7 April 2026
Beranda blog Halaman 36387

Polisi Selidiki Kapal Fery Terbakar

Jakarta, Aktual.co — Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polresta Banjarmasin sedang mendalami kasus kapal fery penyeberangan yang terbakar pada Jumat (8/5) siang.
“Kami lakukan pemeriksaan intensif terhadap para saksi utama dalam peristiwa terbakarnya kapal fery itu,” ucap Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Wahyono MH di Banjarmasin, Sabtu (9/5).
Ia mengatakan ada bebera saksi yang diperiksa secara intensif di antaranya penumpang kapal fery atas nama Ihsan yang diduga membawa derigen yang berisikan bensin.
Selanjutnya, pemilik kapal fery Asmani dan Juragan kapal fery yang diketahui bernama Sahrudi sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Sat Polair.
Wahyono juga mengatakan Ihsan diperiksa karena membawa bensin sedangkan untuk juragan kapal Sahrudi diperiksa terkait apakah memenuhi standart pelayaran dan bagaiman pola pengaturan terhadap penumpang yg membawa barang-barang mudah terbakar.
“Yang jelas pemeriksaan ini untuk mengetahui sejauh mana faktor kelalaian mereka yang mengakibatkan kapal fery itu terbakar,” tutur orang nomor satu di lingkungan Polresta Banjarmasin itu.
Wahyono terus mengatakan kasus ini terus dilakukan penyidikan karena belum seluruhnya saksi dapat diperiksa dari pihak penumpang diperkirakan masih shok.
Untuk diketahui, kejadian fery terbakar itu terjadi pada Jumat (8/5) siang sekitar pukul 11.30 Wita saat umat Islam bersiap-siap untuk melaksanakan Salat Jumat.
Kapal fery yang terbakar itu diketahui memilki nama KM.Berkat dengan rute Halinai – Mantuil Banjarmasin Selatan Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kronologis kejadian pada saat itu kapal fery membawa penumpang dan lima unit sepeda motor menyeberang dari Mantuil ke Pulau Astra Bina.
Pada saat melakukan penyeberangan tiba-tiba kapal fery tesebut terbakar pada posisi bagian belakang buritan kapal dan dengan cepat membesar karena kapal terbuat dari bahan kayu mudah terbakar.
Lanjutnya, api yg diduga berasal dari barang bawaan salah satu penumpang itu dengan cepat membakar seluruh bagian kapal sehingga semua penumpang yang berada di dalam fery langsung melompat ke sungai guna menyelamatkan diri.
Dalam peristiwa tersebut satu penumpang atas nama Suyitno meninggal dunia karena tenggelam di sungai dekat dengan tempat kejadian.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

27 Perguruan Tinggi Ikuti Kontes Robot Nasional

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 27 perguruan tinggi di kawasan regional V mengikuti kontes robot nasional yang diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Ketua Pelaksana Kontes Robot, Rudy Haryanto di Banjarmasin, Sabtu (9/5), mengatakan, kontes robot kali ini, terdiri atas empat kategori yaitu, kategori Abucon Indonesia (KRAI), dengan tema badminton, kemudian robot pemadam api Indonesia (KRPAI), kategori beroda dan berkaki, kemudian robot seni tari (KRSI) dan sepak bola Indonesia (KRSBI).
Menurut Rudy, ke 27 perguruan tinggi tersebut berasal dari Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, Nusa Tenggara dan Bali.
“Total peserta kontes yang diselenggarakan di Gedung Sultan Suriansyah tersebut mencapai 160 orang ditambah 67 orang dosen pembimbing,” katanya.
Dalam kontes tersebut, Gedung Sultan Suriansyah, diubah layaknya lapangan olah raga, terdapat lapangan sepak bola, badminton dan lapangan futsal, untuk tempat bertanding robot yang ikut kontes.
Khusus tuan rumah yang diwakili Poliban Banjarmasin, kata Rudy, semua kategori diikuit, kecuali sepak bola.
“Kita belum bisa mengikuti kontes sepak bola, karena harga robot yang cukup mahal, yaitu Rp15 juta untuk satu robot,” katanya.
Sedangkan robot untuk kontes kategori lainnya, seperti robot pemadam api, badminton dan penari, harganya antara Rp5 juta hingga Rp10 juta satu robot.
Sejak diadakan kontes robot tahunan secara nasional, kata dia, perkembangan kemampuan dan kreativitas teknologi mahasiswa Kalimantan Selatan meningkat cukup pesat.
Sebab, para mahasiswa memiliki wahana untuk memacu kreativitasnya, untuk bisa mengikuti kontes demi kontes yang dilaksanakan bukan hanya pada tingkat nasional tetapi juga internasional.
Melalui kontes tersebut, tambah dia, diharapkan juga akan mampu menggali potensi dan meningkatkan kreativitas anak bangsa, untuk mengejar dan meningkatkan kemampuan teknologi agar lebih maju dibanding negara lainnya.
“Salah satu kendala dalam mengikuti kontes ini antara lain adalah mahalnya harga robot yang bisa untuk diikutkan kontes, kita berharap, mendapatkan bantuan dan dukungan dari pemerintah,” katanya.
Salah seorang peserta kontes dari Poliban Banjarmasin, Laila Adawiyah mengatakan, dia bersama timnya cukup antusias dalam mengikuti kontes robot ini.
Sebab, melalui kontes ini, dia bersama rekan-rekannya, terpacu untuk terus menggali kemampuan dan kreativitas untuk bisa memenangkan kontes kali ini.
Berdasarkan situs http://kri2015reg5.poliban.ac.id, pemenang lomba kontes untuk katagori KRAI adalah juara satu, Cendana dari Universitas Nusa Cendana (Kupang), juara dua, Daeng Ramang dari Universitas Hasanuddin (Makassar), juara tiga IC Roata dari Universitas Tadulako dan juara empat tuan rumah, Bauntung dari Politeknik Negeri Banjarmasin.
Selanjutnya, juara kontes Lomba KRPAI Beroda 2015 Regional 5, yaitu juara satu, Spongestron dari STMIK Handayani Makassar, juara dua, Karaeng V.2 dari Universitas Hasanuddin, juara tiga, PK-10 dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan juara empat, Barong dari Politeknik Negeri Bali.
Sedangkan dua kategori lainnya, belum diumumkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PSSI: Tak Ada Gunanya Komentari Tim Transisi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia La Nyalla Mattalitti tidak menghiraukan adanya Tim Transisi yang telah dibentuk oleh Menteri Pemuda dan Olahraga guna menangani kompetisi Liga Indonesia 2015 untuk sementara.
“Sama sekali tidak ada gunanya kami mengomentari tim transisi itu. PSSI akan terus berjalan ‘istiqomah’ dan saya sebagai pemimpin siap menjalankan semua program yang kami buat,” kata La Nyalla seperti dilansir dari tim media PSSI di Jakarta, Sabtu (9/5).
La Nyalla bersikukuh untuk menjalankan pekerjaannya seperti biasa, tanpa memusingkan keberadaan Tim Transisi yang dibentuk untuk mengambil alih kewenangan PSSI dalam menjalankan kompetisi ISL 2015.
Ketua umum hasil kongres di Surabaya pada 18 April tersebut mempertanyakan anggota dan klub yang akan berada di bawah kepengurusan PSSI baru yang diinginkan oleh Kemenpora selama Tim Transisi mengambil alih sementara kewenangannya.
“Kalau nanti Tim Transisi bentuk PSSI baru, ya nanti itu anggotanya siapa saja? Terus peserta atau klub yang ikut kompetisi mereka juga darimana? Ini kan aneh,” ujar La Nyalla.
Selain itu, La Nyalla juga merasa yakin bahwa klub-klub peserta ISL tidak akan yang bersedia berkompetisi di bawah penanganan Tim Transisi.
“Saya yakin, Liga dan klub-klub anggota PSSI tidak akan mau berkompetisi di bawah tim yang dibentuk oleh Menpora. Dan seperti yang sudah diketahui, klub-klub sudah sangat tegas tidak ingin berkompetisi di bawah Tim Transisi,” ucap La Nyalla.
Menpora Imam Nahrawi secara resmi telah merilis 18 nama Tim Transisi yang terdiri dari berbagai kalangan profesi pada Jumat (8/5).
Tim Transisi yang diketuai oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudiatmo tersebut beranggotakan Lodewijk F Paulus, Ridwan Kamil, Edy Rumpoko, Ricky Yacobi, Bibid Samad Rianto, Darmin Nasution, Cheppy T Wartono, Tommy Kurniawan, Iwan Lukminto, Francis Wanandi, Saut H Sirait, Andre Darwis, Farid Husaini, Zuhairi Misrawi, Diaz Faizal Malik Hendropriyono, dan Velix W Wanggai.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tercemar Pupuk, 20 Hektare Rumput Laut Gagal Panen

Jakarta, Aktual.co — Seluas 20 hektare tanaman rumput laut yang dikelola tiga kelompok tani di Perairan Melahing, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang, Kalimantan Timur, gagal dipanen karena diduga tercemar puluhan karung pupuk amoniak.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Sipatuo Melahing, Nasir Lakada ketika dihubungi di Bontang, Sabtu (9/5), mengungkapkan, matinya rumput laut itu membuat petani menderita kerugian cukup besar dan karung pupuk tersebut telah diangkat untuk dilaporkan ke kelurahan setempat serta instansi terkait.
“Awalnya warga beranggapan karung itu hanya berisi pasir biasa, tetapi setelah dua kali mengalami gagal panen, akhirnya warga memutuskan untuk mengangkat karung tersebut dan kemudian melaporkan ke kelurahan Tanjung Laut,” kata Nasir.
Kelompok tani nelayan lain yang juga mengalami kerugian adalah Kelompok Nelayan Sipatuo II dan Kelompok Nelayan Alam Jaya.
Menurut Nasir, kasus ini baru pertama kali terjadi, karena biasanya tanaman rumput laut terserang hama “ice-ice” dan “lapa-lapa” dengan gejala bintik-bintik putih di sekitar daun. Jika dibiarkan, hama itu menyebar dan menyebabkan rumput laut mati.
“Kalau yang sekarang terbilang baru, karena tiba-tiba daun rumput laut itu menguning dan tanaman mati,” ujarnya.
Sebelum menemukan puluhan karung berisi pupuk amoniak itu, Nasir dan anggota kelompoknya sempat melakukan dua kali pembibitan rumput laut, namun semuanya gagal dipanen.
“Dugaan sementara mungkin karena tercemar puluhan karung berisi pupuk amoniak itu,” ujarnya.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Bontang, Agus Amir saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya telah mendapatkan contoh karung dan rumput laut tercemar dari kelompok tani itu.
Hingga kini, BLH masih menunggu hasil penelitian laboratorium yang dilakukan Dinas Perikanan, Kelautan dan Perikanan setempat.
“Kasus ini masih dalam proses observasi guna memastikan penyebab rusaknya tanaman rumput laut milik warga. Kemungkinan pekan depan hasilnya bisa diketahui,” katanya.
Agus Amir menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah bukti dari lokasi kejadian, seperti karung berlogo Pupuk Kalimantan Timur (PKT) berikut nomor seri produksinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Puncak HUT Kota Semarang Diwarnai Kebakaran di Pasar Johar

Jakarta, Aktual.co — Puncak peringatan hari jadi Kota Semarang ke-468 yang difokuskan di GOR Tri Lomba, Sabtu (9/5) petang, justru diwarnai adanya kebakaran pasar Johar. Puluhan los pasar dan kios di sebelah bagian pintu masuk dilalap si jago merah. 
Saat ini, kobaran api dan asap tebal masih terus membumbung tinggi ke atas. Belum diketahui penyebabnya, tapi titik api berasal dari tengah pasar. 
Sementara, mobil pemadam kebakaran terus berdatangan menuju lokasi melakukan evakuasi dan menjinakan titik api yang terus berkobar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas pemadam kebakaran kesulitan menjinakan tiitik api yang berasal dari tengah. Selang pemadam air hanya mampu menyemprotkan pada bagian sisi utara. 
Sedangkan, evakuasi dari sisi selatan masih terus dilakukan. Keberadaan  mobil damkar hanya bisa terparkir di luar pasar, karena ukuran mobil damkar yang cukup besar hanya bi bertahan dari luar.
Kebakaran pasar sontak langsung membuat panik warga sekitar dan berhamburan keluar. Mereka turut menyaksikan dan berkerumun yang menyebabkan menjadi penghambat proses evakuasi.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung dan belum bisa diketahui penyebab kebakaran. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sumut Segera Laksanakan UN SMP Susulan

Jakarta, Aktual.co — Provinsi Sumatera Utara segera melaksanakan Ujian Nasional (UN) susulan SMP atau sederajat yang akan diselenggarakan 11-15 Mei 2015.
Koordinator UN Provinsi Sumut, Agust Sinaga di Medan, Sabtu (9/5), mengatakan, pelaksanaan UN susulan tersebut, karena ada sebagian siswa yang tidak ikut pada pelaksanaan ujian pertama.
Kemungkinan, menurut dia, siswa itu mengalami sakit, kecelakaan dan lain sebagainya.
“Pelaksanaan ujian susulan ini adalah berdasarkan data petunjuk operasional standar penyelenggaraan UN,” ujar Agust.
Dia menyebutkan, pada pelaksanaan UN, 4-7 Mei diikuti 272.198 siswa dan 3.420 sekolah SMP.
Dari jumlah 272.198 siswa itu, terdiri dari jenjang SMP diikuti 210.655 siswa, SMP Terbuka 1.093 siswa, SMPLB 77 siswa, paket B/Wustha 3.063 orang, dan MTs sebanyak 57.310 siswa.
Pelaksanaan ujian berlangsung aman, tertib, lancar dan tidak ada ditemukan kebocoran naskah maupun kunci jawaban.
“Kegiatan ujian di Sumut berjalan sukses, dan saat ini petugas Disdik Sumut sedang melakukan pemindaian Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN),” katanya.
Agust menambahkan, kegiatan pemindaian itu, harus selesai sebelum tanggal 23 Mei.
“Jadi, Diknas di 33 kabupaten/kota harus secepatnya mengirimkan LJUN ke Disdik Sumut,” kata Koordinator UN Sumut.
Data yang diperoleh di Disdik Sumut, jumlah peserta UN SMP tahun 2014, tercatat 255.964 siswa, terdiri dari SMP 199.414 orang, MTs 52.602 orang, SMPT 925 orang SMP LB 172 orang dan Paket B, sebanyak 2.979 orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain