9 April 2026
Beranda blog Halaman 36346

Jelang Pilkada, Manuver Elit Politik Semakin Kencang

Malang, Aktual.co — Beberapa tokoh elite partai politik di Kabupaten Malang, mulai turun gunung guna menjaring dukungan jelang Pilkada yang akan dilaksanakan akhir tahun ini.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang, Ahmad Subhan,sudah melakukan manuver dengan merayu striker Arema Cronus, Christian Gonzales, untuk diajak ke panggung politik tampil sebagai bakal calon wakil bupati.
Seakan tak mau kalah dengan Gerindra, Ketua DPC PDI Perjuangan, Eddy Rumpoko, juga melakukan pendekatan kepada kantong warga, dengan sowan kepada para tokoh NU di kantor PC NU Kabupaten Malang.
Dengan gamblang, Wali Kota Batu ini meminta salah satu kader NU untuk menjadi calon wakil bupati juga.
“Pak Eddy sudah sowan dan tertarik mengajak salah satu kader NU untuk tampil di Pilkada,” kata Sekertaris PC NU Kabupaten Malang, Abdul Mujib Syadzili, Senin (11/5) di Malang, Jawa Timur.
Berbeda dengan kedua rivalnya, Ketua DPD Golkar Kabupaten Malang, yang juga calon petahana, Rendra Kresna, saat ini justru tengah dilanda konflik dualisme partai.
Namun, sekertaris DPD Golkar, Ahmad Andy, menyatakan, dua kubu baik dari Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono, bakal memberikan rekomendasi kepada Bupati Malang itu.
“Dualisme tidak menjadi masalah bagi partai,” terang Andy.
Rendra, juga sudah mendapat dukungan dari dua partai besar di Kabupaten Malang, masing-masing Partai NasDem dan PKB.
Artinya, jika konflik partai Golkar berakibat pada kendala tidak bisa mengajukan calon, Rendra akan diusung oleh dua partai tersebut, karena jumlah kursi mereka di DPRD memenuhi kuota.
Bagaimana dengan Demokrat dan Hanura? Meski perolehan dua partai ini tidak signifikan masing-masing 3 kursi dan 1 kursi di DPRD, namun posisi mereka cukup strategis.
Sebab, kursi Gerindra di Kabupaten Malang hanya 7 kursi, artinya untuk bisa memajukan calon sendiri, maka partai besutan Prabowo Subianto itu harus berkoalisi dengan keduanya, sebelum dipangkas habis oleh calon petahana maupun PDI Perjuangan.
“Kami memang sedang melakukan lobi dengan dua partai itu juga PPP karena untuk maju calon sendiri, kursi kita kurang,” terang ketua tim penyaringan calon dari Gerindra, Ziaul Haq.
Selain pergerakan elite partai, calon dari jalur independen juga sudah bermunculan. Nama pengacara sekaligus mantan jurnalis, Abdul Wahab Adinegoro, secara gamblang, mendeklarasikan diri menjadi bakal calon bupati Malang dari jalur ini.
“Pilkada bukan hanya milik elite politik, saya memilih jalur independen, karena saya ingin merubah politik transaksional,” tutur Wahab.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Transisi Akan Rapat Perdana Pekan Ini

Jakarta, Aktual.co — Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan, Tim Transisi yang telah diumumkan oleh Menpora Imam Nahrawi pada Jumat (8/5) akan melakukan rapat pertamanya pekan ini.

“Baru hari ini akan dikirim undangan rapatnya pada personel Tim Transisi. Namun, untuk harinya saya belum bisa pastikan,” kata Gatot setelah mengikuti Focus Group Discussion “Strategi Indonesia Menuju 10 Besar Asian Games” di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (11/5).

Gatot menjelaskan, tim tersebut akan menjalankan program yang telah ditetapkan oleh Kemenpora yang diklaim untuk perbaikan sepakbola Indonesia.

“Saya katakan kepada personel Tim Transisi bahwa kami tidak kasih “cek kosong” atau tidak “from the zero”. Materi dan bagaimana penugasannya sudah ada dari kami,” kata Gatot.

Tim Transisi bentukan pemerintah terdiri dari 17 personel yang memiliki latar belakang berbeda mulai walikota, politisi, mantan pejabat negara maupun militer, penggiat sepak bola Indonesia, pengusaha hingga artis.

Namun, terdapat dua personel Tim Transisi yang telah mengundurkan diri, yaitu Velix F Wanggai dan Darmin Nasution karena kesibukannya masing-masing.

Artikel ini ditulis oleh:

Ramadhan Pohan: Kongres Tandingan Adalah Wacana Liar

Medan, Aktual.co — Pembukaan Kongres Demokrat ke IV di Kota Surabaya Jawa Timur agaknya tidak berlangsung mulus. Selain isu panas perdebatan siapa calon Ketum partai berlambang Mercy untuk lima tahun ke depan, wacana Kongres tandingan pun muncul.
Menyikapi itu, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan pun merespon keras wacana itu. Dirinya mengatakan bahwa wacana Kongres tandingan Partai Demokrat merupakan wacana liar.
“Ada wacana Kongres Tandingan pula.  Entah siapa aktor dan dalangnya.  Ini harus dihentikan. Itu mencoreng marwah PD (Partai Demokrat). Juga melukai spirit kader dan soliditas PD sendiri. Syukurlah polisi kabarnya bergerak cepat hentikan kegiatan liar itu. Kongres yg bukan digelar DPP PD, jelas ilegal,” kata Ramadhan dalam keterangan tertulisnya kepada Aktual.co, Senin (11/5).
Ramadhan yang kini menjabat Plt Ketua DPC Demokrat Medan itu mengklaim bahwa Kongres IV jadi basis perjuangan kembalinya kejayaan Partai Demokrat seperti pemilu 2009.
“Banyak langkah, strategi, persiapan untuk tujuan itu. Kami kader percaya pak SBY masih terbaik. Periode 5 tahun ke depan tantangan berat. Butuh soliditas partai dan kepemimpinan kuat,” ujarnya.
Ramadhan yang sempat duduk sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 itu menambahkan, bahwa isu pemecatan dan pengangkatan Plt besar-besaran sebelum kongres IV tidak-lah benar.
Pengangkatan sejumlah Plt Ketua baik ditingkat Provinsi atau Kabupaten Kota, sudah terjadi sejak era pra KLB 2013, sebelum era SBY. 
“Dari jauh hari pak SBY tegaskan itu di DPP, dan sudah jadi policy. Jika ada perselisihan, komplain soal Plt, itu ditangani Dewan Kehormatan atau Mahkamah Partai yang dipimpin pak Amir Syamsuddin. Tapi selama ini nyaris tak ada komplain itu. Kami hanya tahu lewat media, itupun karena jelang Kongres. Makanya, ada apa ini?”

Artikel ini ditulis oleh:

Selundupkan 2 KG Sabu, Warga Negara Rusia Divonis 16 Tahun Penjara

Denpasar, Aktual.co — Magnaeva Alexandra (27) Warga negara Rusia divonis 16 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada persidangan yang digelar Senin (11/5). Pidana penjara itu dijatuhkan atas perbuatannya menyelundupkan barang haram tersebut ke Pulau Bali.
Selain pidana penjara 16 tahun 6 bulan, Ketua Mejelis Hakim I Wayan Sukanila juga menjatuhi pidana denda Rp10 miliar. “Subsider kurungan tiga bulan penjara,” kata Sukanila, Senin (11/5).
Magnaeva Alexandra diamankan saat baru saja turun di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu 7 Desember 2014 sekitar pukul 18.00 WITA. Gerak-geriknya mencurigakan. Dalam pemeriksaan X-ray terbukti ia membawa barang haram.
“Tersangka menggunakan pesawat Hongkong Airlens HX 707,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Budi Harjanto, di Kantor Bea Cukai kala itu. 
Dari hasil pemeriksaan dua koper miliknya, ditemukan lima bungkus plastic yang dilapisi kertas karbon dengan berat total 1.050 gram bruto dan lima bungkus plastik lagi di koper warna krem dengan berat total 1.052 gram bruto.
Sehingga total berat keseluruhannya mencapai 2.101 gram bruto atau 2,1 kg.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

SBY Mengaku Tak Berambisi Menjadi Ketum Sejak Demokrat Berdiri

Jakarta, Aktual.co — Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tak pernah berambisi menjadi ketua umum sejak awal menggagas Partai Demokrat bersama Ventje Rumangkang.
Disebutkan, berbagai permasalahan terjadi diawal tahun 2013. Diantaranya, Anas Urbaningrum yang saat itu sebagai ketum memberhentikan diri, ada perpecahan internal,elektabilitas (Demokrat) meluncur tajam (jatuh).
“Maka saya bersedia waktu itu memimpin Demokrat. Waktu itu juga saya sebenarnya kalau ada alternatif orang lain, karena saya masih memimpin dan bertugas sebagai presiden,” kata SBy dalam wawancara khusus yang disiarkan di situs YouTube, Minggu (10/5).
SBY menambahkan, para kader Demokrat, khususnya di daerah, meminta agar dirinya memimpin Partai Demokrat agar bisa menyatukan Demokrat dan membawa ke yang lebih baik.
“Saya tak langsung menjawap dan bicara dgn bu Ani,tapi dari daerah makin kuat dan akhirnya benar saya bersedia,” ujar SBY.
Baginya, keinginan mayoritas kader Demokrat dipaksaan atau direkayasa. Jika nanti terpilih sebagai ketum, SBY akan memimpin bersama seluruh kader yang ingin membesarkan partai.

Artikel ini ditulis oleh:

Korupsi Kondensat, Bareskrim Periksa Saksi dari SKK Migas dan Kemenkeu

Jakarta, Aktual.co — Direktur Tindak Pidana Ekonomi Bareskrim Brigjen Pol, Victor Edi Simanjuntak, mengatakan hari ini penyidik sudah memeriksa lima saksi, terkait perkara dugaan tindak pidana pencucian uang dengan pokok perkara korupsi, penjualan Kondensat milik negara oleh BP Migas (kini SKK Migas) kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI).
Kelima saksi itu, sambung Victor, empat saksi dari unsur SKK Migas dan seorang saksi dari pihak Kementerian Keuangan. 
“Hari ini ada lima saksi yang diperiksa, empat dari SKK Migas dan satu dari Kemenkeu. Semuanya hadir,” ujar Victor di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (11/5) malam.
Menurut Victor, keterangan lima saksi dibutuhkan untuk melihat sejauh mana kasus dugaan korupsi penjualan kondensat antara SKK Migas dengan PT TPPI, dan menelisik aliran dana mengalir kemana saja. 
Kendati demikian, jenderal bintang satu itu tidak menjelaskan secara detail soal materi pemeriksaan terhadap kelima saksi tersebut. “Pemeriksaan masih normatif, selanjutnya baru mengarah ke materi,” kata Victor.
Dalam kasus korupsi ini, penyidik sudah menetapkan tiga tersangka berinisial DH, HW, dan RP. Namun ketiganya belum dijadwalkan pemeriksaan sebagai tersangka, karena akan diperiksa sejumlah saksi terlebih dahulu.
Bareskrim menduga korupsi kondensat dan pencucian uang tersebut bernilai sekitar US156 juta atau sekitar Rp2 triliun. Kasus terjadi ketika adanya penjualan kondensat bagian negara oleh SKK Migas kepada PT TPPI pada kurun waktu 2009 hingga 2010 dengan penunjukan langsung.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain