14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36478

Peringati Hari Bumi, Warga Medan Gelar Kampanye Cinta Bumi

Medan, Aktual.co — Memperingati Hari Bumi, Komunitas Peduli Anak Sungai Deli (Kopasude) Kota Medan menggelar sejumlah kampanye kecintaan terhadap Bumi, Minggu (26/4).

Rangkaian kegiatan, diantaranya senam aerobic seluruh relawan dan masyarakat bantaran sungai deli, aksi bersih sungai dan lingkungan, penanaman pohon, penaburan benih ikan kedalam sungai deli.

Selain itu juga aksi long march dari jembatan Ampera menuju lapangan Merdeka, lomba renang ibu-ibu di sungai Deli, lomba menggambar anak-anak pinggiran sungai Deli, lomba rumah bersih lingkungan, pentas rakyat serta parade komunitas Vespa.

Kordinator kegiatan, Andri mengatakan rangkaian aksi itu adalah kampanye kepedulian anak-anak sungai Deli terhadap bumi yang harus dilestarikan. Menurutnya, aksi itu juga untuk mengingatkan seluruh pihak untuk peduli terhadap segala isi bumi.

“Kita mengingatkan agar masyarakat kota Medan menjaga dan melestarikan bumi serta tidak membuang sampah sembarangan termasuk di Sungai deli,” tandas Andri.

Ditambahkan Andri, Pemerintah diharapkan memberi perhatian lebih kepada Sungai Deli yang merupakan sungai terbesar di Kota Medan itu.

“Karena masyarakat sekitar sungai Deli setiap hari membersihkan sampah atau limbah yang berada di Sungai Deli. Jadi kita berharap pemerintah bisa turut andil,” katanya.

Pantauan Aktual.co, aksi itu diikuti puluhan anak-anak bantaran sungai Deli serta kalangan orang tua. Aksi itu menjadi pusat perhatian warga Kota Medan. Beberapa anak-anak terlihat mengecat tubuhnya berwarna hijau. Sebuah replika Bumi yang ditandu juga turut meramaikan aksi itu. (Laporan: Damai)

Artikel ini ditulis oleh:

Resensi Film: Age Of Ultron Singgung Intelegensi Buatan

Jakarta, Aktual.co — “You’ve meddled with something you don’t understand!” (Kau mencampuri urusan yang tidak kau pahami!) Ucapan tegas itu diucapkan Thor (Chris Hemsworth) kepada Tony Stark alias Iron Man (Robert Downey Jr) ketika Iron Man berusaha menciptakan sebuah sistem pertahanan supercanggih yang diharapkan bisa menggantikan peran Avengers dalam menjaga perdamaian dunia.

Kedua pahlawan super tersebut (Thor dan Iron Man) adalah bagian dari kelompok Avengers, yang diisi oleh beragam sosok yang memiliki keahlian khusus dan kekuatan melewati manusia biasa, yang dipimpin oleh Captain America (Chris Evans).

Pada awal film ditunjukkan Avengers yang menerobos benteng superketat milik Baron Wolfgang von Strucker (Thomas Kretschmann) untuk mendapatkan kembali tongkat-permata milik Loki (saudara Thor) yang berisi kekuatan mahadahsyat.

Sebelum Baron Strucker berhasil menggunakan tongkat-permata Loki untuk eksperimennya dalam menguasai dunia, Avengers berhasil merebut benda tersebut dan membawanya ke markas besar kelompok pahlawan super tersebut. Namun, di tempat itu Iron Man menemukan bahwa tongkat-permata Loki itu dapat digunakan untuk memberikan tenaga bagi inteligensi buatan dalam sistem pertahanan supercanggih yang dimilikinya, yang dinamakan Ultron.

Ultron itu sendiri merupakan mesin canggih yang diharapkan dapat menegakkan perdamaian di seluruh dunia sehingga masyarakat internasional tidak lagi membutuhkan bantuan pahlawan super seperti tim Avengers. Iron Man kemudian mengajak Bruce Banner alias Hulk (Mark Ruffalo) untuk membangun inteligensi buatan tersebut. Namun, tidak disangka inteligensi buatan alias Ultron ketika menyadari bahwa dirinya dibentuk untuk perdamaian dunia. Dia juga menyadari satu hal bahwa penghalang utama dari perdamaian adalah umat manusia. Untuk itu, Ultron berupaya menghancurkan umat manusia agar bumi dapat berevolusi menuju perdamaian dunia sejati.

Ketika Avengers menyadari hal tersebut, mereka berupaya menghentikan Ultron. Namun, Ultron berhasil kabur dan mengajak mantan anak buah Baron Strucker, yaitu Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) dan Quicksilver (Aaron-Taylor Johnson), untuk bergabung dengannya.

Dalam misinya untuk menghancurkan umat manusia guna menciptakan perdamaian dunia, Ultron membutuhkan logam terkuat di dunia yang disebut sebagai vibranium yang hanya bisa diperoleh di Afrika Selatan. Saat menemui sang pedagang logam di pasar gelap Afsel, Avengers berusaha agar Ultron tidak mendapatkannya. Namun, lagi-lagi upaya itu gagal karena Scarlet Witch yang memiliki kekuatan mental untuk menghipnotis seseorang, memasuki alam pikiran masing-masing pahlawan super itu untuk membangkitkan kenangan terburuk yang mereka rasakan. Akibatnya, Hulk menjadi mengamuk di area perkotaan di Afrika Selatan dan terpaksa dihentikan oleh Iron Man sebelum menimbulkan lebih banyak lagi kerusakan.

Setelah selalu gagal dalam menghentikan Ultron, Avengers akhirnya memutuskan untuk menyepi di tempat rahasia yang dimiliki oleh salah satu anggotanya, Clint Barton alias Hawkeye (Jeremy Renner). Di tempat tersebut, mereka masing-masing memutuskan untuk mengatasi permasalahan psikologis akibat sihir Scarlet Witch dan berupaya bangkit kembali dalam menghentikan Ultron dan anak buahnya.

Iron Man, yang menyadari kesalahannya dalam menciptakan mesin inteligensi buatan yang ternyata berakibat buruk pada keberlangsungan umat manusia, memutuskan untuk membuat kembali program android yang bernama Vision (Paul Bettany). Perbedaan dalam program inteligensi buatan kedua sistem tersebut adalah Ultron melihat umat manusia sebagai penghalang bagi perdamaian dunia yang abadi, sedangkan Vision memandang “kegagalan” umat manusia sebagai sesuatu hal yang indah sehingga memutuskan untuk melindungi umat manusia.

Pandangan mengenai inteligensi buatan atau dikenal pula sebagai artificial intelligence (AI) memang kerap menjadi salah satu topik bahasan yang mengemuka dalam sejumlah film fiksi ilmiah yang bernuansa futuristik. Biasanya, film fiksi ilmiah yang membahas inteligensi buatan kerap menonjolkan bahaya atau potensi bahaya yang akan dihadapi manusia yang ingin mengembangkan mesin yang bisa berpikir seperti manusia.

Salah satu film terbaru mengenai pengembangan inteligensi buatan, antara lain Transcendence (2014) yang menampilkan program yang memiliki sifat kemanusiaan dan beragam jenis emosi, seperti kebahagiaan, senang, sedih, marah, hingga kedukaan yang tidak bisa dimiliki seonggok mesin biasa tanpa adanya kecerdasan buatan. Namun, mesin-manusia dalam film Transcendence itu dianggap sebagai ancaman bagi pemerintahan Amerika Serikat yang mengirimkan pasukan untuk menghentikan sistem inteligensi buatan tersebut.

Lebih jauh lagi dapat kita ingin rangkaian film Terminator, yang juga pada dasarnya mengisahkan tentang pertempuran antara umat manusia dan pasukan robot yang ingin menghancurkan umat manusia. Namun, tidak selamanya film tentang inteligensi buatan selalu bernada negatif atau pesimistik mengenai pengembangannya.

Misalnya, film Bicentennial Man (1999) yang bertutur tentang “android” Andrew (diperankan almarhum Robin Williams) yang berupaya mengembangkan dirinya yang awalnya mesin sehingga bisa memahami emosi manusia. Bahkan, dalam film tersebut juga dituturkan mengenai Andrew yang setelah memiliki program untuk memahami emosi manusia, mengajukan petisi kepada Kongres Dunia (lembaga imajiner yang berperan seperti PBB saat ini) agar dapat diakui sebagai seorang manusia.

Membayangkan tentang seorang mesin yang bisa menjadi seperti manusia diakui memang bukan sesuatu yang belum tercapai, terlebih dalam masa seperti sekarang ini. Akan tetapi, hal terpenting adalah umat manusia juga harus memahami bahwa di tengah kemajuan teknologi yang telah diraihnya, dia tidak boleh semena-mena terhadap alam dan bumi yang ada saat ini.

Pada masa depan, bukan tidak mungkin dapat muncul mesin canggih seperti Ultron yang mengambil kesimpulan bahwa umat manusia adalah faktor utama dalam terciptanya perdamaian dunia.

Dalam film Avengers: Age of Ultron memang tema inteligensi buatan tidak ditelaah secara mendalam karena terkalahkan oleh penggambaran visual canggih dan kisah pertempuran pahlawan super dan musuh-musuhnya yang memang menjadi bumbu utama kisah heroisme. Selain itu, kelemahan lainnya dalam film berdurasi 141 menit itu adalah para penonton mesti dapat mafhum terhadap kisah-kisah film Avengers sebelumnya. Pasalnya, bila tidak, mungkin akan banyak penonton yang bertanya-tanya mengenai satu atau beberapa hal lainnya yang tidak dijelaskan secara gamblang dalam film tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Waspada Angin Kencang, Pemkot Bekasi Pangkas Ratusan Pohon

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai melakukan langkah antisipasi terjadinya musibah akibat angin kencang dengan memangkas sejumlah pohon di sejumlah kawasan.

“Saat ini angin kencang tengah melanda hampir di setiap kecamatan di Kota Bekasi. Kami ingatkan warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya pohon tumbang ataupun reklame roboh dan lainnya,” kata Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum Kota Bekasi Karto di Bekasi, Minggu (26/4).

Menurut dia, pihaknya hingga saat ini telah memangkas sedikitnya 400 titik pohon yang tersebar di sejumlah kawasan padat masyarakat. “Hingga April ini kami sudah melakukan pemangkasan 400 pohon untuk mengantisipasi pohon tumbang akibat angin kencang,” katanya.

Pemangkasan pohon tersebut dilakukan pihaknya di luar jam sibuk agar tidak menganggu aktivitas masyarakat. “Pemangkasan di jalur padat kendaraan kami lakukan pada malam hari, sedangkan di permukiman penduduk pada siang hari,” katanya.

Menurut Karto, pohon yang dipangkas itu seluruhnya berdiri di atas lahan Pemkot Bekasi sehingga pohon yang berada di tanah milik masyarakat belum dapat tersentuh. “Pemangkasan pohon milik masyarakat harus ada pengajuan terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, sejumlah kawasan di Kota Bekasi yang rawan terjadi angin langkisau (puting beliung), di antaranya Kecamatan Jatiasih, Kecamatan Bantargebang, dan Kecamatan Jatisampurna. “Kami imbau masyarakat di sejumlah kawasan rawan bencana untuk tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi sejak dini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Peringati “May Day”, Buruh di Sumut Akan Kembali Gelar Unjuk Rasa

Medan, Aktual.co — Memperingati ‘May Day’ 1 Mei mendatang, elemen buruh di Sumatera Utara akan kembali turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa. Ketua KSPI Sumatera Utara, Minggu Saragih, Minggu (26/4) mengatakan, aksi peringatan May Day itu direncanakan akan melibatkan ribuan buruh.

 “Buruh berasal dari Kota Medan, Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Serdang Bedagai,” sebut Minggu.

Dikatakan Minggu, sejumlah titik yang akan didatangi buruh untuk menyuarakan aspirasi antara lain, Kantor Gubernur Sumut, Kantor DPRD Sumatera Utara dan Kantor Walikota Medan.

Didampingi sejumlah pengurus buruh diantaranya, Sekretaris DPW FSPMI Sumut Willy Agus Utomo, Ketua FSPMI Kota Medan Tony Rickson Silalahi, Dedi Heri dari FSPMI Deliserdang, Minggu mengatakan, buruh akan berkumpul di depan Istana Maimun, jalan Brigjen Katamso Medan sebelum bergerak ke titik-titik aksi.

“Dari depan Istana Maimun nantinya buruh secara bersama-sama akan bergerak menuju sasaran aksi ke Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kantor DPRD Sumatera Utara dan Kantor Walikota Medan,” katanya.

Menurut Minggu, dalam peringatan itu, buruh akan membawa sejumlah tuntutan, diantaranya, menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan upah buruh dalam 2 tahun sekali atau sampai 5 tahun sekali.

“Naikkan upah buruh sebesar 50 persen atau dengan 84 Item KHL, jalankan jaminan pensiun buruh per 1 Juli 2015 dengan manfaat bulanan 75 persen dari upah sebulan dengan iuran 12 persen dimana 9 persen di tanggung oleh pengusaha dan 3 persen ditanggung oleh pekerja,” ujarnya.

Selanjutnya, sambung Minggu yakni penolakan atas liberalisasi energi, yakni BBM, gas dan listrik. “Berikan jaminan ketersediaan energi di Sumut, hentikan krisis energi listrik di Sumut,” tandasnya.

Tuntutan lainnya, sambungnya, meminta kepada pemerintah untuk menurunkan harga sembako, pemberian rumah murah kepada buruh sebagai hak milik dengan limitasi kredit 20 sampai 25 tahun serta tuntutan penyediaan transportasi gratis bagi buruh.

“Aksi yang dilakukan buruh KSPI dan FSPMI Sumut ini, juga berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia. Juga akan dilaksanakan sosialisasi BPJS kepada buruh di Sumut,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Akhirnya, Tiket Pertandingan Tinju Terbesar dalam Sejarah Mulai Dijual, Tapi..

Jakarta, Aktual.co — Kabar Baik bagi penggemar tinju – tiket untuk pertarungan antara Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao akhirnya dijual. Kabar buruknya, Anda mungkin perlu memenangkan lotre atau mengambil pinjaman bank untuk membeli kursi di Las Vegas MGM Grand pada 2 Mei, kecuali Anda sangat kaya, tentu saja.

Setelah banyak perdebatan antara kedua kubu, tiket akhirnya dirilis pada hari Kamis (23/4), delapan hari hanya sebelum pertarungan tinju terbesar dalam sejarah itu di gelar. Namun hanya sekitar 1.000 yang tersedia untuk masyarakat umum, sisa tiket sebanyak 16.500 tiket  dibagi kepada kedua pihak yang bertarung dan kasino serta promotor dan sponsor.

Tiket terendah akan dijual $ 1500 atau setara Rp 19,5 juta Rupiah. Untuk tiket termahal, dijual melalui website StubHub, itu ritel untuk mammoth $ 128.705 atau sekitar Rp 1,6 Miliar.

“Kami belum pernah melihat hal seperti ini di tinju, dan saya tidak berpikir dalam acara olahraga,” Bob Arum, promotor Pacquiao, mengatakan kepada CNN, Minggu (26/4).

Dan Arum tidak khawatir bahwa harga yang curam akan membuat penggemar pergi. “Banyak orang memiliki begitu banyak uang, mereka tidak tahu bagaimana untuk membelanjakannya. Entah itu yacht, lukisan atau tiket untuk berkelahi, uang berarti apa-apa,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Potensi Korupsi Lahan Sawit, Besar Namun Tak Terdengar

Jakarta, Aktual.co — Potensi dugaan korupsi di sektor Kelapa Sawit rupanya sangat besar. Data Indonesian Corruption Watch (ICW), menempatkan dugaan culas sektor kelapa sawit di posisi ke empat dari daftar korupsi di Indonesia.

“Tahun 2014 ada dua kasus di Sumsel dan Aceh dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 177 Miliar. Itu baru dua provinsi,” kata Ronald S dari Sawit Watch, Minggu (26/4).

Belum lagi kata Ronald, perputaran uang terjadi dalam proses perizinan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia.”Hitung-hitungan kami, pengusaha harus siap Rp 7M hanya untuk mengurus izin sampai ditingkat Bupati. Untuk Gubernur bahkan sampai ke kementerian, itu tentu lebih besar,” terang Ronald.

Untuk itu, Indonesia sebagai salah satu negara dengan perkebunan kelapa sawit terluas yakni mencapai 14,3 juta hektar, harus memprioritaskan pencegahan korupsi di sektor kelapa sawit.

“Ini harus ‘diledakkan’ supaya masyarakat tahu bahaya potensi korupsi disektor sawit,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain