18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36418

Pimpinan KPK Pertimbangkan Ajukan Penangguhan Penahanan Untuk Abraham Samad

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Abraham Samad (AS) resmi ditahan oleh Bareskrim Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Polda Sulselbar) pada Selasa (28/4). Dia ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK, Indriyanto Seno Adji mengatakan, jika pihaknya akan lebih dulu melakukan rapat pimpinan (Rapim). Setelah itu baru bisa diputuskan apakah lembaga antirasuah memberikan bantuan hukum kepada Abraham atau tidak.
“Pimpinan KPK belum lakukan Rapim. Namun, mengingat AS masih berstatus pimpinan nonaktif maka kemungkinan pimpinan KPK mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan,” papar Indriyanto melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (28/4).
Seperti diketahui, Polda Sulselbar menetapkan Samad sebagai tersangka pada Selasa, 17 Februari 2015. Dia diduga memalsukan dokumen milik seorang wanita bernama Feriyani Lim, 28 tahun.
Adapun dokumen yang dipalsukan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Paspor. Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan Samad terjadi pada 2007.
Atas perbuatan itu, dia dijerat Pasal 263, 264, 266 KUHP dan Pasal 93 Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang telah dilakukan perubahan pada UU nomor 24 Tahun 2013 dengan ancaman hukumannya maksimal 8 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Gunakan Mobil Mewah, Jokowi Lukai Hati Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo dianggap telah melukai hati rakyat dengan menggunakan mobil mewah ‘limousine’ pada KTT Asia Afrika Parlemen beberapa waktu lalu.
Hal tersebut dinyatakan oleh Pengamat Psikologi Politik Universitas Indonesia Dewi Haroen di Jakarta, Selasa (28/4).
“Jokowi kan kemarin pakai mobil yang nggak biasa dipakai (limousin pintu enam), harus hati-hati dia karena semakin melukai rakyat dan hati masyarakat,” ujar Dewi.
Menurutnya, Jokowi sudah menempel dengan citra sebagai sosok yang sederhana. Namun, kini berubah dalam mengimplementasikan Nawa Cita.
“Jokowi ini adalah jujur, sederhana,  merakyat, berganti Jokowi yang pakai jas, pake limousin. Ini artinya image lebih menggambarkan kata-kata. Jadi kata-kata Jokowi tidak berimbas, yang  dilihat penampilan Jokowi yang kinclong. Nawa Cita nggak ada antara implementasi dan pidato yang dia katakan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Tahan Abraham, Pekan Depan Polda Sulselbar Limpahkan Berkas ke Kejaksaan

Makasar, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Abraham Samad, resmi ditahan Polda Sulselbar, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen. (Baca:Usai Menjalani Pemeriksaan, Ketua KPK Nonaktif Resmi Ditahan Polda Sulselbar)
Direktur Reserse Kriminal Umum  Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi, Joko Hartanto, menyatakan paling lambat pekan depan berkas pemeriksaan Abraham akan diserahkan ke kejaksaan.
“Berkasnya sudah lengkap. Paling lambat minggu depanlah,” ujar dia, di Kantornya, Jakarta, Selasa (28/4/).
Ia mengatakan, dalam melengkapi berkas Abraham tersebut, pihaknya telah memeriksa 24 orang saksi termasuk saksi ahli.
“Kalau saksi-saksi kan lama kita periksa, termasuk saksi ahli,” tambahnya.
Abraham Samad sendiri  kembali dipanggil untuk dimintai keterangan dalam dugaan kasus pemalsuan administrasi kependudukan. Samad diduga turut membantu tersangka utama, Feriyani Lim, yang telah ditetapkan sebagai tersangka beberapa bulan yang lalu.
Abraham Samad dituding membantu proses penerbitan KK dan KTP Feriyani Lim saat mengurus perpanjangan paspor di Makassar 2007 lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Axa Mandiri Catat Laba Bersih Rp1,2 Triliun

Jakarta, Aktual.co — PT Axa Mandiri Financial Services mencatatkan pencapaian laba bersih senilai Rp1,2 triliun selama tahun 2014 atau meningkat 23,4 persen dibandingkan performa tahun sebelumnya karena kian berkembangnya bisnis perusahaan itu pada periode tersebut.

“Selain itu kami juga membukukan kenaikan total premi sebesar 33 persen pada periode yang sama. Peningkatan tersebut turut pula memberikan kontribusi kenaikan total aset sebesar 39,8 persen dengan perolehan tahun 2014 senilai Rp22,7 triliun,” kata Chief Financial Officer Axa Mandiri, Franz Lathuillerie, di Surabaya, Selasa (28/4).

Menurut dia, kian meningkatnya laba perusahaan pada tahun 2014 ikut memperkuat nilai ekuitas perusahaan sebesar 12,5 persen dari Rp1,9 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp2,1 triliun tahun lalu. Sementara, pertumbuhan laba pada tahun 2014 juga dipengaruhi oleh adanya peningkatan pembayaran premi lanjutan sebesar 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikan kinerja keuangan selama 2014 menunjukkan pertumbuhan yang positif dan signifikan. Apalagi, jalinan kerja sama yang solid antara dua pemegang saham yaitu Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia dengan jaringan yang luas di seluruh Indonesia dan AXA yang secara global berpengalaman dalam mengelola asuransi jiwa,” ujarnya.

Di sisi lain, jelas dia, pendapatan investasi Axa Mandiri meningkat 538,9 persen menjadi senilai Rp3,3 triliun dibandingkan tahun 2013. Hal ini disebabkan oleh kondisi pasar modal di Indonesia pada tahun 2014 yang membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan laba bersih dan aset perusahaan turut memperkuat kondisi kesehatan keuangan kami,” katanya.

Kondisi itu, tambah dia, dapat dilihat dari rasio kecukupan modal (risk based capital/RBC) yang mencapai 489 persen untuk portofolio konvensional. Kemudian, mencapai 152 persen untuk dana tabarru dari portofolio syariah.

“Bahkan, angka tersebut jauh melebihi ketentuan minimum yang disyaratkan oleh regulator perasuransian yakni 120 persen untuk portofolio konvensional dan 30 persen untuk portofolio syariah,” katanya.

Pencapaian itu, sebut dia, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan itu mampu memberikan perlindungan dan memenuhi kewajiban nasabah di atas persyaratan yang telah ditetapkan oleh regulator. Bahkan, sebagai bukti komitmen dan tanggung jawab terhadap nasabahnya, AXA Mandiri mengucurkan dana senilai Rp3,2 triliun untuk pembayaran klaim dan manfaat.

“Pembayaran klaim ini meningkat sebesar 89,2 persen dibandingkan posisi tahun 2013,” katanya.

Director of Operations AxA Mandiri, Kartono, menyatakan, fokus kepada nasabah merupakan kunci suksesnya selama tahun 2014. Di samping itu, ditunjang berbagai inovasi di bidang produk dan layanan diluncurkan. Tahun lalu, pihaknya meluncurkan Mandiri Sejahtera Cerdas yang membantu perencanaan keuangan untuk memastikan kesiapan dana pendidikan bagi anak serta fund baru yaitu High Watermark yang memberikan garansi 80 persen dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) tertinggi.

“Untuk digital, kami melakukan terobosan baru berupa penjualan produk asuransi melalui kanal e-commerce belionline. Dari sisi layanan, kami memperkuat komitmen dengan layanan asuransi bergerak melalui mobile service, layanan klaim di rumah sakit dengan care corner, quick response untuk nasabah prioritas, serta layanan penting lain,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Satu Lagi Pelaku Penipu Berkedok Jaksa Ditangkap Kejagung

Jakarta, Aktual.co — Tim Intelijen bersama tim Satgasus Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menangkap satu orang pelaku bernama Hasbul Hasan, yang diduga melakukan pemerasan terhadap kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung, Tony Tribagus Spontana , Hasnul Hasan merupakan pelaku yang diduga membuat atau memalsukan surat panggilan Kejaksaan Agung kepada kadishub Lombok Barat itu.
Adapun dua orang yang ditangkap sebelumnya, adalah Sahwan (S) dan Lalu Sahnun Yadi (LSY) yang mengaku sebagai jaksa. Petugas menangkap keduanya di sekitar Blok M, Jakarta Selatan.
“Mereka membuat surat panggilan kepada kepala dinas perhubungan untuk dipanggil menghadap jaksa di Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus), karena ada satu kasus,” kata Tony di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (28/4).
Mereka mengaku sebagai jaksa yang bisa membantu mengurus perkara. Karena mendapat panggilan, kadishub Lombok Barat pun pergi ke Jakarta untuk menemuinya.
Tony pun membenarkan Kejaksaan Negeri Lombok Barat tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi di Disdhub Lombok Barat.
 “Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat ini belum tersangka, ‎tapi sedang ada kegiatan tindak pidana korupsi yang akan dilakukan Kejari Lombok,” katanya.
Diduga ketiganya mendapatkan duit dari aksi tipu-tipunya tersebut. Namun Tony belum bisa memastikan berapa jumlah yang diterima para pelaku dari hasil modusnya itu.
“Anda bisa lihat dari bukti-bukti slip transfer atau kuitansi. Saya menduga berjumlah cukup besar. Berdasarkan kuitansi, bahwa perkara ini telah dilakukan secara sistematis dan bukan untuk pertama kali. Karena itu kita akan interograsi secara intensif untuk menentukan status mereka,” katanya.
Penangkapan itu bermula dari sejumlah kepala daerah yang mengkonfirmasi pemanggilan kepada pihak Kejaksaan. Ternyata, panggilan itu tidak benar.
 “Tim Intelijen Kejagung sudah menenggarai adanya beberapa pejabat di daerah yang dipanggil dan melakukan konfirmasi. Kebetulan kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat ini, tidak melakukan konfirmasi,” katanya.
Atas dasar itu, Tim Intelijen Kejaksaan Agung langsung memonitor dan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), termasuk minta keterangan kepada korban.
Setelah menangkap Hasnul, Tim Intelijen kembali menangkap pria berinisial “K” yang mengaku sebagai wartawan di Lombok Barat dan bertugas di Pemkab Lombok Barat. Petugas menangkap K di Hotel Olympic, Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Mendadak Bela Terpidana Mati, DPR Pertanyakan Sikap Pegiat HAM

Jakarta, Aktual.co — Perang opini yang tengah dilakukan sejumlah pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) untuk menyelamatkan terpidana narkoba Mary Jane Veloso dari hukuman mati menuai pro kontra.
Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani mempertanyakan sikap yang terkesan mendadak tersebut.
“Kenapa kok Mary Jane baru diributkan sekarang oleh pegiat HAM?” ucap Arsul, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (28/4).
Ia berpandangan, pegiat HAM harusnya sudah memperjuangkan nasib terpidana mati itu sejak jauh-jauh hari. Dengan begitu, Presiden Joko Widodo bisa memiliki waktu untuk mempertimbangkan pemberian grasi.
“Himbauan saya kepada pegiat HAM, ada sekitar 120 napi, teliti satu persatu. Sampaikan sekarang, agar presiden bisa pertimbangkan grasi,” 
“Jangan begitu, diset tanggal untuk hukuman mati, baru jadi pembela atau advokasi,” tandas politikus PPP itu.
 

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain