16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36450

Pukul 20.00Wib, Bareskrim Masih Geledah DPRD DKI

Jakarta, Aktual.co —Hingga pukul 20.26 Wib tadi, sekitar 15 petugas Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri masih lakukan penggeledahan di ruang Sekretariat Komisi E DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Dari pantauan Aktual.co, petugas Bareskrim menyambangi gedung dewan sejak sore tadi sekitar pukul 15.00. Para petugas membongkar sejumlah dokumen yang terdapat di ruang Sekretariat Komisi E. Setelah kurang lebih 30 menit menggeledah ruangan di sana, sebagian petugas terlihat menuju lantai 9 gedung baru menuju ruang kerja Lulung. 
Petugas juga menyambangi ruangan anggota komisi E, Fahmi Zulfikar Hasibuan di lantai 5 gedung DPRD DKI. Setelah meninjau dua ruangan itu, para petugas kembali di lantai 1 ruang Sekretariat Komisi E dan memberikan garis polisi.  Hingga pukul 20.26 WIB belum ada tanda-tanda dari petugas untuk memberikan keterangan mengenai penggeledahan.
Tadi sekitar pukul 19.44Wib, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sempat menyambangi proses penggeledahan di ruang Sekretariat Komisi E di lantai satu gedung DPRD lama. Datang, Prasetio langsung masuk ruangan untuk melihat langsung penggeledahan di ruang sekretariat komisi yang mengurusi kesejahteraan rakyat itu. 
Tidak sampai dua menit, Pras sudah keluar dari ruangan. Kepada awak media, politisi PDI-P itu menjelaskan penggeledahan memang terkait kasus dugaan korupsi di pengadaan uninterruptible power supply (UPS) Pemprov DKI tahun anggaran 2014. Dimana sebelumnya sudah mencokok dua pejabat Pemprov DKI, Alex Usman dan Zainal Sulaiman.
“Terjadi penggeledahan dari bareskrim menyangkut masalah UPS. Saya tidak tahu detailnya. Apa hubungannya sahabat saya pak Fahmi dan pak Haji Lulung dipanggil Bareskrim,” kata Pras, usai meninjau penggeledahan, Senin (27/4).
Pras sendiri mengaku baru mengetahui adanya penggeledahan setelah melihat running text berita di televisi. Lalu menerima kabar dari Sekretaris Dewan pada pukul 14.00 WIB.
“Saya tidak tahu datang atau tidak dan sekitar pukul dua saya mendapatkan laporan dari Pak Sotar (Sekretariat Dewan) ada penggeledahan saya langsung ke sini, ini ada surat nya mengenai UPS, kebetulan dari bareksrim sudah ada tersangkanya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Bareskrim Ungkap Perdagangan Trenggiling Senilai Rp23,5 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse dan Kriminal Polri berhasil menggagalkan upaya perdagangan hewan langka trenggiling, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp23,5 miliar. 
Direktur Tindak Pidana Tertentu Brigjen Yazid Fanani, mengungkapkan pada 23 April lalu pihaknya menangkap seorang tersangka berinisial SM, terkait perdagangan trengiling di Komplek Pergudangan Niaga Malindo di Kecamatan Medan Deli, Sumatera Utara.
“Tersangka berasal dari Tambora, Jakarta Barat. Dia punya gudang empat karyawan, setiap hari bisa perdagangkan 100 kg trenggiling,”jelas Yazir, di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (27/4).
Yazid menjelaskan, Trenggiling merupakan hewan dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.
“Perdagangan  trenggiling paling marak di berbagai tempat. Etnis China mempercayai hewan tersebut dapat menembuhkan berbagai penyakit,” ungkapnya.
Dari upaya penangkapan tersebut, penyidik berhasil menyita 5000 kg atau ton daging beku siap ekspor. 96 trengiling hidup dan 77 kg sisik trengiling.
Yazid menyatakan beradasarkan harga perdagangan satwa liar di pasar gelap 2014, harga satu ekor trenggiling hidup sekitar Rp12, 9 juta. Kemudian, daging trenggiling beku berharga US300 per kilogram. Adapun sisik trengiling berharga US3000 per kilogram.
Dengan demikian sebanyak 96 trenggiling hidup secara keseluruhan berharga Rp1,2 miliar. Selanjutnya, 5000 kilogram daging beku total senilai Rp 19,3 miliar. Kemudian, 77 kilogram sisik berharga Rp2,9 miliar. Sehingga secara keseluruhan kerugian negara mencapai Rp23,5 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ketua DPRD DKI Akui Penggeledahan Bareskrim Terkait Kasus UPS

Jakarta, Aktual.co —Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mendatangi ruang Sekretariat Komisi E di lantai satu gedung DPRD yang sedang diperiksa 15 petugas Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri hari ini Senin (27/4), Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Datang pukul 19.44 WIB, Prasetio langsung masuk ruangan untuk melihat langsung penggeledahan di ruang sekretariat komisi yang mengurusi kesejahteraan rakyat itu. 
Tidak sampai dua menit, Pras sudah keluar dari ruangan. Kepada awak media, politisi PDI-P itu menjelaskan penggeledahan memang terkait kasus dugaan korupsi di pengadaan uninterruptible power supply (UPS) Pemprov DKI tahun anggaran 2014. Dimana sebelumnya sudah mencokok dua pejabat Pemprov DKI, Alex Usman dan Zainal Sulaiman.
“Terjadi penggeledahan dari bareskrim menyangkut masalah UPS. Saya tidak tahu detailnya. Apa hubungannya sahabat saya pak Fahmi dan pak Haji Lulung dipanggil Bareskrim,” kata Pras, usai meninjau penggeledahan, Senin (27/4).
Pras sendiri mengaku baru mengetahui adanya penggeledahan setelah melihat running text berita di televisi. Lalu menerima kabar dari Sekretaris Dewan pada pukul 14.00 WIB.
“Saya tidak tahu datang atau tidak dan sekitar pukul dua saya mendapatkan laporan dari Pak Sotar (Sekretariat Dewan) ada penggeledahan saya langsung ke sini, ini ada surat nya mengenai UPS, kebetulan dari bareksrim sudah ada tersangkanya,” ujar dia.
Sore tadi, politisi Gerindra Syarif juga sempat menyambangi proses penggeledahan. Serupa seperti Pras, Syarif juga hanya sebentar saja melongok ke dalam. Saat ditanya wartawan mengenai penggeledahan tersebut, sambil berlalu Syarif hanya menjawab singkat, ” Ya ngga apa biar selesai semua.” 
Sedangkan Lulung sendiri saat dikonfirmasi sore tadi mengaku masih berada di Manado mengikuti acara partainya, PPP. Namun dia mengatakan malam ini akan segera kembali ke Jakarta dan akan langsung menuju DPRD DKI setiba di Jakarta. 
“Ini malam saya langsung ‘take off’. Saya mau langsung ke kantor nanti,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Pojokan Indonesia, Kemana Australia Ketika Tiongkok Hukum Mati Warganya?

Jakarta, Aktual.co — Negara Prancis dan Australia paling getol menolak hukuman mati yang saat ini digalakan oleh Pemerintah Indonesia. Apalagi, kedua negara ini warganya akan di eksekusi gelombang kedua.
Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai, saat ini Indonesia sedang dipojokkan Perancis dan Australia terkait pelaksanaan hukuman mati. Sehingga Indonesia tak berani menghadapinya. 
Namun demikian, dia mempertanyakan sikap keras Australia yang tidak sama kepada Tiongkok, ketika warga negara Australia yang dihukum mati disana.
“Akhir bulan Maret lalu Tiongkok melaksanakan hukuman mati atas warga Australia. Tapi Australia tidak melakukan tekanan seperti terhadap Indonesia,” ujar Hikmahanto ketika dihubungi, Senin (27/4).
Dia pun mastikan, tak ada negara yang mau mempertaruhkan hubungan baik. Hal tersebut seiring acnaman Prancis yang akan menarik duta besarnya di Indonesia.
“Ini karena tidak akan ada pemerintahan asing yang berani untuk mempertaruhkan hubungan baik dan saling menguntungkan demi membela warganya yang melakukan suatu kejahatan,” kata dia. Seperti diketahui, saat ini sejumlah terpidana mati mulai melakukan tahap isolasi di Lapas Besi, Nusakambangan, Jawa Tengah. Mereka sudah mendapat notifikasi akan dilakukannya eksekusi dalam waktu dekat. Notifikasi itu juga sudah diterima pihak kedutaan besar hingga pihak keluarga. 
Meski demikian, hingga saat ini Kejaksaan Agung belum memberikan pernyataan resmi waktu dilakukan eksekusi. PBB, Perancis, dan Australia menentang keras pelaksanaan hukuman mati itu. Presiden Perancis Francois Hollande bahkan mengancam dengan menyatakan bahwa pelaksanaan hukuman mati akan mengganggu hubungan bilateral Perancis dengan Indonesia. 
Dia juga menyatakan Perancis akan mengumpulkan negara-negara yang warganya terancam hukuman mati di Indonesia dan menyatakan sikap bersama.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Denny Mengaku Siap Hadapi Kasus Selain ‘Payment Gateway’

Jakarta, Aktual.co — Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengaku siap diperiksa terkait kasus lain, yang diduga melibatkan dirinya selain perkara dugaan korupsi payment gateway yang telah menjeratnya sebagai tersangka. 
Diketahui ada enam kasus korupsi di Kemenkum HAM, yang tengah dibidik penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri diduga melibatkan Denny.
“Saya siap ikuti proses hukum yang berlaku,” ucap Denny di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/4).
Meski demikian, Denny tak mau berkomentar lebih jauh kepada wartawan.  “Sudah ya sudah. Makasih ya makasih,” singkat Denny.
Seperti diketahui Dittipidkor Bareskrim Polri tengah membidik kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kementerian Hukum dan HAM, diduga melibatkan mantan Wakil Menkum HAM Denny Indrayana. Selain korupsi Payment Gateway, Bareskrim mencium ada delapan kasus korupsi yang diduga dilakukan Denny saat menjabat Wakil Menkum HAM.
Enam kasus tersebut satu diantaranya Payment Gateway yang telah memasuki tahap penyidikan. Sedangkan lima siap dinaikkan dalam tahap penyidikan dan dua kasus lainnya dianggap tak layak masuk dalam penyelidikan.
Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan, dugaan kasus lain yang melibatkan Denny Indrayana didapat dari informasi orang-orang Kemenkum HAM, maupun pengembangan laporan.
“Macam-macam, karena justru dapat dari orang-orang Kemenkum HAM, ada dari pengembangan laporan juga,” kata Anton beberapa waktu lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sambut Ramadan, Ini Resep Lezat “Kolak Pacar Cina”

Jakarta, Aktual.co — Mendekati bulan suci Ramadan 1436 Hijriah, biasanya umat Islam menyajikan hidangan cemilan berbuka berupa kolak pisang, ubi dan kolak biji salak.

Penganan yang dikenal dengan kolak “Pacar Cina” satu ini pun menjadi incaran kaum Muslim di Indonesia saat berbuka puasa.

Selain memberikan kesegaran, penganan berbentuk mirip dengan buah delima tersebut, tentunya begitu disukai oleh masyarakat Tanah Air.

Berikut bahan dan cara pembuatan “Kolak Pacar Cina” dari Aktual.co:
Bahan utama:
500 ml air, untuk merebus
350 g pacar cina, bentuk memanjang
750 ml santan kelapa (1 butir kelapa)

Bahan tambahan:
300 g gula pasir
100 g biji delima
¼ sdt garam
3 lbr daun pandan

Cara membuat:
1.Pacar cina yang sudah direbus, kemudian dipisahkan ke dalam air rebusan gula dan santan.
2.Masak hingga matang, masukkan daun pandan untuk memberikan aroma yang enak pada kolak pacar cina.
3. Campurkan pacar cina dengan biji delima yang bentuknya bulat dan berwarna merah mirip biji buah delima.
4. Setelah matang, angkat dan sajikan dimangkuk dalam kondisi hangat maupun dengan tambahn es batu akan terasa lebih nikmat.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain