Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang ini terus terpuruk di zona merah. Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, pada pukul 11.37 WIB, Rupiah tembus ke level Rp 13.207 per dolar AS.
Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, Rupiah dibuka melemah 0,14% ke Rp13.174 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp13.155 per dolar AS. Pada pukul 09.27 WIB, rupiah kembali melemah ke level Rp13.198 per dolar AS.
Pada perdagangan hari ini, mata uang Asia Tenggara kompak melemah. Rupiah sendiri memimpin pelemahannya, di level Rp 13.198 per dolar AS. Baht Thailand melemah 0,09%, dolar Singapura (-0,13%), peso Filipina (-0,27%), ringgit Malaysia (-0,01%).
Sementara itu, kurs tengah rupiah ditransaksikan melemah 0,66% terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2015).Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs tengah rupiah hari ini bertengger di level Rp13.203 per dolar AS, dari kurs tengah sebelumnya Rp13.116 per dolar AS. Adapun jika dibandingkan dengan patokan kurs tengah Selasa pekan lalu di level Rp12.993 per dolar AS, kurs tengah hari ini tertekan tajam 1,62%.
Pelemahan Rupiah sendiri dipicu oleh indeks dolar Amerika Serikat yang kembali menunjukkan tren penguatannya. “Dolar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang di Asia di tengah kekhawatiran terhadap prospek pembayaran utang Yunani,” kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Selasa (12/5).
Rangga Cipta mengatakan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar uang terhadap kemampuan Yunani untuk membayar bunga serta sisa pinjaman yang ada di sepanjang tahun ini masih mempengaruhi psikologis investor untuk masuk ke mata uang berisiko. “Sentimen eksternal diperkirakan masih menekan mata uang rupiah terhadap dolar AS,” katanya.
Namun dari dalam negeri, lanjut dia, adanya harapan pasar mengenai pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia serta data neraca perdagangan April 2015 yang juga diharapkan mencatatkan surplus, perlahan dapat mempengaruhi investor pasar uang.
Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan dolar AS masih bergerak lebih tinggi terhadap serangkaian mata uang utama dunia seiring data kerja Amerika Serikat yang diumumkan pada akhir pekan lalu masih memberikan dukungan terhadap dolar AS. “Dolar AS masih mendapatkan dukungan dari kinerja ekonomi Amerika Serikat yang menambahkan sekitar 223.000 pekerja di bulan April. Sementara itu tingkat pengangguran turun dari level 5,5 persen menjadi 5,4 persen,” papar Ariston.
Ia mengharapkan bahwa masih optimisnya pemerintah terhadap ekonomi Indonesia pada tahun ini akan lebih baik, diharapkan menopang mata uang rupiah. Melalui percepatan infrastruktur dan realisasi belanja pemerintah, perekonomian Indonesia diperkirakan segera membaik.
Seperti diketahui, kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah pejabat Federal Reserve mengangkat ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini.
Presiden Federal Reserve Bank San Francisco, John Williams, pada Senin mengatakan bahwa para pembuat kebijakan Fed bisa menaikkan suku bunga pada setiap pertemuan mendatang, selama data ekonomi yang keluar dari negara itu positif.
Selain itu, ia memperkirakan pasar tenaga kerja stabil dan tingkat pengangguran pada tingkat 5,4 persen hingga mencapai 5,0 persen pada akhir tahun ini. Kata-kata Williams mendukung greenback pada Senin.
Dengan tidak adanya data utama pada Senin, investor masih mencerna laporan penggajian (payroll) non pertanian AS oleh Departemen Tenaga Kerja pada Jumat lalu.
Jumlah penggajian tenaga kerja non pertanian naik 223.000 pada April dari bulan sebelumnya, dan pertumbuhan penggajian non pertanian pada Maret direvisi turun dari 126.000 menjadi 85.000, tingkat terendah sejak Juni 2012.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,22 persen menjadi 94,999 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1158 dolar dari 1,1206 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5590 dolar dari 1,5458 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun ke 0,7901 dolar dari 0,7918 dolar. Dolar AS dibeli 120,10 yen Jepang, lebih tinggi dari 119,79 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9335 franc Swiss dari 0,9217 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2096 dolar Kanada dari 1,2094 dolar Kanada.
Artikel ini ditulis oleh: