3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36508

Kritik Lembaga Internasional, Pidato Jokowi Timbulkan Konsekuensi

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Presiden Jokowi dalam pidatonya pada pembukaan Konferensi Asia Afrika yang mengkritik lembaga keuangan dunia, menjadi perhatian publik.
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menilai pernyataan itu sebagai bentuk adanya keinginan presiden untuk melepaskan Indonesia dari jeratan lembaga keuangan internasional.
“Saya sangat mendukung itu. Itu suatu ucapan dan sikap yang pantas diacungi jempol dan diapresiasi. Dan itulah kita kalau kita ingin merdeka,” ucap Fadli, di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (23/4).
Fadli mengingatkan, pernyataan Jokowi itu akan menimbulkan konsekuensi yang cukup tinggi. Jokowi harus dapat memperbaiki perekonomian Tanah Air dan membebaskan Indonesia dari jerat lembaga tersebut.
“Artinya Pak Jokowi nanti bicara seperti itu tapi pinjem uang ke World Bank, pinjem utang luar negeri ke ADB, IMF. Apa yang diucapkan harus satu kata dengan perbuatan,” tegas dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengkritik sejumlah lembaga internasional. Selain PBB, Presiden juga mengkritik keberadaan beberapa lembaga keuangan dunia yang dianggap tidak membawa solusi bagi persoalan ekonomi global, yakni Bank Dunia dan IMF, serta ADB.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

KPU Harus Akomodir Parpol yang Disahkan Pemerintah

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik (tengah) bersama Komisioner KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersiap mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2015). Rapat tersebut digelar dengan agenda pembahasan materi Peraturan KPU (PKPU) dan Peraturan Bawaslu.AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Kini Victor Sebut BW Tak jadi Ditahan

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengurungkan penahanan Bambang Widjojanto. Pasalnya sebelumnya santer kabar BW sapaan akrabnya akan ditahan sore ini.
“Kalau beliau gak kooperatif beliau di tahan kalo koperatif gak di tahan,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Victor Edi Simanjutak di Mabes Polri, Kamis (23/4).
Menurut Victor, dalam pemeriksaan yang berlangsung, tersangka kasus dugaan mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, di Mahkamah Konstitusi 2010 itu, dinilai koperatif.
“Karena hari ini BW koperatif, maka penyidik tidak ditahan,” kata dia.
Sebelumnya Wakil Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu akan segera ditahan sore ini untuk 20 hari ke depan. Itu karena mantan Ketua Badan Pekerja YLBHI itu dianggap tidak kooperatif.
Menurut polisi, BW dianggap tidak kooperatif karena sudah pernah dua kali tidak datang saat hendak diperiksa. Akibatnya penyidikan kasus ini sempat mandeg.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berpotensi Merugikan Negara, Proyek LNG Bojonegara Harus Dihentikan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Energi Boyamin Saiman mendesak PT Pertamina (Persero) untuk menghentikan kerja sama proyek LNG Terminal Receiver Bojonegara Banten yang dilakukan bersama PT Bumi Sarana Migas (BSM). Pasalnya, dalam kerjasama tersebut, Pertamina diposisikan sebagai 100 persen offtaker LNG regasified gas yang dipasok oleh perusahaan besutan anak Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yakni Solihin Kalla. Di mana selanjutnya gas tersebut hanya akan disalurkan oleh Pertamina ke PT PLN (Persero).

Sehingga resiko penyerapan gas oleh PLN menjadi 100 persen resiko Pertamina. Terdapat resiko single party offtaker untuk pembeli LNG, yaitu PLN.

“Yang penting dalam konteks apapun, kalau merugikan Pertamina, kalau nanti untungnya kecil pun itu disebut kerugian,” kata Boyamin di Jakarta, Kamis (23/4).

Baiknya, lanjut dia, Pertamina mendirikan sendiri proyek tersebut tanpa bergandengan dengan swasta yang hanya menjadikan Pertamina sebagai bumper.

“Pertamina kan mampu. Kalau swasta yah swasta saja, Pertamina jangan mau dijadikan bumper. Ini akan menimbulkan monopoli dan KPPU bisa masuk dengan UU anti monopoli. Seharusnya Pertamina bersaing saja dengan swasta, karena kalau ini tersandung kasus maka Pertamina akan kena juga. Kerja sama seperti ini berpotensi jadi kerugian negara,” ujar dia.

Berdasarkan data yang diperoleh Aktual, jika dibandingkan dengan proyek Pertagas FSRU Cilamaya LNG Company, penjualan regasified LNG dilakukan dari Pertagas Cilamaya langsung ke End Customer (IPP Jawa, IPP Sunyarangi dan Pertamina Balongan). Sehingga Pertamina tidak menanggung resiko penyerapan pasar. Dari segi LNG Supply dan market demand pun proyek Pertagas ini menunjukan posisi yang sangat aman karena volume demand sesuai dengan volume supply LNG.

Tidak seperti LNG Bojonegara antara Pertamina dengan BSM, yang terdapat porsi unmarketable LNG cukup besar. Di mana available market yang dimiliki hanya untuk IPP Jawa I sebesar 320 MMSCFD dan PLN Jawa Barat sebesar 334 MMSCFD, total keduanya adalah 654 MMSCFD. Sementara target LNG Supply nya sendiri justru mencapai 1000-1500 MMSCFD.

“Pertamina tidak boleh main-main, harus menolak. Jangan mau dirugikan oleh swasta,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BW Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

Wakil Pimpinan Non Aktif KPK Bambang Widjayanto akhirnya datang ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri (Bareskrim), Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2015). Kedatangan BW bersama tim pengacaranya untuk memenuhi pemanggilan Bareskrim. AKTUAL/MUNZIR

Nikmatnya Kuliner ‘Halal’ di Uzbekistan

Jakarta, Aktual.co — Bila Anda bicara tentang kuliner di Uzbekistan, yang merupakan negara pecahan Uni Soviet, pastinya banyak pilihan yang diberikan oleh salah satu negara yang saat ini masuk di dalam negara di wilayah Asia Tengah tersebut. Meskipun, masakan Uzbekistan belum begitu populer oleh warga dunia, namun hidangan masakan Uzbekistan penuh dengan cita rasa yang kuat.

Biasanya, ‘Uzbek Cuisine’ dipengaruhi oleh pertanian lokal, sehingga roti dan mie sebagai bagian dari makanan pokok Uzbekistan. Sedangkan, Mutton merupakan makanan populer khas Uzbek, yang berasal dari bahan dasar daging dimana di negara ini banyak terdapat ternak domba.

Sedangkan, Palov (Plov atau Osh), yang biasanya menjadi hidangan utama biasanya dibuat dengan nasi, dengan potongan daging, wortel dan bawang. Pada umumnya, palov atau oshi ini disajikan di pagi hari antara pukul 06.00 dan 09.00 waktu setempat, untuk pertemuan besar. Misalnya, saat dihelatnya perayaan pernikahan.

Disamping itu, hidangan nasional Uzbekistan yakni Shurpa (Shurva atau Shorva), sebuah sup yang terbuat dari potongan besar Lemak daging domba dengan sayuran biasanya menjadi hidangan pembuka dalam setiap jamuan makan sebelum hidangan utama.

Menariknya, usai makanan khas ini berakhir. Biasanya dengan buah atau kolak segar, yang ditambah kacang dan halvah dengan tea hijau menjadi kebiasaanya dalam sebuah hidangan penutup bagi masyarakat Uzbekistan.

Nah, bagi turis Muslim yang ingin menyambangi negara tersebut, nampaknya tak perlu khawatir mendapatkan makanan bersertifikasi ‘halal’. Pasalnya, sebagai negara yang mayoritas berpenduduk umat Islam ini, masih banyak menghadirkan kuliner khas Uzbekistan yang disajikan bagi turis Macanegara. Khususnya, diperuntukan untuk ‘Muslim Traveller’.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain