1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36632

Polisi Klaim Tewaskan Pelaku Begal Curanmor di Cijantung

Jakarta, Aktual.co —Polda Metro Jaya memastikan dua perampok yang tewas ditembak polisi di daerah Cijantung Jakarta Timur, yakni AS dan DW, merupakan pembegal dan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto mengatakan komplotan itu termasuk target operasi aparat Polda Metro Jaya.
“Karena kerap beraksi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya,” ujar dia di Jakarta, Minggu (19/4).
Saat ini, petugas Polda Metro Jaya masih memburu tiga pelaku lainnya yang diduga melarikan diri ke daerah Merak, Kota Cilegon, Banten.
Sementara itu, Kepala Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Handik Zusen menambahkan AS dan DW berasal dari Lampung Timur.
Jasad keduanya masih berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur guna menjalani autopsi.
Sebelumnya, anggota Polda Metro Jaya terlibat baku tembak dengan lima orang yang diduga komplotan pelaku kejahatan di Graha Cijantung Jakarta Timur pada Minggu sekitar pukul 14.30 WIB.
Sebelumnya, kejadian berawal saat anggota Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamati aksi sindikat pelaku kejahatan.
Ketika itu komplotan yang dicurigai pelaku perampokan menumpang dua unit sepeda motor melintasi lokasi pengamatan tersebut.
Polisi berupaya mengejar namun pelaku yang berjumlah lima orang itu melarikan diri. Sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan tiga kali.
Karena tidak ada indikasi menyerahkan diri, petugas menembak dua pelaku hingga tewas, sedangkan tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Metro Buru Pelaku Penculik Pengusaha

Jakarta, Aktual.co —Polda Metro Jakarta Raya memburu pelaku penculikan terhadap seorang pengusaha bernama Thalib Abbas yang meminta tebusan Rp400 juta.
“Korban diculik lima orang pria tidak dikenal dengan meminta uang tebusan Rp400 juta,” kata Kepala Unit II Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Teuku Arsya Khadafi di Jakarta, Minggu (19/4).
Pelaku menculik korban di Cluster de Hill Jalan Camat Gabun II RT04/08 Nomor B-10 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Selasa (14/4) sekitar pukul 21.00 WIB.
Komplotan penjahat itu bertamu ke rumah korban dengan mengaku sebagai anggota kepolisian dan membawa senjata gas (airsoft gun).
Arsya mengatakan pelaku sempat menghubungi keluarga korban untuk meminta uang tebusan Rp400 juta.
Kemudian, pihak keluarga menyetorkan uang sebesar Rp5 juta namun pelaku mengirimkan surat dan foto korban dalam kondisi memar dan dirantai.
Selanjutnya, keluarga melaporkan penculikan itu ke Polsek Jagakarsa pada Rabu (15/4).
Arsya menyatakan Tim Unit II Jatanras Polda Metro Jaya masih mengejar para pelaku penculikan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Sapi Ngamuk Lalu Mati, Warga Bandar Ratu Resah

Jakarta, Aktual.co —Warga di Kelurahan Bandar Ratu, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dibuat resah oleh fenomena sapi peliharaan mereka dalam sebulan terakhir. 
“Warga di sini resah karena sapi yang awalnya sehat mengamuk sebelum mati,” kata Sudirman, warga Kelurahan Koto Jaya, di Mukomuko, Minggu (19/4).
Kejadian serupa, ujar dia, sudah dialami oleh lima ekor sapi milik warga yang menunjukkan perilaku sama sebelum mati.
Dia pun meminta pihak kesehatan hewan di daerah agar segera melakukan sosialisasi untuk cara mengatasi dan memberikan pertolongan pertama terhadap sapi itu.
“Warga di sini tidak tahu mau melapor kemana, karena selama ini belum ada petugas peternakan yang memberikan sosialisasi tentang kesehatan hewan,” ujar dia.
Agar ke depannya warga tahu dan dapat mengantisipasinya jika ada kejadian serupa.
Karena, akibat peristiwa itu warga mengalami kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah.
“Kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Karena tidak hanya pemilik hewan yang rugi tetapi warga juga resah karena sapi itu sebelum mati mengamuk terlebih dahulu sehingga merusak pagar,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Survei: Sebagian Besar Publik Setuju Kabinet Jokowi Dirombak

Jakarta, Aktual.co —Tak puas dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo, sebagian besar publik setuju dilakukan reshuffle.
Survei Poltracking Indonesia, didapat ada 41,8 persen publik yang setuju dilakukan reshuffle terhadap menteri-meneteri yang kerjanya dianggap ‘melempem’.
“Secara umum publik setuju bisa dilakukan perombakan di Kabinet Kerja,” kata Di‎rektur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha, di Jakarta, Minggu (19/4).
Dalam survei itu, jumlah publik yang tak setuju kabinet dirombak hanya 28 persen. 
Kata Hanta, hasil survei lembaganya menunjukkan masyarakat yang tidak puas ingin kabinet Jokowi dirombak. Dari hasil surveinya, ketidakpuasan publik paling tinggi di bidang ekonomi, mencapai 66,6 persen. Lalu disusul bidang hukum sebanyak 55,6 persen, menyusul di bidang keamanan 50,7 persen.
Karena itu, dia menyarankan Jokowi melakukan perombakan kabinet secara ekstrem. “Selain sebagai penyegaran, perombakan dilakukan untuk memperbaiki performa dan kinerja Kabinet Kerja,” ujar dia.
Survei Poltracking Indonesia diperoleh dari 1.200 responden yang merupakan WNI yang sudah berusia 17 tahun atau sudah menikah.
Dengan margin of error ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Metode survei wawancara ‎dan tatap muka pada rentang 23-31 Maret 2015. Sumber dana internal yang dihimpun untuk ‎survei publik.

Artikel ini ditulis oleh:

La Nyala Tegas Tolak Intervensi Kemenpora di PSSI

Surabaya, Aktual.co —Ketua Umum PSSI La Nyala Mataliti bertekad tetap menolak segala bentuk intervensi dari pihak luar. Dia juga berkali mengatakan tidak akan memecat anggotanya tanpa alasan.
Tersirat dia menentang pembekuan yang dilakukan Menteri pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
“PSSI tidak akan menghentikan anggotanya tanpa ada alasan tertentu. PSSI juga menolak segala bentuk intervensi, apalagi di luar sepak bola yang sejatinya justru merusak sepak bola. Siapa yang merusak, akan kita hadapi.” ujar La Nyala saat terima jabatan sebagai Ketua PSSI, di hotel JW Mariot Surabaya, Minggu (19/4) malam.
Pria yang sebelumnya menjadi Wakil Ketua Umum PSSI ini berjanji akan membawa sepak bola Indonesia lebih maju. Jika ada pihak-pihak luar yang berupaya merusak sepak bola, lanjut La Nyala, harus diselesaikan telerbih dahulu, sebelum konflik semakin panjang dan bisa memecah belah. “Kalau kita bersatu, pasti kuat,” ujar dia dengan nada yakin.
La Nyala diketahui menang mutlak atau mendapatkan 92 suara dari 106 pemilik suara sah yang mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang diwarnai demo pendukung Persebaya 1927. Pesaingnya, Syarif Bastaman hanya meraup 14 suara.
KLB PSSI sendiri dianggap datar, karena persaingan kurang seimbang. Menyusul mundurnya beberapa calon yang mempunyai basis dukungan kuat. Salah satu kandidat terkuat yang mengundurkan diri adalah Joko Driyono. Pria yang saat ini menjabat sebagai Sekjen PSSI sebenarnya mendapatkan dukungan dari pemilih suara yang menginginkan Ketua Umum PSSI adalah orang yang paham dengan Liga.
Bahkan sosok Joko Driyono masuk dari calon yang memiliki kriteria yang diinginkan oleh mantan Ketua Komite Normalisasi dan mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar. Dia juga mendapatkan dukungan dari manajer Persib Bandung Umuh Muchtar.
Meski sudah terpilih ketua baru, kepengurusan PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti terancam tidak mendapatkan legalitas dari pemerintah. Apalagi Menpora Imam Nahrawi disaat KLB berlangsung membekukan PSSI. Dampak dari pembekuan tersebut, pemerintah berencana membentuk Tim Transisi yang akan mengelola semua aktifitas persepakbolaan nasional yang selama ini dikendalikan oleh PSSI.
Menanggapi pembekuan PSSI oleh pemerintah, La Nyalla menegaskan PSSI tetap berjalan. “Saya nggak merasa dibekukan. PSSI tetap jalan meski tidak di bawah Kemenpora. Yang jelas kami akan konsultasi dulu dengan tim hukum PSSI,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kurang Personel, Kepolisian TN Gunung Leuser Kesulitan Tangkap Pembalak Liar

Medan, Aktual.co —Tim Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC) Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) mengaku kewalahan dalam menangani aksi perambahan di Taman Nasional Gunung Leuser.
Koordinator Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) BBTNGL, P. Turnip mengatakan, ketersediaan personil yang sedikit menyebabkan sulitnya melakukan patroli di kawasan hutan.
“Jika memasuki kawasan dengan membawa personel yang banyak, kita dihadapkan pada permasalahan pelanggaran hak asasi manusia, dan lain-lain,” ujar Turnip kepada wartawan, Minggu (19/4).
Padahal, dari estimasi yang dilakukan di kawasan Besitang, ada sebanyak puluhan ribu hektar yang sudah dirambah. “Sekitar 22 ribu hektare yang sudah dirambah,” ungkap dia.
Disebutkan Turnip, dari awal tahun 2015, penangkapan terhadap yang diduga perambah hutan di TNGL sudah dilakukan sebanyak 6 kali.
Pertama, satu truk bermuatan kayu beserta 3 orang pelaku di Dusun Pantai Buaya, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, pada tanggal 21 Januari 2015. 
Kemudian penangkapan satu minibus bermuatan 48 batang kayu meranti dan damar beserta pelaku seorang mantan anggota TNI di Sawit Seberang pada tanggal 31 Januari 2015. 
Khusus yang melibatkan mantan anggota TNI, PPNS BBTNGL dibantu oleh Petugas POM. Subdenpom Binjai melakukan penggeledahan kilang kayu milik salah satu anggota TNI Koramil 04 Medan Kota dan menyita beberapa barang bukti kayu yang diduga berasal dari dalam kawasan TNGL. Kasus ini telah dilimpahkan kepada Subdenpom Binjai. 
Berlanjut, penangkapan satu truk bermuatan kayu olahan berupa kusen dan daun pintu beserta 2 orang pelaku pada tanggal 10 Februari 2015. 
Kamis (20/2) lalu, penangkapan terhadap Rusli Usman dan Fikrianto, bersama barang bukti berupa bahan olahan kayu meranti sebanyak 1.050 gagang cangkul tanpa dokumen berbahan meranti batu dari TNGL. 
“Dan yang tangkapan yang kelima kemarin, pada Senin (16/3) kemarin, kita menyita 4 ton kayu ilegal dari kawasan TNGL Sekoci, Langkat, Sumut, Senin. 
Dati tiga pelaku, seorang merupakan anggota Marinir, yakni Praka Mar H (34). Dua lainnya yaitu sopir truk WN (35) dan kernetnya M (30) ditangkap bersama barang bukti.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain