2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36521

Rupiah Kembali Bertengger di Level Rp 12.900

Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini dibuka di zona merah dan kembali bertengger di kisaran level Rp 12.900-an. Setelah menguat 67 poin di level Rp12.888 pada penutupan perdagangan Rabu (22/4) kemarin, pagi ini Rupiah dibuka melemah 34 poin ke level Rp12.922. Demikian seperti dikutip data Bloomberg Dollar Index, Kamis (23/4).

Analis Teknikal Bahana Securities Muhammad Wafi dalam risetnya mengemukakan laju Rupiah hari ini akan bergerak dengan kecenderungan melemah. “Rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak dikisaran 12.858-13.000 dengan kecenderungan melemah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan Konferensi Asia Afrika (KAA) belum berimbas positif dalam pergerakan Rupiah. Pada Kamis (23/4), Reza memprediksikan Rupiah berada di bawah tipis target level support 12.950, yakni Rp 12.958-12.947 (kurs tengah BI). Menurutnya, meski dari dalam negeri belum ada sentimen negatif yang secara langsung berimbas pada laju Rupiah namun, tampaknya sentimen global masih mendukung penguatan dolar AS.

“Tetap cermati dan antisipasi terhadap sentimen-sentimen yang membuat pelemahan masih berlanjut,” tandasnya.

Menguatnya laju dolar AustraliA (AUD) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya belum dapat diikuti oleh menguatnya laju Rupiah terhadap dolar AS. Rupiah masih melanjutkan pergerakan negatifnya.

“Asumsi kami pun tampaknya tidak berlaku dan Rupiah berjalan seperti yang kami khawatirkan. Adanya sentimen pelemahan harga minyak seiring pengakhiran serangan Arab Saudi terhadap Yaman membuat laju dolar AS menguat dan berimbas pada masih melemahnya laju Rupiah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi VII Minta Peluncuran Pertalite Ditunda

Jakarta, Aktual.co — Komisi VII DPR meminta PT Pertamina menunda peluncuran bahan bakar minyak (BBM) RON 90 Pertalite yang kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan BBM RON 88 (Premium) ditunda.

“Kami meminta kepada Pertamina untuk menunda peluncuran Pertalite, apabila di kemudian hari ingin memasarkannya, harus dikonsultasikan dahulu dengan DPR RI,” kata Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika saat membacakan hasil kesimpulan rapat dengar pendapat Komisi VII DPR dengan PT Pertamina di Jakarta, Rabu (22/4).

Menurut Komisi VII, peluncuran produk tersebut harus ditunda karena sosialisasinya dianggap masih belum cukup, persiapan teknis operasional belum tuntas, serta perizinannya belum selesai.

Komisi VII juga mengkhawatirkan keberadaan Pertalite ini dapat membebani masyarakat Indonesia dengan harganya yang lebih mahal dibandingkan dengan Premium.

Pihak Pertamina sendiri belum memutuskan harga yang tepat untuk Pertalite. “Masih dalam pembahasan, yang jelas harganya berada di atas Premium dan berada di bawah Pertamax,” kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.

Dia mengatakan Pertamina menghadirkan Pertalite semata-mata untuk memberikan pilihan kepada konsumen. Menurut dia, BBM jenis Pertalite ini lebih ramah lingkungan dan bagus untuk mesin kendaraan dibandingkan dengan Premium.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyampaikan bahwa BBM RON 88 atau Premium tidak akan diganti dengan BBM jenis Pertalite. “Sesuai kebijakan pemerintah, Premium tetap seperti sekarang. Tidak ditarik atau diganti Pertalite. Produk ini hanya varian baru dari Pertamina,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas I Gusti Nyoman Wiratmaja.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika Pertalite telah lolos uji maka akan menjadi pilihan tambahan untuk jenis BBM mayoritas yang digunakan masyarakat seperti Premium atau Pertamax.

Terkait dengan izin untuk Pertalite, ia menuturkan bahwa proses perizinan tidak akan memakan waktu lama karena Pertalite bukan sebuah produk yang benar-benar baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Jokowi Diminta Hentikan Kebijakan Impor Beras

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo diminta menghentikan impor beras dari negara lain untuk meningkatkan kesejahteraan petani dalam negeri.

“Kebijakan impor agar direm oleh Presiden Jokowi. Impor jangan dibuka kembali,” kata Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Gajah Mada (UGM) Suratman pada panen padi berbasis organik secara hamparan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (22/4).

Menurut Suratman, Indonesia dapat menjadi negara produsen beras yang mampu mengekspor ke negara lain, bukan negara konsumen yang selalu bergantung terhadap pasokan dari luar.

Sebelumnya petani di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, panen raya padi berbasis organik dengan pengelolaan sistem hamparan pada areal seluas 15 hektare. Panen raya di Desa Trasan, Juwiring, Klaten, dilakukan Bupati Klaten Sunarna, Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada Bidang Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Suratman, dan sejumlah pemangku kepentingan di sektor pertanian. Padi yang dilakukan pemanenan di Kecamatan Juwiring tersebut menggunakan varietas Pak Tiwi 1 yang dinilai tahan terhadap serangan hama wereng.

Bupati Klaten Sunarna mengatakan pihaknya siap mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah dengan menargetkan peningkatan produksi padi sebesar 30 persen pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. “Tahun ini kami menargetkan produksi padi 300.000 ton, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 165.000 ton gabah kering panen, ” katanya.

Sunarna menyatakan, di Klaten luas areal pertanian mencapai 34 ribu hektare yang mana 28 ribu hektar di antaranya merupakan lahan persawahan basah, sedangkan produktivitas tanaman padi di daerah itu sekitar 6,5 ton per hektare.

Menurut dia, salah satu upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan produksi padi di wilayahnya yakni dengan menaikkan indeks pertanaman (IP) dari yang saat ini hanya 1,7 hingga 1,8 menjadi 2,5 sehingga diharapkan dalam setahun nantinya bisa dilakukan pertanaman hingga dua kali dari saat ini hanya sekali tanam setahun.

Koordinator Panen Padi berbasis organik secara hamparan yang juga Ketua Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM Taryono menyatakan, awal 2015 merupakan musim hujan sehingga dipilih kultivar Pak Tiwi yang merupakan produk alumni perguruan tinggi tersebut dan diketahui tahan wereng.

Salah satu penyebab serangan organisme pengganggu tanaman di lahan sawah, tambahnya, adalah sulitnya petani melakukan tanam serempak sehamparan.

Ketua Kelompok Tani “Tani Makmur” Sunarya menyatakan, selama ini hama wereng selalu menjadi gangguan terhadap pertanaman padi di wilayahnya, oleh karena itu pihaknya mencoba mencari benih padi yang tahan serangan wereng.

Atas bimbingan dari Fakultas Pertanian UGM maka para petani di bawah kelompoknya melakukan pola penanaman padi dengan sistem sehamparan dan secara serempak dengan menggunakan benih padi unggul Pak Tiwi 1.

“Hasilnya sangat menggembirakan karena dari 15 hektare areal yang menggunakan benih tersebut tidak diserang hama wereng sedangkan tanaman yang lain terkena wereng,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

IHSG Diprediksi Bergerak Dalam Fase Konsolidasi

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini, Kamis (23/4), Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 5401 – 5485.

“IHSG bergerak dalam fase konsolidasi wajar. Masa koreksi sehat dapat dimanfaatkan sebagai momen utnuk melakukan akumulasi pembelian,” kata Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dalam risetnya, Kamis (23/4).

Menurutnya, arah pergerakan IHSG sedang menguji level support 5,401 sebelum melanjutkan perjalanan uptrend menuju level resisten 5.485.

“Sebagai resistance terdekat yang perlu ditembus untuk dapat mengukuhkan pola uptrend jangka pendeknya. Hari ini IHSG berpotensi menguat menuju resistance terdekat diiringi oleh laporan kinerja kuartal I beberapa emiten,” ujar dia.

Dalam risetnya, William juga mengemukakan sejumlah saham yang dapat dipertimbangkan pada perdagangan hari ini, yakni BBNI, BJTM, UNVR, INDF, TOTL, JSMR, ANTM, dan TLKM.

Artikel ini ditulis oleh:

Persedian Meningkat, Harga Minyak AS Turun

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak AS berakhir turun pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data minyak mingguan AS menunjukkan persediaan minyak mentah lebih tinggi, tetapi produksinya sedikit lebih rendah.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun 45 sen menjadi ditutup pada 56,16 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Tetapi patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, naik 65 sen menjadi menetap di 62,73 dolar AS per barel di perdagangan London.

Persediaan minyak mentah komersial AS naik untuk pekan ke-15 berturut-turut, kali ini sebesar 5,3 juta barel pada periode yang berakhir 17 April, menjadi 489 juta barel, 91,3 juta barel lebih dari setahun sebelumnya. Kenaikan itu mengangkat pasokan minyak AS ke tingkat rekor tertinggi, demikian kata Departemen Energi AS.

Persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak, naik 740.000 barel menjadi 62,2 juta barel. Namun, produksi minyak mentah AS merosot sebesar 18.000 barel per hari, sekitar 0,2 persen.

Gene McGillian, pialang dan analis di Tradition Energy, mengatakan penurunan produksi itu kemungkinan mendorong beberapa spekulan yang percaya produksi minyak akan jatuh lebih jauh karena pengurangan dalam pengeboran.

“Pertanyaannya apakah harapan mereka akan tetap dibenarkan,” kata McGillian, menambahkan bahwa fundamental pasokan jangka pendek tetap “lemah.”

Artikel ini ditulis oleh:

Kendati Data Ekonomi Positif, Laju Dolar AS Tetap Melemah

Jakarta, Aktual.co — Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), meskipun data ekonomi AS positif.

Penjualan “existing-home” (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang dijual kembali) meningkat 6,1 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,190 juta unit pada Maret dari 4,890 juta unit pada Februari, kata National Association of Realtors, Rabu (22/4) waktu setempat. Data terbaru itu mengalahkan konsensus pasar 5,045 juta unit dan peningkatan tersebut merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Desember 2010.

Jay Morelock, seorang ekonom di FTN Financial, mengatakan dalam sebuah catatan pada Rabu bahwa “akhir Januari menandai terendah sepanjang waktu dalam tingkat suku bunga KPR 30-tahun di 2,22 persen, setelah jatuh dari lebih dari tiga persen pada November.

Penjualan existing-home diukur satu atau dua bulan setelah kontrak ditandatangani, membuat lompatan Maret ini kemungkinan produk penurunan tajam suku bunga KPR pada Januari.” Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,05 persen menjadi 97,951 pada akhir perdagangan.”

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0742 dolar dari 1,0735 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5045 dolar dari 1,4925 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7772 dolar dari 0,7707 dolar.

Dolar AS dibeli 119,87 yen Jepang, lebih tinggi dari 119,70 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS terhadap franc Swiss naik menjadi 0,9696 dari 0,9551, dan turun menjadi 1,2227 dolar Kanada dari 1,2289 dolar Kanada.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain