13 April 2026
Beranda blog Halaman 36203

DPR Sarankan Orang Tua Penelantar Anak Masuk Rehabilitasi Mental

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah dianggap perlu membangun pusat rehabilitasi mental dan jiwa terhadap orang tua yang kedapatan menelantarkan anaknya. 
Pendapat itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Khatibul Umam Wiranu, menanggapi kasus ditelantarkannya lima orang anak di Cibubur oleh kedua orangtuanya.
Menurutnya, pusat rehabilitasi bagi orang tua perlu didirikan, mengingat fenomena penelantaran anak kerap terjadi di masyarakat.
Politisi Demokrat ini juga berpendapat sudah saatnya masyarakat, menyadari dan menjalankan program keluarga berencana dengan “dua anak cukup”. “Laki-perempuan sama saja. Pemerintahpun harus terus menggalakkannya,” ujar dia, Minggu (17/5).
Pemerintah, kata dia, juga harus memahami secara pasti peta demografis warganya. Sehingga tahu unit-unit keluarga yang tidak mampu dan mampu mengatasi kemiskinan warganya.
Khatibul juga menyarankan para orang tua untuk memberi tuntunan dan ajaran agama ke anak sejak kecil. Sehingga paham tentang kewajiban seseorang terhadap anaknya dan keturunannya, serta kewajiban anak terhadap orang tuanya.  
Tak hanya itu, di poin terakhir saran yang diberikannya, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, dibantu Komite Perlindungan anak indonesia (KPAI) harus melakukan pertolongan pertama terhadap anak-anak terlantar. “Atas biaya hidup mereka sehari-hari. Karena anak terlantar di Indonesia jumlahnya sangat banyak.”

Artikel ini ditulis oleh:

Rekonstruksi Kasus Abraham Samad Berlangsung Tertutup

Makasar, Aktual.co —Rekonstruksi kasus dugaan pemalsuan dokumen Kartu Keluarga yang menjerat Ketua non aktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad digelar tertutup Minggu (17/5) sore tadi.
Selama rekonstruksi yang digelar Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat di kantor Camat Panakkukang, Makassar, para awak media dilarang masuk. Polisi memasangi garis polisi di pintu masuk kantor.
Rekonstruksi menghadirkan mantan Camat Panakukang yang tak lain kakak kandung Abraham Samad, Imran Samad. Namun kedua tersangka, yakni Samad dan Feriyani Liem, tidak hadir. Keduanya hanya diwakili dua orang yang memerankan diri mereka. 
Saat dimintai konfirmasi mengenai gelar rekonstruksi itu, pimpinan tim penyidik Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Sulselbar, AKBP Adip R menolak berkomentar. Dari informasi yang diperoleh, dalam rekonstruksi tersebut memperagakan 29 adegan.
Sedangkan mantan Camat Panakukang yang juga kakak kandung Samad, Imran Samad mengatakan  selama dua jam dirinya hanya mengikuti tiga adegan saja. “Adegannya cuma prosedur pembuatan KK dan KTP saja,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Taman BMW, Prijanto Akan Sodorkan Info Terbaru ke KPK

Jakarta, Aktual.co —Mantan Wakil Gubernur Prijanto mengatakan dalam waktu dekat akan sodorkan info terbaru ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan adanya tindak pidana korupsi (Tipikor) di Taman BMW,  Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kepada Aktual.co, dia mengatakan info terbaru yang dimaksudnya tak lain putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Yang membatalkan dua sertifikat kepemilikan Pemprov DKI atas lahan Taman BMW.
Prinsipnya, kata dia, tidak ada secarik kertas pun yang menyebutkan Taman BMW itu milik Pemprov DKI, kecuali catatan sepihak DKI yang mengklaim itu sebagai asetnya. 
“Inilah yang harus dibongkar KPK. Di sini ada tindak melawan hukum, kerugian negara Rp 737 miliar di tahun 2007. Mungkin saat ini senilai Rp 2 triliun dan ada pihak yang diuntungkan,” tutur dia, kepada Aktual.co, Sabtu (16/5).
Perkembangan kasus inilah, ujar dia yang akan dilaporkan ke KPK guna memperkuat data dan fakta atas dugaan korupsi di atas Taman BMW.
Namun saat ditanyakan, siapa kiranya pihak yang akan dilaporkan, apakah pemprov DKI atau pihak pengembang yang menyerahkan tanah yakni PT Agung Podomoro, Prijanto menjawab tidak akan melapor siapa-siapa.
“Laporan saya hanya melaporkan kasus dugaan Tipikor-nya. Untuk tentukan siapa yang salah nanti tentu (tergantung) hasil penyidikan KPK,” ujar dia.
Prijanto sendiri ‘kekeuh’ mengatakan kalau lahan Taman BMW yang diberikan pengembang PT Agung Podomoro ke Pemprov DKI di jaman Gubernur DKI Sutiyoso seluas 265.395,99 M2 senilai Rp 737 miliar lebih adalah ‘bodong’.
Dia menduga PT Agung Podomoro telah melakukan kolusi dan korupsi saat menyerahkan kewajiban berupa tanah ‘bodong’ itu ke Pemprov DKI. “Korupsi itu mesti dari swasta dengan aparat Pemerintah. Jadi bukan di rebutan masalah tanahnya. Tiga unsur dari berita acara serah terima (BAST) 2007, yakni lokasi, luas dan keabsahan dari surat pelepasan hak, patut diduga bodong,” ujar dia.
Sementara itu, pihak KPK sendiri beberapa waktu lalu pernah dikonfirmasi mengenai kasus yang dilapor Prijanto ini. Namun saat itu Juru Bicara KPK  Johan Budi SP menjawab singkat,” Belum ada info.”
Menanggapi itu, Prijanto sendiri hanya berkomentar, “Bisa jadi Pak Johan belum tahu (kasus itu), karena kapasitasnya waktu itu masih Jubir KPK.”

Artikel ini ditulis oleh:

Try Soetrisno: Tugas Wapres Adalah Pembantu Presiden

Jakarta, Aktual.co —Mantan Wakil Presiden periode ‎1993-1998 Try Sutrisno mengatakan seorang Presiden dan Wakil Presiden punya tugas masing-masing-masing. 
Try menjelaskan, tidak ada seorang presiden dan wapres-nya membagi-bagi tugas per bidang. Sebab sangat jelas bahwa tugas wapres hanya membantu kerja presiden dalam memimpin negara dan pemerintahan.‎
“‎Tugas Wapres jelas, adalah pembantu (Presiden),” ujar‎ dia dalam acara ‘Empat Pemimpin Bangsa Berbagi Cerita mengenai Ilmu Kepemimpinan, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Prinsip Hidup’, di Jakarta, Minggu (17/5).
Dituturkan Try, saat menjadi Wapres Presiden Soeharto, tugasnya adalah pengawasan dan pembangunan plus menjadi Ketua Baperjarnas (Badan Pertimbangan Jabatan Nasional) serta pengawasan objek vital strategis.‎
“‎Jadi tidak benar kalau Presiden dan Wapres bagi tugas seperti bagi kue. Presiden urusi ekonomi, Wapres urusi bidang lain. Tidak seperti itu. Presiden pimpin eksekutif pemerintah, dan Wapres membantu. Tidak benar Presiden bagian A dan Wapres bagian B. Tidak benar itu,” ujar Try.‎
Dalam acara ini, hadir tiga tokoh nasional yang pernah menjadi pemimpin di Indonesia. Yakni Try Sutrisno, BJ Habibie, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ikut hadir pula Presiden Timor Timur pertama (2002-2007) Xanana Gusmao. 
Keempatnya menjadi pembicara utama dalam acara yang digelar di XXI Ballroom, Gedung Jakarta Teater, Jakarta Pusat. 
Ikut pula hadir tokoh nasional lainnya, seperti Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Ketua DPD RI Irman Gusman.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Demokrat Harus Benahi Kaderisasi dan Komunikasi

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Komunikasi Politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai Partai Demokrat membutuhkan penguatan di bidang kaderisasi dan komunikasi agar harapan menjadi partai pemenang di Pemilihan Umum 2019 tercapai.
“Selama ini saya melihat bidang kaderisasi dan komunikasi masih lemah dan kurang kekuatan. Ini yang harus diubah pada kepengurusan baru usai kongres,” ujarnya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jatim, Minggu (17/5).
Menurut dia, saat ini partai berlambang mercy itu kurang aktif mengubah kaderisasi maupu komunikasinya sehingga menghambat munculnya wajah-wajah baru dalam kepengurusan, khususnya di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Kongres IV yang digelar di Surabaya lalu, kata dia, merupakan titik awal mengubah sejumlah kelemahan yang ada di tubuh partai, antara lain di bidang kaderisasi maupun komunikasi.
“Kongres itukan salah satu ajang evaluasi dan koordinasi. Nah, sekarang saatnya DPP mengubah gayanya seperti sebelumnya yang memang gagal dalam Pemilu 2014,” ucapnya.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unair tersebut justru mengaku khawatir jika Partai Demokrat hanya tergantung terhadap sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan tidak berani memunculkan sosok-sosok wajah baru di struktural kepemimpinannya.
Ia memberi contoh sejumlah nama tokoh muda yang dinilai bisa memperbaiki citra partai di mata publik, antara lain Soekarwo, Sys NS, Ramadhan Pohan dan Hinca Panjaitan.
“Mereka harus dimanfaatkan karena memiliki modal kuat dari segi komunikasi. Mungkin, ketua bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotan (OKK) baru nantinya bisa dari nama-nama itu, salah satunya Soekarwo,” tukasnya.
Lulusan Program Pasca-Sarjana Komunikasi Universitas Indonesia tersebut berharap Demokrat tidak muncul “Sindrom SBY” atau semuanya tergantung apa kata SBY.
Tidak itu saja, Suko Widodo juga menyarankan kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2015-2020 tidak lupa memanfaatkan organisasi-organisasi sayap yang dimilikinya selama ini.
Sejumlah organisasi sayap yang dimiliki PD antara lain Barisan Muda Demokrat, Angkatan Muda Demokrat Indonesia, Angkatan Muda Demokrat, Generasi Muda Demokrat, Kader Muda Demokrat, Komite Nasional Pemuda Demokrat, Insan Muda Demokrat Indonesia, dan Perempuan Demokrat RI, dan lainnya.
“Saat masyarakat sudah jenuh dengan partai politik maka organisasi sayap yang harus digerakkan. Kalau mereka tak ikut ditampilkan maka partai akan tenggelam karena memang selama ini masih kurang berperan,” ucapnya Kepala Pusat Kajian Komunikasi Unair tersebut.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo mengatakan struktural DPP nantinya akan ditentukan oleh Tim Formatur yang beranggotakan sembilan orang dan diberi kesempatan hingga sebulan usai kongres digelar pada 11-13 Mei 2015.
“Sesuai aturannya, SBY selaku ketua umum terpilih otomatis menjadi ketua tim formatur. Pengumuman struktural DPP mungkin selesai tidak sampai sebulan dan secepatnya diumumkan,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Persipura Fokus AFC Cup

Jakarta, Aktual.co — Manajemen Persipura Jayapura menegaskan timnya tetap fokus pada kompetisi AFC Cup walau terjadi konflik antara PSSI dengan Kemenpora dan berimbas munculnya ancaman sanksi FIFA kepada Indonesia.
“Sambil menunggu sanksi dari FIFA, Persipura tetap main di AFC,” ujar Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano di Jayapura, Papua, Minggu (17/5).
Sebagai salah satu klub yang bernaung dibawah PSSI, kata Mano, Persipura pada posisi menunggu dan menyerahkan seluruh urusan kepada organisasi yang kini telah dibekukan Kemenpora.
“Kita menunggu saja dan semuanya kita serahkan ke PSSI untuk menangani masalah tersebut,” ucapnya.
Apa bila nantinya Persipura dan Persib Bandung di diskualifikasi dari keikutsertaannya di AFC Cup karena sanksi FIFA kepada Indonesia akibat kekisruhan tersebut, Mano tetap menyatakan hal tersebut juga sepenuhnya akan diserahkan kepada PSSI.
“Itu kita serahkan kepada PSSI karena kita mewakili Indonesia di ajang AFC Cup,” cetusnya.
Mano juga menegaskan apapun yang terjadi, tim Mutiara Hitam (julukkan Persipura) akan tetap pada komitmen awal, yaitu berada pada naungan PSSI.
“Kita serahkan ke PSSI, itulah komitmen dari manajemen dari Persipura. Kita tidak buat gerakkan tambahan,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain