3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36509

Nasihat Ustad Yusuf Mansyur: Seperti Ini Kasih Sayang Allah SWT kepada Hambanya

Jakarta, Aktual.co — Banyak orang merasa heran,  melihat orang yang bergelimang dalam kemaksiatan kepada Allah SWT malah dibukakan pintu rezeki seluas-luasnya serta dimudahkan segala urusan dalam hidupnya. Boleh jadi Allah SWT memberikan kekayaan dalam rangka ‘istidroj’, yaitu agar semakin membuat seseorang terlena dalam maksiat dan kekufuran.

Artinya disebabkan maksiat atau kesyirikan yang pernah ia perbuat, Allah SWT memberikan hambanya kekayaan. Meskipun, hambanya semakin larut dalam kekayaan tersebut dan membuat dirinya semakin kufur pada Allah SWT.

Manusia semacam ini memang pantas diberi kekayaan, namun karena ia merupakan orang yang durhaka. Kekayaan ini diberikan hanya untuk membuat ia semakin terlena dan bukan karena dirinya mulia.

Allah SWT berfirman artinya, “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (Al Anam : 44)

Allah SWT Berfirman artinya, Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah (Ditunda) mereka barang sebentar. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. (Al Muzammil : 11-12)

Di dunia ini, seruan materialisme seringkali menyebar kemana-mana. Bahkan seruan Ulama dan Saudara seiman seringkali dilihat dari kedudukan, nama dan kekayaan bukan isi seruannya. Sebaliknya seorang Muslim atau para penyeru Agama Allah SWT tidak jarang yang merasa rikuh menyampaikan bagian yang pahit di dalam Al Quran dan Sunah, bila dakwah mereka kepada para pembesar dan pemilik harta banyak, benarlah firman Allah SWT.

Allah SWT Berfirman artinya, “Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan kekayaan atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?. Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.” (Huud : 12)

Ini dikuatkan dari pelajaran sejarah para Nabi-Nabi, dimana tidak ada diantara mereka yang lebih kuat, lebih kaya, lebih terkenal dari pada raja-raja dan pembesar semisal Firaun, Pembesar Quraisy Abu Jahal, Abu Lahab, Raja Namrudz, waspada dengan tipuan dan bisikan syetan yang menyerang ilmu yang menuntun hidayah teramat dahsyat, karena sedikitnya mereka yang kritis dengan ilmu agama Allah SWT ini dan merasa benar karena kedudukannya.

Dalam Islam kesabaran dan ketaatan sangat erat kaitannya. Jadi apabila kita memiliki harta kekayaan, kita disuruh taat bersedekah dan bersabar dengan mengeluarkan harta, terlebih mereka yang memberikan sedekah terbaik, begitu pun dalam salat kita disuruh sabar dari bisikan kemalasan, begitu pula ibadah-ibadah lainnya yang ada di dalam Al Quran dan Sunah. Janganlah memilah dan memilih padahal ia surat dinas kita sebagai manusia menjadi khalifah di muka Bumi ini. (Ustad Yusuf Mansyur)

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Petinggi Polri Pastikan Sore Ini Bambang Widjojanto Ditahan

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri bakal langsung menahan Bambang Widjojanto yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu di persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, di Mahkamah Konstitusi tahun 2010.
Kabar penahanan itu pun disampaikan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Victor Simanjuntak. “Ya, sore ini ditahan,” kata Victor di Mabes Polri, Kamis (23/4).
Sementara itu, Kabareskrim Komjen Budi Waseso ketika ditanya soal penahan Bambang belum menjelakan secara pasti. “Belum belum, masih pemeriksaan. Nanti ke penyidik ya. Masih pemeriksaan,” kata Budi Waseso.
Suasana tegang telah terlihat di depan Mabes sejak pukul 13.05 WIB. Dua mobil diparkirkan berbaris di depan lobi Gedung Bareskrim dengan mesin menyala. Petugas digeser dari pos jaga ke depan Bareskrim.
Di lingkungan Mabes Polri, santer informasi penyidik akan menahan pimpinan KPK nonaktif itu. Di lobi Bareskrim, pantuan ada tiga mobil pribadi yang disiapkan penyidik untuk membawa BW ke rutan.
Tiga mobil ini yakni mobil bernopol B 1478 SIL Kijang Innova hitam dan mobil bernopol B 1979 NFI, Avanza putih, serta satu Kijang Innova sudah siap di depan lobi Bareskrim.
Namun hingga pukul 14.00 WIB, BW dan pengacaranya belum tampak keluar dari Bareskrim. Penjagaan, dari anggota baik Provos serta Yanma Mabes Polri makin diperbanyak.
‎”Ditahan di Rutan Brimob, Kelapa Dua,” kata Kepala Subdirektorat VI Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Daniel Bolly Tifaona.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

DKI Berencana Bebaskan 159 Titik Tanah

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 159 titik tanah yang tersebar di DKI Jakarta rencananya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan dibebaskan.
Kepala Dinas Pertamanan DKI Jakarta Nandar Sunandar menyatakan pihaknya memang ‘kebagian’ anggaran besar untuk pembebasan tanah dalam APBD 2015.
“Ada sekitar 159 titik yang ingin dibebaskan. Tapi sampai sat ini terus berjalan surat permohonan dari masyarakat,” kata Nandar, Rabu (23/4).
Soal anggaran tanah yang sempat disorot Kemendagri hingga terpaksa dipangkas, Nandar tak ambil pusing. Menurutnya dampak dari pemotongan anggaran dari Kemendagri akan disiasati.
“Kan gelondongan jadi itu hanya nanti kuantitasnya aja mungkin (yang berkurang) dari 3,1 menjadi 2,3 triliun, berarti ada 800 miliar yang disesuaikan,” ungkapnya.
Justru dengan pemotongan tersebut, Nandar berharap jumlah pembelian tanah dapat disesuaikan dengan anggaran yang ada.”Sehingga silpanya tidak terlalu besar,” cetusnya.
Dari 159 titik target Dinas Pertamanan, mayoritas lokasi tanah ada di daerah Jakarta Timur mencapai 28%. Angka tersebut juga telah disesuaikan dengan luas wilayah dimana Jaktim menjadi wilayah terluas di DKI.”Lalu utara, barat, selatan, dan pusat paling kecil,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kasus Suap Politisi PDIP, KPK Sasar Keterlibatan Petinggi PT MMS

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus dalami kasus dugaan suap terkait kepengurusan izin tambang PT Mitra Maju Sukses (PT MKS) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang menjerat politisi PDIP, Adriansyah.
Salah satu yang bakal ditelusuri penyidik lembaga antirasuah, adalah mengenai keterlibatan jajaran petinggi PT MMS, selain Andrew Hidayat yang menjabat sebagai Direktur.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, penyidik tengah melakukan pendalaman apakah pemberian suap tersebut mendapat persetujuan dari direksi PT MMS lainnya.
“Itu yang masih didalami. Apakah itu atas persetujuan internal PT MMS atau murni inisiatif tersangka AH. Untuk saat saat, dari PT MMS, baru AH yang ditemukan dua alat bukti yang cukup sebagai tersangka,” jelas Priharsa, Kamis (23/4).
Lebih jauh disampaikan Priharsa, pihaknya pun masih membuka peluang untuk lebih jauh mengembang kasus tersebut. Dan bukan tidak mungkin nantinya ada tersangka baru.
“Bisa pengembangan kasusnya atau bisa pengembangan tersangkanya,” pungkasnya.
Terkait perkara ini, diketahui KPK telah mengamankan tiga orang dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di Bali dan Jakarta. Tiga orang yang diamankan oleh petugas KPK antara lain adalah mantan Bupati Tanah Laut yang juga anggota DPR dari fraksi PDI-P, Adriansyah; Direktur PT MMS, Andrew Hidayat serta satu orang yang diduga kurir, Briptu Agung Kristiadi.
Adriansyah bersama Agung ditangkap petugas KPK di Hotel di kawasan Sanur Bali sekitar pukul 18.45 WITA. Ketika ditangkap, petugas menemukan uang dalam bentuk dollar Singapura dan Rupiah yang jumlahnya sekitar Rp500 juta. Keduanya ditangkap usai penyerahan uang dari Agung pada Adriansyah.
Pada waktu hampir bersamaan, tim satgas juga melakukan tangkap tangan di sebuah hotel di kawasan Senayan, Jakarta. Di hotel tersebut, tim mengamankan Direktur PT MMS bernama Andrew. Penangkapan itu juga merupakan masih sebuah satu rangkaian operasi.
KPK menduga uang tersebut diberikan terkait pengusahaan izin PT Mitra Maju Sukses (MMS) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Salah satu usaha PT MMS diketahui adalah terkait batu bara.
Usai melakukan pemeriksaan intensif, KPK kemudian menetapkan Adriansyah dan Andrew sebagai tersangka. Adriansyah diduga sebagai pihak penerima, sementara Andrew diduga sebagai pihak pemberi.
Adriansyah diduga telah melanggar Pasal 12 B atau Pasal 5 ayat 2 Juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.
Sedangkan Andrew diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ahok Dirikan Toko Miras Untuk Kejar Pendapatan, DPRD: Itu Tidak Relevan

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan bahwa wacana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mendirikan toko minuman keras (miras) untuk mengincar pendapatan, sangat tidak relevan. 
Karena menurutnya kalau pendapatan yang diperoleh Pemprov DKI dari penjualan miras atau minol tersebut tidaklah signifikan.
“Paling Rp2-3 miliar doang,” ujarnya kepada wartawan di Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (23/4). 
Untuk diketahui bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana akan membuka toko khusus miras, menyusul diberlakukannya Permendag No 06/M-DAG/PER/1/2015. Rencana tersebut menurut Ahok yakni untuk menghindari maraknya peredaran minol di pasar gelap.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kiat Citra Kirana Redakan Rasa Nyeri Saat Menstruasi

Jakarta, Aktual.co — Rasa nyeri ketika menstruasi (atau datang bulan) pernah dialami oleh Artis Citra Kirana. Dia merasa, ketika rasa nyeri itu hinggap, sampai dirinya tak bisa melakukan aktivitas.

“Rasa nyeri yang saya alami membuat saya tidak dapat beraktivitas. Apalagi waktu pertama kali, saya tidak mengerti apa itu menstruasi, bagaimana rasanya dan cara menghadapinya, ” ungkap Citra, di kawasan Gatot Subroto, Jakarta.

Menurut bintang sinetron ‘Tukang Bubur Naik Haji’ ini, pasca mengalami rasa nyeri tersebut, ia lebih sering bertanya kepada ibu atau sahabatnya.

“Atas anjuran ibu, saya minum Kiranti Sehat Datang Bulan, yang terbuat dari rempah-rempah alami, dan sudah dipercaya keluarga secara turun temurun, ” jelas Citra.

“Jadi setelah mendapatkan informasi, saya tahu bagaimana meredakan nyeri tersebut, dan kini saya tidak mengalaminya lagi, ” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain