19 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36410

IHSG Masih Berpotensi Menguat Meski Masih Diwarnai “Capital Outflow”

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini, Rabu (29/3), Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 5.151– 5.389. Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, perjalanan penuh tekanan segera berakhir, hingga penutupan perdagangan IHSG telah berhasil membentuk candle positif.
“Walaupun masih diwarnai capital outflow, namun potensi untuk mengalami kenaikan lanjutan masih terpampang cukup besar,” kata William dalam risetnya yang diterima Aktual di Jakarta, Rabu (29/4).
Menurutnya, IHSG menuju level resisten 5.389, selama support 5.151 masih terjaga cukup kuat. Bukan tidak mungkin resisten dapat segera tertembus. “Kondisi IHSG dalam jangka panjang masih berada dalam jalur uptrend. Hari ini IHSG masih akan berpotensi melakukan t-bound,” ujarnya.
Dalam risetnya, William juga mengemukakan sejumlah saham yang dapat dipertimbangkan pada perdagangan hari ini, yakni BBNI, LSIP, ERAA, NRCA, TOTL, ADHI, UNVR, dan GGRM.

Artikel ini ditulis oleh:

Batal Dieksekusi Mary Jane Kembali Dipindahkan ke Lapas Wirogunan

Jakarta, Aktual.co — Terpidana mati kasus narkoba asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso dikabarkan telah dibawa kembali ke Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, Yogyakarta, setelah eksekusinya ditunda. Mary Jane dibawa ke Yogyakarta menggunakan mobil Transpas jenis Elf dengan pengawalan personel Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Tengah pada Rabu (29/4), pagi bersamaan dengan pemberangkatan jenazah delapan terpidana mati yang telah dieksekusi.
“Tadi dia langsung dibawa ke Yogyakarta dengan mobil warna hijau (Transpas) yang terlihat membawa Brimob,” katanya sumber di Cilacap.
Sementara, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Tengah Yuspahruddin mengaku sempat mendengar kabar jika Mary Jane telah dibawa ke Yogyakarta.
Akan tetapi, dia belum dapat mengonfirmasi kepada Lapas Besi yang dijadikan sebagai tempat isolasi bagi Mary Jane.
“Katanya begitu (sudah dibawa keluar Nusakambangan) tapi saya belum konfirmasi. Saya belum bisa telepon Kalapasnya sekarang,” kata dia yang sedang berada di Lapas Batu, Nusakambangan.
Kendati demikian, dia mengakui bahwa pihaknya yang meminta dilakukan pemindahan Mary Jane dari Nusakambangan ke Lapas Wirogunan Yogyakarta.
Dia mengaku, kesulitan jika Mary Jane terlalu lama di Nusakambangan karena selain tidak adanya blok khusus wanita, personel wanita di pulau penjara itu juga terbatas sehingga tak bisa menjaga selama 24 jam.
“Kalau cuma tiga hari, kita bisa mengumpulkan dari semua lapas di Nusakambangan dan Cilacap, dari delapan lapas (tujuh di Nusakambangan dan satu di Cilacap). Kalau sudah dipindahkan, berarti tugas kita selesai,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wirogunan Zaenal Arifin mengaku belum menerima pemberitahuan dari jaksa eksekutor terkait pemindahan Mary Jane dari Lapas Besi, Nusakambangan, ke Lapas Wirogunan.
“Saya belum diinformasikan dari jaksa eksekutor, kejaksaan belum menghubungi saya. Masih kemungkinan-kemungkinan saja yang saya terima,” katanya melalui saluran telepon.
Seperti diwartakan, eksekusi terhadap delapan terpidana mati kasus narkoba telah dilaksanakan di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Pulau Nusakambangan, pada hari Rabu, pukul 00.25 WIB.
Kedelapan terpidana mati itu terdiri atas Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), dan Okwudili Oyatanze (Nigeria).
Sementara eksekusi terpidana mati asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso ditunda pelaksanaannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

NHKSI: Aksi Beli IHSG Diprediksi Tidak Besar

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin belum beranjak dari zona merah, seiring masih berlanjutnya aksi jual yang menekan pergerakan IHSG. Berbalik melemahnya laju bursa saham AS berimbas negatif pada laju bursa saham Asia, termasuk IHSG.
“IHSG tidak mampu melepaskan diri dari tekanan jual. Di sisi lain, meski laju Rupiah masih di zona merah, negatifnya laju bursa saham Asia, dan posisi asing yang masih jualan. Namun, dapat diimbanginya dengan mulai adanya aksi beli sehingga membuat IHSG mampu berbalik naik di akhir sesi meski belum sampai ke teritori positif,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada perdagangan Rabu (29/4) IHSG diperkirakan berada pada rentang support 5.150-5.172 dan resisten 5.252-5.264. Menurutnya, laju IHSG terlihat mencoba berbalik naik seiring dengan mulai adanya aksi beli meskipun belum terlalu besar.
“Apalagi ternyata IHSG masih menyimpan utang gap di 5.069-5.076 dan 5.113-5.125 dan imbas dari pelemahan Rupiah jelang pertemuan The Fed. Meski kami berharap untuk rebound namun demikian, tetap cermati rilis sentimen-sentimen,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Imbas Pertemuan The Fed, Rupiah Diprediksi Melemah

Jakarta, Aktual.co — Jelang pertemuan The Fed laju Rupiah kembali mengalami ujian. Kali ini pun pergerakannya hampir menyamai periode-periode sebelumnya jelang pertemuan The Fed.
“Meski kami menyangsikan akan adanya sesuatu hal yang baru terkait dengan hal-hal yang akan disampaikan oleh Gubernur Yellen, tetapi sudah menjadi historikal bagi Rupiah yang cenderung melemah setiap jelang pertemuan The Fed,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada Rabu (29/4), Reza memprediksikan laju Rupiah berada di bawah target level support 12.930, yaitu Rp12.988-12.968 (kurs tengah BI). Menurutnya, penguatan yang terjadi belum cukup mengkonfirmasi penguatan lanjutan.
“Sehingga masih menyimpan adanya potensi pembalikan melemah. Meski demikian, tetap cermati dan antisipasi terhadap sentimen-sentimen yang ada,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dolar Jatuh di Tengah Pertemuan The Fed

Jakarta, Aktual.co —  Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa atau Rabu (29/4) pagi WIB, ketika Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan moneter dan data ekonomi yang keluar dari negara itu negatif. Pertemuan dua hari The Fed diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga dalam pernyataan yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat.
Para analis mengatakan bahwa bank sentral mungkin menghentikan sementara rencana untuk menaikkan suku bunganya menyusul serangkaian data ekonomi yang lemah dari negara itu.
Di sisi ekonomi, kelompok riset Conference Board yang berbasis di New York dalam sebuah laporannya pada Selasa mengatakan bahwa kepercayaan konsumen AS menurun pada April, dengan Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board tercatat 95,2 pada April, turun dari 101,4 pada Maret.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,69 persen menjadi 96,093 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0979 dolar dari 1,0890 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5337 dolar dari 1,5231 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,8015 dolar dari 0,7858 dolar.
Dolar AS dibeli 118,87 yen Jepang, lebih rendah dari 119,08 yen dari sesi sebelumnya. Dolar AS merosot menjadi 0,9542 franc Swiss dari 0,9557 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2031 dolar Kanada dari 1,2087 dolar Kanada.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi XI Berharap APBA Segera Direalisasikan

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi XI DPR RI H. Gus Irawan Pasaribu berharap program yang telah dicanangkan Pemerintah Aceh dapat segera direaliasikan sebagai perangsang pertumbuhan ekonomi di provinsi itu.
“Pertumbuhan ekonomi Aceh masih sangat rendah sehingga program yang telah dialokasikan dapat segera direalisasikan,” katanya di sela pertemuan dengan Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan dengan adanya stimulus tersebut diharapkan akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di provinsi berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa itu.
Menurut dia, Pemerintah Aceh harus dapat segera merealisasikan berbagai anggaran yang khususnya bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.
“Saya yakin pertumbuhan ekonomi yang rendah itu akan dapat meningkat seiring adanya stimulus pencairan terhadap program pembangunan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh,” kata dia.
Dalam pertemuan tersebut Tim Komisi XI DPR RI dipimpin Wakil Ketua H. Marwan Cik Asan dan dari Pemerintah Provinsi diwakili Sekda Aceh Dermawan dan sejumlah pejabat jajarannya.
Pertemuan dengan Komisi XI DPR RI di Kantor Gubernur itu juga dihadiri mitra kerja lembaga di antaranya seperti BPK, BPKP, BPS, Kanwil Ditjen Pajak Provinsi Aceh dan Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Provinsi Aceh.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain