2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36522

Majelis Dzikir As-Samawaat Bertekad Teruskan Estafet Aswaja

Jakarta, Aktual.co — Pimpinan Majelis Dzikir As-Samawaat Al-Maliki, Puri Kembangan, Jakarta Barat, Syeikh KH Saadih Al-Batawi, mengaku sedih dengan wafatnya Syeikh Sayyid Abbas bin Alwi Almaliki.

Syeikh KH Saadih mengungkapkan, dipanggilnya Syeikh Sayyid Abbas bin Alwi Almaliki oleh Allah SWT pada Selasa (14/4), merupakan kehilangan sosok guru yang sangat begitu penting.

Ia mengaku begitu banyak pesan spiritual yang disampaikan Sayyid kepada jamaah, yang sering berkunjung ke Majelis Dzikir Assamawaat Al-Maliki Jakarta.

Tercatat, Syeikh Sayyid Abbas bin Alwi Almaliki terakhir datang ke Majelis Dzikir As-Samawat, Jakarta, pada 1 Maret 2015 lalu.

Syeikh KH Saadih Al-Batawi mengaku, dirinya telah diberikan mandat untuk meneruskan kekhalifahan, dengan berpedoman pada Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja).

“Mandat khalifah yang telah diberikan, menjadi estafet Aswaja untuk dilanjutkan oleh Majelis Dzikir As-Samawaat Al-Maliki,” ujar Syeikh KH Saadih Albatawi, Rabu (22/4).

Dewan sesepuh Assatidz Majelis Dzikir Assamawaat Al-Maliki, Ustadz H. Mulyadi Mughni, berharap estafet gerakan Awaj bisa tetap hidup sepeninggalnya Sayyid Abbas Alwy Al Maliki.

“Beliau (Syeikh Sayyid Abbas Alwy Al-Maliki) sebagai penggiat Aswaja sangat berharap untuk seantero dunia menikmati Islam dengan udara sejuk ajaran Aswaja yang sesungguhnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada Selasa (14/4), Sayyid Abbas bin Alwi Almaliki telah menghadap keharibaan Allah SWT pada pukul 03.45 waktu Mekkah. Jenazah beliau dikubur di Pekuburan Ma’la Makkah berdekatan dengan makam Sayyidah Khadijah radhiyallahu’anha.

Syeikh Sayyid Abbas bin Sayyid Alawi Al-Maliki adalah saudara kandung Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, seorang ulama dan muhadits yang memiliki banyak murid di Indonesia.

Lahir di kota suci Makkah Al-Mukarromah pada tahun 1368 H, Syeikh Abbas bernama lengkap Syeikh Sayyid Abbas bin Sayyid Alawi bin Sayyid Abbas bin Sayyid Abdul Aziz al-Maliki al-Idris al-Hasani al-Makki.

Terlahir dan dibesarkan oleh seorang ayah yang alim pemimpin Ahli Bait di Kota Makkah, pembesar Bait Alawi yang disegani oleh pemerintah dan semua orang, pengajar di Masjidil Haram dan ulama besar yang dikagumi oleh masyarakat Makkah ketika itu.

Sayyid Abbas dikenal memiliki sifat tawadhu’, rendah hati, mudah senyum dan suka membantu orang yang kesulitan.

Ulama yang digelari sebagai Bulbul Makkah ini dikenal memiliki suara yang bagus dan pandai bersyair. Semasa hidup membangun pusat pendidikkan di Makkah al-Mukarramah, serta memiliki majelis Dalailul Khairat dan Majelis Burdah pelajarnya terdiri dari pelajar asrama yang datang dari Indonesia, juga pelajar luar asrama yang tinggal di Kota Makkah.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora: Pembiayaan Tim Transisi Dari APBN

Jakarta, Aktual.co — Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan pembiayaan untuk tim transisi yang akan dibentuk Kemenpora, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saya nyatakan dana APBN hanya untuk tim transisi bukan untuk menggulirkan kompetisi,” kata Gatot di kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (22/4).

Menurut Gatot, untuk menggulirkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 kemungkinan ada operator sendiri yang akan membantu melaksanakan kompetisi tersebut.

“Menggunakan dana dari APBD saja tidak boleh apalagi menggunakan APBN,” katanya.

Ia menyatakan saat memutuskan untuk membentuk tim transisi, pihaknya tentu saja sudah mengetahui berbagai resiko dan konsekuensinya.

“Kami optimis bisa dilakukan karena sejauh ini banyak dukungan dari berbagai pihak untuk menjalankan dan bertahannya tim transisi itu sendiri, yang penting bagi kami ada era baru dari PSSI,” katanya.

Gatot juga ingin menepis kabar terkait dengan nama-nama tim transisi yang sudah beredar di media maupun masyarakat.

“Yang jelas itu juga bukan dari saya, kami belum pernah mengumumkan karena seandainya ada pasti yang mengucapkan itu Pak Menteri atau melalui saya,” tuturnya.

Ia juga mengatakan jangka waktu untuk tim transisi harus secepatnya sampai kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 bergulir kembali.

“Intinya, karena mereka juga orang-orang yang sibuk, kalau bisa juga tidak panjang waktu bekerjanya, sampai terbentuknya kepengurusan PSSI yang baru,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tema Pra Muktamar NU Solusi Mengatasi Permasalahan Bangsa

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Agus Arifin Lukman mengatakan ‘Islam Nusantara Sebagai Islam Mutamaddin Menjadi Tipe Ideal Dunia Islam’ menjadi tema yang tepat dalam kegiatan Pra Muktamar NU ke-33 di Makasar. Hal itu sejalan dengan permasalahan bangsa dan dunia saat ini.

“Di awali di Makassar ini, semoga Muktamar mendatang bisa menghasilkan solusi atas permasalahan-permasalahan bangsa dan dunia,” katanya saat menyampaikan sambutannya di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (22/4).

Arifin yang mewakili Gubernur Sulsel menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi lokasi pelaksanaan Pra Muktamar.

“Kami ingat lima tahun lalu Muktamar dilaksanakan di sini dan sukses. Kali ini kami ditunjuk kembali untuk melaksanakan Pra Muktamar,” kata dia.

Ketua Steering Committee Panitia Muktamar NU ke-33 Slamet Effendy Yusuf, mengungkapkan Pra Muktamar di Makassar akan diisi dengan seminar dan dialog internal, membahas dan mematangkan tema besar Muktamar NU ke-33, yaitu Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia.

“Di sini sudah hadir narasumber-narasumber kompeten. Ada Profesor Doktor Ibrahim Alwee, Doktor Mustofa Mas’ud, dan Kiai Agus Sunyoto. Beliau-beliau adalah orang yang tepat untuk membahas bagaimana sejarah Islam di Indonesia dan bagaimana ke depannya, untuk bisa berperan dalam memberikan solusi atas permasalahan bangsa dan dunia,” kata Slamet.

Pra Muktamar NU di Makassar selain dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan jajaran pengurus PBNU lainnya, juga tampak hadir adalah pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Sholahuddin Wahid, dan putri Presiden RI ke-4, Inayah Wahid.

Muktamar NU ke-33, akan diselenggarakan di Jombang, Jawa Timur, Agustus 2015 mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Berambisi Ambil Alih Pengelolaan Kompetisi ISL

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga sangat berambisi untuk mengambil alih pengelolaan kompetisi Indonesia Super League/QNB League, dengan segera membentuk Tim Transisi.

Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan tim transisi yang akan dibentuk Kemenpora untuk mengambil alih hak dan kewenangan PSSI ditetapkan minggu ini.

“Tim transisi sejauh ini masih disusun, inginnya Pak Menteri secepatnya. Insya Allah dalam minggu ini sudah diserahkan kepada Pak Menteri, tetapi nama-namanya kami belum tahu,” kata Gatot di kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (22/4).

Ia juga mengatakan jangka waktu untuk tim transisi harus secepatnya sampai kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 bergulir kembali.

“Intinya, karena mereka juga orang-orang yang sibuk, kalau bisa juga tidak panjang waktu bekerjanya, sampai terbentuknya kepengurusan PSSI yang baru,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Indonesia, KAA, dan Konflik Yaman

Jakarta, Aktual.co —Serangan udara menggebu-gebu dari koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi,  yang diarahkan ke kubu-kubu kelompok Houthi di Yaman, akhirnya mulai berimbas ke salah satu pihak yang tidak terlibat dalam konflik: Indonesia. Pada 20 April 2015, pukul 10.45 waktu setempat, ada bom yang “menyasar” menghantam kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sana’a, ibukota Yaman.

Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi telah mengecam keras serangan bom yang terjadi di kota Sana’a, yang mengakibatkan terlukanya beberapa staf diplomat Indonesia, dan rusaknya KBRI serta seluruh kendaraan milik KBRI yang berada di area tersebut. Bisa dibilang, 80 persen gedung KBRI rusak parah. Saat pemboman itu terdapat 17 WNI di KBRI Sana’a, yang terdiri dari staf KBRI, anggota tim evakuasi WNI dari Jakarta, dan WNI yang sedang mengungsi.

Informasi awal yang diterima dari Sana’a, serangan tersebut sebenarnya ditujukan kepada depot amunisi yang berada di kawasan tersebut. Jalan di sekitar KBRI rusak parah. Banyak korban jiwa warga sipil setempat yang berada di sekitar daerah tersebut. Pemerintah Indonesia menegaskan, pemboman itu merupakan bukti bahwa penyelesaian masalah melalui kekerasan hanya mengakibatkan korban warga yang tidak bersalah.

Pemerintah juga menekankan kembali, penyelesaian secara damai melalui diplomasi dan perundingan merupakan jalan terbaik. Maka, Indonesia mendesak agar semua pihak segera menghentikan aksi kekerasan dan agar jeda kemanusiaan segera diterapkan.  Tujuannya,  agar warga sipil termasuk warga negara asing dapat segera keluar dari Yaman, serta bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Yaman.

Pemerintah Indonesia meminta agar semua pihak yang bertikai menghormati aturan dan hukum internasional, khususnya menyangkut perlindungan warga sipil, termasuk berbagai resolusi PBB terkait. Kementerian Luar Negeri telah menginstruksikan KBRI dan tim evakuasi di Sana’a, untuk segera mengambil langkah yang diperlukan, guna mengamankan keselamatan warga Indonesia yang berada di sana.

Dua staf diplomat dan seorang WNI yang terluka telah mendapatkan pertolongan dan bersama seluruh WNI lainnya sudah dievakuasi ke Wisma Duta di Sana’a, untuk segera berupaya menuju ke Al Hudaidah. Sejak dilakukan evakuasi intensif, Pemerintah telah mengevakuasi 1.981 WNI keluar dari Yaman sejak Desember 2014. Sampai sekarang sudah 1.973 WNI tiba di Indonesia. Sebagian dari Tim Evakuasi dari Jakarta saat ini masih berada di beberapa wilayah di Yaman.

Insiden pengeboman ini terjadi ketika Indonesia sedang sibuk sebagai tuan rumah peringatan 60 tahun KAA (Konferensi Asia Afrika) di Bandung. KAA 1955 di Bandung itu memang merupakan peristiwa bersejarah, yang menandai kebangkitan dan kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika, lepas dari belenggu penjajahan. Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno waktu itu turut memainkan peran kunci dalam pemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

Insiden pengeboman yang berimbas ke gedung KBRI Sana’a seolah-olah menggarisbawahi bahwa Indonesia saat ini, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, juga tidak bisa berlepas diri atau terisolasi dari dinamika yang terjadi di Asia–Afrika. Indonesia punya hubungan yang tidak bermusuhan dengan semua pihak yang bersengketa di Yaman.
Mereka yang terlibat konflik adalah: Arab Saudi (dengan negara-negara Arab koalisinya); pemerintah Yaman yang didukung Saudi; kubu perlawanan Houthi yang penganut Syiah dan dituding didukung Iran; serta Iran sendiri, yang sejauh ini tidak terlihat campur tangan langsung dengan konflik di Yaman. 

Indonesia sebagai negara besar dengan 250 juta penduduk, yang mayoritas Muslim, diharapkan bisa berperan sebagai penengah untuk mendorong terwujudnya perdamaian atau negosiasi damai dalam krisis Yaman. Krisis itu selain bermula dari konfik-konflik internal, yang merupakan urusan dalam negeri Yaman, dipandang juga terimbas oleh persaingan pengaruh antara dua kekuatan regional: Arab Saudi dan Iran.

Saudi merasa terancam oleh Iran, yang dianggap makin kuat pengaruhnya di kawasan Timur Tengah, khususnya di Suriah, Irak, Lebanon, dan kini Yaman. Indonesia sebaiknya tidak terlibat dalam pemihakan kepada kubu manapun, yang tidak akan menguntungkan posisi Indonesia di Timur Tengah.

Oleh karena itu, pernyataan sejumlah ormas Islam yang beberapa waktu lalu menyatakan dukungan pada serangan Saudi terhadap kelompok Houthi di Yaman, adalah sesuatu kekeliruan naïf yang patut disesalkan. Pernyataan itu juga tidak menunjukkan pemahaman utuh terhadap hakikat konflik di Yaman.

Pernyataan dukungan itu diumumkan sebelum terjadi insiden pengeboman KBRI Sana’a. Kini sesudah terjadi pengeboman, semakin terlihat betapa kelirunya pernyataan simplistis yang terkesan berpihak dan tidak mendorong ke arah perdamaian itu.

Maka dalam momen peringatan KAA di Bandung saat ini, sepatutnya pemerintahan Presiden Jokowi segera merumuskan langkah-langkah konkret, bagi keterlibatan aktif dan positif Indonesia di kawasan bergolak tersebut, berlandaskan kepentingan nasional. 

Indonesia dan ormas-ormas Islam di Tanah Air jangan mudah diombang-ambingkan, atau terseret arus ke pemihakan kubu ini dan kubu itu, dalam konflik yang rumit dan berlarut-larut di Timur Tengah. Arah konflik di kawasan itu biasanya cepat berubah, seperti pergeseran bukit-bukit pasir akibat badai di gurun sana. Maka sekali lagi, kepentingan nasional RI harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan tindakan.

Depok, 23 April 2015
e-mail: [email protected]

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Iran Usulkan Dunia Lawan Terorisme

Jakarta, Aktual.co — Presiden Iran, Hassan Rouhani mengusulkan Gerakan Dunia Menentang Kekerasan dan Ekstremisme (GAVE) untuk memberantas terorisme secara tepat.

Dalam pidato di depan sidang paripurna pemimpin Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 di Balai Sidang Jakarta, Rabu (22/4), ia menilai hal tersebut lebih efektif ketimbang menggencarkan gerakan tidak tepat bagi negara tertentu.

“Pada pertemuan bersejarah ini, yang mewakili sebagian besar warga dunia, saya bermaksud mengajukan pinsip dasar Gerakan Dunia Menentang Kekerasan dan Ekstremisme (GAVE),” kata Hassan Rouhani.

Di tengah keadaan saat hati nurani masyarakat dunia terluka atas ketidakacuhan sejumlah organisasi internasional terhadap ekspansi terorisme, lanjut Presiden Hasan, GAVE bisa menjadi solusi dalam memerangi terorisme.

Ia menegaskan bahwa perlawanan menghadapi teroris harus ada dalam agenda pertemuan tingkat tinggi ke-60 tahun KAA dan dipertimbangkan dalam prinsip dasar dan nilai-nilai di Pesan Bandung.

Menurut Presiden Hasan, prinsip-prinsip dasar GAVE antara lain konsep fundamental dalam perlawanan memerangi teroris dengan menghargai hak asasi manusia.

Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan setiap individu seperti keyakinan, agama, etnik, atau ras harus diperlakukan dengan sama sehingga bisa menyebarkan kedamaian secara global. Begitu juga dalam memandang seorang muslim, kristiani, yahudi, atau penganut Buddha.

Selanjutnya, pengkhianatan terbesar dalam sebuah agama adalah menyalahgunakan agama untuk melegalkan pembunuhan. Aksi global dan luas harus diinisiasikan oleh pemimpin agama dan tokoh dunia untuk melawan pembenaran pembunuhan dan bunuh diri atas alasan ideologi.

“Untuk memerangi ekstremisme dan terorisme, kita harus mengetahui penyebab generasi muda yang bergabung dengan kelompok teroris dan menghentikan rekrutmen tersebut,” ujar Presiden Hasan.

Ia menambahkan bahwa penting pula untuk mengidentifikasi akar ekonomi dan budaya dari radikalisme.

Selain itu, dukungan pendanaan, politik, dan intelijen untuk para teroris harus dihentikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain