16 April 2026
Beranda blog Halaman 36212

Xanana Gusmao Bicara Kepemimpinan di Kultum Supermentor

Presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmao, Wakil Presiden RI 6 Try Sutrisno, Presiden RI 3 BJ Habibie, Presiden RI 6 Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman saat mengisi acara Supermentor-6: Leaders, Jakarta, Minggu (17/5/2015), malam. Xanana menyampaikan pandangannya mengenai filosofi hidup, resep Sukses, etos kerja dan llmu kepemimpinan bersama tokoh negarawan BJ Habibie, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Try Sutrisno dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional ke-107. AKTUAL/MUNZIR

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Garuda Rombak Pesawat Haji Untuk “Extra Flight”

Jakarta, Aktual.co — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan pesawat khusus, yakni yang telah dirombak menjadi seluruhnya kelas ekonomi untuk mengantisipasi lonjakan pemudik Lebaran 2015. Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo di Jakarta, Senin (18/5) mengatakan terdapat enam pesawat yang diubah kompartemennya itu dan seluruhnya tipe Airbus A330-300.
“Sebetulnya, pesawat itu diprioritaskan untuk haji, tapi sebelum masuk haji juga bisa dipakai sebagai cadangan mengantisipasi lonjakan pada arus mudik Lebaran,” katanya.
Saat ini, lanjut dia, perombakan tersebut sedang dalam tahap rekonfigurasi dan diperkirakan sebelum musim haji sudah rampung dan bisa dipergunakan untuk mengangkut pemudik.
Untuk musim lebaran kali ini, Arif memperkirakan lonjakan penumpang akan lebih banyak karena bertepatan dengan musim liburan sekolah dengan prediksi penambahan penumpang sekitar 10 hingga 15 persen. Untuk itu, dia memastikan akan menambah penerbangan (extra flight) baik untuk rute-rute mudik, maupun untuk rute-rute liburan.
Rute-rute untuk yang ditambah penerbangannya untuk mudik, meliputi Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar, sementara untuk liburan, yakni Denpasar dan Singapura. “Beberapa rute yang non-mudik tapi untuk liburan menjadi bagian penting diantisipasi,” katanya.
Arif mengatakan penambahan penerbangan tersebut disiapkan dari H-10 hingga H+10 Lebaran 2015. “Pasti ada ‘extra flight’, kita sudah proyeksikan tahun ini akan lebih baik karena liburan Lebaran termasuk liburan sekolah, kita adakan tambahan kapasitas baik Garuda maupun Citilink,” katanya.
Untuk itu, tahun ini Garuda akan mendatangkan 18 pesawat, di antaranya berbadan sempit tujuh pesawat B737-800, tiga CRJ1000, ATR72-600 sementara itu untuk berbadan besar tiga B777-300ER dan dua A330-300. “Boeing mulai datang dua unit kuartal ini, bulan depan sudah mulai masuk Boeing-777 yang ketujuh,” katanya.
Hingga akhir tahun, Arif menyebutkan untuk Boeing 777 jumlah totalnya menjadi sembilan pesawat dan Airbus-330 menjadi 24 pesawat. “Untuk lebaran, lebih banyak di ‘narrow body’ (pesawat berbadan sempit), tapi kita lihat di jam-jam tertentu arus mudik, ‘wide body’ (pesawat berbadan lebar) kita siapkan,” katanya.
Terkait harga tiket, dia mengatakan ada kenaikan, namun tidak akan melampaui tarif batas atas. “Kalau angkutan darat ada ‘tuslah’, kita ‘kan enggak ada tuslah, kita main di ‘subclasses’ saja sampai batas atas lah maksimal,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jimly: Ingat! MK Telah Batalkan Frasa “Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara”

Jakarta, Aktual.co — Pakar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie kembali menegaskan bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) telah membatalkan Frasa “Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara” sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak.
“Jadi saya harapkan putusan MK tentang pembatalan frasa empat pilar harus kita jadikan pegangan,” kata Jimly Asshiddiqie yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Minggu (17/5).
Dengan demikian, kata dia, tidak perlu ada perdebatan lagi mengenai frasa empat pilar. Dan dia juga menyarankan agar MPR tidak lagi menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pancasila jangan lagi ditempatkan sebagai salah satu pilar kehidupan berbangsa bernegara. Karena Pancasila adalah filosofi berbangsa, dasar negara, saran saya kegiatan sosialisasi diganti saja dengan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat dan pengkajian. Karena sosialisasi itu kegiatan eksekutif atau pemerintah,” katanya.
Dia menambahkan, dengan penyebutan sebagai pilar, seolah-olah dianggap setara dengan yang lain dan pada akhirnya menimbulkan salah faham di masyarakat.
Seharusnya, kata dia, MPR menghormati putusan MK dalam Amar Putusan Nomor 100/PUU-XI/2014 yang membatalkan Frasa “Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara” dalam Pasal 34 ayat (3b) huruf a Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik terkait Pancasila pilar kebangsaan.
Sebelumnya, pada acara Membumikan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara; PascaPutusan MK, yang diselenggarakan Lembaga Pelatihan dan Kajian Ulul Albab Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Jimly mengatakan program sosialisasi empat pilar yang dilakukan oleh MPR harus mempertimbangkan putusan MK dan sebaiknya tidak diteruskan.

Artikel ini ditulis oleh:

Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah Tipis 4,66 Poin

Jakarta, Aktual.co — Berbeda dengan bursa saham Asia yang cenderung positif, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan pagi ini dibuka di teritori negatif. Mengawali perdagangan IHSG dibuka melemah tipis 4,66 poin (0,09 persen) ke level 5.222,43. Indeks saham LQ45 turun tipis 0,13 persen ke level 905,54. Sebagian besar indeks saham acuan juga melemah kecuali indeks saham DBX naik 0,08 persen ke level 701,54.
Pelemahan IHSG masih berlanjut pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB. IHSG melemah tipis 2,91 poin (0,06 persen) ke level 5.224,18. Sebanyak 64 saham menguat, 41 saham melemah dan 68 saham lainnya stagnan.
NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengemukakan bahwa pelemahan IHSG tersebut hanya sesaat. Pada perdagangan Senin (18/5) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.200-5.216 dan resisten 5.248-5.273. “Kami harapkan juga tren kenaikan IHSG masih dapat berlanjut, meski kemungkinan juga diiringi aksi-aksi profit taking yang dapat membuat kenaikan sedikit tertahan,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Rea Priyambada.
Laju Indeks Harga Saham Gaungan (IHSG) pekan lalu cenderung berakhir di zona merah. Pelaku pasar yang masih melakukan transaksi lebih memilih untuk profit taking setelah sepanjang dua hari sebelumnya terus bergerak naik.
“Lebih tingginya animo pelaku pasar untuk profit taking membuat sentimen kenaikan laju Rupiah pasca rilis surplusnya neraca perdagangan menjadi tidak diperhatikan,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Rea Priyambada.
Lebih lanjut dikatakan Reza, meski neraca perdagangan mengalami surplus, namun nilai import dan ekspor justru tercatat turun secara YoY sehingga memberikan gambaran masih melambatnya perekonomian Indonesia. Belum lagi, kata dia, asing yang masih melanjutkan aksi jualnya sehingga menambah sentimen negative. Bahkan menghijaunya laju bursa saham Asia juga tidak membuat IHSG bergeming.

Artikel ini ditulis oleh:

Berusaha Kabur, Anggota Spesialis Curanmor Terpaksa ‘Didor’

Jakarta, Aktual.co — Polres Mataram, Nusa Tenggara Barat terpaksa menghadiahi kaki MH 30 tahun, dengan timah panas ketika berusaha kabur ketika akan ditangkap. HM yang berprofesi sebagai juru parkir itu diduga sebagai komplotan pencurian sepeda motor.
“Dia tidak mau mengaku dan berbelit-belit saat diinterogasi anggota, makanya di tembak. MH ditangkap pada Sabtu (16/5), sekitar pukul 16.00 Wita di indekosnya di Lingkungan Moncok Karya, Kecamatan Ampenan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polres Mataram AKP I Wayan Suteja di Mataram, Senin (18/5).
MH yang diduga sebagai anggota komplotan spesialis pencuri sepeda motor itu, ditangkap setelah anggota mendapat laporan dari korban yang kehilangan kendaraannya pada pekan lalu di wilayah Gomong, Kecamatan Mataram. 
“Pekan lalu kami menerima laporan sebuah sepeda motor merek Yamaha Mio Soul GT dengan nomor polisi DR 5656 AZ hilang di sebuah kos-kosan yang terletak di wilayah Gomong,” ujarnya.
Dari laporan tersebut, anggota kepolisian kemudian menindaklanjuti di lapangan dan mendapat keterangan tambahan dari seorang makelar kendaraan bernama Selamet yang menerima sepeda motor dari tangan MH.
“Dari keterangan Selamet, anggota menemukan sepeda motor yang dilaporkan telah hilang sepekan lalu, darinya anggota menemukan nama MH.”
Suteja mengatakan, Selamet mendapat sepeda motor tersebut dari MH yang menjualnya tanpa surat kelengkapan. Berdasarkan keterangan itu, anggota kemudian berusaha mendeteksi keberadaan MH. Dari keterangan MH, polisi memperoleh identitas seseorang yang disebut sebagai penyalur sepeda motor hasil curian berinisial JO, asal Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah.
“Dia mengaku tidak mengetahui kalau sepeda motor yang diberikan JO adalah hasil curian, dan diperintahkan untuk menjualnya.”
Namun, kepolisian tidak langsung mempercayai pengakuan MH. Pihaknya akan terus mendalami keterangan dari pelaku maupun hasil identifikasi di lapangan.
“Modusnya kami dalami dahulu, yang jelas MH beserta barang buktinya sudah kami amankan di Mapolres Mataram, dan JO yang disebut sebagai penyalur barang curian itu masih diselidiki keberadaannya di lapangan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Try Soetrisno: Kita Bukan Presidensil dan Parlementer, Tapi Sistem Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden RI era 1993-1998, Tri Sutrisno mengganggap Indonesia tidak pernah menerapkan sistem pemerintahan secara presidensil maupun parlementer. Meski dalam perjalanannya Indonesia dikatakan menganut kedua sistem tersebut.
“Di Indonesia tak ada sistem presidensil, tidak ada parlementer. Tidak ada,” kata Tri dalam acara ‘Empat Pemimpin Bangsa Berbagi Cerita mengenai Ilmu Kepemimpinan, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Prinsip Hidup’ di XXI Ballroom, Gedung Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Minggu (17/5) malam.
Hal tersebut diutarakan bekas orang nomor dua di era Presiden Soeharto itu bukan tanpa alasan. Tri mengatakan, kedua sistem tersebut keliru jika diterapkan di Indonesia.
Pasalnya, dia berberlandaskan pada Presiden RI pertama Soekarno saat membentuk sistem pemerintahan dan negara. Kata Tri, Soekarno menyatakan tidak mengambil sistem yang berasal dari luar Indonesia.
Sebab, lanjut mantan Jenderal (Purn) TNI itu, bahwa sistem presidensial merupakan sistem di Amerika Serikat, sedangkan parlementer dari negara-negara Eropa, terutama Inggris.
Akhirnya, dipilihlah sistem pemerintahan sendiri. Yaitu sistem Indonesia. “Waktu pendiri negara bentuk sistem pemerintahan negara, Bung Karno bilang jangan sampai kita ambil yang ada di luar. Nyeletuk Pak Kasman dan Pak Hatta, kita sistem Indonesia,” ucap Tri.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain