14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36479

Bawa Turis Rusia, “Guide” Pendaki Tewas di Jalur Puncak Gunung Marapi

Jakarta, Aktual.co — Seorang guide pendaki meninggal di jalur jelang puncak Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar) pada Minggu (26/4). Korban bernama Mulzafri (58), warga Bukik Apik, Bukit Tinggi tersebut meninggal 100 meter dari puncak gunung aktif yang memiliki ketinggian 2.891 MDPL dan terletak di Kabupaten Tanah Datar Sumbar ini.

Menurut petugas pos pengamatan Gunung Marapi, Surono, korban yang juga merupakan guru les bahasa Inggris di Bukit Tinggi ini meninggal ketika membawa 2 orang turis asal Rusia. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui jelas sebab kematian guide tersebut.

“Yang bersangkutan membawa 2 orang turis Rusia dan mulai mendaki pada hari Sabtu tanggal 25 April 2015 sekitar pukul 22.20 WIB. Korban naik dari Koto Baru dan ditemukan meninggal dunia pada jam 06.40 WIB,” kata Surono melalui pesan singkat yang diterima Aktual.co, Minggu (26/4).

Saat ini, Lanjut Surono, jenazah korban sedang dievakuasi. “Saat ini jenazah sedang dievakuasi dan diperkirakan sampai dibawah sekira pukul 14.00 WIB hari ini, jika tidak ada kendala,” kata dia.

Lebih lanjut Surono mengungkapkan bahwa Gunung Marapi sudah berstatus Waspada sejak 3 Agustus 2011. Sehingga ia memnghimbau kepada  masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Marapi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pembekuan PSSI Diduga Sebagai Pemenuhan Janji Menpora kepada Persebaya ’27

Jakarta, Aktual.co — Isu mengenai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi yang disinyalir mempunyai janji politik dengan Persebaya 1927 kembali jadi perbincangan hangat di masyarakat. Tindak-tanduk Menpora mulai terungkap setelah dirinya bersikeras untuk mengembalikan Persebaya 1927 ke kompetisi sepak bola tertinggi di tanah air, Indonesia Super League (ISL).

Pada Oktober 2014 silam, pasca pelantikan Menteri Kabinet Kerja, Imam langsung melontarkan wacana agar Persebaya 1927 bisa kembali pentas di ISL musim 2015. Menurutnya, Persebaya 1927 berhak mengikuti kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia itu, lantaran klub tersebut bukan terdegradasi, melainkan karena membelot ke Indonesia Premier League (IPL), saat terjadi dualisme liga pada 2010.

“Saya memastikan akan memberikan izin kepada Persebaya 1927 kembali pentas di ISL musim ini (2015). Klub ini tidak terdegradasi hanya saja membelot ke IPL,” tegas Imam saat konfrensi pers di salah satu tv swasta, Jumat (31/10).

Jika hal itu tidak bisa terealisasi, Imam berencana untuk bernegosiasi dengan pihak PSSI yang saat itu masih di pimpin oleh Djohar Arifin. “Saya berencana akan mendatangi PSSI bilamana permintaan ini tidak direspon,” ujarnya.

Rencana itulah yang diduga kuat sebagai kontrak politik antara Imam dengan Persebaya 1927. Hal itu pun menguat setelah pada Februari 2014 lalu, dirinya sempat menggelar pertemuan dengan suporter fanatik klub asal Surabaya, Bonek alias Bondo Nekat.

Entah apa yang dicarakan dalam pertemuan itu, namun Bonek berkomitmen akan memenangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Imam Nahrawi dalam Pemilu Legislatif yang di gelar pada 9 April 2014. Mereka resmi menyatakan dukungannya kepada PKB, khususnya Imam Nahrawi yang saat itu mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg).

“Imam Nahrawi sosok pemimpin yang bisa diterima anak muda, terlahir dari desa sukses di kota, tapi tak pernah lupa membangun desanya,” ujar Koordinator Bonek daerah Sukolilo, Surabaya, David saat berdiskusi bersama Imam, Kamis (27/3) malam.

“Lahir batin, figur seperti beliaulah yang kami impikan, figur pemimpin muda yang visioner, punya semangat mengabdi dan bisa membangun motivasi anak muda,” ujar David.

Gerak-gerik mencurigakan Imam, ternyata sudah diendus oleh pihak PSSI. Anggota Executive Commisioner (Exco) PSSI, Gunti Randa, juga berpendapat sama, jika upaya Menpora untuk memasukkan Persebaya 1927 ke ISL 2015 merupakan pemenuhan janji politik saat Imam mencalonkan diri sebagai Caleg dalam Pemilu 2014.

“Upaya itu adalah pemenuhan kontrak politik terhadap Bonek Persebaya 1927,” ungkap Gusti dalam diskusi di  sebuah restoran di bilangan Cikini, Jakarta, Sabtu (25/4).

Adanya kontrak politik antara Imam dan Persebaya 1927 juga menguat saat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2015 digelar. Dimana saat itu, Sabtu (18/4), sekitar 7.000 Bonek yang diduga mempunyai ikatan politik dengan Menpora, berunjuk rasa  di Jalan Embong Malang, Surabaya, Jawa Timur, yang lokasinya tidak jauh dari Hotel JW Marriott, tempat digelarnya KLB PSSI 2015.

Dalam aksinya, para Bonek menuntut agar Menpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memperjuangkan hak Persebaya 1927 untuk bisa kembali mengarungi pentas ISL 2015.

“Dalam aksi ini kami membawa beberapa tuntutan, di antaranya mendukung Presiden RI melawan mafia FIFA demi kedulatan Indonesia, mendukung Menpora dan BOPI tegas terhadap PSSI dan PT Liga Indonesia, serta kembalikan hak-hak PT Persebaya Indonesia,” tegas Yanto Gerandong selaku koordinator demonstrasi Persebaya 1927.

Artikel ini ditulis oleh:

Hadiri KTT ASEAN, Presiden Bertolak ke Kuala Lumpur Hari Ini

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan bertolak ke Malaysia, Minggu (26/4) siang, untuk menghadiri KTT ke-26 ASEAN. Presiden Jokowi dan rombongan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta menumpang pesawat kepresidenan RI sekitar pukul 14.40 WIB dan tiba di Kuala Lumpur sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi, Seskab Andi Widjajanto. Tampak juga mengantar keberangkatan Presiden Jokowi, antar lain Menpan dan RB Yuddy Chrisnandi dan Wagub DKI Djarot Syaiful Hidayat.

Dijadwalkan Presiden Jokowi mengikuti acara prosesi ketibaan dan “gala dinner” bersama para kepala negara dan delegasi ASEAN di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), mulai sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

KTT ke-26 ASEAN akan dibuka di lokasi yang sama (KLCC) pada Senin (27/4). KTT ke-26 ASEAN akan digelar dalam dua sesi, yaitu sesi pleno di Kuala Lumpur dan retret di Langkawi, Kedah.

Di sela KTT, para kepala negara atau pemerintahan negara-negara anggota ASEAN dijadwalkan bertemu dengan perwakilan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), ASEAN Business Advisory Council (ABAC), ASEAN Youth Representatives dan Civil Society Organizations (CSO) Representatives. Selain itu, para kepala negara/pemerintahan ASEAN juga diundang untuk menghadiri ASEAN Leadership Forum ke-12 di Kuala Lumpur.

Selain rangkaian KTT ke-26 ASEAN, pada 28 April 2015 di Langkawi akan diselenggarakan pertemuan para kepala negara/pemerintahan dari Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dan Indonesia-Malaysia-(hailand Growth Triangle (IMT-GT)

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Eksekusi Mati Mary Jane, Buruh Migran Gelar Aksi Solidaritas di Nusakambangan

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak lima aktivis buruh migran internasional menggelar aksi solidaritas untuk terpidana mati asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso yang akan segera dieksekusi oleh Kejaksaan Agung.

Dalam aksi yang digelar di area parkir Dermaga Wijayapura (tempat penyeberangan khusus Pulau Nusakambangan, red.), Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (26/4) siang, mereka membawa spanduk dan poster yang bertuliskan “Bapak Presiden Joko Widodo: Berbesar Hatilah Selamatkan Mary Jane dan Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri dari Hukuman Mati”, “Hidup Adalah Hak Asasi, Tolak Hukuman Mati, Save Mary Jane, Lindungi Buruh Migran”, dan “Mary Jane, Korban Sindikat Narkoba, Korban Perdagangan Manusia, Hentikan Hukuman Mati”.

Salah seorang aktivis buruh migran asal Filipina, Connie Bragas-Regalado mengharapkan Pemerintah Indonesia membatalkan eksekusi mati terhadap Mary Jane agar bisa kembali berkumpul kembali dengan keluarganya di Filipina.

“Kami mengajak masyarakat Indonesia, komunitas Filipina di Indonesia, dan pemerintah kami untuk bisa menyelamatkan hidup Mary Jane Fiesta Veloso,” kata dia yang aktif sebagai Koordinator Buruh Migran Filipina (The Chairperson of Migrante).

Menurut dia, Mary Jane merupakan seorang ibu dari dua anak laki-laki yang masih membutuhkan perhatian ibunya.

Aktivis buruh lainnya, Minerva F Lopes mengatakan bahwa pihaknya bersama tim kuasa hukum Mary Jane telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) Kedua agar Mary Jane terbebas dari hukuman mati sehingga dapat berkumpul kembali dengan keluarganya di Filipina.

Sementara itu, aktivis Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) Iweng Kartiwen memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk meninjau ulang pelaksanaan eksekusi mati terhadap Mary Jane karena pihaknya telah memasukkan PK Kedua ke Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta, pada hari Jumat (24/4), pukul 15.30 WIB.

“Kita sangat percaya bahwa Mary Jane adalah korban ‘trafficking’ (perdagangan manusia) karena dia berangkat dari Manila, Filipina, dijanjikan sebagai pekerja rumah tangga di Malaysia. Dia telah membayar uang prekrutan sebesar 7.000 peso dengan memberikan sepeda motornya dan juga HP dia,” katanya.

Menurut dia, Mary Jane pergi ke Malaysia bersama perekrutnya, Kristina. Akan tetapi sesampainya di Malaysia, kata dia, Mary Jane diberitahu jika pekerjaannya belum siap dan dibelikan baju-baju bekas.

Ia mengatakan bahwa Mary Jane diminta menunggu pekerjaan tersebut selama tujuh hari di Indonesia dan dibelikan koper untuk membawa barang bawaannya. “Koper tersebut terasa berat sehingga Mary Jane memeriksanya karena curiga. Setelah yakin tidak ada apa-apa, Mary Jane segera berkemas untuk berangkat ke Yogyakarta,” katanya.

Akan tetapi saat menjalani pemeriksaan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, kata dia, Mary Jane ditangkap petugas karena di balik kulit kopernya ditemukan heroin.

Dalam hal ini, lanjut dia, petugas curiga terhadap koper yang dibawa Mary Jane sehingga minta izin untuk menyobek kulit kopernya. “Padahal, Mary Jane sama sekali tidak mengetahui jika ada heroin di kopernya. Dia juga tidak tahu siapa yang akan dituju selama di Yogyakarta karena hanya diberi nomor telepon seseorang,” katanya.

Terkait hal itu, dia mengharapkan Presiden Joko Widodo untuk meninjau ulang eksekusi terhadap Mary Jane karena terpidana mati asal Filipina tersebut hanyalah korban.

Mary Jane Fiesta Veloso merupakan salah seorang terpidana mati yang masuk dalam daftar eksekusi tahap kedua karena grasinya telah ditolak oleh Presiden Joko Widodo. Sebelumnya Mary Jane divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, DIY, pada 2010.

Terpidana ini kemudian mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) setelah grasinya ditolak Presiden. Namun dalam sidang PK yang digelar di PN Sleman bulan lalu, MA memutuskan menolak permohonan PK tersebut, dan tetap pada putusan PN Sleman.

Mary Jane ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta karena terbukti membawa narkoba jenis heroin seberat 2,6 kilogram senilai Rp5,5 miliar saat turun dari pesawat terbang tujuan Kuala Lumpur-Yogyakarta pada 2010.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Gunakan Limousine, Bukti Mudah Lupakan Janji Kampanye

Jakarta, Aktual.co — Penampilan berkelas yang ditunjukan Presiden Jokowi dalam perhelatan Konfrensi Asia Afrika (KAA) Parlemen kemarin terus menjadi pro kontra publik. Pasalnya, mobil dinas Mercedes Benz S-600 Pullman Guard yang setia mengantarnya tak lagi terlihat. Mobil mewah tersebut digantikan dengan versi terbaru Mercedes Maybach S-600 Pullman‎ Limousine.

Pengamat Psikolog Politik Universitas Indonesia, Dewi Haroen kepada  Aktual.co mengatakan bahwa ada dua sisi yang membuat dilema. Sebagai seorang presiden sah saja, jika menggunakan fasilitas kenegaaraan.

“Namun saya balik lagi, dimana masa lalu pada waktu kampanye, kalau perlu menggunakan mobil kijang. Meskipun susah untuk menjelaskannya secara masuk akal,” kata Dewi, di Jakarta, Minggu (26/4).

Jokowi yang dipilih oleh rakyat Indonesia dengan mengantungi 52 persen suara, lantaran menjual kesederhanaannya kepada masyarakat di Pemilu presiden 2014 kemarin. Sehingga, gaya mewah yang ditunjukan di tengah penderitaan kenaikan harga sangat disesalkan.

“Dulukan jualannya waktu kampanye ditelan bulat-bulat sama rakyat, masalah kesederhanaan, naik bajaj. Meskipun saya berfikir ini tidak mungkin apa yang dilakukan beliau sebagai sorang presiden. Meskipun presiden itu memang harus menggunakan mobil anti peluru, tetapi persoalannya pas kampanye itu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Soal Lembaga Donor Internasional, Effendi Simbolon Tantang Jokowi Sampaikan ke DPR

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan kritis Presiden Jokowi dalam Konfrensi Asia Afrika (KAA) terhadap lembaga donor Internasonal, seperti World Bank, ADB, dan IMF yang sudah tidak diperlukan lagi, terus menuai perhatian dan decak kagum publik Indonesia.

Politikus PDI Perjuangan, Effendi Simbolon pun ikut mengapresiasi dari segi pidato yang disampaikan presiden itu. Namun, sejauh itu, ia seakan menantang pernyataan mantan Gibernur DKI Jakarta agar dapat diimplementasikan pada kebijakan, khususnya yang berkaitan anggaran.

“Kalau sungguh-sungguh maka dinyatakan dong kepada DPR, melalui pembahasan APBN selanjutnya, bahwa kita tidak pernah lagi akan menggunakan lembaga keuangan internasional. Oke,” ucap Effendi mengapresiasi sekaligus mendesak presiden untuk tidak sekedar retorika saja menjawab pertanyaan Aktual.co, di Jakarta, Minggu (26/4).

Kendati demikian, presiden juga harus menjelaskan bagaimana pemerintah memenuhi penguatan anggaran pendapatan negara ke DPR RI.

Sebelumnya sempat diberitakan, Presiden Jokowi mengkritik sejumlah lembaga internasional dalam pidatonya di Konfrensi Asia Afrika (KAA). Selain PBB, Presiden juga mengkritik keberadaan beberapa lembaga keuangan dunia yang dianggap tidak membawa solusi bagi persoalan ekonomi global, yakni Bank Dunia dan IMF, serta ADB.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain