8 April 2026
Beranda blog Halaman 36347

SBY Pantau Langsung Kesiapan Kongres Demokrat

Surabaya, Aktual.co — Ketua Umum partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono turun langsung untuk mengecek kesiapan pelaksanaan arena kongres Partai demokrat di Hotel Shangrila, Surabaya, Senin (11/5).
Dari pantuan, SBY melakukan pengecekan langsung ditemani Ani Yudhoyono berseta Sekjen Demokrat Ibas. Dirinya  mengecek satu persatu kesiapan kongres mulai dari kursi tamu,  venue panggung dan layar monitor maupun sound sistem yang akan di gunakan.
Akan tetapi, saat melintas di hadapan para wartawan, mantan presiden RI tersebut enggan  memberikan keterangan.
“Jangan sekarang, ya,” kata SBY sambil berlalu.
Sementara itu,  dukungan terhadap SBY untuk kembali menjadi ketua umum partai Demokrat terus mengalir.
Kali ini giliran Laskar Demokrat Penegak (LDP)  hukum dan ham mendeklarasikan dukunganya kepada SBY untuk menjadi ketua umum.
Menurut ketua umum LDP, Didik Mukrianto, sosok SBY saat ini dianggap mampu mengangkat partai yang sempat terpuruk akibat banyak kadernya yang tersangkut masalah hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

SBY: Berpolitik Baik Itu Doktrin Kami

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut bahwa berpolitik yang baik merupakan doktrin yang diusung oleh Partai Demokrat.
“sebagai contoh pasca pemilu 2014 lalu kami sebagai partai yang tak berhasil memenangkan pemilu menghormati partai yang menang yang saat ini memerintah, kami menghormti,” kata SBY dalam wawancara khusus yang disiarkan di situs YouTube, Minggu (10/5).
Pihaknya berharap pemerintah saat ini bisa menjalankan tugas dengan baik untuk kepentingan rakyat. “Beberapa saat yang lalu Partai Demokrat menggariskan tiga sikap parpol,” tutur SBY.
Sikap pertama, wajib hukumnya bagi gubernur, bupati dan wali kota dari Partai Demokrat untuk loyal kepada presiden RI membantu penuh menjalankan tugas. Kedua, Demokrat mendukung penuh dan mensukseskan kebijakan pemerintah yang tepat dan sesuai dengan aspirasi rakyat.
“Dan ketiga, Partai Demokrat akan mengoreksi dan kritisi manakala keputusan dan kebijakan pemerintah tak tepat dan tak sesuai dengan harapan rakyat Indonesia.”

Artikel ini ditulis oleh:

Belasan DPC Paksa Masuk, Registrasi Kongres Demokrat Ricuh

Surabaya, Aktual.co — Kericuhan terjadi di ruang registrasi peserta Kongres Demokrat IV, di lantai 3 hotel Sangrila Surabaya. 
Akibatnya, beberapa pengamanan internal partai Demokrat dikerahkan untuk memperketat penjagaan.
Kericuhan terjadi akibat belasan  ketua DPC Partai Demokrat dari berbagai daerah yang dipecat  memaksa masuk untuk melakukan registrasi agar bisa mengikuti kongres.
Namun, kedatangan mereka ditolak karena menurut petugas, registrasi sudah melalui ketua DPD masing-masing provinsi.
Situasi memanas, ketika salah seorang DPC dari Bangka Belitung yang tidak diperkenankan registrasi, memprotes dengan suara lantang hingga diikuti beberapa ketua DPC lainnya sampai  terjadi kerumunan di depan ruang registrasi.
Akibat tidak ditanggapi protes tersebut, mereka pun melapor ke panitia kongres. Sebelum sampai ke ruang laporan panitia, mereka langsung ditarik satgas internal partai Demokrat untuk kembali  menunggu ke ruang registrasi.
“Kami tetap akan menunggu di sini sampai bisa masuk. Karena kami juga peserta kongres dan punya hak untuk mnengikuti kongres. Dan ini bukti SK kami sebagai pengurus partai” kata Muchammad Ikhsan, Ketua DPC Purbalingga, Jawa Tengah, Muchammad Iksan sambil menunjukkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai kedua DPC, di Surabaya, Senin (11/5).
Diketahui sebelumnya, ada 161 Ketua DPC Partai Demokrat se-Indonesia yang dipecat secara mendadak oleh Partai Demokrat menjelang pelaksanaan Kongres ke-IV di Surabaya. 
Para ketua DPC mengaku pemecatannya tidak sesuai prosedur partai. Mereka yang dipecat membentuk  forum pertemuan ketua DPC yang tergabung dalam Kaukus Penyelamat Partai Demokrat.

Artikel ini ditulis oleh:

Saksi Pastikan Sutan Bagikan Uang ke Anggota Komisi VII

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Komisi VII DPR dari fraksi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana disebut membagi-bagikan amplop berisi uang kepada anggota komisi tersebut.
“Memang ada dibagi-bagi (amplop),” kata mantan staf ahli Sutan bernama Muhammad Iqbal dalam sidang di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (11/5).
Terdakwa dalam perkara ini adalah Sutan Bhatoegana yang didakwa menerima hadiah berupa mobil Toyota Alphard dengan tipe tertinggi dari Dikretur PT Dara Trasindo Eltra Yan Achmad Suep yang bergerak di bidang keagenan/service untuk fasilitas produksi/pemboran minyak dan gas bumi.
“(Pembagiannya) di Rumah Sakit Pondok Indah,” tambah Iqbal.
Dalam dakwaan, Iqbal disebut menerima “paper bag” berisi amplop-amlop dari staf Sutan lainnya bernama Iryanto Muchyi pada 28 Mei 2013.
Amplop-amplop itu berisi uang yang totalnya berjumlah 140.000 dolar AS ditujukan untuk pimpinan, anggota dan sekretariat Komisi VII dengan kode P=Pimpinan, A=Anggota, S=Sekretariat Komisi VII.
Asal uang itu adalah dari Kepala Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini yang diserahkan kepada Kabiro Keuangan Kementerian ESDM Didi Dwi Sutrisnohadi, lalu diambil oleh Iryanto Muchyi.
“Amplop-amplop dibawa pulang dulu baru dibagikan, biasanya 2-3 hari baru dibagikan,” tambah Iqbal.
Pembagian itu tidak dilakukan sekaligus tapi bertahap dalam beberapa hari.
“Anggota komisi VII siapa saja?” tanya salah satu penasihat hukum Sutan.
“Tidak ingat, kalau saya ditunjukkan foto-fotonya saya akan ingat, kalau namanya saya tidak ingat,” jawab Iqbal beralasan.
Menurut Iqbal, ada tiga orang yang mendapatkan amplop di RS Pondok Indah.
“Seingat saya ada tiga orang, saya tidak melihat amplop itu diberikan, tapi amplop dimasukkan ke tas selempang yang biasa saya pakai,” ungkap Iqbal.
Iqbal mengetahui bahwa amplop di dalam tas berkurang karena tas tampak kempes.
“Amplop di dalam tas karena tasnya nampak besar, dan berkurang karena biasanya kalau ada amplop tebal maka nampak dia (tas) kempes,” jelas Iqbal.
“Di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) di sini namanya Ali Kastella apakah benar?” tanya ketua majelis hakim Artha Theresia.
“Betul,” jawab Iqbal.
Ali Kastella adalah anggota Komisi VII DPR dari Partai Hanura daerah pemilihan Papua yang juga angota Badan Anggaran.
“Selanjutnya Saifudin Donodjoyo betul?” tanya hakim Artha lagi.
“Saya tidak ingat namanya tapi muka tahu,” jawab Iqbal.
Saifudin Donodjoyo adalah nggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya dapil DKI Jakarta 1.
“Lalu siapa satu lagi?” tanya hakim Artha.
“Tidak ingat,” jawab Iqbal.
“Lalu pemberian di ruang rapat Komisi VII, dikasih ke siapa?” tanya hakim Artha.
“Kalau diminta Bapak saya taruh tas di ruangan ketua komisi. Ada diminta sama bapak,” ungkap Iqbal.
“Ada namanya Alimin Abdullah?” tanya hakim Artha.
“Iya, orangnya yang kecil-kecil dari PPP kalau tidak salah,” jawab Iqbal.
Alimin Abdullah adalah anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional dapil Lampung 2.
Atas kesaksian Iqbal, Sutan menyampaikan keberatan.
“Untuk saksi Iqbal, saya terus terang keberatan. Dia membuat fitnah dan keterangan palsu. Saya minta PH (penasihat hukum) saya untuk melaporkannya sebagai keterangan palsu. Ini serius saya katakan karena apa yang disampaiknya bohong, mengkhayal. Dia bilang staf pribadi, padahal dia bukan staf probadi, dia hanya bawa-bawa tas, tidak pernah saya perkenalkan ke siapapun, tidak pernah disuruh mengambil titipan. Dia membuat di sini banyak sekali khayalan,” kata Sutan.
Namun Iqbal tetap pada kesaksiannya.
“Saya tetap dengan kesaksian saya,” kata Iqbal Dalam dakwaan, Sutan didakwa menerima uang dari Waryono Karno senilai 140 ribu dolar AS dalam pembahasan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2013 Kementerian ESDM.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Hendra/Ahsan Buka Kemenangan Bagi Indonesia di Piala Sudirman

Jakarta, Aktual.co — Pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan merebut angka pertama bagi Indonesia ketika menekuk pasangan Inggris Andrew Ellis/Peter Mills dengan skor 21-17, 21-15 di kejuaraan bulu tangkis dunia beregu campuran Piala Sudirman 2015 di Dongguan, Senin malam (11/5).

Ahsan/Hendra memasuki permainan game pertama tampak tidak kesulitan menghadapi lawan dengan melaju unggul 5-0, namun Andrew/Peter mencoba mengejar dengan meraih dua angka.

Setelah itu kedua pasangan itu saling berebut angka, namun pasangan Indonesia itu kembali melaju dan menutup game pertama dengan 21-17.

Memasuki game kedua, saling berbagi angka, dan tampak pasangan Indonesia sedikit memberi angin kepada lawan dengan bermain mengikuti irama lamban lawan.

“Saya pikir kami belum maksimal, biasa main pertama suka begitu,” kata Hendra Setiawan seusai pertandingan.

Sementara pasangannya Mohammad Ahsan juga mengakui kalau mereka bermain sedikit lamban.

“Pola lawan memang ngajak bermain santai,” kata Ahsan yang sama dengan pasangannya Hendra tampak masih bugar meski habis bertanding.

Ketika disinggung tentang pertandingan penyisihan kemudian melawan Denmark pada Rabu (13/5), Hendra menyatakan belum tahu prediksinya.

“Kami saja belum tahu bakal ketemu pemain siapa nanti melawan Denmark kan nanti masih drawing,’ katanya.

“Siapapun lawan kami siap,” tambahnya.

Hendra sebagai kapten tim Indonesia untuk Piala Sudirman ini juga memiliki tanggung jawab kepada pemain Indonesia lainnya.

“Sebagai kapten, kalau ada keluhan, tolong pemain lapor saja ke saya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Cari Dua Anggota Tim Transisi yang Mundur

Jakarta, Aktual.co — Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan, pihaknya akan mencari pengganti dua personel tim transisi yang mengundurkan diri.

Dua anggota tim itu yang mengundurkan diri adalah, Velix F Wanggai dan Darmin Nasution setelah diumumkannya tim transisi pada Jumat (8/5) lalu.

“Secepatnya, pasti ada penggantinya karena sama juga dengan yang terjadi pada Tim Sembilan ketika Natalia Soebagio (Ketua Dewan Pengurus Transparansi Internasional Indonesia) mengganti Budiarto Shambazy (Wartawan Senior),” kata Gatot setelah mengikuti Focus Group Discussion “Strategi Indonesia Menuju 10 Besar Asian Games” di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (11/5).

Ia membenarkan, bahwa Velix F Wanggai meminta mundur dari Tim Transisi karena kesibukannya.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Menpora, Pak Velix meminta mundur karena kesibukannya. Kami juga sudah berkomunikasi dengan beliau kalau saat ini sedang mengikuti kunjungan Presiden ke Papua. Selain itu, beliau juga sedang aktif di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas),” paparnya.

Terkait mundurnya Darmin Nasution, Gatot mengatakan pihaknya belum mendapatkan keterangan resmi secara langsung dari yang bersangkutan.

“Saya tidak berkomunikasi dengan beliau karena ada rekan saya yang berkomunikasi. Selain itu, saya juga baru membaca dari media terkait mundurnya Pak Darmin,” katanya.

Namun, kata Gatot, pihaknya tetap berharap banyak agar tim transisi dapat melakukan pembenahan sepak bola dan bisa melakukan tugasnya dengan baik.

Sebelumnya, pada Jumat (8/5) malam, Menpora Imam Nahrawi telah mengumumkan personel tim transisi yang akan mengambilalih hak dan kewenangan PSSI setelah dibekukan sejak 17 April lalu.

Tim Transisi bentukan pemerintah terdiri dari 17 personel yang memiliki latar belakang berbeda mulai walikota, politisi, mantan pejabat negara maupun militer, penggiat sepak bola Indonesia, pengusaha hingga artis.

Ke-17 anggota Tim Transisi itu adalah FX Hadi Rudyatmo, Lodewijk F Paulus, Ridwan Kamil, Eddy Rumpoko, Ricky Yakobi, Bibik Samad Rianto, Darmin Nasution, Ceppy T Wartono, Tommy Kurniawan, Iwan Rukminto, Francis Wanandi, Saut H Sirait, Andrew Darwis, Farid Husaini, Zuhairi Misrawi, Dias Faizal Malik Hendropriyono dan Velix F Wanggai.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain