Jelang Pilkada, Manuver Elit Politik Semakin Kencang
Malang, Aktual.co — Beberapa tokoh elite partai politik di Kabupaten Malang, mulai turun gunung guna menjaring dukungan jelang Pilkada yang akan dilaksanakan akhir tahun ini.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang, Ahmad Subhan,sudah melakukan manuver dengan merayu striker Arema Cronus, Christian Gonzales, untuk diajak ke panggung politik tampil sebagai bakal calon wakil bupati.
Seakan tak mau kalah dengan Gerindra, Ketua DPC PDI Perjuangan, Eddy Rumpoko, juga melakukan pendekatan kepada kantong warga, dengan sowan kepada para tokoh NU di kantor PC NU Kabupaten Malang.
Dengan gamblang, Wali Kota Batu ini meminta salah satu kader NU untuk menjadi calon wakil bupati juga.
“Pak Eddy sudah sowan dan tertarik mengajak salah satu kader NU untuk tampil di Pilkada,” kata Sekertaris PC NU Kabupaten Malang, Abdul Mujib Syadzili, Senin (11/5) di Malang, Jawa Timur.
Berbeda dengan kedua rivalnya, Ketua DPD Golkar Kabupaten Malang, yang juga calon petahana, Rendra Kresna, saat ini justru tengah dilanda konflik dualisme partai.
Namun, sekertaris DPD Golkar, Ahmad Andy, menyatakan, dua kubu baik dari Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono, bakal memberikan rekomendasi kepada Bupati Malang itu.
“Dualisme tidak menjadi masalah bagi partai,” terang Andy.
Rendra, juga sudah mendapat dukungan dari dua partai besar di Kabupaten Malang, masing-masing Partai NasDem dan PKB.
Artinya, jika konflik partai Golkar berakibat pada kendala tidak bisa mengajukan calon, Rendra akan diusung oleh dua partai tersebut, karena jumlah kursi mereka di DPRD memenuhi kuota.
Bagaimana dengan Demokrat dan Hanura? Meski perolehan dua partai ini tidak signifikan masing-masing 3 kursi dan 1 kursi di DPRD, namun posisi mereka cukup strategis.
Sebab, kursi Gerindra di Kabupaten Malang hanya 7 kursi, artinya untuk bisa memajukan calon sendiri, maka partai besutan Prabowo Subianto itu harus berkoalisi dengan keduanya, sebelum dipangkas habis oleh calon petahana maupun PDI Perjuangan.
“Kami memang sedang melakukan lobi dengan dua partai itu juga PPP karena untuk maju calon sendiri, kursi kita kurang,” terang ketua tim penyaringan calon dari Gerindra, Ziaul Haq.
Selain pergerakan elite partai, calon dari jalur independen juga sudah bermunculan. Nama pengacara sekaligus mantan jurnalis, Abdul Wahab Adinegoro, secara gamblang, mendeklarasikan diri menjadi bakal calon bupati Malang dari jalur ini.
“Pilkada bukan hanya milik elite politik, saya memilih jalur independen, karena saya ingin merubah politik transaksional,” tutur Wahab.
Artikel ini ditulis oleh:
















