhnya merupakan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia untuk melaporkan jika mengetahui ada tindak pidana korupsi. 
“Jika mengetahui terus tidak berlapor maka sepengetahuan saya berlakulah hukum “barang siapa mengetahui tindak pidana tidak melaporkan, dapat dipidana,” ucap mantan Wagub DKI di periode 7 Oktober 2007 hingga 7 Oktober 2012 itu.

Artikel ini ditulis oleh:

BJ Habibie Berharap SDM Terbarukan dan Industri Pesawat Terbang

Jakarta, Aktual.co —Agar maju Bangsa Indonesia Indonesia harus andalkan sumber daya manusia yang terbarukan. Pendapat tersebut disampaikan mantan Presiden BJ Habibie saat berbicara di acara ‘Supermentor 6: Leader’ di Jakarta, Minggu (17/5).
Habibie yakin sumber daya manusia di Indonesia sangat melimpah sehingga harus dioptimalkan. Karena dirinya mengaku yakin sumber daya manusia memegang kunci masa depan sebuah bangsa.
“Ini termasuk Indonesia. SDM yang dimilikinya seberapa banyak pun harus pandai dimanfaatkan. Harus meningkatkan kualitas hidup dari SDM, itu tersirat dalam UUD 1945,” kata Habibie.
Dengan Indonesia yang merupakan negara maritim dari Sabang sampai Merauke, kata dia, SDM yang ada pun beranekaragam.
Untuk itu, ujar dia, diperlukan suatu sistem, suatu jaringan, bahasa yang menghubungkan setiap sumber daya manusia itu.
Mantan Menteri Riset dan Teknologi Indonesia itu pun kembali mengingatkan pentingnya SDM untuk membangun industri pesawat terbang guna mendukung luasnya wilayah di Indonesia. “Apakah bisa? Kita bisa. Saya pernah buktikan mampu kok,” ucap dia.
Selain itu, jelas Habibie, pengetahuan dan teknologi tak bisa dipisahkan guna mendukung kualitas SDM Indonesia. Ditambah lagi dengan karakter budaya dalam bersikap untuk cikal kemajuan bangsa. “Itu berpengaruh untuk mendukung,” ucap dia.
Dalam acara ini, hadir tiga tokoh nasional yang pernah menjadi pemimpin di Indonesia. Yakni Try Sutrisno dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ikut hadir pula Presiden Timor Leste pertama (2002-2007) Xanana Gusmao. 
Keempatnya menjadi pembicara dalam acara yang digelar di XXI Ballroom, Gedung Jakarta Teater, Jakarta Pusat. Ikut pula hadir tokoh nasional lainnya, seperti Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Ketua DPD RI Irman Gusman.

Artikel ini ditulis oleh:

Try Soetrisno ‘Sentil’ Kebiasaan ‘Ngaret’ di Kalangan Pejabat

Jakarta, Aktual.co —Mantan Wakil Presiden Try Soetrisno sindir kebiasaan ‘jam karet’ yang seperti sudah membudaya di kalangan pejabat Indonesia. 
Tak jauh-jauh, contoh nyata dia sebutkan di pelaksanaan Konferensi Parlemen Asia-Afrika dalam  Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung MPR/DPR/DPD RI. 
“Orang Indonesia kalau mau maju harus tepat waktu. Waktu di KAA, terlambat 30 menit, malu saya,” ujar Try, di acara ‘Empat Pemimpin Bangsa Berbagi Cerita mengenai Ilmu Kepemimpinan, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Prinsip Hidup’, di Jakarta, Minggu (17/5).
Try membandingkan zaman saat dirinya menjabat sebagai Wapres untuk Presiden Soeharto. Kata dia, saat itu tidak ada namanya keterlambatan seperti itu. “Keamanan, protokol, semua siap satu menit sebelum acara. Saya ingatkan beliau orang, Ketua MPR. Jangan terlambat lagi,” ujar dia.
Selain Try, dalam acara yang digagas Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di XXI Ballroom, Djakarta Theatre, Jl MH Thamrin, Jakarta itu, juga dihadiri tiga tokoh lain yakni mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden BJ Habibie dan Presiden pertama Timor-Timor (2002-2007) Xanana Gusmao.

Artikel ini ditulis oleh:

Mahasiswa Makassar Siap Aksi 20 Mei Lengserkan Jokowi-JK

Makasar, Aktual.co —Sejumlah elemen gerakan mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan terus melakukan konsolidasi dan pemantapan, jelang aksi turunkan kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei nanti.
Informasi yang dihimpun Aktual.co, organisasi Cipayung plus (IMM, PMII, KAMMI, GMKI, PMKRI) Makassar melakukan konsolidasi membahas rencana aksi besar-besaran tersebut, Minggu (17/5) malam ini.
Aktifis IMM Sulselbar, Rizal Fauzi menyatakan Cipayung plus tetap berkomitmen dan konsisten untuk turun aksi pada 20 Mei nanti dengan tuntutan turunkan Jokowi.
“Di internal cipayung plus, kami sudah sepakat bahwa rezim Jokowi telah gagal mengawal bangsa ini, “ujar dia.
Aliansi Mahasiswa Perjuangan Rakyat (AMPERA) juga telah menyatakan siap untuk menjadikan momentum Harkitnas sebagai ajang untuk melakukan koreksi total terhadap kepemimpinan Jokowi-JK.
“Tuntutan kami sudah jelas, turunkan Jokowi-JK,” ungkap Akmal, salah satu aktifis HMI MPO yang tergabung dalam aliansi ini.
Senada dengan itu, Koordinator aksi HMI MPO Cabang Makassar, M Tasrif juga mengungkapkan bahwa secara internal pihaknya telah persiapkan aksi ini jauh-jauh hari, dengan rutin melakukan diskusi dan konsolidasi.
“Malam ini juga kami konsolidasi secara internal. Insya Allah besok malam bersama organisasi lain kami akan lakukan pertemuan terkait penyatuan kekuatan,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Sarankan Orang Tua Penelantar Anak Masuk Rehabilitasi Mental

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah dianggap perlu membangun pusat rehabilitasi mental dan jiwa terhadap orang tua yang kedapatan menelantarkan anaknya. 
Pendapat itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Khatibul Umam Wiranu, menanggapi kasus ditelantarkannya lima orang anak di Cibubur oleh kedua orangtuanya.
Menurutnya, pusat rehabilitasi bagi orang tua perlu didirikan, mengingat fenomena penelantaran anak kerap terjadi di masyarakat.
Politisi Demokrat ini juga berpendapat sudah saatnya masyarakat, menyadari dan menjalankan program keluarga berencana dengan “dua anak cukup”. “Laki-perempuan sama saja. Pemerintahpun harus terus menggalakkannya,” ujar dia, Minggu (17/5).
Pemerintah, kata dia, juga harus memahami secara pasti peta demografis warganya. Sehingga tahu unit-unit keluarga yang tidak mampu dan mampu mengatasi kemiskinan warganya.
Khatibul juga menyarankan para orang tua untuk memberi tuntunan dan ajaran agama ke anak sejak kecil. Sehingga paham tentang kewajiban seseorang terhadap anaknya dan keturunannya, serta kewajiban anak terhadap orang tuanya.  
Tak hanya itu, di poin terakhir saran yang diberikannya, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, dibantu Komite Perlindungan anak indonesia (KPAI) harus melakukan pertolongan pertama terhadap anak-anak terlantar. “Atas biaya hidup mereka sehari-hari. Karena anak terlantar di Indonesia jumlahnya sangat banyak.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain