14 April 2026
Beranda blog Halaman 36208

PBNU Akui Beberapa Menteri Kinerjanya Masih Lemah

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengakui adanya beberapa menteri dalam Kabinet Kerja yang memiliki kinerja cukup lemah, sehingga tidak mampu memberikan hasil signifikan.
“Ada beberapa menteri yang lemah, terutama tim ekonomi,” katanya, usai pembukaan Pra-Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) zona Sumatera di Pesantren Al-Kautsar Medan, Minggu (17/5).
Pendapat itu disampaikan Said Aqil Siradj terkait munculnya wacana “reshufle” atau perombakan kabinet terhadap menteri yang membantu tugas Presiden Joko Widodo.
Menurut dia, cukup banyak indikator yang menunjukkan lemahnya kinerja tim ekonomi dalam Kabinet Kerja, seperti nilai tukuar rupiah yang merosot hingga tembus Rp13 ribu per dolar AS.
Demikian juga dengan terus menurunnya daya beli, dan bertahan mahalnya harga berbagai bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat.
“NU sudah sering menyampaikan rekomendasi (tentang kebijakan ekonomi itu),” ucapnya.
Beberapa rekomendasi dari NU tersebut telah dijalankan pemerintah sepeti penghapusan “broker-broker raksasa” dalam berbagai kebijakan ekonomi nasional.
“Sekarang sudah dimulai. Seperti Petral di Singapura yang dibubarkan. Gus Dur dulu sempat mau membubarkan, tetapi belum dalam kondisi kuat,” ungkapnya.
Mengenai ‘reshufle’, pihaknya menyerahkan kewenangan penuh kepada Presiden Joko Widodo yang memiliki hak prerogatif, termasuk jika mengganti kader NU yang ada dalam kabinet.
“Itu hak Presiden, terserah presiden, tidak ada upaya kita (untuk melobi),” ujar Said Aqil.

Artikel ini ditulis oleh:

Rumor Tahanan Pembunuhan Kabur, Ribuan Warga Rusak Mapolres

Jakarta, Aktual.co — Markas Polres Sumbawa Barat diserbu ribuan warga Kabupaten Sumbawa Barat pada, Sabtu (16/5) malam. Akibatnya, sejumlah ruangan di Mapolres tersebut rusak.
Ruangan yang rusak yakni ruang penjagaan yang terdapat di halaman depan sebelah kiri akibat lemparan batu dari warga. Informasinya, massa secara spontan datang ke Mapolres Sumbawa Barat pada pukul 21.00 Wita.
Kedatangan ribuan warga ini akibat rumor ada tahanan bernama Ersan Munab (53)  bapak yang diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan anak yang terjadi dua hari lalu  kabur.
Info kaburnya Ersan ini langsung menyebar luas ditengah masyarakat Kota Taliwang baik melalui jejaring social maupun info dari mulut ke mulut, emosi warga pun tak bisa dibendung.
Bukan hanya itu, massa sebagian besar warga Kota Taliwang ini juga mengamuk di Pos Polisi satuan Lantas yang berada di tengah Kota Taliwang, dilokasi ini warga membakar Pos polisi tersebut dan melemparinya dengan batu.
Amuk massa ini baru bisa diantisipasi setelah polisi melemparkan gas air mata, dan massa baru bubar hingga dini hari tadi.
Kejadian ini dipicu oleh kabar yang menyebutkan, Ersan Munab (53)  bapak yang diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan anak yang terjadi dua hari lalu  kabur dari tahanan Mapolres KSB. Info kaburnya sosok yang diketahui kelahiran Jambi, 6 Maret 1963 ini langsung menyebar luas ditengah masyarakat Kota Taliwang baik melalui jejaring social maupun info dari mulut ke mulut, emosi warga pun tak bisa dibendung.
Junaidi Kasum, tokoh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat mengatakan warga mengaku kecewa dengan aparat kepolisian setempat, ia menyayangkan tahanan itu bisa kabur.Sementara menurutnya secara psikologis amukkan massa itu memang tidak bisa dibendung.
“Saya mewakili keluarga besar korban dan masyarakat KSB sangat kecewa dengan tindakan aparat dalam menangani kasus ini, menurut logika hukum tidak bisa segampang itu tahanan bisa kabur seanaknya, kemana aparat yang bertugas menjaga, agar kejadian ini tidak berkembang luas kami minta polisi terutama Polda NTB untuk segera turun tangan,”  ungkap JK sapaan akrab tokoh muda KSB ini.
Polres Sumbawa Barat hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologis kaburnya Ersan Munab.

Artikel ini ditulis oleh:

Pilkada Trenggalek Terancam Batal

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur bersikeras menolak memenuhi permintaan KPU setempat yang menghendaki klausul dana hibah untuk penyelenggaraan pemilu kepala daerah (pilkada) setempat sebesar Rp16,511 miliar, sebagaimana tercantum dalam APBD 2015.
“Masalahnya masih ada kekurangpahaman terkait berapa nilai dana hibah yang boleh disalurkan daerah untuk penyelenggaraan pilkada serentak tersebut, sehingga terjadi perbedaan persepsi antara pemkab dengan KPU,” ungkap Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Trenggalek, Said Maksum di Trenggalek, Minggu (17/5).
Ia mengakui, dalam dokumen APBD Trenggalek 2015 sudah dialokasikan anggaran untuk dana hibah penyelenggaraan pilkada sebesar Rp16,511 miliar.
Namun, asumsi anggaran itu untuk dua putaran penyelenggaraan pilkada, apabila pasangan calon bupati/wakil bupati lebih dari dua dan masing-masing tidak mendapat suara mayoritas.
Rincian alokasi anggaran hibah itu, lanjut Said, sebesar Rp11,293,5 miliar untuk penyelenggaraan pilkada putaran pertama.
Sementara sisanya sebesar Rp5,217 miliar diproyeksikan untuk putaran kedua.
“Masalahnya aturan yang ada saat ini kan tidak menyebut putaran satu dan putaran dua, sehingga kami mengasumsikan kebutuhan anggarannya adalah sesuai plafon penyelenggaraan pilkada putaran pertama,” jelasnya.
Said menambahkan, aturan pencairan dana hibah harus sesuai prosedur pengajuan dan pencairan anggaran.
Jika aturannya tidak spesifik menyebut alokasi dana hibah untuk dua putaran, maka dasar pencairan anggaran yang bisa mereka setujui adalah asumsi penyelenggaraan pilkada satu putaran, yakni sebesar Rp11,293,5 miliar.
“Kami tidak bisa sembarangan dalam mengalokasikan anggaran, karena ini adalah dana hibah, semuanya harus jelas. Makanya kami serahkan yang Rp11,2 miliar itu,” kata Said Maksum.
Kendati begitu, Said menjamin pemerintah daerah akan tetap memberikan tambahan dana apabila KPU mengalami kekurangan dalam pelaksanaan pemilihan bupati.
Proses penambahan anggaran itu, kata dia, bahkan bisa dilakukan mendahuli Perubahan APBD 2015 atau perubahan anggaran keuangan (PAK) yang biasanya mulai dibahas pada pertengahan tahun anggaran berjalan.
Menurut dia, keputusan tersebut telah memalui kajian yang panjang dan sudah dikonsultasikan dengan Kementerian Dalam Negeri.
“Kami siap memberikan tambahan itu, ketika hibah Rp11,2 miliar itu sudah kami sampaikan, KPU bisa mengajukan lagi tambahan untuk beberapa kegiatan yang belum dianggarkan sebelumnya,” tutur Said Maksum.
Akibat belum ada kesepakatan terkait anggaran tersebut, naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk pembiayaan penyelenggaraan pilkada Trenggalek sampai saat ini belum ditandatangai.
Kondisi “deadlock” ini memantik spekulasi penyelenggaraan Pilkada Trenggalek bakal ditunda.
Dalam pernyataan sebelumnya, Ketua KPU Trenggalek Suripto mengisyaratkan pengunduran pesta demokrasi pemilihan pasangan bupati/wakil bupati yang sedianya digelar serentak pada 9 Desember 2015 sangat mungkin.
Apabila hingga batas akhir pembentukan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) 18 Mei, kepastian anggaran hibah daerah atau NPHD belum ditandatangani (disetujui).
“Sesuai dengan amanat pasal 2 peraturan KPU nomor 2/2015 tentang tahapan program dan jadwal pemilihan kepala daerah, apabila ketersediaan anggaran itu tidak ada sampai proses pembentukan PPK/PPS, maka KPU diberi kewenangan untuk menunda pelaksanaan pilkada,” tukas Suripto.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat Intelijen: Indonesia Sedang Diserang Tiga Bentuk Perang Global

Jakarta, Aktual.co — Percaturan global sekarang berbeda dengan pada zaman perang dingin, ada 3 bentuk perang baru yang sedang mengancam Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Pengamat Intelijen dan Keamanan internasional Soeripto, dalam rilis yang diterima, di Jakarta, Minggu (17/5).
Soeripto menjelaskan bahwa tiga bentuk perang tersebut adalah perang sumberdaya alam, perang mata uang dan perang cyber. 
“Dua pihak yang menonjol dalam perang sumber daya alam adalah antara Amerika  Serikat dan China. Percaturan di Indonesia sangat terasa, terutama dalam akses sumber daya alam. Hal ini harus diantisipasi dengan baik, karenanya tata kelola sumber daya alam harus benar-benar untuk kepentingan masyarakat. Lembaga advokasi sosial seperti PAHAM ini harus bisa mengawal kepentingan publik tersebut,” papar mantan sekretaris jendral Kementerian Kehutanan tersebut.
Selanjutnya adalah bentuk perang mata uang atau yang disebut dengan currency war. Jenis perang ini juga tak boleh diremehkan, karena berkaitan langsung dengan ketahanan perekonomian Indonesia. 
“Nilai mata uang kita sekarang semakin merosot, ini pertanda kita kalah strategi. Bisa jadi kita kalah perang untuk saat ini,” papar salah satu Dewan Pembina PAHAM Indonesia tersebut.
Ketiga adalah perang dunia maya (cyber war), yang dilakukan melalui jaringan internet. Perang ini sangat luar biasa pengaruhnya, suatu bangsa yang diserang oleh cyber war akan bisa lumpuh. Contohnya pada perang teluk mengapa Irak cepat menyerah, hal ini terjadi karena AS bisa melumpuhkan seluruh jaringan komunikasi Irak. Sehingga jaringan pertahannya macet, dan tidak jalan. 
“Pada tahap ini, serangan melalui cyber akan dilakukan terlebih dahulu barulah kemudian dilakukan serangan melalui kekuatan militer,” jelasnya
Soeripto mengingatkan agar tiga hal ini diwaspadai untuk menjaga pertahanan negara. “Sayang pemerintah Indonesia masih kurang mewaspadai ketiga hal ini, justru yang diwaspadai hanya isu-isu pinggiran,” pungkas aktifis kemanusiaan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wakil Ketua DPR: Pemerintah Harus Peka Terhadap Pengungsi Rohingya

Jakarta, Aktual.co — DPR mendesak Pemerintah untuk mengambil langkah nyata dan bekerja secara Internasional dalam menangani korban pencari suaka yang ada di depan mata seperti para pencari suaka Muslim Rohingya di Aceh.
Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, di Jakarta, Minggu (17/5). 
Selain itu, sambungnya, DPR meminta agar Presiden membuat regulasi sementara bagi dasar tindakan para pejabat di lapangan. Mungkin semacam kepres tentang penanganan migran dan pencari suaka.
“Patut disayangkan jika citra Indonesia hari ini dikecam oleh dunia akibat adanya sikap sebagian pejabat yang menolak menerima migran atau pencari suaka yang mendarat di perairan Indonesia hari-hari ini. Ada juga pejabat yang menyatakan akan menerima tetapi akan segera dikembalikan. Ada juga yang bahkan menolak mereka mendarat di perairan kita,” paparnya.
Kader Partai Keadilan Sejahtera juga mengatakan bahwa dapat dimengerti bahwa sikap dan tindakan sebagian pejabat ini karena tidak adanya dasar hukum yang kuat bagi para pejabat negara untuk mengambil tindakan nyata. 
“Sampai saat ini memang Indonesia belum mengatur sama sekali ketentuan tentang para pencari suaka,” ucapnya.
Tetapi, itu bukanlah alasan untuk tidak melihat secara nyata penderitaan yang dirasakan oleh bangsa lain. “Penderitaan mereka kasat mata apakah kita sebagai bangsa berperikemanusiaan tega melihat derita mereka?” demikian Fahri.
Seperti diketahui, ebanyak 239 dari 559 warga Rohingnya yang terdampar di Aceh Utara dipastikan berasal dari Bangladesh. Sisanya berasal dari Myanmar.
Kepastian itu diperoleh setelah tim Imigrasi, IOM, UNHCR dan Pemkab Aceh Utara melakukan pendataan terhadap asal usul warga Rohingnya. Selain itu, khusus untuk warga Rohingnya asal Bangladesh telah dipindahkan dari TPI Kuala Cangkoi, Aceh Utara ke bekas gedung Imigrasi Lhokseumawe.

Artikel ini ditulis oleh:

Petral Dibubarkan, Ini Pendapat Sudirman Said

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menegaskan bahwa langkah Pemerintah membubarkan anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni Pertamina Energy Trading Limited (Petral) sebagai pembuktian bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dalam memberantas jaringan mafia migas.
“Saya ditanya, kok berani bubarin Petral, enggak beraninya di mana? Kan ini untuk menyehatkan suplai minyak mentah dan BBM,” kata Sudirman di Jakarta, Minggu (17/5). 
Menurutnya, mafia yang berada di tubuh Petral bukanlah mafia kelas kakap yang terorganisasi rapi, seperti Escobar maupun God Father. Mafia yang berada di Petral adalah hanya orang-orang yang berani menyuap pejabat-pejabat tinggi, sehingga melicinkan keinginan mafia migas tersebut.
“(God Father) itu betul-betul organization frame. Bukan hanya regulasi yang tersusun rapi, tapi mampu membayar pihak keamanan dan punya kekuatan,” sergahnya.
Untuk itu, ia mengklaim cara yang tepat untuk melawan mafia migas Petral ini hanyalah dengan membenahi sistem.
“Enteng-enteng saja. Yang perlu benahi ini adalah regulasi yang benar. Modalnya hanya kemampuan dan ketegaan sistem. Ini sesuatu yang sederhana,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain