17 April 2026
Beranda blog Halaman 36314

Menteri ESDM: Hanya Menteri Bodoh Lantik Pejabat Tanpa Keppres

Jakarta, Aktual.co —   Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said angkat bicara terkait rumor yang menyebutkan bahwa pelantikan pejabat eselon I di lingkungan Kementerian ESD tidak sesuai dengan putusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres).

“Ada dong (Sesuai Keppres). Hanya menteri bodoh yang melantik orang tanpa keppres,” singkatnya di Kementerian ESDM‎, Jakarta, Rabu (12/5).

Sebelumnya, beredar kabar bahwa pelantikan eselon I di Kementerian ESDM berbeda dengan isi Keputusan Presiden yang ada.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Aktual.co, Dirjen Minerba berdasarkan isi Keppres menetapkan Satry Nugraha namun pada kenyataannya yang dilantik adalah Bambang Gatot Aryono. Sementara berdasarkan Kepres Sekretaris Dewan Energi Nasional (DEN) justru adalah Bambang Gatot Aryono bukan Satry Nugraha.

Sedangkan Dirjen EBTKE berdasarkan Kepres adalah Arya Reza (dari BPPT) Bukan Rida Mulyana.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tutup Kongres, SBY Keluarkan 10 Rekomendasi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan 10 rekomendasi menjelang Penutupan Kongres Partai Demokrat (PD).
Rekomendasi yang dibacakan oleh SBY, pertama, terus menjaga dan menghidupkan kembali iklim dan kampanye pemberantasan korupsi, karena rakyat ingin semakin kedepan makin bersih dan makin bebas dari korupsi.
“Utamakan tindakan tetap agresif dan tanpa pandang bulu, cermat dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. serta tidak ada motif politik atau unsur subyektif lainnya,” kata SBY, di Surabaya, Rabu (13/5).
Kedua, Menyelamatkan institusi KPK dan Polri, agar kedua lembaga penegak hukum tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan efektif. Serta tidak terganggu karena benturan kepentingan orang per orang. Ketiga, TNI dan Polri harus bebas dari lingkaran kekuasaan agar tidak menghianati reformasi.
TNI dan Polri juga tidak terpecah belah serta tidak lagi independen. Sipil, TNI dan Polri secara sadar dan aktif harus menegakkan hubungan yang sehat sesuai konstitusi.
“Keempat, PD Mendengar aspirasi sodara-sodara kami, negara tetap berpihak pada rakyat yang kurang mampu. Kami berharap agar pemerintah mengembalikan dan menghidupakn program pro rakyat. Apapun istilahnya agar tercipta keadilan sosial. Jangan smapai ekonomi kita menuju sistem kapitalisme, serta serba neoliberalisme,” ujarnya.
Kelima, Pembangunan jangan sampai menguras APBN hanya karena infrastruktur. Biaya infrastruktur memadukan dana BUMN dan dana swasta. Sebaliknya, alokasikan anggaran ygb cukup,apbd dan apbd utananya program kemiskinan.
Kemudian, Menjaga dan menghidupkan kembali MP3EI, nama boleh ganti karena itu disusun bersama oleh Pemerintah Pusat, Pemda dan BUMN. Sebagai rencana induk, tentu harus ada perbaikan.
Ketujuh, saat ini ada persoalan dalam ekonomi kita. Ada masalah di sektor moneter, fiskal dan riil, pemerintah dapat kelola sungguh-sungguh serta kebijakan yang tetap sehingga ekonomi tetap tumbuh dan kemiskinan berkurang. Presiden Jokowi bisa komunikasikan kebijakan pemerintah agar mengerti.
Lalu, kedaulatan Negara dan keutuhan NKRI harga mati dan PD setuju. Jangan sampai pengelolaan hubungan internasional keliru sehingga hubungan terganggu, kedua tujuan itu penting dengan kemitraan sesungguhnya dapat dicapai.
“Kesembilan, kehidupan bernegara yang sehat atas pranata hukum dari segenap pelaku demokrasi mengalir dari semangat ini PD berharap agar ke depan terjalin hubungan sehat, serta hubungan antar sesama partai politik dan penghormatan terhadap kedaulatan,” ucap SBY.
Terakhir, kita sama-sama ketahui bahwa ciri good governance adalah kapabel, akuntabel dan taat aturan, Partai Demokrat harap agar semua keputusan oleh pemerintah dapat dikomunikasikan ke masyarakat luas. Rakyat mengerti, di sisi lain rakyat dapat kontrol agar kebijakan itu dan perangkat negara.
SBY meyakini jika pemerintah berkenan dengan 10 rekomendasi itu, akan banyak lagi yang dapat dilakukan dalam menyejahterakan rakyat Indonesia.
Laporan: Wahyuroma

Artikel ini ditulis oleh:

Diduga Melanggar Syariat, FPI Demo Cafe di Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Puluhan massa dari Front Pembela Islam (FPI) Lhokseumawe dan santri Dayah Darul Mujahidin, Lhokseumawe mendemo sebuah cafe yang berada di kawasan Eks Gedung Cunda Plaza kota setempat, Rabu (13/5) sore.
Mereka menuding cafe itu rawan terjadi perbuatan melanggar syariat. Selain berorasi, massa yang dipimpin Ketua FPI Lhokseumawe, Tgk Muslim At Tahiri, juga berzikir dan berdoa bersama. Mereka memohon kepada Allah agar membantu mereka yang telah berbuat maksiat.
Aksi itu juga dipicu oleh tindakan orang tak dikenal yang mengacungkan senjata api terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe yang melakukan penertiban cafe di kawasan itu pada pekan lalu.
Pada kesempatan itu, Muslim At-Tahiri meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas oknum bersenjata, baik itu dari TNI/Polri, GAM, Teroris dan lainnya yang diduga membekingi tempat maksiat tersebut.
Dia juga meminta Walikota Lhokseumawe, Suadi Yahya, untuk segera mencabut izin usaha cafe yang menyimpang dari izin usaha dengan menyediakan wanita penjaja seks dan bentuk maksiat lainnya yang sangat bertentangan dengan syariat islam. Pendemo juga meminta agar pemilik cafe segera menutup cafenya.
“Jika seruan yang kami sampaikan tidak ditanggapi oleh pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan juga pemilik usaha, maka kami dari FPI akan mengambil tindakan sendiri yaitu dengan cara membakarnya,” ancam Muslim.
Dia mengklaim pihaknya tidak takut mati dan siap masuk penjara untuk menegakkan syariat islam di bumi Aceh. Namun, aksi kali ini sambung muslim hanya bentuk peringatan agar pemilik cafe tidak berbuat yang bisa melanggar syariat.
Aksi protes yang digelar FPI Lhokseumawe tersebut turut disaksikan oleh seratusan warga masyarakat sekitar. 
Secara terpisah, salah seorang pemilik cafe di kawasan itu, Fredi membantah bahwa cafe miliknya menyediakan wanita penghibur ataupun menjadi tempat maksiat yang bertentangan dengan syariat islam sebagaimana tudingan yang disampaikan FPI.
“Kami selama ini menjalankan usaha sesuai dengan izin dan ketentuan sebagaimana ditetapkan oleh Pemko Lhokseumawe. Jadi tidak benar tudingan itu, mengenai permintaan para pendemo agar caffe di tutup kita lihat saja perkembangan nantinya, semua sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Fredi.

Artikel ini ditulis oleh:

Kalangan Dunia Usaha Dukung Optimalisasi Penerimaan Pajak

Jakarta, Aktual.co — Kalangan dunia usaha menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro dan jajaran Ditjen Pajak dalam mengoptimalkan penerimaan pajak, setelah mendapat penjelasan dan komitmen dari Menkeu bahwa Kementerian Keuangan akan menyeimbangkan target optimalisasi penerimaan pajak dengan kesempatan dunia usaha berkembang secara maksimal.
Wakil Ketua Umum Kadin Roslan P Roeslani mengatakan semula pihaknya mempermasalahkan target penerimaan pajak yang tinggi, namun, setelah mendapat penjelasan dari Menkeu Bambang PS Brodjonegoro, bahwa target penerimaan pajak yang tinggi itu akan didorong dari wajib pajak yang belum patuh, dunia usaha pun akhirnya mendukung penuh.
“Kami sangat apresiasi pertemuan ini, setelah bertemu Menkeu dan Dirjen Pajak, intinya dari target penerimaan pajak yang tinggi adalah masalah kepatuhan (compliance) yang selama ini diakui sangat kurang. Tertib administrasi memang sangat kurang,” kata Roslan dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Keuangan, Dirjen Pajak, Apindo, REI, INSA, dan asosiasi lainnya, di Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (13/5).
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut adalah Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum REI Eddy Hussy, Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto, Menkeu Bambang PS Brodjonegoro, dan Dirjen Pajak Sigit Priadi. Pertemuan Menkeu dengan dunia usaha tersebut akan berlangsung rutin setiap 3 bulan sekali.
Roslan mengajak seluruh komponen masyarakat dan dunia usaha untuk memahami kelemahan penerimaan pajak akibat belum optimalnya kepatuhan membayar pajak. Dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta, yang melaporkan SPT Tahunannya hanya 900 ribu.
“Selama 2009-2014, perekonomian yang tumbuh dengan baik ternyata tidak diiringi dengan pertumbuhan linear penerimaan pajak. Kepatuhan tertib administrasi tetap harus dijalankan dan kami mengerti itu. Dari pihak kami (dunia usaha), harus koreksi diri sendiri soal kepatuhan yang harus ditingkatkan,” kata Roslan.
Roslan juga menilai, banyak kebijakan Menteri Keuangan yang sangat baik, tidak hanya target pajak yang tinggi. Dia mencontohkan berbagai insentif pajak yang telah diberikan, namun kurang dikomunikasikan ke masyarakat secara baik.
“Kadin dan teman-teman asosiasi sangat berterima kasih kepada Menkeu. Insya Allah akan dilahirkan kebijakan-kebijakan yang sifatnya tidak jangka pendek tapi jangka panjang dan berkelanjutan, ujar dia.
Hariyadi Sukamdani juga mengapresiasi langkah Menkeu yang mengundang dunia usaha untuk membahas hal-hal yang dihadapi dunia usaha di lapangan dan mensinkronkannya. Apindo, lanjut Hariyadi, semula khawatir target penerimaan pajak yang tinggi akan melahirkan kebijakan perpajakan yang agresif. Namun, setelah berdiskusi dengan Menkeu, Apindo merasa lega, karena ternyata target pajak yang tinggi akan didorong dari penegakan kepatuhan dan kepatuhan .
“Kami mendukung dan sama-sama menjaga iklim persaingan usaha yang sehat dan level ‘playing field’ yang sama. Jangan yang satu patuh membayar pajak, tapi yang lainnya tidak membayar pajak,” jelas Hariyadi.
Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menegaskan komitmen dan kebijakannya yang akan menjaga keseimbangan antara mendorong dunia usaha bisa berkembang maksimal dengan target penerimaan pajak.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung Kesulitan Tuntaskan Tujuh Kasus HAM Masa Lalu

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku kesulitan menuntaskan tujuh kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia berat. Salah satu kesulitan, lantaran peristiwanya sudah berlangsung lama.
“Kendala yang dihadapi untuk tujuh kasus yang belum selesai ini adalah waktu kejadian, atau peristiwa itu sudah lama, ada yang lebih dari 50 tahun jadi sangat sulit dicari bukti-bukti dan saksi-saksi maupun tersangkanya apabila ada,”kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony T Spontana, di kantornya, Rabu (13/5).
Pada akhir April 2015 lalu, Jaksa Agung HM Prasetyo, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Kepala BIN Marciano Norman dan Ketua Komnas HAM Nurkholis serta perwakilan TNI diketahui menggelar pertemuan tertutup untuk membahas penuntasan tujuh kasus tersebut.
Dari tindaklanjut pertemuan tersebut, lanjut Tony, disepakati pembentukan tim dan akan ada pembahasan soal teknis penyelesaian kasus. Mana kasus yang akan diselesaikan secara yuridis dan mana yang akan diselesaikan secara rekonsiliasi.(Baca juga: Kejagung Putuskan Tujuh Kasus HAM Berat Diselesaikan Melalui Rekonsiliasi)
“Kita sudah memulai pembahasan awal, dalam waktu dekat kita akan berbicara teknis, karena Kejagung juga termasuk Komnas HAM sudah menawarkan tempat unutk menjadi sekretariat bersama lah,”tandasnya.
Adapun tujuh kasus pelanggaran HAM berat yang masih menjadi hutang untuk diselesaikan yakni Trisakti, Semanggi I, Semanggi II, Talangsari, Penghilangan orang secara paksa, Penembakan misterius (Petrus), Pembataian massal pasca G30S/PKI dan Kerusuhan Mei 1998.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ditemukan di Luar Nalar, Kota Malang Dihebohkan Batu Akik Sapta Warna

Malang, Aktual.co — Anita Anggraeni, warga Dusun Pabrikan, Desa Jambesari, RT 06 RW 02, Poncokusumo, Kabupaten Malang, berhasil menggegerkan warga sekitar, karena berhasil menemukan sebuah batu akik dengan berat 10 kilogram.

Batu akik yang dikenal dengan nama Sapta Warna ini, ditemukannya di dapur rumahnya.

Awalnya, sebelum menemukan batu akik unik ini, ia bermimpi bertemu tiga orang pria. Kebetulan juga, saat itu dia sedang melakukan renovasi rumahnya.

“Jadi ketika tanah digali, lalu muncul bongkahan batu tersebut,” kata Anita (13/5), di Malang, Jawa Timur.

Batu yang penuh lumut tersebut ketika ditemukan, ternyata tidak sanggup diangkat oleh kuli bangunan yang merenovasi rumahnya.

“Saat saya coba angkat ternyata bisa,” timpalnya.

Wanita berusia 28 tahun itu yang berprofesi sebagai petani itu, mengaku tak banyak tahu tentang batu. Namun, alangkah kagetnya dia, ketika batu tersebut coba ditunjukkan pada rekannya yang tahu seluk beluk dunia akik.

“Saya diminta untuk tidak memotong batu utuhnya,” katanya.

Anita merasa bongkah batu itu akan mendatangkan kebaikan bagi dirinya, sebab batu tersebut, muncul dan ditemukan dengan cara yang di luar nalar.

“Batu saya simpan dan tidak saya jual,” terang Anita.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain