2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36806

Rakyat Sudan Berikan Suara Dalam Pemilu

Jakarta, Aktual.co — Presiden Omer Hassan Al-Bashir dan lebih dari 13 juta warga Sudan memberikan suara pada Senin (13/4), dalam pemilihan umum pertama di Republik Sudan setelah Sudan Selatan memisahkan diri dan menjadi negara merdeka.

Presiden Al-Bashir memberikan suara di tempat pemungutan suara di sekolah St. Francis’ School di Khartoum, ibu kota Sudan, sekitar pukul 11.00 waktu setempat bersama ratusan warga Sudan pemilik hak pilih.

Beberapa pejabat Sudan, seperti, mantan Wakil Presiden Alhaj Adam, Menteri Pertahanan Abdelraheem Mohamed Hesain, Wakil Ketua Partai Kongres Nasional (NCP) juga memberikan suara.

“Saya memberikan suara dalam pemilihan penting ini dan berharap Sudan memiliki pemimpin layak,” kata Hudail Awud, mahasiswa, yang baru keluar dari tempat pemungutan suara.

Menurut dia, pemilihan merupakan cara beradab untuk memilih pemimpin dan rakyat mengetahui program-program yang mereka tawarkan.

Komisi Pemilihan Nasional (NEC) Sudan mengumumkan bahwa sebanyak 44 partai politik ikut pemilihan dan pemilih yang berhak memberikan suara tercatat sebanyak 13.642.000.

Sebanyak 16 tokoh termasuk presiden petahanan Al-Bashit mencalokan diri dalam pemilihan presiden.

Sudan juga akan menyelenggarakan pemilihan parlemen dan pemilihan di tingkat negara bagian. Hasil pemilihan akan diumumkan pada 27 April nanti.

Pemilihan yang paling akhir diadakan Sudan, negara di Afrika Utara, pada 2010. NEC mengatakan sekitar 1 juta dari 13 juta lebih merupakan pemilih yang sering berpindah-pindah.

Sudan yang berpenduduk 35 juta jiwa terpecah menjadi dua negara yakni Sudan dan Sudan Selatan. Sebelum referendum 2011 yang memisahkan Sudan menjadi dua bagian, Sudan merupakan negara terluas di Afrika dan di daerah Arab. Sudan Selatan memilih untuk berpisah dari utara pada 2011, menyusul perjanjian perdamaian pada 2005 yang mengakhiri puluhan tahun perang saudara.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertamina Retail Tambah 45 Unit SPBU

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Retail akan menambah 45 unit SPBU pada tahun 2015 sehingga sampai dengan akhir tahun total SPBU yang dimiliki sebanyak 155 unit.

“Tahun ini (2015) akan ada penambahan SPBU berupa pembangunan baru sebanyak 20 unit, 5 unit SPBU hasil akuisisi dan 20 unit SPBU KSO (kerja sama operasional),” kata Direktur Utama Pertamina Retail, Toharso di Jakarta, Senin (13/4).

Menurut Toharso, penambahan SPBU tersebut merupakan bagian dari program perusahaan dalam rangka meningkatkan pendapatan dari sisi distribusi BBM.

Untuk mengembangkan SPBU tersebut, ujarnya, akan dibiayai dari belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan pada 2015 yang dialokasikan sebesar Rp275 miliar.

Ia menjelaskan, untuk membangun SPBU baru tidak mudah karena terbentur pada mahalnya harga lahan pada terutama di lokasi-lokasi strategis.

Karena kesulitan soal lahan, Pertamina akan mengubah konsep SPBU. Pompa dispenser tidak lagi berada di atas tanah tetapi menggantung di udara (overhead).

“‘Overhead’ SPBU sama seperti umumnya SPBU di Jepang yang posisinya tergantung. Konsep ini dapat mengurangi pemakaian lahan,” ujarnya.

Jika pada SPBU reguler (di atas tanah) satu dispenser menampung enam antrean mobil sisi kiri dan kanan, namun dengan “overhead” SPBU bisa mencapai 10-12 unit mobil.

Ia menjelaskan, “overhead” SPBU akan dibangun di lahan Pertamina di kawasan Pasteur, Bandung.

“Ke depan di lahan seluas 750-1.000 meter, SPBU sudah bisa dibangun dengan ‘overhead’ SPBU. Namun konsepnya dikembangkan terpadu dengan fasilitas lengkap mulai dari gerai toko Bright Pertamina, ATM, Oli Mart, Car Wash, Cafe Bright,” ujarnya.

Selain membangun baru, Pertamina juga mengakuisisi 5 SPBU milik swasta yang memiliki prospek bisnis bagus, seperti di Bogor, Cibarusa (Bekasi) dan di Probolinggo milik PT Kertas Leces (Persero).

“Satu unit SPBU Petronas juga segera kita akuisisi. Lokasinya belum bisa kami sebutkan,” ujarnya.

Pada tahun 2015, Pertamina Retail menargetkan total pendapatan dari distribusi BBM dan non BBM sebesar Rp11 triliun, meningkat dibanding total pendapatan 2014 sekitar Rp9 triliun.

Khusus pendapatan layanan non-BBM pada 2015 ditargetkan mencapai Rp350 miliar, naik dari tahun sebelumnya Rp300 miliar.

“Saat ini kontribusi non-BBM masih berkisar 30 persen terhadap total pendapatan, selebihnya 70 persen distribusi BBM. Ke depan secara bertahap porsinya akan diubah menjadi 70 persen non BBM dan 30 BBM,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kone Dipastikan Tak Perkuat Persipura Ketika Menjamu Maziya

Jakarta, Aktual.co — Penyerang Persipura Jayapura, Lancine Kone dipastikan tidak memperkuat timnya ketika menjamu Maziya SR dalam lanjutan grup E AFC CUP di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, pada Selasa (14/4) sore.

Pelatih kepala tim Persipura Jayapura Oswaldo Lessa mengaku, belum mengetahui kabar pemain asing asal Pantai Gading itu.

“Saya belum tahu sejauh mana kabar Kone,” kata pelatih asal Brasil itu ketika jumpa pers di Stadion Mandala, Jayapura, Senin (13/4).

Ia mengemukakan, perpaduan antara kapten tim Boaz TE Salossa dan Lancine Kone dilini depan Persipura Jayapura sudah sangat bagus, namun kata dia, mantan pemain Sriwijaya FC itu belum nampak bersama rekan-rekannya hingga hari ini.

“Padahal, lini depan Persipura akan semakin tajam jika Boaz berpasangan dengan Lancine Kone. Tapi pada laga besok, saya akan menurunkan Robertino Pugliara didepan, dan akan dibantu oleh Boaz dan Zulham Zamrun dikiri dan kanannya,” katanya.

Mengenai strategi tim untuk melawan Maziya SR, Oswaldo mengatakan akan bermain menyerang dan tidak memberikan kesempatan tim lawan menguasai bola.

“Kami akan menekan sejak awal lagan sejumlah kesalahan pasing dan operan pada laga di kandang Maziya bulan lalu, sudah saya evaluasi dan perbaiki. Semoga pada laga besok anak-anak bisa bermain lepas dan bisa raih kemenangan,” katanya.

“Tentunya, tim lawan tidak akan tinggal diam, karena laga sebelumnya kami menang. Pasti mereka (Maziya) akan berikan perlawanan agar meraih hasil positif. Tapi saya sudah bicara dengan pemain, agar bisa mempersembahkan kemenangan,” tambah Oswaldo Lessa.

Artikel ini ditulis oleh:

PM Yaman Dilantik Sebagai Wapres di Pengasingan

Jakarta, Aktual.co — Perdana Menteri Yaman Khaled Bahah, dilantik sebagai wakil presiden di kedutaan negara itu di Riyadh, Senin (13/4), sementara koalisi pimpinan Arab Saudi menggencarkan serangan udara terhadap para pemberontak Yaman.

Kantor berita pemerintah Saudi, SPA, Senin, mengabarkan bahwa, Bahah diambil sumpah di depan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, yang sedang berada dalam pengasingan, satu hari setelah ia ditunjuk sebagai wakil presiden.

Kantor berita itu mengatakan sejumlah menteri, pejabat dan pemimpin politik Yaman hadir dalam acara pengambilan sumpah.

Dewan Kerja Sama Teluk menyambut baik penunjukan Bahah tersebut dengan menganggapnya sebagai sebuah langkah penting dalam membantu upaya Hadi untuk “mengembalikan keamanan dan stabilitas di Yaman.” Dewan yang beranggotakan Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab itu berjanji akan “terus mendukung semua upaya” untuk mewujudkan penyelesaian politik di Yaman.

Baik Hadi maupun Bahah sebelumnya mengalami penahanan rumah di Sanaa oleh kelompok pemberontak Huthi Syiah, yang menduduki ibu kota negara itu pada September dan memperkuat cengkeraman kekuasaannya setelah kedua pemimpin tersebut menyampaikan pengunduran diri pada Januari.

Namun, sementara Hadi melarikan diri pada Februari dan muncul di Aden, Bahah membuat kesepakatan dengan milisi Syiah dukungan Iran untuk mengakhiri penahanan rumah pada Maret.

Ia kemudian pergi ke Hadramawt, provinsi di wilayah tenggara tempatnya berasal.

Pada 24 Maret, Bahah dilaporkan pergi ke New York, tempat keluarganya tinggal, sementara para pemberontak memperkuat cengkeraman di Aden, dua hari sebelum Arab Saudi meningkatkan serangan udara sebagai dukungan bagi Hadi.

Ia terbang awal bulan ini ke Riyadh, tempat Hadi mengasingkan diri sementara pertempuran sedang membara di Aden.

Bahah belajar administrasi dan keuangan di Yaman dan India. Ia pernah menjabat sebagai menteri perminyakan antara 2006 hingga 2008, sebelum mengisi pos sebagai duta besar untuk Kanada hingga 2014.

Ia kembali memegang jabatan sebagai menteri perminyakan selama beberapa bulan, sebelum menjadi duta besar Yaman untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam waktu singkat. Bahah kemudian ditunjuk sebagai perdana menteri pada Oktober 2014.

Yaman, salah satu tempat jaringan Al Qaida, merupakan negara termiskin di Semenanjung Arab dan telah mengalami banyak konflik. Sejak Huthi menguasai Sanaa, kekerasan meningkat.

Artikel ini ditulis oleh:

Hendrajit: Uang Palsu Kejahatan Transnasional

Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi politik Hendrajit menyatakan perederan uang palsu merupakan kejahatan transnasional yang menimbulkan kekacauan ekonomi. 
Kejahatan transnasional tersebut diwacanakan juga akan dibahas dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 18-24 April mendatang.
“Saya kira bukan sekedar mainan orang-orang disini, ada upaya destabilitas di perekonomian kita, sehingga jadi kacau balau itu kan juga termasuk transnasional crime, itu mesti disikapi juga oleh KAA,” ujar Hendrajit di kantor GFI, Jakarta, Senin (13/4).
Menurutnya, ini bukan lagi kejahatan kriminal, melainkan babak baru kejahatan politik.
“Sekarang kan lagi sensitif dalam nilai mata uang rupiah saya kira ini bukan lagi kejahatan kriminal tapi kejahatan politik yang melibatkan jaringan siluman negara besar,” katanya.
Hendrajit menuturkan, bisa jadi uang palsu masih banyak beredar selain Rp16 triliun yang disita untuk mengacaukan ekonomi dan politik negara.
“Akai sebelumnya tahun 98 dari cina dibawa keluar sehingga ambrol ekonomi kita tapi tetatp orang yang main di ekspor impor pake dollar itu jelas untuk mengacaukan perekonomian bahkan politik,” 
“Jumlah itu pasti diakomodir oleh kelompok yang punya dana tak terbatas dan tekhnologi yang berkembang dengan percetakan uang yang mudah, ini mesti dirumuskan di KAA dalam bentuk output Dasasila Bandung,” tambahnya.
Nantinya, lanjut dia, dalam rumusan KAA juga selain soal KAA damai tanpa kekerasan, juga akan menyikapi kejahatan transnasional.
“Salah satunya peredaran uang palsu ini, kita harus mendalami cara pikir kejahatan ini, karena sekarang Intelijen kita lemah.”

Artikel ini ditulis oleh:

Jabatan Staf Kepresidenan Wujud Bagi Kekuasaan

Jakarta, Aktual.co — Pakar komunikasi politik Muhammad Aras menilai keputusan Presiden Jokowi membentuk jabatan Staf Kepresidenan merupakan wujud bagi-bagi kekuasaan yang tidak diketahui pasti urgensinya.
“Posisi staf kepresidenan ini kepentingan politik. Ini benar-benar merupakan bagi-bagi kekuasaan, karena mungkin jabatan yang ada tidak cukup (dibagi). Padahal jabatan ini tidak penting,” kata Aras di Jakarta, Senin (13/4).
Aras mempertanyakan manfaat dan fungsi Staf Kepresidenan dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK, apakah akan memberikan kontribusi positif bagi rakyat.
“Ini ‘overlapping’ (tumpang tindih), untuk apa sekarang ada Staf Kepresidenan, berapa anggaran negara yang habis,” kata dia.
Menurut Aras, pemerintah seolah terus mempertontonkan pembagian kue kekuasaan. Hal ini tercermin dengan pembentukan Staf Kepresidenan yang dikepalai oleh Luhut Binsar Pandjaitan, serta alokasi segelintir pendukung Jokowi di struktur komisaris perusahaan BUMN.
“Presiden memang sepertinya belum berhenti bagi-bagi kekuasaan. Staf Kepresidenan ini dari segi fungsi dan kewenangannya kalau dilihat tidak memberikan kontribusi apa-apa untuk rakyat.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain