17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36424

Komisi I: Hukuman Mati Dilakukan Atas Dasar Hukum Yang Jelas

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya mengatakan bahwa hukuman mati yang dikenakan kepada terpidana kasus narkoba tidak serta merta dilakukan tanpa adanya dasar hukum yang jelas.
Hal itu menyusul tekanan dari Perancis, Australia, dan Sekjen PBB Ban Ki Moon yang dinilai mengintervensi kedaulatan hukum Indonesia terkait hukuman mati terhadap terpidana kasus narkoba.
“Kita semua tahu setiap kita mau mendarat di suatu negara maka peringatan yang disampaikan airline itu ‘barang siapa yang bawa obat terlarang berhadapan dengan hukuman mati’,” ucap Tantowi, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (28/4).
“Artinya pengenaan huk mati bkn ujuk-ujuk sudah ada di hukum kita,” tambahnya.
Oleh karena itu, tidak perlu bersikap aneh dengan melakukan intervensi terhadap negara. Terlebih, ketika ketentuan hukum itu diuji melalui proses hukum lainnya.
“Jadi aneh kalau yang bersangkut banding dan didukung pula oleh negaranya. Hukum berlaku universal. Itu jadi aneh baik bagi tersangka, terdakwa. Selama belum dirubah maka tetap berlaku,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Menteri BUMN Ingin Bubarkan Petral Pekan Ini

Jakarta, Aktual.co — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan bahwa pembubaran anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral) akan dilaksanakan pada pekan ini.

“Ya moga-moga minggu ini,” kata Rini saat mendampingi Presiden Jokowi membagikan Kartu Indonesia Sehat pada Buruh Kapal di PT DOK & Perkapalan Kodja Bahari, Jakarta, Selasa (28/4).

Rini mengungkapkan bahwa usai membagikan kartu sehat kepada buruh atau pekerja BUMN perkapalan tersebut, dirinya akan melaporkan mengenai pembubaran Petral kepada Presiden Joko Widodo.

“Sebentar lagi, ini baru mau laporan,” singkatnya.

Sementara Direktur Eksekutif  Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan, ada yang janggal dari wacana pembubaran Petral ini lantaran alasannya yang tidak secara terang benderang diungkapkan dan dapat diterima secara logis.

“Jangan sampai (Presiden RI) Jokowi ini bubarkan Petral, lalu memberi ruang pada perusahaan baru untuk menggantikan Petral. Mengakomodasi mafia yang berada dalam lingkar pemerintahan. IPetral itu 100 persen bisa diatur oleh Pertamina, Pertamina juga berada di tangan Pemerintah. Jadi apa yang salah? Dengan adanya Petral di Singapura juga kan positifnya dia (Petral) bisa memenuhi kebutuhan dolarnya sendiri di sana, kalau dibuat penggantinya lalu berada di Indonesia, apakah mampu memenuhi kebutuhan dolar untuk setiap hari mengimpor BBM? Ini akan berbahaya bagi nilai tukar kita karena permintaan dolar yang terlalu tinggi,” ungkap Marwan.

Marwan juga angkat bicara terkait mencuatnya kabar bahwa dibalik wacana pembubaran Petral ini adalah desakan dari Surya Paloh yang memiliki korelasi dengan perusahaan energi bernama PT Surya Energi Raya.

“Sudah disebutkan oleh Tim Reformasi (Reformasi Tata Kelola Migas/RTKM) ini ada Surya Paloh, malah setahu saya Tim RTKM tidak merekomendasikan untuk dibubarkan, tapi diperkuat. Maka dari itu saya ingin menegaskan kepada Jokowi dan Rini (Menteri BUMN) agar jangan mau difeeding oleh kepentingan tertentu yang merugikan rakyat,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BNN Ungkap Produsen Sabu Rumahan

Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis tersangka produsen industri narkotika jenis sabu rumahan di kantor pusat BNN Jakarta, Selasa (28/4/2015). Dalam kurun waktu satu minggu, petugas BNN berhasil mengungkap industri sabu rumahan tersebut dari tiga lokasi yang berbeda yakni, Medan, Aceh dan Jakarta beserta barang bukti bahan dan alat produksi sabu tersebut. AKTUAL/MUNZIR

Kemenlu: Indonesia-Slowakia Sepakat Realisasikan Kerjasama Ekonomi

Jakarta, Aktual.co — Indonesia dan Slowakia sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral, dengan berfokus merealisasikan kerja sama ekonomi, demikian menurut keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Selasa.
“Hubungan kerja sama politik yang telah berlangsung baik antara RI-Slowakia perlu diperkuat dengan tindak lanjut kerja sama bilateral yang konkret, khususnya di bidang ekonomi,” kata Direktur Jenderal Kawasan Amerika Eropa Kemlu Dian Triansyah Djani.
Pernyataan tersebut dia sampaikan saat bertemu dengan Direktur bidang Politik Kementerian Luar Negeri dan Urusan Eropa Republik Slowakia, ubomr Rehk, dalam Forum Konsultasi Bilateral RI-Slowakia ke-4 di Jakarta pada Senin (27/4).
Menurut Rehk, Slowakia memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, kata dia, Slowakia akan terus upayakan peningkatan hubungan kerja sama bilateral ekonomi dengan Indonesia di berbagai sektor, khususnya sektor energi, pertanian dan pertahanan.
Pada sektor pertanian, kedua negara bekerjasama dalam penelitian dan pengembangan bibit gandum tropis di Padang. Itu merupakan contoh konkret kerja sama bilateral yang dapat mendukung upaya ketahanan dan kemandirian pangan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama ekonomi melalui peningkatan kontak antar pelaku usaha kedua negara, serta kerja sama investasi Slowakia di Indonesia dan juga sebaliknya. Selain itu, kedua pihak juga sepakat meningkatkan nilai perdagangan bilateral RI-Slowakia.
Terkait peningkatan nilai perdagangan, Dirjen Dian Triansyah Djani mendorong produk-produk Indonesia agar dapat masuk pasar Slowakia, seperti ban dan minyak sawit . Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Slowakia pada 2014 tercatat sebesar 29,91 juta dolar AS, dengan surplus di pihak Indonesia sebesar 4,94 juta dolar AS.
Pada pertemuan itu, Dirjen Amerop Kemlu itu menekankan bahwa Indonesia dan Slowakia merupakan kedua negara yang memiliki kelebihan strategis.
Indonesia adalah pintu masuk pasar ASEAN yang merupakan peluang besar dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sementara itu, Slowakia yang sedang menduduki presidensi kelompok negara-negara Visegrad atau V4 (Slowakia, Polandia, Hongaria dan Ceko) adalah pintu masuk pasar kawasan negara-negara tersebut dan sekitarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung OTT Jaksa Palsu Diduga Akan Peras Kadishub Lombok Barat

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap jaksa palsu yang diduga akan memeras Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/4).
Dalam operasi tersebut, tim intelijen bersama tim satgas Kejagung berhasil menangkap dua pelaku berinisial S dan Lsy di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony Tribagus Spontana mengatakan, modus dua orang ini adalah membuat surat panggilan palsu. Bahkan, surat itu dilengkapi tandatangan direktur penyidikan Kejagung yang dipalsukan serta stempel-stempel yang diduga palsu.
“Maksudnya diduga untuk melakukan pemerasan atau modus lain untuk memeroleh uang,” kata Tony di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (28/4).
Menurut dia, keduanya membuat surat panggilan kepada Kadishub untuk dipanggil menghadap jaksa di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus.
Selain itu, mereka juga menawarkan agar penyelidikan dugaan korupsi Kadishub Kabupaten Lombok Barat yang tengah dibidik Kejagung, bisa dibantu alias damai.
“Dia mengaku sebagai jaksa yang bisa membantu mengurus perkaranya,” ujar Tony.
Lantas, lanjut Tony, mereka menjemput korban di Bandara pagi tadi. Setelah itu mereka meluncur ke arah Blok M, hingga akhirnya ditangkap tim Kejagung.
Tony menjelaskan, memang Kadishub itu belum tersangka. Namun, kata dia, Kejaksaan Negeri Lombok tengah melakukan penyelidikan terkait yang bersangkutan. S dan Lsy yang mengetahui informasi itu memanfaatkannya untuk mengambil keuntungan.
Saat ini, Tony menambahkan, kedua orang tersebut tengah diperiksa untuk penentuan statusnya. “Apakah kena tindak pidana korupsi atau pidana umum,” kata Tony.
Berdasarkan hasil interogasi awal diduga kuat mereka bukan pertama kali melakukan perbuatan tersebut. “Hal ini juga kita lihat dari barang bukti yang kita sita,” kata Tony.
Meski demikian, Kejagung masih memburu satu orang lagi. “Yang diduga menurut pengakuan kedua orang ini sebagai yang membuat suratnya,” ungkapnya.
Dari penangkapan itu, Kejagung juga menyita barang bukti berupa kartu-kartu tanda pengenal palsu untuk menjalankan operasinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Saka Energi Targetkan Produksi Migas sebesar 30.000 BPOD

Jakarta, Aktual.co — PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menargetkan produksi minyak bumi dan gas bumi pada 2015 sebesar 30.000 barel oil equivalen per day (BPOD) atau meningkat dari saat ini sekitar 23.000 BPOD.
“Kenaikan produksi cukup signifikan sejalan dengan pengembangan blok-blok migas baru maupun akuisisi atau pengambilalihan (participacing interest/PI) di blok milik perusahaan lain,” kata Direktur Utama Saka Energi, Firman Ardini, di Jakarta, Selasa (28/4).
Menurut Firman, produksi gas bumi dan minyak bumi berasal dari antara lain Blok Pangkah Madura, Jawa Timur, Blok South East Sumatera, dan Lapangan Gas Fasken, Amerika Serikat. Di Blok Pangkah Madura, Saka Energi menguasai 100 persen, sedangkan di Blok South East Sumatera menguasai 8,9 persen, sedangkan di Fasken memiliki saham 36 persen.
Terkait lapangan gas Fasken, Firman menjelaskan saat Saka Energi masuk pada Juli 2014, produksi gas dari lapangan tersebut baru mencapai 70 juta kaki kubik (MMSCFD), memasuki Maret 2015 produksinya sudah menapai 120 MMSCFD, dan diperkirakan pada 2015 bisa mencapai 190 MMSCFD.
Sementara itu, Chief Operation and Commercial Officer Saka Energi, Tumbur Parlindungan, mengatakan, di luar lapangan migas yang sudah berproduksi itu, Saka Energi juga memiliki “participating interest” di berbagai blok migas, seperti Blok Ketapang, Madura, Jawa Timur sebesar 20 persen, Blok Bangkanai, Kalimantan Tengah 30 persen, Blok Muara Bakau 11,66 persen, dan Blok West Bangkanai, Kalimantan Tengah 30 persen, dan Blok Muriah, Madura, Jawa Timur 20 persen.
Beberapa di antaranya mulai berproduksi pada akhir 2015, seperti Blok Ketapang merupakan blok dalam tahap menjelang produksi yang diperkirakan mulai berproduksi pada kuartal IV 2015. Blok Bangkanai akan menghasilkan gas pada kuartal IV 2015, sedangkan Blok Muara Bakau mulai berproduksi pada kuartal IV 2017.
Menurut Tumbur, untuk mengembangkan blok-blok migas tersebut, Saka Energi mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar 390 juta dolar AS atau sekitar Rp5,03 triliun untuk investasi dalam beberapa tahun ke depan.
“Sumber pembiayaan investasi itu merupakan domain induk perusahaan (PGN), saya tidak bisa menyebutkan,” Tumbur.
Saka Energi bergerak di usaha hulu minyak dan gas bumi, telah mengkontribusi signifikan untuk pengambangan usaha PGN dalam menyediakan energi nasional, dan berkomitmen membantu pemerintah dalam menemukan cadangan-cadangan gas maupun minyak di wilayah Indonesia.
“Dengan aset maupun kemampuan yang dimiliki Saka Energi, kami ingin membantu pemerintah dalam meningkatkan kehandalan pasokan gas bumi dan minyak untuk mewujudkan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain