8 April 2026
Beranda blog Halaman 36351

Tim Labfor Mabes Polri Kumpulkan Barang Bukti Kebakaran Pasar Johar

Jakarta, Aktual.co — Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Semarang telah mengamankan, sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait dengan penyebab kebakaran Pasar Johar pada Sabtu (9/5).
Tim yang dipimpin langsung Kepala Mabes Polri Cabang Semarang Komisaris Besar Setijani Dwi Astuti melakukan olah tempat kejadian di Pasar Johar, Senin (11/5).
Dalam olah tempat kejadian tersebut, petugas Labfor memeriksa kios yang berada di bagian paling timur Pasar Johar. Pemeriksaan kemudian dilakukan di lokasi lain di sekitar kios yang diduga sebagai awal terjadinya kebakaran.
“Kami juga sudah cek di lantai dua. Ada satu tempat yang diduga pertama kali (muncul titik api, red.),” kata Setijani.
Sejumlah barang bukti yang diamankan tersebut antara lain KWH meter, kabel-kabel bekas terbakar, motor kipas angin, serta abu di sejumlah titik. Sejumlah barang bukti tersebut akan diteliti secara ilmiah di laboratorium forensik.
Dia menuturkan hasil pemeriksaan tersebut akan secepatnya disampaikan kepada publik. “Akan diprioritaskan, paling tidak butuh satu hingga dua hari,” katanya.
Dalam penyelidikan tersebut, polisi juga sudah memeriksa dua saksi, masing-masing salah seorang pemilik kios serta penjaga pasar.
Sebelumnya, kebakaran menghanguskan ribuan kios Pasar Johar Semarang pada Sabtu (9/5) malam. Pasar yang dibangun tahun 1937 tersebut merupakan hasil rancangan arsitek asal Belanda Thomas Karsten.
Kebakaran Pasar Johar tersebut menyebabkan sekitar 4.000 pedagang dan pekerja terkait kehilangan mata pencarian. Nilai kerugian diduga mencapai ratusan miliar rupiah. Saat ini Pemkot Semarang tengah menyiapkan pasar darurat untuk menampung ribuan pedagang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Mendag Sikapi Santai Soal Relokasi Pro-Kontra Pasar Johar

Semarang, Aktual.co — Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menyikapi santai reaksi para pedagang terkait relokasi pasar Johar ke pasar higienis Rejomulyo pascainsiden kebakaran, Sabtu (9/5) malam lalu.

“Relokasi menimbulkan pro kontra itu hal selalu biasa. Itu hanya masalah kekhawatiran saja,” ujar Mendag Rachmat Gobel saat meninjau lokasi kebakaran pasar Johar Semarang, Senin (11/5).

Dalam kunjungan kali ini, Mendag Gobel didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sejak pagi tadi mulai jam 08.00 WIB berkeliling ke dalam pasar. Dirinya pun menguatkan mental para pedagang dengan mengajak berdialog yang sempat mengalami kerugian jutaan rupiah akibat ruko dan los toko dilalap si jago merah.

Menurutnya, nasib pedagang harus lebih baik dari pada kejadian seperti ini. Bahwa upaya pemerintah berkeinginan merevitalisasi pembangunan agar lebih baik. Dengan begitu, pasar lebih nyaman dan bisa dijangkau oleh para pedagang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

RA Biasa Perdagangkan Artis ke Kalangan Pengusaha dan Pebisnis

Jakarta, Aktual.co — Mucikari prostitusi artis RA yang saat ini sudah menyandang status tersangka mengungkapkan, kriteria perempuan yang terlibat dalam bisnis ‘esek-eseknya yang diperdagangkan ke kalangan pengusaha atau pebisnis.
“Usianya di atas 22 tahun, biasanya berlatar belakang artis atau model,” ujar RA di Polres Jakarta Selatan, Senin (11/5).
Namun RA enggan menjelaskan lebih rincis soal latar belakang artis yang dimaksud itu. “Artisnya dari berbagai macam kalangan,” ujar pria yang berprofesi sebagai make up artist itu.
Sementara itu, RA menuturkan para klien biasanya berasal dari kalangan pebisnis. Dia enggan menjawab apakah ada pejabat yang pernah menjadi klien. “Saya nggak terlalu tahu (apakah ada pejabat), yang penting dari berbagai macam kalangan,” kata dia.
RA mengatakan selama ini jarang ada klien yang berkali-kali meminta jasa dari perempuan yang sama atau berlangganan. “Jarang. Kalau udah ada yang misalnya suka satu, biasa langsung nggak melalui saya, dia langsung ke anaknya.”
Sebelumnya, petugas Polrestro Jakarta Selatan menangkap seorang mucikari RA di salah satu hotel bintang lima kawasan Jakarta Selatan, Jumat (8/5) malam.
Selain itu, polisi juga mengamankan seorang perempuan yang diduga model wanita berinisial AA dengan status saksi karena menjadi obyek yang ditawarkan tersangka RA.
Polisi juga menemukan 200 nama perempuan yang diduga bekerja sebagai penjaja seks di dalam grup BlackBerry Messenger pada telepon seluler RA.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

SBY Heran Ada Kader Tuding Kongres Demokrat Tak Demokratis

Jakarta, Aktual.co — Ketua umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertanyakan sikap seorang kader Demokrat yang menuding Kongres IV Partai Demokrat berjalan tak demokratis.
Menurutnya, kabar tersebut membuat dirinya heran dan mempertanyakan maksud dari kader yang tak disebutkan namanya itu.
“Saya menanyakan apanya yang tak demokratis,saya juga baca media massa. Sebulan lalu juga saya secara resmi kalau memang kehendak dan mayoritas (kader) berkehendak saya memimpin lagi PD, dikomentari bahwa SBY merusak demokrasi. Hati-hati menuduh seorang tidak demokrasi, 10 tahun saya pimpin negeri ini saya menghormati demokrasi dan jalankan nilai-nilai demokrasi,” kata SBY dalam sebuah wawancara khusus yang disiarkan situs YouTube, Minggu (10/5).
SBY menambahkan bahwa dirinya tak pernah melarang seseorang untuk maju menjadi ketum asal sesuai dengan aturan partai yang berlaku.
“Saya atau PD tak pernah melarang seseorang untuk maju menjadi ketua umum partai, tentu semua ada syarat dan aturan yang berlaku. Soal pemilihan ketua umum masing-masing partai memiliki cara sndiri-sendiri.”
Namun, SBY menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam berpolitik merupakan hal yang wajar karena itu bagian dari demokrasi, termasuk dalam hal ini di internal Partai Demokrat (kader).

Artikel ini ditulis oleh:

Korupsi Pabrik Vaksin, Hakim: Tak Adil Jika Nazaruddin Tak Dihadirkan Jaksa

Jakarta, Aktual.co — Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta minta Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus), untuk menghadirkan M Nazaruddin, M Nasir, Minarsih, Christina Doki Pasorong dan Sukmawati, sebagai saksi kasus korupsi proyek pembangunan pabrik vaksin flu burung di Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2008-2010.
Menurut Majelis Hakim, kehadiran orang-orang itu berguna untuk mengkonfrontir pernyataan yang diberikan oleh saksi lainnya, seperti halnya Direktur PT Exartech Technologi Utama, Gerhana Sianipar, dalam sidang kasus tersebut dengan terdakwa Rahmat Basuki.
Selain itu, kehadiran Nazaruddin dan anak buahnya juga membantu Hakim menentukan apakah dakwaan yang diberikan kepada Rahmat benar.
“Sebetulnya ‘pressure’ dari mereka semua (Nazaruddin Cs). Masa dari pihak Nazaruddin tidak hadir, itu nggak adil. Lebih bagus, lebih objektif harus dihadirkan,” ujar salah satu Hakim Anggota saat sidang terdakwa Rahmat Basuki, di Pengadilan Tipikor, Senin (11/5).
Menanggapi hal itu, JPU pun langsung menampungnya. “Iya siap Majelis,” ujar Jaksa Kejari Jakpus, Roentrianto.
Untuk diketahui, dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Nazaruddin disebut sebagai otak pengadaan proyek pengadaan fasilitas, riset terpadu, dan alih teknologi pembuatan vakasin flu burung di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun anggaran 2008-2010.
LHP BPK menyebutkan, bahwa pada Januari 2008 Nazaruddin menawarkan kepada PT Bio Farma jika dirinya bersedia membantu agar proyek tersebut bisa masuk ke dalam program Kementerian Kesehatan. Nazaruddin pun diketahui, didampingi oleh Nasir dan Minarsih.
Dalam berkas yang sama juga menyebutkan, bahwa Nazaruddin diduga mengarahkan agar proyek tersebut bisa ditangani oleh PT Anugrah Nusantara, yang tak lain adalah perusahaan miliknya.
Bukan hanya itu, hasil analisa BPK mengungkapkan, setidaknya ada empat perusahaan pemenang tender tujuh paket pengerjaan vaksin flu burung itu, adalah milik Nazaruddin.
Adapun total anggaran proyek pengadaan pabrik vaksin flu burung itu mencapai Rp1,4 triliun. Dan menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp700 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Aksi 20 Mei, PDIP: Sah-sah Saja Aspirasi Disampaikan

Jakarta, Aktual.co — Politisi PDIP Andreas Pariera menyatakan bahwa pihaknya tak menanggapi berlebihan soal aksi besar-besaran pada 20 Mei mendatang.
Menurutnya, aksi yang rencananya digawangi oleh para mahasiswa ini dapat berlangsung aman dan tak berujung ricuh.
“Saya harap tidak melanggar peraturan yang ada. Jadi sah-sah saja aspirasi disampaikan. Silahkan saja aksi berlangsung,” kata Andreas, di jakarta, Senin (11/5).
Diketahui, elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di daerah akan menggelar aksi besar pada 20 Mei 2015. Aksi ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang dinilai tak pro rakyat dan membebani.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain