17 April 2026
Beranda blog Halaman 36311

Sempat Buron, Terpidana Korupsi SPBU Wates Ditangkap Kejari Kulon Progo

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Negeri Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menangkap Theresia Herdini Prasasti Sumekar, terpidana korupsi penyimpangan pengelolaan SPBU 44-55-02 Wates dengan kerugian Rp 65 juta pada 2004-2005 yang selama ini buron.
“Tadi pagi, pada 00.40 WIB, kami dapat menangkap buron tindak pidana korupsi yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama enam tahun. Terpidana Herdini diamankan di perumahan Kawasan Banyumanik, Kota Semarang,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Wates Saring di Kulon Progo, Rabu (13/5).
Sebelum melakukan penangkapan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Sebelumnya, pihaknya telah mengirim tim untuk melacak yang pelaku. Pada Rabu, pukul 00.40 WIB, pelaku ditangkap, kemudian dibawa ke Kejari Wates.
Sesampai di Kejari Wates, pihaknya langsung melakukan pemberkasan administrasi dan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada Herdini. Tim dokter dari RSUD Wates memeriksa Herdini mulai dari kesehatan fisik, psikis, hingga kehamilan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, yang bersangkutan dalam kondisi sehat dan tidak hamil. Hanya saja, yang bersangkutan masih syok atas penangkapannya. Setelah pemberkasan selesai, sekitar 10.30 WIB, terpidana langsung ditahan di Lapas Kelas II Wirogunan,” katanya.
Dia mengatakan kasus itu, berawal terpidana sebagai Kepala SPBU Wates. Pada 21 Januari 2004, dimana pengelolaan SPBU tercantum terjadi kelebihan pemesanan atau delivery order (DO). Kemudian oleh terdakwa dimasukan ke dalam tangki pendam. Terpidana membelinya dari anggaran operasional SPBU.
“Hal ini menyebabkan kerugian negara Rp65 juta sebagaimana hasil pemeriksaan BPKP DIY,” katanya.
Kasi Intel Kejari Wates Arief Muda mengatakan, eksekusi terhadap Theresia Herdini Prasasti Sumekar seharusnya dilakukan sejak turunnya putusan MA Nomor 1193/Pid.Sus/2008 yang isinya menolak permohonan kasasi terdakwa. Namun, sebelum ada putusan MA, yang bersangkutan bersembunyi dan berpindah-pindah tempat, serta nomor telepon seluler.
“Kami berhasil menangkap terpidana Theresia Herdini Prasasti Sumekar dengan melacak media sosial Imei, karena kami tidak bisa melacak dengan nomor telepon genggam atau pun tempat tinggal,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Darurat Narkoba, Panglima TNI Menandatangani Kerjasama dengan BNN

Jakarta, Aktual.co — Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dan perjanjian kerjasama dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015). Nota Kesepahaman akan berlaku selama 5 (lima) tahun, mencakup bantuan TNI kepada BNN dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. Selain itu, pelaksanaan rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkotika dan prekursor narkotika. Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan kesiapan TNI untuk melaksanakan bentuk-bentuk kerja sama seperti yang tercantum dalam MoU. 
“TNI akan memberikan bantuan berupa pikiran, tenaga, sarana dan prasarana untuk kepentingan BNN. Selain itu, TNI juga menyiapkan lembaga-lembaga pendidikan di TNI AD, TNI AL dan TNI AU untuk dapat digunakan oleh BNN dalam rangka rehabilitasi,”kata Moeldoko. “Indonesia sekarang memasuki Darurat Narkoba, maka diperlukan pengerahan seluruh kekuatan  baik dari TNI, Polri dan semua unsur yang dapat digunakan oleh BNN untuk memberikan bantuan sepenuhnya karena kalau tidak, akan ada lost generation,” tambahnya. Lebih lanjut Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, TNI melakukan usaha pencegahan secara internal untuk mencegah para prajurit TNI terlibat dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan narkotika. Apabila ada anggota TNI yang bermain dengan Narkoba, maka POM TNI dan Provost setempat akan melakukan tindakan dengan menangkap anggota tersebut. Anggota yang terlibat Narkoba akan menjalani rehabilitasi dan selanjutnya akan dilakukan proses pemecatan dari dinas aktif .

Artikel ini ditulis oleh:

Indonesia Bertemu Taiwan di Perempat Final Piala Sudirman

Jakarta, Aktual.co — Indonesia bertemu Taiwan pada perempat final kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman, setelah dilakukan pengundian “drawing” untuk penentuan lawan di Dongguan, Tiongkok, Rabu malam (13/5).

Sementara itu, tuan rumah Tiongkok akan menghadapi tim Jerman sesuai hasil undian tersebut dan bersama Indonesia berada di posisi paruh undian atas.

Dalam undian yang dilakukan itu tim Korsel yang akan bertemu Malaysia, dan Denmark yang ditantang Jepang berada di posisi paruh undian bawah.

Menanggapi hasil undian tersebut, manajer tim Indonesia untuk Piala Sudirman Rexy Mainaky mengatakan, hasil undian tersebut tidak mengejutkan dirinya.

“Taiwan itu tim yang tidak berat dan juga tidak ringan,” kata Rexy Mainaky seusai dilakukan pengundian.

Ditanya tentang sektor Taiwan yang harus diwaspadai, Rexy mengatakan tunggal putra dan putri Taiwan kuat.

“Tunggal putri kuat, putra juga bagus, sedangkan ganda putra mereka akan kami analisa ‘head to head’-nya dengan pemain kami,” katanya.

Ketika disinggung tentang kondisi Indonesia yang berada di posisi paruh undian atas yang bakal ketemu Tiongkok di semi final, manajer Indonesia itu mengatakan, untuk saat ini jangan dulu berfikir tentang semi final.

“Kami harus fokus di perempat final ini dulu, pemain tidak usah memikirkan bakal ketemu Tiongkok kalau menang diperempatfinal ini,’ katanya.

Dalam pertandingan perempat final, Indonesia akan bertemu Taiwan pada Jumat (15/5).

Artikel ini ditulis oleh:

Kepala BPKAD Bantah Tudingan Ahok Soal Lambannya Penyerahan DPA

Jakarta, Aktual.co —Pernyataan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait lambatnya penyerahan Daftar Penggunaan Anggaran (DPA), dibantah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset dan Keuangan (BPKAD), Heru Budi Hartono. Dimana Ahok menyebut keterlambatan penyerahan DPA akibat penerapan sistem e-budgeting untuk menginput program di APBD tahun 2015. 
Kata Heru, meski kesulitan dalam proses input, namun seluruh SKPD Provinsi DKI sudah menyerahkan DPA ke BPKAD. Dan siap menjalankan lelang menggunakan sistem e-budgeting. Mengakui penyerahan DPA kali ini memang terlambat sehingga ribuan kegiatan belum dilelang, namun Heru menegaskan itu bukan berarti SKPD tidak mau menjalan sistem e-budgeting.
“Bukan tidak mau menjalankan e-budgeting. Sudah ada poin-poin yang ada di dalam dokumen lelang, cuma memang ada beberapa yang tidak sinkron dengan harga satuan dengan harga yang ada di e-budgeting itu, ya kita bisa perbaiki sedikit-sedikit,” jelas Heru, saat ditemui di kantornya di Balai Kota, Rabu (13/5).
Heru menjelaskan Gubernur sudah memerintahkan Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) DKI Jakarta, Irvan Amtha untuk memantau dokumen lelang dari 755 SKPD. 
Sampai April lalu, BPBJ DKI baru menerima 3.078 kegiatan dalam SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), jumlah itu baru 50 persen. “Misalnya taman, sudah menjalankan lelang apa belum, nah itu yang dilaporkan. Tapi per Kamis DPA sudah 100 persen,” jelas dia.
Sebelumnya, Ahok menuding, sebagian besar SKPD sengaja memperlambat menyerahkan dokumen lelang lantaran ingin menilap anggaran. Mantan Bupati Belitung Timur itu menilai SKPD masih beranggapan sistem e-budgeting tidak sepenuhnya diterapkan pada instansi di Pemprov DKI.
Baca: Pembangunan DKI Lamban, Ahok Salahkan Anak Buah

Artikel ini ditulis oleh:

BKPM Promosikan Empat Proyek Investasi di Tiongkok

Jakarta, Aktual.co — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempromosikan empat proyek investasi di Tiongkok meliputi tiga sektor yaitu kelistrikan, jalan tol, dan pelabuhan.
Empat proyek investasi yang ditawarkan kepada sekitar 100 calon investor Tiongkok, di Beijing, Rabu (13/5), adalah jalan tol Pandaan-Malang (Jawa Timur), Pelabuhan Kuala Tanjung (Sumatera Utara), Pelabuhan Baru Makssar (Sulawesi Selatan), dan proyek kelistrikan termasuk kelistrikan berkapasitas 35 ribu MW.
Deputi Bidang Perencanaan Investasi BKPM Tamba Hutapea mengatakan Indonesia memiliki target investasi yang ambisius untuk dicapai sebesar 78,4 miliar dolar AS pada 2019. “Untuk mencapai target tersebut, sektor sekunder dan tersier berupa pengembangan industri dan jasa menjadi fokus utama,” katanya.
“Beberapa sektor yang diharapkan menjadi minat investor Tiongkok, antara lain proyek ketenagalistrikan, pelabuhan dan pembangunan konstruksi seperti jalan tol. Terlebih Tiongkok telah berpengalaman dalam sektor tersebut, terutama dalam hal teknologinya,” tutur Tamba.
Ia mengemukakan Pemerintah Indonesia memiliki program tambahan 35 MW pembangkit listrik di seluruh wilayah Indonesia, sehingga total pembangkit listrik yang akan dibangun dalam lima tahun ke depan mencapai 42 GW.
“Dari target tersebut, PT PLN hanya mampu membangun 17 GW pembangkit listrik sisanya sebesar 25 GW akan diserahkan kepada pihak swasta baik dengan menggunakan Independent Power Producer (IPP) maupun kemitraan pemerintah-swasta,” kata Tamba.
Ia menambahkan dalam waktu dekat terdapat 16 proyek ketenagakerjaan dengan kapasitas 4.648 MW, yang pengadaannya akan dibuka dengan metode penunjukan langsung dan 37 proyek ketenagalistrikan dengan kapasitas 10.908 MW dibuka dengan metode pelelangan.
“Untuk itu kami mengundang perusahaan listrik Tiongkok untuk dapat berpartisipasi dalam proyek tersebut,” ujar Tamba.
Selain proyek ketenagalistrikan, dalam lima tahun ke depan Indonesia berencana membangun tambahan 1.000 km jalan tol, 3.200 jalur kereta api, 15 pelabuhan udara baru, peningkatan kapasitas 24 pelabuhan laut, delapan kawasan ekonomi khusus, 14 industri baru, dan pembentukan bank pembangunan khusus infrastruktur.

Artikel ini ditulis oleh:

Busana Muslim Nuansa Gamis Aceh, Disukai Pengunjung di UKM Gallery

Jakarta, Aktual.co — Selain busana hijab karya Desainer Handy Hartono yang ditampilkan di UKM Gallery Gedung Smesco, Jakarta, juga ada busana hijab karya Desainer Tiwi Gading yang tak kalah menariknya dengan Desainer lainnya.

Buktinya, di kesempatan ini gamis bernuansa Aceh rancangan Tiwi berhasil mencuri perhatian pengunjung. Dimana busana muslimah yang ditawarkan Tiwi kali ini memang sengaja berbeda dari rancangan Desainer lainnya.

“Selain unsur etniknya kental. Busana Aceh karya desainer Tiwi Gading ini banyak disukai oleh pengunjung di sini karena memberikan kesan elegan, ” kata Nur Kamila, Sales Assisten (SA), UKM Gallery kepada Aktual.co, ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (13/5).

Di kesempatan yang sama, Nur Kamila kembali mengatakan, dalam waktu yang singkat. Busana (gamis) Aceh banyak diburu oleh pengunjung yang datang ke tempat itu.

“Yang jelas, busana gamis dengan unsur etnik ini, sangat terlihat elegan. Dan cocok sekali dikenakan para hijaber mulai dari acara pesta maupun acara formil lainnya, ” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain