7 April 2026
Beranda blog Halaman 36388

9 Tahanan BNN Yang Sempat Kabur Akhirnya Tertangkap

Jakarta, Aktual.co — Sembilan dari sepuluh tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang melarikan diri beberapa waktu lalu, berhasil kembali ditangkap di beberapa lokasi berbeda.
Dari siaran pers BNN, menyebutkan Hasan Basri (35) dan Samsul Bahri (42) yang merupakan sindikat Aceh dengan kasus 77,3 kg sabu ditangkap pada hari Sabtu (4/4) sekitar pukul 11.00 WIB di Cilacap, Jawa Tengah.
Sedangkan Hamdani (36) dan Abdullah (35) tersangka yang ditangkap dengan kasus yang sama, kembali berhasil diamankan petugas di Malaysia (29/4).
Tersangka lainnya dengan kasus 25 kg sabu yang berhasil ditangkap kembali dari pelariannya adalah Apip Apriansah (33) dan Husen (42). Apip Apriansah berhasil ditangkap di Jakarta (2/2), sedangkan Husen di daerah Jombang, Jawa Timur (4/4).
Harry Radiawan (47) alias Pakde yang juga ikut melarikan diri dari tahanan BNN berhasil ditangkap di daerah Bekasi (21/4). Sementara itu, Franky (34) dan Erick (39) tertangkap kembali di daerah Pemalang Jawa Tengah (16/4).
Rilis menyebutkan Hasan Basri dan Samsul Bahri selepas berhasil melarikan diri dari tahanan BNN pergi menuju Tanjung Priuk, Cilincing. Keduanya kemudian bergerak ke arah Jombang dan dijemput oleh Yusuf (53 tahun). Kamis malam (2/4).
Setelah itu, keduanya bersama Yusuf berpindah lokasi dari Jombang ke Yogyakarta, kemudian bergerak ke Madiun, hingga akhirnya kembali ke Yogyakarta untuk bertemu Taufik (39 tahun), dan menyewa sebuah mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Cilacap.
Setibanya di Cilacap, Tim BNN bersama dengan Polres Cilacap melakukan penangkapan terhadap keempatnya sekitar pukul 11.00 WIB, ketika mereka sedang tertidur di sebuah rumah.
Sementara Apip Apriansah adalah tahanan dengan barang bukti sabu sebanyak 25,225 kg yang tertangkap di daerah Karawang (19/3). Setelah melarikan diri pada hari Selasa sekitar pukul 03.30 WIB bersama dengan para tersangka lainnya dari tahanan BNN, Apip berhasil kembali ditangkap oleh petugas BNN di Jakarta (2/2).
Setelah melarikan diri dari tahanan, Apip diketahui pergi bersama Abdullah, Hasan Basri, Husen, dan Samsul Bahri ke arah Cilincing. Sesampainya di Cilincing keempatnya berpisah, Apip melanjutkan perlariannya ke arah Ancol bersama Abdullah.
Kemudian dari Ancol keduanya bergerak ke arah Warakas dan akhirnya berpisah di sana. Lalu Apip melanjutkan pelariannya ke arah Depok dan sempat meminta nomor penyidik kepada istrinya. Setelah itu Apip menghubungi penyidik dan menyerahkan diri pada hari Kamis (2/2) sekitar pukul 01.00 WIB di hotel Cempaka D’ACICI daerah Plumpang, Jakarta Utara.
Sementara sesaat setelah melarikan diri, Husen yang juga merupakan tahanan dengan kasus yang sama dengan Apip, ikut bersama rekannya tersebut melarikan diri ke arah Cilincing bersama tersangka lainnya yakni Abdullah, Hasan Basri, dan Samsul Bahri.
Kemudian setelah berpisah dengan Apip di Cilincing, Husen, Hasan Basri, Samsul Bahri melanjutkan pelarian menuju Jombang dengan menyewa sebuah mobil. Rabu (1/4), ketiganya tiba di Jombang, Jawa Timur, sekitar pukul 04.00 WIB.
Keesokan harinya, Kamis (2/4) Hasan Basri dan Samsul Bahri kedatangan seorang tamu dengan inisial M. Setelah menyerahkan uang sewa mobil sebesar Rp2 juta kepada Husen, sekitar pukul 21.00 WIB Hasan Basri, Samsul Bahri, dan M pergi.
Husen yang berada di Dusun Sumberejo, Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang tersebut akhirnya berhasil ditangkap kembali pada hari Sabtu (4/4) sekitar pukul 14.00 WIB.
Sementara itu, Istri Husein bernama Farida (32 tahun) dan Yuda (29 tahun) adik ipar Husein ditangkap karena telah membantu upaya pelarian Husein.
Sementara Harry Radiawan alias Pakde adalah tersangka kasus 5,2 kg yang juga ikut melarikan diri. Pakde kembali tertangkap ketika sedang berada di sebuah kosan daerah Bekasi untuk menunggu rekannya karena ingin meminjam uang.
Namun, belum sempat rekannya tersebut datang Pakde sudah ditangkap oleh petugas. Penangkapan tersebut berlangsung pada hari Selasa (21/4).
Untuk tersangka Franky dan Erik, keduanya melarikan diri ke daerah Puncak bersama dengan tiga tahanan lainnya yaitu Harry, Hamdani, dan Usman. Selang beberapa hari keduanya berpisah dan bergeser ke daerah Pemalang.
Di Pemalang, mereka mengontrak di sebuah rumah warga. Pada tanggal 16 April 2015 keduanya berhasil diamankan petugas BNN.
Sementara Hamdani dan Abdullah merupakan tersangka kasus yang sama dengan Hasan Basri dan Samsul Bahri. Keempatnya merupakan sindikat Aceh yang berhasil ditangkap oleh petugas BNN dengan barang bukti 77,3 kg shabu.
Hamdani dan Abdullah berhasil kembali ditangkap dari pelariannya pada Kamis (30/4), di Rawang, Malaysia, sekitar pukul 23.50 waktu setempat. Penangkapan kedua tersangka ini merupakan kerja sama antara tim SB Malaysia dan intelegent BNN.
Atas tertangkapnya kembali para tersangka yang melarikan diri, BNN mengucapkan terima kasih kepada masyarakat luas yang telah memberikan informasi, kepada ‘special branch Malaysia’, perwakilan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, dan anggota Polri serta Polsek terkait yang telah membantu atas tertangkapnya kembali para tersangka.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

MPR Ajak Masyrakat Jaga Persatuan Jelang Pilkada Serentak

Jakarta, Aktual.co —  Wakil Ketua MPR RI Evert Erens Mangindaan mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan menjelang pemilu kepala daerah (Pilkada) serentak, Desember 2015.
“Mari kita bersama menjaga persatuan kita, jangan terpecah hanya karena persoalan siapa mendukung siapa,” kata Mangindaan, di Manado, Sabtu (9/5).
Mangindaan mengatakan, seluruh warga Sulut harus tetap mengingat slogan “torang samua basudara” yang berarti semua penduduk Sulut bersaudara, jadi persatuan jangan sampai pecah.
Dia mengatakan, tidak masalah siapapun yang didukung, asalkan persatuan dan kesatuan juga harus tetap dijaga, karena bagaimanapun juga itu adalah yang utama dari semuanya.
Mangindaan juga mengajak seluruh bakal calon gubernur, bupati dan wali kota di Sulut, untuk bersama-sama menciptakan Pilkada yang aman dan nyaman untuk kebaikan bersama dan harus mengendalikan pendukungnya, terutama bagi para calon petahana.
Ia juga mengemukakan, Pilkada harus dijadikan sebagai pesta demokrasi bagi seluruh warga Sulut, sehingga kenyamanan dan keamanan di daerah dapat terwujud.
“Dengan demikian maka perpecahan dapat dihindarkan, meskipun warga masyarakat mendukung pasangan yang berbeda dalam Pilkada pada 9 Desember nanti,” tuturnya.
Menurut Mangindaan, salah satu cara untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam Pilkada di Sulut adalah dengan berpolitik secara santun, tidak sikut ke kanan dan kiri, dan tetap santun dalam berpolitik.
“Siapapun yang akan maju bertarung dalam Pilkada nanti, baik gubernur maupun bupati dan wali kota tidak boleh saling menjatuhkan, dan saya yakin kalau setiap calon siapapun dia pasti sudah tahu bagaimana caranya berpolitik dengan santun, jadi tidak perlu diajari bagaimana menghadapi Pilkada,” tukasnya.
Dia mengatakan, yang penting dalam menghadapi Pilkada seperti di Sulawesi Utara baik untuk gubernur maupun bupati dan wali kota, jangan sampai sikut kiri dan kanan, untuk memenangkan pertarungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Aparat Kepolisian Antisipasi Politik Uang di Pilkada

Jakarta, Aktual.co — Polresta Bekasi, Jawa Barat, mengantisipasi potensi politik uang dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di sembilan wilayah setempat dengan melarang warga berkeliaran di malam hari.
“Tidak ada alasan jika masih ditemui ada warga yang berkeliaran hingga pukul 02.00-04.00 WIB maka akan disuruh pulang,” kata Kapolresta Bekasi, AKBP Rickynaldo Chairul di Cikarang, Sabtu (9/5).
Menurut dia, larangan itu berlaku menjelang satu hari pelaksanaan Pilkades serentak di sembilan desa pada Sabtu (9/5).
Dikatakan Ricky, politik uang dalam bentuk ‘serangan fajar’ marak terjadi di sejumlah daerah penyelenggara pemilu sebagai upaya untuk memenangkan kandidat tertentu dengan imbalan uang atau barang.
“Situasi itu rawan memicu konflik di tengah masyarakat, sehingga perlu kita antisipasi secara dini,” katanya.
Pihaknya akan menyebar ratusan personel untuk mengawasi situasi di sekitar desa yang menyelenggarankan Pilkades.
“Kalau didapati ada warga yang berkeliaran malam hari tanpa alasan jelas, akan langsung kita interogasi dan dipulangkan,” ujarnya.
Ricky menambahkan, pihaknya juga telah menggelar deklarasi damai di antara para peserta Pilkades sebagai upaya preventif pengamanan sebelum pesta demokrasi tingkat desa berlangsung.
“Ada 1.300 personel dengan dibantu 100 personel TNI yang kita kerahkan untuk agenda Pilkades kali ini,” katanya.
Adapun kesembilan desa penyelenggara Pilkades tersebar di Kecamatan Serang Baru, Cikarang Timur, Cibitung, Cikarang Pusat dan Kecamatan Babelan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ladang Warga Diserbu Puluhan Kelinci Hutan

Jakarta, Aktual.co — Puluhan kelinci hutan menyerbu ladang penduduk Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, dengan memakan berbagai macam tanaman di daerah itu.
“Semua tanaman jagung, kacang tanah dan ketimun rusak dimakan kelinci hutan,” kata Marjono, warga Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, di Lebak, Sabtu (9/5).
Ia mengatakan, kawanan kelinci hutan tersebut beraksi pada dini hari hingga subuh, sehingga tanaman palawija dan sayur-sayuran terancam tidak bisa dipanen.
Mereka, dengan jumlah puluhan ekor, menyerbu ladang milik warga.
Bahkan, tanaman kacang tanah sepekan akan dipanen kondisinya rusak parah akibat dimakan kelinci hutan tersebut.
“Kami menanam jagung, tapi kini batang tanaman tidak tumbuh karena batang pohon rusak,” katanya.
Menurut dia, serangan kelinci hutan terjadi sejak beberapa pekan terakhir akibat kerusakan hutan di daerah itu.
Saat ini, areal pegunungan dan kawasan hutan sebagai habitatnya menjadi lokasi eksploitasi pertambangan pasir darat.
Karena itu, kumpulan kelinci hutan masuk ke ladang-ladang warga untuk mencari makanan.
“Kami menduga kelinci hutan itu kelaparan akibat kerusakan di habitatnya,” katanya.
Diperkirakan kelinci berjumlah 30-40 ekor itu menyerbu ladang warga sekitar pukul 03.00 WIB sampai 05.00 WIB.
Serangan kelinci hutan itu sering berpindah-pindah sehingga dapat merugikan pendapatan petani.
“Kami dipastikan mengalami kerugian karena tanaman kacang tanah yang siap dipanen rusak akibat dimakan kelinci itu,” katanya.
Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak Imam R, mengatakan, kini populasi kelinci hutan masih berkembang di sejumlah daerah di Lebak.
Namun, jumlah populasinya hingga kini belum bisa diketahui karena tidak dilakukan pendataan.
“Sampai saat ini kelinci hutan itu tidak masuk binatang langka atau kategori Apendik I,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sejumlah Negara Diundang Meriahkan Festival Sabang Fair

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Sabang, Aceh, mengundang sejumlah negara untuk ikut memeriahkan pameran dan pagelaran seni budaya Festival Sabang Fair (FSF) 2015 yang akan digelar pekan ketiga Juni.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang Zulfi Purnawati yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat (8/5), mengatakan, negara yang diundang tersebut yakni Thailand dan Malaysia.

“Selain itu, Pemerintah Kota Sabang juga mengundang beberapa negara bagian di Malaysia, seperti Selangor dan Penang. Sedangkan Thailand dan Malaysia diundang langsung oleh BPKS (Badan Pengusahaan Kawasan Sabang),” kata Zulfi Purnawati.

Pemerintah Kota Sabang juga mengundang 23 pemerintah kota dan kabupaten di Provinsi Aceh untuk ikut berpartisipasi memeriahkan Festival Sabang Fair 2015. BPKS akan mendukung kegiatan itu dengan menyediakan tenda-tenda untuk stan peserta pameran bagi kabupaten/kota yang belum memiliki anjungan di kompleks Sabang Fair.

Zulfi Purnawati mengatakan, Festival Sabang Fair merupakan agenda tahunan yang digelar Pemerintah Kota Sabang. Untuk tahun 2015, ini bersamaan dengan hari ulang tahun emas Kota Sabang ke-50.

Dalam kegiatan itu akan dipamerkan produk-produk lokal, seperti souvenir dari berbagai daerah di Provinsi Aceh serta penyampaian informasi potensi pariwisata di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Siswa Jakarta Juara di “Sea Sun Festival” Spanyol

Jakarta, Aktual.co — Para siswa SMP Al-Ikhlas Cipete, Jakarta, yang menjadi wakil tim misi budaya Indonesia, keluar sebagai juara pertama pada “Sea Sun Festival”, Spanyol.

Mereka mengharumkan nama Indonesia setelah berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tarian “Sea Sun Festival: Fiestalonia International Art Festival and Contest” yang diselenggarakan di kota Lloret de Mar, Spanyol, kata Seketaris Tiga KBRI Madrid, Nona Siska Noviyanti, Sabtu (9/5).

Dalam kompetisi tersebut, misi budaya SMP Al-Ikhlas “Tralix” (Tari Tradisional Al-Ikhlas) pimpinan Sanggar Tari Tradisional Gema Citra Nusantara, Mira Marina Arismunandar, berhasil menyisihkan peserta dari tujuh negara seperti Kazakhstan, Azerbaijan, Irlandia, Iran, Spanyol, Georgia dan Uzbekistan.

Pada penampilan di festival tersebut, misi budaya SMP Al-Ikhlas membawakan kombinasi Tari Gending Sriwijaya, Tari Saman dan Tari Piring Aceh serta permainan alat musik angklung.

Penampilan para siswa SMP Al Ikhlas mendapat sambutan meriah dan apresiasi dari penonton serta para juri yang hadir. Para penonton menyampaikan ketertarikannya terhadap tarian dan kostum meriah khas Aceh yang dikenakan penari. Untuk berpartisipasi dalam kompetisi siswa mempersiapkan diri dengan latihan keras selama tiga bulan.

Penampilan misi budaya SMP Al-Ikhlas disaksikan ratusan penonton dari berbagai negara yang setiap tahunnya berdatangan untuk menyaksikan berbagai festival serta kompetisi seni dan budaya di kota Lloret de Mar.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain